The first 200 lines.
Sialan.
Hei, kita di mana?
Hei nak, kau mendengarku?
Oh, sial.
Apa-apaan ini.
Tolong!
Tolong, tolong, siapa pun tolong.
Halo Jon!
Siapa ini?
Pengumpul jiwa yang tak beriman.
Di depan, di belakang, di atas, di bawah.
Mereka berteriak, kau menangis, kami menuai, kami menabur.
Kau pejamkan matamu, tapi aku tetap di sini.
Kegelapan bersamaku, Dewa Penderitaan.
Tak satu pun yang masuk akal.
Tolong berhenti, brengsek.
Tetap di luar.
Tetap di luar.
Aku tidak tahu kenapa kau tidak mau membuka pintu, Jon.
Tidak mungkin kau tahu namaku.
Halo?
Siapa kau?
Kau mendengarku?
Ini mimpi buruk yang membuatku tak bisa bangun.
Bangunlah, Jon!
Kami jamin ini bukan sekadar mimpi.
Kau siapa? Kau ini apa?
Kami sudah menunggumu, Drifter.
Aku tidak mengerti.
Kenapa kita ada di sini?
Oh, kau tahu kenapa kau di sini, Drifter.
Kenapa kau terus memanggilku Drifter?
Katakan kenapa aku ada di sini?
Seorang pengembara adalah orang yang membiarkan dirinya dipengaruhi
dan dikendalikan oleh keadaan di luar pikiranmu.
Ini tidak masuk akal.
Siapa kau?
Kami adalah rasa sakit dan penderitaan pikiran dan tubuh.
Kami adalah kesedihan, duka, kesusahan.
Kami adalah ketakutan.
Siapa lagi yang ada di sini?
Tidak tidak tidak.
Ini hanya mimpi buruk.
Keluar dari pikiranku.
Kami sudah ada di pikiranmu sejak kau masih kecil.
Ini bercanda kan?
Berhenti bercanda.
Kami pastikan ini bukan hal yang main-main, Drifter.
Kau tahu persis di mana kau berada.
Tutup matamu dan berpikirlah.
Pikirkan.
Kau lihat?
Kami sudah ada di sini sejak awal.
Itu kesalahan.
Saat itu aku masih kecil.
Berapa banyak kesalahan yang sudah kau buat, Drifter?
Berapa kali kau memeras kehidupan dari sesuatu
atau orang yang seharusnya hidup?
Kau tidak bisa menahannya.
Aku tahu.
Kau yang tidak bisa mengendalikan dorongan-doronganmu
membuatku menjadi orang yang sombong dan abadi.
Kekuatanmu untuk tidak melawan membuatmu lemah.
Tapi aku mengakuinya dan menyesali semuanya.
Tidak ada yang perlu dipermalukan, Drifter.
Pikiranmu lemah, seperti kebanyakan makhluk di bumi.
Tapi aku sudah bertobat.
Aku mengakui semua kejahatanku.
Kumohon.
Kau terhanyut lagi.
Kalian manusia bergerak tanpa tujuan, hanya karena rasa takut.
Kau pikir dengan menyerahkan hidupmu pada-Nya, bisa menjauhkanmu dariku?
Sebagian orang percaya kematian adalah hal terburuk yang terjadi.
Penderitaanmu akan jauh melampaui kematian.
Jadi, apa aku sudah mati?
Bagaimana aku sampai di sini?
Kau manusia bodoh.
Pikiranmu sudah menjadi pikiranku sejak lama.
Kau memberiku kekuatan mengendalikan pikiranmu.
Ngomong-ngomong, terima kasih!
Aku sudah membayar kejahatanku di masa lalu.
Aku sudah berubah.
Kau gagal memaafkan, Jon.
Kau tidak bisa menyembunyikan perasaan sebenarnya pada dirimu.
Aku bertobat, aku mohon ampun atas segala dosaku.
Ya, benar, Drifter.
Kau terhanyut jauh, dipandu oleh kebiasaan buruk dan ketakutan.
Seorang pemerkosa dan pembunuh berantai.
Anna Lang, Bobbi Taylor,
Sarah Fisher,
Carmen Lopez.
Haruskah aku meneruskannya?
Aku belum menyebutkan kejahatan apa saja yang tidak membuatmu tertangkap.
