The first 200 lines.
"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"
"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"
Aku sangat menyukaimu, Ae Ra.
Ini membuatku gila.
Sejak dahulu aku menyukaimu, dasar pria menyebalkan.
Jika ini tentang semua atau tidak sama sekali,
kita ambil "semua" saja.
Apa?
Apa malam ini
kamu mau menginap?
Kamu baik-baik saja? Coba kulihat.
Tidak.
Astaga, kamu berdarah. - Ye Jin.
Ye Jin?
"Episode 12"
Hati-hati.
Astaga. - Aku kaget.
Ada apa ini? Kenapa kalian keluar dari sebuah lemari?
Bagaimana Anda bisa ke sini di jam sekarang?
Apa salahnya aku berdiri di depan rumahku?
Apa yang kalian perbuat di sana?
Kenapa kalian keluar dari sana?
Itu "Catatan Bar Namil". Pintu rahasia mereka.
Apa?
Anda tahu?
Aku tidak berkomentar tentang kalian memakainya.
Silakan bersenang-senang sesuka kalian.
Minumlah sepuasnya selagi lever kalian berfungsi.
Bersikaplah lugu, gegabah, dan hidup tanpa berpikir
seperti anak-anak. Jangan main seperti orang dewasa.
Entah kenapa, aku ingin membantah.
Aku ingin membantahnya.
Setelah puas minum, kembali ke kamar masing-masing.
Mengerti?
Kami berciuman di atas sana. - Hei.
Hei, kamu...
Tunggu.
Ibu bilang akan mengusirku jika aku mengajak pria ke sini.
Tidak, aku pergi saja. - Tunggu. Dia akan segera pergi.
Aku akan menjelaskan apa yang terjadi.
Dia mengawasiku. Dia akan memukulmu jika melihatmu.
Kenapa aku akan dipukul? - Tunggu di sini.
Ye Jin.
Buka pintu.
Silakan masuk. - Kamu tidur?
Ya.
Kenapa Ibu datang semalam ini?
Ibu harus menonton drama. Sudah tayang.
Ibu mau menontonnya di sini?
Sudah kuduga ini akan terjadi.
Berengsek. Dia tidur di tempat lain.
Sudah malam, Ibu harus pergi.
Induk semang kita tidak berhak untuk melakukan ini.
Benar. - Apa para penyewa
berhak menyelinap ke atap?
Dia histeris lagi.
Hei, aku bisa mendengarmu.
Kupikir putra Anda
harus membantu Anda mencari hobi
atau menyarankan panjat tebing. - Cukup. Pulanglah.
Berpisahlah.
Kamu.
Kamu memberitahunya dirimu akan mandi lalu kembali?
Aku sudah membaca pikiranmu.
Omong-omong, jika seseorang melarang kita,
kita semakin ingin melakukannya.
Apa? Melakukan apa? Apa maksudmu?
Jika Joseon tidak begitu ketat dan konservatif,
orang tidak akan menyelinap ke kincir air.
Anda bisa saja menyiramkan bensin ke api di sini.
Masuklah.
Anda tahu apa yang dilakukan di kincir air, bukan?
Astaga. Mereka berdua...
Aku bisa melihat kemiripannya.
Apa?
Sekarang aku mengerti
alasan Ibu pindah ke sini.
Itu bagian atas bibirku.
Seleramu unik.
Pasti kamu suka bagian atas bibir.
Harusnya kamu memonyongkan bibirmu.
Sepertinya perutmu menginginkan sesuatu.
Si bodoh ini. Lagi-lagi.
Hei.
Aku bukan
anak ceroboh dan bodoh
yang berhenti dewasa sebelum puber.
Kita berpacaran,
dan kita duduk di ranjang.
Aku sama sekali tidak mau
bersikap seperti pria sopan kepadamu.
Kamu
sangat berpikiran kotor.
Ya. Aku mau berpikiran paling kotor.
Tapi...
Ini bukan pekerjaan rumah.
Apa?
