Yuusha, Yamemasu (I'm Quitting Heroing)

Yuusha, Yamemasu (I'm Quitting Heroing)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Yuusha, Yamemasu S01E04 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

other
Published on: 2022-04-27
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

05 segera mulai bertempur.

Siap!

Mengutamakan keselamatan penduduk.

Yang menyambut penyelamat dunia seperti aku

bukan suara sorakan,

melainkan tatapan yang penuh dengan ketakutan.

Aku tidak peduli.

Melindungi manusia

adalah tanggung jawabku.

Melindungi dunia,

hanya itu yang diinginkan manusia dariku.

Aku hidup demi ini.

Barusan itu...

=I'M QUITTING HEROING=

=EPISODE 04 PESTA PENYAMBUTAN DARI NERAKA=

Mimpi buruk ya...

Belakangan ini selalu terjadi hal yang buruk.

Echidna-sama memerintahkan Black Knight Onyx

untuk melapor sekarang juga.

Ternyata tetap ketahuan.

Aku tidak tahu.

Sebelumnya juga hampir ketahuan oleh Lily kalau aku adalah Onyx.

Namun itu telah aku atasi.

Kamu belum pernah menemui Echidna-sama, bukan?

Wajar saja dia tidak senang.

Ternyata karena itu.

Tapi aku sudah pernah bilang,

berkat bantuan Onyx, pekerjaanku jadi lebih ringan.

Pasti karena itu, bodoh!

Bodoh?

Aku tidak ada cara lain.

Sudahlah, nama besar Raja Iblis Echidna bukan nama kosong.

Dengan pedang sihir Cleave Sword yang dimiliki, dia dapat bertarung imbang dengan Edward.

Pengetahuan sihirnya juga tidak kalah dengan Steina.

Bisa dibilang dia telah mencapai kelas monster.

Jika berhadapan langsung dengannya,

sebagus apa pun penyamaranku, kemungkinan akan dia sadari.

Lebih baik kamu segera ke sana.

Jika sampai ketahuan, segera panggil aku.

Tidak perlu. Aku bisa cari akal sendiri.

Kamu pura-pura tidak tahu saja.

Baiklah, bagaimana aku harus jelaskan pada Echidna...

Saya Black Knight Onyx.

Saya datang melapor sesuai perintah Anda.

Masuk.

Baiklah, apa yang akan kamu lakukan sekarang, Echidna?

Maaf mengganggu.

Ternyata kamu yang bernama Onyx?

Aku telah dengar penampilanmu dari Steina.

Maaf tiba-tiba saja memanggilmu kemari.

Rasanya…

Dia tidak menyadari apa pun.

Mari, duduk dulu.

Wah, yang benar saja.

Jangan begini...

Kenapa hanya ada dua kursi?

Ayo, hari ini tidak perlu sungkan.

Kita berdua makan dan minum sampai puas!

Ini seperti mimpi buruk.

Aku tidak yakin ini ide bagus.

Onyx, kamu sudah minum?

Sudah.

Wah, sake ini benar-benar enak!

Sayurnya juga enak!

Baguslah kalau begitu.

Kelihatannya ini seperti acara makan minum antara karyawan dan atasan,

namun kenyataannya tidak begitu.

Dari posisiku sekarang,

aku ingin segera meninggalkan tempat ini.

Karena jati diriku bisa terbongkar setiap saat.

Onyx!

Ya?

Sampai kapan kamu akan pakai baju besi?

Kenapa tidak dilepaskan saja?

Tidak, Anda jangan bercanda.

Mana mungkin saya menunjukkan wajah saya di depan Yang Mulia Raja Iblis.

Apanya? Sudah kubilang tidak perlu sungkan.

Lagi pula, aku ingin bicara tatap muka denganmu.

Tidak…

Makanya, kita lepaskan saja…

Gawat!

Helm ini!

Wajah ini…

Aku belum sempat sempurnakan wajahku karena terlalu mendadak...

Ada apa dengan wajahku?

Wajahmu bagus juga,

terlihat tampan dan memiliki tekad kuat.

Sayang kalau terus ditutupi dengan baju besi.

Hampir saja...

Untung dia sudah mabuk.

Ayo, tidak perlu sungkan.

Kita makan dan minum sampai puas!

Ini seperti minum dengan atasan,

lagi pula bisa gawat kalau jati diriku terbongkar.

Mana mungkin aku dapat menikmati.

Makanan dan minuman semuanya enak,

benar-benar seperti di surga!

Aku harus segera meninggalkan neraka ini,

dengan cara yang halus dan senatural mungkin.

Yang mulia, gelasmu sudah kosong.

Biar saya bantu tuangkan.

Kamu benar-benar perhatian.

Anda terlalu memuji.

Aku akan ajarkan kalian rahasia agar acara minum jadi lebih nyaman.

Rahasia pertama,

jika gelas atasan sudah kosong, segera tuangkan.

Mari, tambah lagi.

