Release info

ACCIDENTAL LOVE EPISODE 01 - 23 TAMAT
A Commentary by JinHan_27

Tags

other
Published on: 2022-03-11
Downloads: 10
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kau mengunjungiku hari ini. Apa yang bisa kubantu?

Aku ingin menindaklanjuti permintaan pindahku.

Aku sudah memeriksanya.

Aku akan memindahkanmu...

- ...ke distrik paling berkembang. - Bukan seperti itu, Pak.

Aku membuat permintaan pindah ke distrik Tao Rong.

Jangan menempatkanku dalam situasi yang canggung.

Aku ingin jujur denganmu.

Direktur Jenderal...

...sudah meneleponku sebelumnya.

Aku tahu itu.

Pak.

Ini pekerjaanku.

Aku punya hak untuk membuat permintaan.

Kau juga perlu memahami Direktur Jenderal.

Ayah mana pun...

...pasti ingin yang terbaik untuk putranya.

Itu sebabnya aku benci itu.

Aku ingin membuktikan aku bisa atasi ini sendirian.

Aku tak mau berada di bawah perlindungannya seperti ini.

Pak.

Aku ingin pindah ke Tao Rong.

Ini kopimu.

Sudah kubilang aku tak mau.

Begini...

Direktur Jenderal telah memerintahkan kami.

Dia menyuruhmu menyajikan kopi untukku?

Hidangan penutup juga.

Dengan segala hormat,...

...aku ingin pindah ke Tao Rong.

"Distrik Tao Rong, 25 Km"

Tunggu. Bukankah ini halte bus di Tao Rong?

Aku kira tak akan ada yang pergi ke sana.

Aku turun di sana.

Hentikan busnya.

"Provinsi Tak Distrik Tha Song Yang"

Terima kasih.

- Semoga beruntung. - Kau juga.

Terima kasih sudah berkendara dengan kami.

"Distrik Tao Rong, 25 Km"

Ayo.

Tunggu. Berhenti!

- Hentikan busnya. - Aku lupa gitarku!

Ini.

Selamat pagi.

Hai.

Tersenyumlah ke kamera.

Kalian siap? Satu, dua...

Belajar yang giat, anak-anak!

Paris.

Milan.

London.

New York.

Paris.

Milan.

London.

New York.

Paris.

Milan.

London.

New York.

Paris.

Tao Rong.

Selamat pagi, Ibu.

Kenapa kau menyebutkan nama kota-kota asing, Kaew?

Kau tinggal di Tao Rong.

Aku tahu itu.

Ibu belum pernah dengar tentang Hukum Ketertarikan?

Mereka bilang saat kita punya mimpi,...

...kita harus memvisualisasikannya.

Apa pun mungkin jika kita membayangkannya.

Paris, Milan,...

...London, New York.

Apakah anak-anakmu ada di mimpi itu?

Ibu merusak mimpiku.

Kalau begitu,...

...bangun dari mimpimu...

...dan bangunkan mereka atau mereka terlambat ke sekolah.

Aku sudah menyuruh Aoy untuk membangunkan mereka.

Itu sebabnya aku berdandan di sini.

Ibu menyuruh Aoy mengumpulkan telur pagi ini.

Dia belum kembali.

Itu tidak benar.

Itu benar.

Jadi...

Mereka masih tidur.

Tidak.

Phop dan Pah.

Kenapa Ibu tak segera memberitahuku?

Ibu membuang waktuku dengan obrolan itu.

Sial.

Pukul berapa sekarang, Ibu? Lihat waktunya untukku.

Phop dan Pah.

Phop dan Pah, bangun.

Hei.

Kau tak tahu senjata tak punya mata?

Mereka juga tak bisa memperingatkanmu. Mereka bisu.

Orang terakhir yang berani menggangguku...

...sekarang menjadi tumpukan pupuk di bawah pohon mangga.

Hei.

Kau tidak pergi?

