The first 200 lines.
I
In
Ind
Indo
Indon
Indone
Indones
Indonesi
Indonesia
Indonesian
Indonesian
Indonesian S
Indonesian Su
Indonesian Sub
Indonesian Subt
Indonesian Subti
Indonesian Subtit
Indonesian Subtitl
Indonesian Subtitle
Indonesian Subtitle
Indonesian Subtitle :
Indonesian Subtitle :
Indonesian Subtitle : S
Indonesian Subtitle : Sa
Indonesian Subtitle : Sam
Indonesian Subtitle : Sam_
Indonesian Subtitle : Sam_a
Indonesian Subtitle : Sam_an
Indonesian Subtitle : Sam_ana
Indonesian Subtitle : Sam_anan
Indonesian Subtitle : Sam_anan
Indonesian Subtitle : Sam_anan A
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al S
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Sh
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shi
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shid
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shidd
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddi
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq A
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq A
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq A m
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq A me
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq A mem
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq A memb
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq A membe
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq A member
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq A member
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq A member o
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq A member of
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq A member of
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq A member of I
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq A member of ID
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq A member of IDF
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq A member of IDFL
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq A member of IDFL™
Indonesian Subtitle : Sam_anan Al Shiddiq A member of IDFL™
Aku dan Kau..
Laki-laki berkumpul dan pergi keluar dengan gadis-gadis.
Laki-laki berkumpul dan pergi keluar dengan gadis-gadis.
Bagaimana kita bisa bersama?
Jauh di dalam hatiku, aku dan kau.
Aku dan Kau..
Hari ini rindu setiap kali kau tidak dekat.
Siapa yang bersamamu sekarang?
Jadi jika kau mencintaiku?
Kenapa kau tidak menyatakan cinta dan kau berjuang mendapatkanya?
Sekarang datanglah ke dalam pelukanku.
Laki-laki berkumpul dan pergi keluar dengan gadis-gadis.
Jauh di dalam hatiku, aku dan kau.
Pertama-tama Tuhan menciptakan dunia.
Lalu ia pergi beristirahat di atasnya..
Kemudian Tuhan menciptakan seorang anak laki-laki dan Dia begitu senang.
Hingga istirahat beberapa hari lagi.
Kemudian terjadi kesalahan terbesar.
Tuhan menciptakan anak perempuan.
Sejak itu Tuhan maupun laki-laki, tak bisa tidur dengan tenang.
Sejak itu dunia terbagi dalam dua bagian.
Yaitu anak laki-laki dan perempuan seperti 'Aku dan Kau.'
Aku dan Kau..
Jadi apa yang kita lakukan tentang Aku dan Kau?
Karan Kapoor, seorang kartunis.. karangan novel pertamanya yaitu 'Hum Tum.'
Telah laris di seluruh negara.
Dalam sepekan 10 ribu copy novelnya terjual habis.
Dan menurut penerbit, dia sudah terima order 10 ribu copy lagi.
Atas keberhasilan novelnya, hari ini Karan Kapoor akan bertemu Pers untuk pertama kalinya.
Vedika dari Mumbai untuk NDTV India.
Dari seorang kartunis.. Bagaimana anda bisa jadi pengarang?
Pertama berusaha dengan kartunku, dan kini dengan karanganku.
Mungkin aku bisa memahami kaum wanita.
Apa kau sudah memahami wanita?
Harus mengarang beberapa buku lagi..
Apa anda akan selau menulis soal wanita?
Apa kalian punya pembicaraan yang lebih menarik daripada itu?
Meskipun kau mengejek gadis-gadis, tapi rasanya..
Aku pikir dalam karangan 'Hum tummu' terdapat cerita pribadimu.
Tapi nona apa artinya bicara tentang cinta yang berhasil?
Percuma berbicara, tentang cinta yang gagal.
Bagaimana dengan cinta yang tak sempurna?
Cinta suci tidak akan gagal.
Kelak akan berhasil suatu hari nanti.
Karena kehidupan ini masih panjang.
Dalam hidupmu.. kau pasti banyak mengalami hal-hal cinta?
Aku hanya mencintai satu orang.
Tapi itu berulang kali datang dalam hidupku..
Ibu../ Diam
Delhi - 9 tahun lalu.
Sudah cukup Ibu./ Rhea, kenapa berulangkali bilang Ibu.
Putriku akan ke luar negeri..
Keluarga kita tak ada yang pernah ke luar negeri?
