The first 167 lines.
(Episode 12: Si Boneka Rias Sedang Jatuh Cinta)
Gojo, terima kasih sudah datang mengajariku.
Santai saja.
Aku juga ingin memastikan bentuk pita, jadi tidak masalah.
Tapi sayang sekali, kamu tidak bisa datang ke festival bersama ayahmu.
Dia tidak menyesal sama sekali pula.
Itu orang juga yang membatalkannya.
PR? Belum kukerjakan, kok.
Libur musim panas 'kan masih ada setengah bulan lagi.
Eh? Sempat, kok. Waktunya luang.
Eh, kenapa enggak jadi ke festival?! Aku enggak paham!
Jadi kurang lebihnya begitu.
Padahal sudah kubilang baik-baik, tapi dia tidak mau percaya.
Dia juga menyuruhku melapor setiap hari dengan cara mengirim bukti foto.
Sampai begitu, lo! Setan banget!
Enggak ada semangat. Padahal aku belum ke festival apa pun tahun ini.
Oh iya, kemarin ada festival kembang api di Iwatsuki.
Kenapa kamu enggak mengajakku?!
Ajak aku, dong!
Kamu 'kan enggak bisa datang karena PR.
Soalnya aku sibuk karena terlalu banyak ambil kerja paruh waktu.
Sampai lupa kalau belum mengerjakan PR.
Pekerjaan paruh waktumu seperti apa?
Itu sih. Yang ini.
I-Ini kamu, Kitagawa?
Ada kamu di dalam majalah!
Kamu selebriti, ya?!
Aku cuma model pembaca.
Model pembaca?
Ada penyunting majalah yang datang ke salon kecantikan langgananku.
Aku dikenalkan dan bisa muncul di situ.
Aku cuma ambil bagian lebih sering dari sebelumnya.
Auramu di majalah ini berbeda dari yang biasanya.
Mungkin karena ada perias model yang meriasku?
Kenapa kamu ambil bagian lebih sering dari sebelumnya?
Ah, itu karena...
Aku ingin punya kamera digital satu lensa.
Harus rajin cari uang!
Kitagawa benar-benar mau membeli kamera mahal itu.
Istirahat bentar!
Gojo, mau nonton film?
Kitagawa suka film horor?
Enggak juga, tapi seri ketiganya akan segera tayang.
Kalau populer begitu jadi penasaran, 'kan?
Sekarang juga lagi musim panas.
Biasanya aku tidak nonton film horor, memangnya seseram apa?
Film enggak bakal seseram itu, kok. Tenang saja.
Pesan suara? Dari siapa?
Halo?
Sekarang aku sedang berada di belakangmu.
Ke-Kenapa aku?!
Hentikan! Hentikan!
Bagian akhirnya bagus!
Seru sekali!
Yah, lumayan.
Enggak seseram yang kukira.
Ada bagian yang ingin kutonton ulang, boleh aku mundurkan sebentar?
Kenapa?
Cara membuat kostum dan riasan khususnya bisa jadi referensi.
Bagaimana cara mereka membuat bahannya terlihat kumal?
Apa matanya dipakaikan lensa kontak?
Mu-Mungkin cuma CG.
Ini juga!
Semuanya bisa jadi referensi!
Sisanya tinggal foto yang ini...
Bahasa Inggris selesai!
Ah, lelahnya. Kalau PR-nya matematika aku pasti sudah mati!
Ada PR, kok.
Soalnya punyaku sudah selesai.
Enggak mungkin. Kok punyaku enggak ada?
Oke. Saatnya kuis berhadiah.
Jangan-jangan aku...
...meninggalkannya di sekolah?
Kita dimarahi karena tidak pakai seragam.
Maaf, kamu sampai harus menemaniku.
Tidak, toh sejalan dengan rumahku.
Syukurlah lembar soalmu ketemu.
Iya.
Setelah nonton film tadi, interior sekolah jadi terasa seram, ya?
Langkah kaki kita bergema, sih.
