The first 189 lines.
"Rahasia Lili Merah" Sub by WeTV & Ripped by skysoultan
♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
Nan Sheng.
Apa kamu bosan di dalam tenda tiap hari?
Bosan?
Saya merasa tendamu sangat kosong.
Saya punya ide.
Nan Sheng.
Saya...
Saya mencintaimu.
Kalau begitu saya juga mau tulis
Heping.
Saya juga
mencintaimu.
Saya mau menggantungnya.
Sudah.
Dengan begini kamu bisa tidur nyenyak.
Oh iya, saya mau pergi ke pabrik.
Kalau begitu saya pergi denganmu.
Manager Ma,
sayalah yang mengenalkannya padamu.
Kamu sekarang harus mengaku salah padanya.
Saya mau menemanimu.
Lupakan saja, kakimu masih terluka.
Tidak apa-apa.
Kamu lihat, saya punya kekuatan cinta.
Baiklah, kita pergi bersama.
Baiklah.
Apa yang kamu lakukan, Luo Chen?
Mengangetkan saya saja.
Tidak sayasangka
kamu suka baca buku.
Kenapa?
Apa saya terlihat
begitu tidak suka belajar?
Bukan, bukan bermaksud begitu.
Oh iya, mana Nan Sheng?
Apa dia tidak bersama denganmu?
Saya tidak tahu.
Buat apa kamu mencari Nan Sheng?
Dia tidak datang ke studio?
Saya hanya ingin tanya saja.
Apa dia tidak ingin kerja paruh waktu
di studio lagi?
Dia ada sedikit masalah keluarga.
Dia pulang ke kampung halamannya kemarin malam.
Pulang?
Ada masalah apa?
Kamu ini ya,
masalah keluarga orang lain,
buat apa kamu begitu banyak mengurusinya?
Apanya yang masalah keluarga orang lain?
Nan Sheng adalah gadis yang saya sukai.
Saya tentu mau mengurusi masalahnya.
Xiaoxi.
Xiaoxi.
Jangan terburu-buru pergi.
Beri tahu saya.
Saya suka padamu.
Kenapa tidak pulang ke sekolah?
Xiaoxi sudah membantu saya izin.
Xiaoxi adalah teman sekamarmu?
Iya, gadis itu.
Dia teman baikmu?
Betul.
Kamu akhirnya punya teman baik juga.
Saya ingat,
waktu kamu baru mulai sekolah,
sangat-sangat menutup diri.
Tidak ingin punya teman.
Mungkin...
Waktu itu saya merasa
sudah cukup punya kamu dan Tante Lan.
Bagaimana dengan sekarang?
Kamu sekarang punya siapa?
Punya kamu sudah cukup.
Kamu mau dimarahi Manager Ma,
tapi masih pacaran dengan saya.
Apa saya tidak sering dimarahi?
Saya sudah terbiasa.
Saya merasa,
tak peduli apa pun yang terjadi,
mengurus diri sendiri dengan baik itu sudah cukup.
Tidak perlu peduli apa yang dipikirkan orang lain.
Berikutnya,
kalau ada kesulitan,
biar saya yang menanggungnya.
Manager Ma, coba kamu lihat dulu.
Ini adalah modal dan labanya,
50.000 yuan.
Selain itu,
apa saya dan Heping
juga bisa mendapatkan bagian beberapa ribu?
Xu Ali,
kalian boleh juga.
Barangnya semua terjual?
Kemarin kalian tidak datang,
saya kira kamu membohongi saya.
Bagaimana mungkin?
Kalau kami tidak menjual seluruh barangnya,
dari mana kami punya kepercayaan diri?
Dan juga, Manager Ma,
urusan tentang memperbolehkan kami untuk terus berjualan,
bagaimana pertimbangan Anda?
Tidak masalah.
Saya sekarang sudah melihat uangnya,
dan juga sudah melihat kemampuan kalian.
Nanti,
kita bicarakan lagi baik-baik.
Baiklah, baiklah.
Manager Ma, maaf.
Heping, kamu sudah datang.
Kamu benar-benar berpegang pada kata-katamu,
tidak ingkar janji.
Saya percaya padamu.
Begini, tunggu saya sebentar.
Saya pergi ke kantor pabrik sebentar.
Nanti datang ya.
Kak Ali,
uang itu,
kamu yang memberikannya?
Kamu dapat dari mana uang sebanyak itu?
Kamu tidak usah mengurusnya.
Di titik ini,
kalau harus menunggu
sampai Om Yao ketemu,
kita akan cepat
kehilangan kepercayaan Manager Ma.
Dan juga,
anggap saja orangnya ketemu,
uangnya juga tidak pasti akan kembali juga.
Nan Sheng, ayo kita pergi.
Sekarang tidak ada masalah lagi,
kalau begitu kamu pulang saja dulu.
Saya nanti pulang sendiri.
Tidak bisa, benar-benar tidak aman.
Kakimu juga terluka.
Tidak apa-apa. Saya bisa.
Baiklah kalau begitu. Hati-hati ya.
Saya pergi dulu.
Kak Ali,
uang itu dari mana sebenarnya?
Heping,
kamu terus-terusan
bertanya tentang masalah ini, apa artinya?
Kita adalah partner kerja.
Kamu tiba-tiba tidak tahu dari mana
mendapatkan uang 50.000 yuan dan membayar hutangnya.
Saya tentu saja mau tanya.
Kamu sekarang tahu
kita adalah partner kerja.
Sejak masalah ini terjadi,
mulai dari kemarin malam sampai sekarang,
saya belum memejamkan mata saya.
Terus berpikir bagaimana mencari uangnya.
Bagaimana denganmu?
Ngobrol dengan Nan Sheng di sana. Saya?
Saya sedang panik sampai terbakar di sini.
Kamu malah santai-santai.
Saya santai apanya?
Saya juga sangat panik.
Mulai dari kemarin malam
saya mencari Om Yao dengan Nan Sheng.
Jangan bahas Nan Sheng dengan saya.
Kalau bukan pamannya adalah seorang pencuri,
masalah ini tidak akan terjadi.
Kak Ali, kenapa bicaramu ini?
Anggap saja pamannya Nan Sheng
berbuat kesalahan. Tapi itu bukan Nan Sheng.
Buat apa kamu menyalahkannya?
Baiklah, baiklah.
Kamu sudah baik-baik dengan Nan Sheng kan?
Kalau begitu, masalah bisnis berikutnya
jangan kamu beritahukan pada orang rumah.
Biar saya urus uangnya. Setuju tidak?
Baiklah, saya janji padamu.
Oke. Ayo ke gudang.
Kamu terburu-buru mencari saya ada masalah apa?
Apakah Luo Chen
mulai membuat masalah lagi?
Tidak.
Saya tidak bisa
membantumu memata-matai Luo Chen lagi.
Kenapa?
Seperti dulu, saya berada di kubumu,
tidak masalah.
Tapi masalah yang barusan terjadi ini,
saya tidak ingin berbuat begini lagi.
Tidak,
No comments yet. Be the first to leave one.