Berhentilah meledekku.

Akan kutembak kau.

Kau mau mati, bukan?

Ya?

Kau ingin menjadi pupuk?

Baiklah kalau begitu.

Aku akan menembakmu. Lihat saja.

- Rasakan itu. - Siapa itu?

Astaga.

Kau bicara dengan siapa?

Tidak seorang pun, Sayang.

Aku sedang berlatih,...

...untuk berjaga-jaga jika bertemu penjahat di masa depan.

Kalau begitu, hentikan.

- Anak-anak akan datang ke sini. - Baiklah.

- Siapkan meja. - Aku akan menaruh senjata ini dahulu.

Itu dia.

Itu semacam prosedur keselamatan. Kau tahu?

Ini dia.

Ini nasinya.

Ayo, anak-anak.

- Duduklah, anak-anak. - Duduklah.

Lihat.

Ini bubur nasi. Makanlah selagi panas, Phop.

Ini.

Kakek akan mengambilkannya untukmu.

Ini.

Ini kesukaanmu.

Ini.

Ini.

Ini untuk ibumu.

Terima kasih, Ayah.

Kalian punya sendok, anak-anak?

- Akan kuambilkan. - Tunggu. Biar Kakek saja.

- Ini dia. - Baiklah.

Makanlah.

Nenek dan Kakek akan makan nanti.

Cepat makan, anak-anak. Ibu tak ingin memarahi kalian.

Minum susu kalian setelah sarapan.

Mengerti?

Kalian akan tumbuh kuat dan sehat.

Bagaimana kalau begini?

Angkat tangan jika kalian ingin membeli es krim dengan Kakek di kota.

- Aku. - Aku juga.

Kalian berdua?

Baiklah, tapi kalian harus menghabiskan sarapannya.

Jika kalian menghabiskan semangkuk,...

...Kakek akan belikan dua sendok es krim.

Itu benar.

- Bagus sekali. - Tunggu.

Pelan-pelan.

Kalian bisa tersedak.

Makan dengan perlahan.

Pelan-pelan. Kita masih punya waktu.

Ibu.

Apa yang terjadi? Ibu terlihat lelah.

Bagaimana bisa kau menanyakan itu kepada Ibu?

Siapa yang butuh waktu lama untuk bangun?

- Itu Pah. - Itu Phop.

Itu kalian berdua.

Ibu mau minum susu...

...agar merasa lebih baik?

- Kau memberi susumu untuk Ibu? - Ya.

Aku juga akan berikan susuku, tapi jangan minum semuanya.

Baiklah. Satu tegukan saja.

Terima kasih.

Menyegarkan sekali.

- Ibu... - Ini agar ibu merasa lebih baik.

- Semoga Ibu merasa lebih baik. - Wah.

Hari yang menyenangkan.

Terima kasih banyak.

Tapi yang Ibu inginkan adalah...

...kalian bersikap baik.

Kau harus bersikap baik, Pah. Ibu lelah karenamu.

Tidak. Aku selalu mendengarkan Ibu.

- Kaulah yang keras kepala. - Tidak. Kau.

Kau.

- Kau. - Kau.

- Kau. - Kau.

- Kau. - Kau.

Cukup.

Kalian berdua sama-sama baik.

Kembali ke tempat duduk kalian dan makanlah.

Mengerti?

Baiklah.

Kalian siap?

Ya!

Ayo kita pergi.

- Dah. - Sampai jumpa, anak-anak.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Apa kita membuat keputusan yang salah...

...dengan membiarkan dia menikah saat itu?

Kita melakukannya karena cinta.

Siapa sangka Kepala Winit akan meninggal semuda itu?

Semua orang menghormati dia karena Kepala Winit,...

...tapi sekarang dia seorang janda.

Tidak usah bicarakan itu.

Itu sudah beberapa tahun yang lalu.

Kita senang bisa mengasuh cucu kita, bukan?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left