Dari komplek kitapun tak pernah ada yang keluar negeri.
Dengarlah.. Aku kemas banyak makanan untukmu.
Dibumbui garam, acar dan manisan.
Setiap hari harus makan kenari untuk mencerdaskan otakmu.
Ibu, Aku merindukanmu..
Aku juga, anakku.
Mohon perhatiannya..
..Ini adalah panggilan terakhir untuk para penumpang.
Hei, cantik!
Karan, kemana saja kau?
Ada yang ketinggalan Di mobil, 'kan?/ Ya.
Oh, kunci mobil.
Kau lihat../ jangan katakan.
Aku tidak ingin tahu.
Tapi siapa gadis itu?
Kata siapa aku bersama gadis?
Karan.. dengar, Passport, tiket dan lainya kau simpanlah dengan baik.
Ya, Bu. Aku mau kuliah ke Amerika.
Kini aku bisa menjaga diri sendiri.
Omong kosong.
Ah, tidak! Hei kawan.
Jangan panggil aku kawan, oke?
passport dan tiketmu ada padaku.
Apa yang akan aku lakukan tanpamu Mihir?
Dewasalah, oke?
Tentu, Karan akan dewasa suatu hari nanti.
Kau dengar itu?
Syukurlah, Shalini ada di New York.
Dia akan menjagamu.
Jangan ingatkanku tentang dia./ apa dia pacarmu?
Lalu! dengar, jangan terlalu serius tentang gadis-gadis.
Mereka bagaikan sebuah bus.
Ada di setiap dua menit bus berlalu.
Karan.. sering aku katakan padamu.
..Aku tidak suka kau berkata begitu tentang wanita.
Dan aku sudah katakan sebelum gadis-gadis..
Ibu dan anak seseorang, tapi dia bukan adikku, 'kan.
Karan.. belajarlah untuk menunjukkan rasa hormat kepada wanita.
Kata siapa aku tidak menghormati wanita?
Aku menghormatimu, menghormati Indira Gandhi.
Ibu Teresa Ibu India, Miss India.
Miss India./ Karan.
Setiba di sana letakkan di bangku sekolahmu.
Hormat Dewa Ganesha syukurlah kau tak berpura-pura.
Lihat Bu, apa itu?
tunggu sebentar Rhea..
Sudah cukup, Bu./ Aku pergi / dengar aku dulu.
Aku akan ketinggalan pesawat.
Tunggu, aku akan memukulmu jika tidak berhenti.
Ini sesaji dari Dewi saraswati.
Setiba di Amerika, bagikan pada pengemis.
Ibu../ jangan berdebat, anakku.
Berbuat baiklah nak, kau anak baik.
Apa yang kau inginkan semoga berhasil./ sampai jumpa, Bu!
Lemparkan, nak.
Hallo.. Ya. sebentar
Telpon dari ayahmu./ Telpon dari suamimu.
Itu bisa kau katakan dengan senyuman.
Halo.. Hei, ayah.
Ya. semuanya beres.
Ya. aku bawa passportnya.
Kenapa dengan kalian?
Hei ayah.. aku pikir ini saatnya untuk berubah.
Sebaiknya waktu liburan kalian temani aku di New York.
Ya. baik..
Sampai jumpa, Ayah. dah.
Sekarang saatnya?/ Ya.
Dengar kata-katanya terasa dia ingat Ibu, aku pikir dia merindukanmu.
Selama tujuh tahun.
Dia tak pernah telpon aku?
Omong-omong Karan, sebaiknya jauhkan semua itu.
Perhatikan kuliahmu./ Ya. ku perhatikan kuliahku.
Dah Bu./ dah anakku jaga dirimu.
Mihir, kau mau menjaga Ibuku, kan?
Seakan kau suka menjaga ibu?
Sudahlah. kau membuat perpisahan yang terdengar bagus.
Seperti bilang begitu, jaga ibu dan sebagainya.
Dah Karan./ jaga dirimu
Ibu.. Aku mencintaimu.
Aku juga, aku mencintaimu./ Ya ya. aku mencintaimu./ aku mencintaimu.
Aku berharap dia baik-baik saja.
Kau mencemaskan tentang dia? sedangkan aku mencemaskan gadis-gadis di luar sana.
Mereka tidak sadar masalah baru akan menimpa mereka.
Lumayan, berbuat baik hasilnya baik.
Semoga berhasil Karan!
Ada sedikit vermillion di keningmu.
No comments yet. Be the first to leave one.