Saat menuangkan minuman, selain dapat menghentikan pembicaraan,

juga dapat membuat dia merasa kamu perhatian.

Mari, segelas lagi.

Namun tujuanku bukan hanya itu.

Target utama dari taktik ini adalah…

Agar atasan segera mabuk!

Mari… segelas lagi.

Bagus, minum terus.

Segelas demi segelas sampai mabuk.

Lalu segera akhiri acara minum ini.

Yang mulia baik-baik saja?

Tampaknya Anda terlalu banyak minum.

Bagaimana kalau kita sudahi saja...

Iya, aku sangat gembira!

Sudah waktunya kita minum perbotol!

Kamu juga minum!

Ayo, minum!

Ayo!

Hati-hati, cara ini tidak mempan dengan orang yang kuat minum.

Sudah lama tidak duduk tenang menikmati teh seperti ini.

Semua ini berkat bantuan Leo…

Bagaimana kondisi dia sekarang...

Semoga saja tidak terjadi hal yang buruk.

Lebih baik aku coba lihat…

Tidak, kalau tiba-tiba muncul malah semakin mencurigakan.

Tapi, kenapa aku mengkhawatirkan dia...

Kamu sedang memikirkan Kakak?

Nih, laporan hari ini.

Lily?

Jangan pedulikan yang aku katakan tadi.

Kamu salah dengar.

Iya, kamu hanya salah dengar.

Apa maksudmu?

Walau taktik buat dia mabuk gagal, aku tidak boleh lengah.

Aku sudah siapkan taktik berikutnya,

namun butuh waktu untuk persiapan.

Aku harus bertahan sampai saat itu tiba.

Ngomong-ngomong, makanan ini rasanya benar-benar lezat,

terutama sosis yang dimakan Yang Mulia, benar-benar enak.

Kamu juga merasa begitu?

Sepertinya telah ditambahkan sesuatu di dalamnya hingga rasanya makin enak.

Rahasia kedua agar acara minum lebih nyaman.

Orang sangat senang jika ada yang memperhatikan.

Contohnya seperti tadi,

puji makanan yang dimakan lawan tidak akan salah.

Sepertinya terbuat dari rempah-rempah Largo,

ada paprika juga, warnanya benar-benar unik.

Produk Largo ya?

Dulu persediaan kami sangat tipis,

jarang sekali dapat menikmati makanan seperti ini.

Namun semuanya semakin membaik berkat usaha Lily.

Aku selalu percaya anak itu pasti bisa jika dia serius.

Ternyata dia juga dapat tertawa seperti itu.

Persis seperti anak gadis biasa.

Tentu saja tangan koki yang mengolah makanan juga layak diacungi jempol.

Sekadar info, yang buat sosis ini adalah aku.

Makanan yang dibuat koki istana Iblis sangat tidak enak.

Makanya aku minta mereka mengingat resep rahasiaku.

Rahasia acara minum yang ketiga,

kalau bisa, pahami makanan yang akan dimakan.

Topik makanan sangat menarik untuk dibicarakan dan membuat suasana jadi santai.

Saat Steina melaporkan tentangmu, aku penasaran kamu orangnya seperti apa.

Tidak disangka selain rajin bekerja, kamu juga sangat paham mengenai makanan.

Kamu benar-benar pria yang hebat, Onyx.

Anda terlalu memuji.

Kebetulan saja saya juga tertarik dengan kedua hal itu.

Tapi, ada satu hal yang cukup misterius,

aku dengar kamu jarang melepas baju besimu.

Tadi juga kamu terus menolak.

Jangan-jangan ada yang kamu sembunyikan?

Hal ini…

Muncul juga, rahasia acara minum keempat.

Satu-satunya waktu di mana orang baru dapat mengungkapkan isi hatinya sendiri

adalah saat menjawab pertanyaan atasan.

Jawabannya mungkin dapat mempengaruhi

jalannya acara minum bahkan lancarnya pekerjaan besok.

Sebenarnya ini karena kutukan Dewi Tiana.

Aku hanya dapat menunjukkan wajahku dalam waktu singkat setiap hari.

Karena itu, aku selalu memakai helm besi.

Yang benar?

Kamu sudah menunjukkan wajahmu cukup lama, sekarang kamu tidak apa-apa?

Jujur saja, saya sudah hampir tidak tahan.

Namun saya lebih gembira dapat bicara dengan Yang Mulia seperti ini.

Kamu ini… benar-benar pintar bicara.

Inilah taktik untuk kabur dari acara minum.

Dengan memberitahu acara sudah harus berakhir,

kita dapat segera lepas dari acara minum yang berbahaya.

Harusnya Echidna segera menyadari kalau acara ini harus diakhiri.

Ini hari yang bagus,

kita bersulang demi persahabatan baru Black Knight Onyx dan Echidna!

Kita ngobrol sampai besok!

Ayo minum!

Ngobrol sampai besok…

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left