Aku mengakui semua pembunuhan itu,
aku dijatuhi hukuman seumur hidup.
Tidak, pikiranmu dijatuhi hukuman pada kami.
Bagaimana dengan Charlotte Johnson?
Kenapa kau lakukan ini padaku?
Tolong lepaskan aku.
Aku janji, aku tidak akan memberitahu siapa pun.
Aku berjanji.
Ya, kau tidak akan memberi tahu siapa pun
karena kau tidak akan hidup untuk menceritakannya pada siapa pun.
Tidak.
Kumohon.
Ini sangat menyenangkan.
Aku hampir berpikir membuatmu tetap hidup, hampir.
Bagaimana dengan Jennifer Dunn?
Oke.
Baiklah, semuanya, terima kasih sudah bergabung dalam siaran langsungku.
Jadi hari ini aku akan mengulas Kosmetik Curst.
Kita pasang bulu mata di sini.
Keren sekali, ada di dalam peti kecil.
Dan kita juga punya maskara.
Dan yang terakhir tapi tidak kalah penting, kita punya Paranormal Pallet.
Jadi, hari ini aku akan membuat riasan mata smoky.
Yo, aku tersandung.
Bagaimana pun, kembali ke Kosmetik Curst.
Hmm, aku suka maskara ini.
Yo.
Halo?
Halo?
Ah!
Yo.
Kau memilih dipimpin oleh egomu
dan sebagai balasannya, egomu akhirnya membawamu padaku.
Tolong beri aku kesempatan lagi.
Berikan aku kesempatan memperbaikinya.
Kumohon.
Kesempatan?
Kesempatan selalu menjadi sekutuku.
Bukan milikmu.
Jika kau mau lebih berhati-hati, tetapkan batasanmu,
dan membangun kembali bata demi bata?
Orang-orang yang tinggal di bumi membuatku terhibur.
Tuhan, Tuhan.
Dengarkan doaku.
Tolong bantu aku.
Tuhan?
Kami adalah Tuhanmu.
Kami adalah Algea,
Dewa Penderitaan.
Dokter sudah datang.
Musik di telingaku!
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Oke, begini cara kerjanya.
Kau akan berdiri di hadapan hakim dengan hormat,
dan kau akan melakukan semua yang diperintahkan pengadilan ini.
Petugas,
bawa dia ke Teras Ketujuh.
Selamat datang, Oliver.
Jadi, Nona Hakim.
Bagaimana aku akan keluar?
Injeksi,
listrik,
kamar gas?
Oliver.
Kau di sini karena 20 kasus pelecehan seksual anak,
lima tuduhan pembunuhan dan enam tuduhan penculikan.
Kau punya kata-kata terakhir?
Aku senang!
Oliver.
Aku senang kau punya selera humor,
Karena kau akan membutuhkan untuk tempat tujuanmu berikutnya.
Nona Hakim,
Nona Hakim?
Apa maksud tempat tujuanku selanjutnya?
Tidak.
Tidak!
Ya Tuhan, tolong aku.
Kau tidak nyata.
Kau tidak nyata.
Kau tidak nyata.
Kau tidak nyata!
Kau tidak nyata.
Kau tidak nyata!
Kau tidak nyata.
Kau tidak nyata.
Di mana aku?
Halo?
Siapa kau?
Kami adalah rasa sakit dan kesedihan yang kau ciptakan
dengan perilakumu yang aneh.
Tidakkah kau ingat pertama kali kau menatap mata Melody Meyers muda?
Film thriller tentang hantu di istana.
Oooh.
Di mana orang tuamu?
Aku mau ibuku.
Kau akan aman di sini sampai ibumu datang.
Tempat apa ini?
Aku tidak pantas menerima ini.
Seharusnya aku mati saja.
Oh, kukira kau bersemangat.
Apa yang terjadi dengan sikap hiperaktifmu saat bicara dengan Hakim?
Kau membariskan Andrew Robinson, Jazmine Smith,
menggorok leher mereka, dan kau bahkan tidak berkedip
atau berpikir dua kali kenapa kau membunuh orang-orang yang tidak bersalah itu.
Kau lihat apa yang kami maksud dengan perilaku tanpa berpikir?
Kau akan merasakan semua penderitaan yang kau sebabkan
untuk sisa hidupmu yang kekal.
No comments yet. Be the first to leave one.