Kalau datang ke sininya lebih larut, jadi uji nyali asli.
Seram...
Iya.
Aku harus belanja untuk makan malam.
Kebetulan! Kamu mau ikut makan di rumah kami?
Boleh, nih? Sudah lama. Aku senang sekali.
Karena kamu terlihat hanya makan nasi goreng seram itu.
Kamu mau masak apa?
Mi dingin dengan bakwan hidangan laut dengan sayuran, bawang bombai dan udang.
Serius? Kedengarannya enak!
Bisa buat bakwan juga, kamu memang genius!
Aku tidak bisa membuat gorengan karena terlalu sulit.
Ini pertama kalinya aku datang ke kolam renang saat tidak ada pelajaran!
Kalau dilihat dari dekat, luas banget.
Kita 'kan bukan anggota ekskul renang, kalau masuk bisa gawat...
Bukan anggota juga aman, kok!
Kayaknya sejuk!
Celup kaki dikit.
Itu bahaya...!
Bentar doang.
Kitagawa!
Kitagawa!
Aku kira bakal jadi nama doang.
Jantungan aku! Kamu tidak bisa berenang?!
Aku memang tidak bisa mengapung sama sekali, ya.
Awal bulan ini kamu pergi ke pantai bersama teman-temanmu, 'kan?
Apa kamu bersenang-senang?
Gara-gara aku enggak bisa berenang?
Iya.
Aku bersenang-senang, kok.
Kami makan, mengobrol, dan berfoto di kedai pantai.
Rasanya sungguh santai dan menyenangkan.
Jadi begitu.
Sebenarnya...
...selagi duduk di pasir dan mendengar debur ombak,
aku sangat suka melihat pantulan matahari yang ada di permukaan air.
Aku jadi ingin ke sana meski tidak bisa berenang.
Suka pergi ke pantai padahal tidak bisa berenang itu aneh, 'kan?
Kamu juga berpikir begitu?
Tidak, maaf.
Itu tidak aneh.
Benar.
Aku juga sama.
Aku tidak bisa melukis wajah boneka,
tapi aku suka boneka Hina.
Benar, benar! Tepat seperti itu!
Kayaknya semua orang juga begitu!
Benar.
Tapi kamu bisa mati kalau tenggelam, jadi jangan diulangi.
Aku akan berhati-hati.
Gojo.
Iya?
Aku mau mencari festival yang belum selesai.
Kalau ada, mau pergi bareng?
PR-mu bagaimana? Masih lumayan banyak, 'kan?
Benar juga.
Akan kukebut! Tolong ajari yang enggak kupahami!
Dengan senang hati.
Syukurlah, PR Dik Marin sudah selesai.
Iya.
Aku pergi dulu.
Ya, hati-hati banyak kendaraan.
Bersenang-senanglah!
Ada banyak orang. Ramai sekali.
(Marin: Besok janjian di depan kuil pukul 6, ya?)
Kalau begini, ketemuan saja akan sulit.
Apa Kitagawa tidak apa-apa?
Syukurlah! Ketemu!
Maaf membuatmu menunggu!
Ada banyak orang berkerumun, jadi aku sulit bergerak.
Ti-Tidak apa-apa.
Kamu memakai Jinbei!
Cocok banget buatmu! Cocok banget!
Ka-Kamu juga. Yukata...
Benar.
Aku mau dandan sungguh-sungguh lalu menyewa dan memakainya!
Kamu kenapa?
Apa kamu terpesona oleh tengkukku seperti cerita-cerita tipikal romansa?
Eh, serius?
U-Um...
I-Itu...
Itu...
Tak mungkin!
- Pakaian khas Jepang memang cantik, ya... - Serius?! Asli?! Enggak bohong?!
Aku bahagia sejadi-jadinya, nih! Bersyukur banget pakai yukata!
Akan kutunjukkan pesona tengkukku!
Ke-Kembang apinya mulai jam berapa?
No comments yet. Be the first to leave one.