Meski tanpa titik balik seperti ini,
kamu bukan Chewbacca bagiku.
Kamu seorang wanita bagiku.
Aku ingin memelukmu sekarang dan sepanjang malam.
Aku tidak mau membiarkanmu pulang.
Kamu harus menyimpan pikiran itu.
Jadi, suruh perutmu yang berisik untuk diam.
Tidurlah.
Aku tidak bisa tidur hanya dengan memegang tanganmu.
Aku akan memelukmu erat.
Aku harus melakukan ini.
Tidurlah, Nakal.
Hei.
Aku merasa seperti mau mati.
Perutmu kembung?
Aku...
Aku sesak napas.
Jantungku berdetak kencang.
Jantung...
Jantungmu?
Pak Kim?
Pak Kim?
Pak Kim?
"Sersan Baek"
Hei.
Bukankah itu ayahmu?
Kenapa orang terus datang setiap kali aku tidur bersamamu?
Ae Ra! Kamu di sini?
Bangunlah.
Dia juga baru datang.
Sepuluh menit lalu? - Ya.
Aku memakai ini karena mencuci baju tadi.
Ada apa?
Joo Man...
Dia tidak pulang.
Apa yang kamu lakukan dengan itu?
Kenapa ada di sini?
Kenapa kamu pakai baju olahraga?
Kenapa? Mau pergi juga?
Lagi pula kamu tidak bisa memukul wanita.
Kamu mau memukul orang dengan ini?
Aku tidak akan memukulinya, jadi, pergilah ke sasana.
Aku tidak bisa bicara sesukaku jika kamu di sana.
Kamu mau mengumpat lagi?
Maksudmu tidak boleh? Dalam situasi ini?
Lalu untuk apa ada umpatan?
Sial. Siapa ini?
Hai, Pelatih. Aku harus pergi ke suatu tempat hari ini.
Apa?
Apa lagi sekarang?
Baiklah. Aku ke sana.
Ada masalah?
Tidak ada.
Kalian pergilah.
Jangan cari masalah, aku sita ini.
Ayo, Sul Hee.
Kenapa baru bilang sekarang?
Kenapa kamu tidak mencegahnya sebelum semua terlambat?
Aku takut.
Apa?
Jika aku mengungkitnya,
ini sungguh akan menjadi sebuah masalah.
Tapi aku tidak percaya diri untuk memukulnya.
Sul Hee. Kamu pacarnya.
Bukan kamu yang harus takut.
Kalian berpacaran selama enam tahun.
Enam tahun itulah yang kumiliki,
namun kini aku menyadari betapa lemahnya itu.
Waktu yang dilaluinya bersamaku pasti menjemukan,
tapi menyenangkan bersamanya.
Jika dia meninggalkanmu setelah enam tahun
karena gairah singkat semacam itu,
aku tidak akan mengizinkannya memilikimu.
Ayo.
Kamu tidak tahu nomor unitnya?
Aku hanya tahu dia tinggal di sini.
Teganya Joo Man...
Mungkin dia tidak di sini.
Bisa saja aku salah.
Mungkin ada yang terjadi padanya.
Kalau begitu, telepon wanita sial itu.
Tidak. Aku tidak mau.
Kenapa tidak?
Itu melukai harga diriku.
Haruskah kamu melakukan ini?
Aku menonton pertandingan Dong Man.
Dia akan segera menjadi bintang.
Omong kosong.
Jika kamu mencari namanya di internet,
pertandingan kalian langsung muncul.
Alih-alih menjelaskannya nanti,
lebih baik mengaku sekarang.
Dengar.
Saat itu pun aku tidak mengadakan konferensi pers.
Kenapa aku harus melakukannya sekarang, 10 tahun kemudian?
Dengan begitu, kamu menjadi korban.
Apa?
Gunakan media dengan benar, dan kamu bisa mengendalikan dunia.
"Sersan Baek"
Di mana aku?
Apa yang terjadi?
Sudah bangun?
Ye Jin, kenapa tidak membangunkanku?
No comments yet. Be the first to leave one.