The first 200 lines.
Ya, aku ingat kami membawamu pulang,
Memberimu makan jam 18:00, menidurkanmu saat fajar.
Lalu kami pasti ke kamarmu belasan kali...
...beberapa jam berikutnya untuk melihat keadaanmu.
Tentu saja kami berusaha tidak berisik.
Kami ingin lihat jika kau sudah mati. Dan jika kau menangis,
Kami ingin melihat ada apa denganmu.
Aku ingin terjaga malam itu, berpikir,
"Apa yang kita temui sekarang?"
"Kita sebelumnya dua orang yang bahagia."
Membekukan udara. Sekarang kita terperangkap.
Terperangkap 20 inci dari...
Masuklah ke dalam rumah. Aku akan ke rumah Jimmy.
- Aku segera kembali, oke? - Jangan pulang,
- Hingga kau dapat kerja. - Bersihkan rumah, oke?
Aku membersihkan rumah kemarin!
Larson?
Kembali tidur, LJ.
Seseorang mengambil celanaku.
Itu direndam di wastafel. Kau kencing di celana lagi.
Kau tak ingat?
Tidak.
Ini.
Terima kasih.
- Kau baik-baik saja? - Baik. Kau?
Kau harus mengambil kunci ibu saat dia pulang.
Dia baunya seperti alkohol lagi.
- Maafkan aku... - Dia mulai minum lagi?
Ya.
Habiskan serealmu.
Kita perlu bicara.
Lex, dengar, aku...
Dengar, itu takkan terjadi lagi, oke?
Minta semua orang keluar dari rumah.
- Ibu, apa yang terjadi? - Hei, Larson.
Apa yang Ibu lakukan?
Kemari. Berikan itu padaku.
- Ayo. Ibu... - Ibu tahu...
Ibu tersangkut dan tak bisa keluar.
Ibu berusaha. Oke. Oke.
- Ayo. - Oke, oke.
- Aku memegangmu. - Ya.
Naik tangga, oke? Ayo.
- Ibu tak apa? - Ya, ibu bisa.
- Ayo. Ayo, ibu. - Oke.
Maaf jika aku kacau semalam.
Tidak, tak masalah. Tak apa. Ayo.
Tidak. Pergilah, pergilah.
Ayo, Ibu.
Angkat tanganmu. Ayo. Kau tak apa. Aku memegangmu.
- Kau marah dengan ibu? - Aku tidak marah.
Ibu ingar hari kau lahir, dan ibu begitu bahagia.
Karena ibu tahu jika semua akan baik saja...
...karena ibu mendapat anak laki-laki.
Itu membuat ibu sangat bahagia. Ibu hanya...
...tidak seperti dulu,
Karena kau sekarang sudah dewasa,
Dan kau akan temukan seorang gadis, lalu, kau tahu...
- Ibu, ayolah. - Kau akan tinggalkan ibu.
- Aku takkan tinggalkan Ibu. - Kau sayang Ibu?
- Bilang kau sayang Ibu. - Oke, Ibu.
Ibu sayang anakku...
Ibu, ibu, ibu, ibu, ibu, ibu, ibu?
- LJ! Hei, LJ! LJ, cepat kemari. - Apa?
Cepat ambil sendok dari dapur!
Ambilkan sendok! Cepat!
Lex, hubungi 911.
Tak ada sendok.
- Kapan dia akan berhenti? - Aku tidak tahu.
- Apa dia akan baik saja? - Aku tidak tahu!
Lex, hubungi mereka!
Angkat kakinya.
- Kau menghubungi mereka? - Ya.
LJ, ambilkan botol. Bajingan.
Lex, ayo sedikit bersih-bersih.
- Ada yang memanggil paramedis? - Disana.
Apa aku perlu ambilkan obatnya?
Aku akan ambil tandu.
- Kau akan ikut bersama kami? - Ya, aku ikut dengan kalian.
Larson, tidak. Kakek akan datang.
- Kau menghubungi kakek? - Ya.
- Baiklah. Itu... - Tenanglah, semuanya. Tak apa.
Kami akan merawat Ibumu dengan baik, oke?
Pergilah ganti baju.
Ya. Ganti baju.
Kau tahu jika dia menggigit lidahnya atau sesuatu?
Apa ini normal?
"Pulihkan aku, Tuhan, karena tulangku kesakitan."
Ada tanggapan soal ini?
Ibu kalian sakit parah, anak-anak.
Kakek tak bisa sembunyikan itu darimu.
Mungkin sebaiknya kalian tinggal bersamaku untuk sementara.
Kau potong rambut?
Kau ada bermain olahraga baru?
Kakek rasa kau bisa menjadi shortstop yang andal.
Bagaimana studimu?
Ini musim panas.
Benar.
Bagaimana studi Alkitab-mu?
Kakek bisa membantumu.
Apa yang Alkitab katakan tentang bunuh diri?
Ya, hai.
Ini... Ya, aku menghubungi untuk memeriksa Ibuku.
Ya, aku Larson Granger. Dan memeriksa Lisa.
Lisa Granger.
Ya.
Oke.
Ya. Oke.
Ya?
Jika kau ingin pergi temui Ibumu,
Bagaimana jika kakek mengantarmu?
Tidak, aku bisa jalan kaki atau sesuatu.
Kakek takkan masuk.
Kakek bisa tunggu di mobil.
Kita bisa bicara.
Jadi kakek pergi begitu saja?
Ya.
Aku bilang padanya aku bisa mengurus kau dan Lex sendiri.
Aku yakin dia akan tetap kembali.
Tapi dia tak harus mencampuri urusan kita dan lainnya.
- Apa? - Kau merokok?
Tak ada yang peduli apa yang aku lakukan.
- Mungkin Tuhan peduli. - Dia jelas tak peduli.
Selama kau melakukan pengampunan dan lainnya,
Kau akan baik saja.
- Kau terdengar seperti kakek. - Dia mengungkit itu.
Jadi apa yang terjadi dengan gadis bernama Casey Hannon?
Kau bicara dengannya?
Tidak, hanya sekali.
Menjauh darinya, LJ. Dia tidak baik.
Kami hanya bertukar pesan. Itu saja.
Bukan itu yang Mark katakan.
Apa yang Mark ketahui? Dia tak pernah ada.
Karena Casey berteman dengan Jodie,
Dan Jodie pacarnya Mark, jadi...
Intinya menjauh dari mereka.
- Teman-teman! - Diamlah, Seth!
Hei, apa kau pernah...
Berpikir tentang meninggalkan semuanya?
Maksudmu pergi?
Hanya...
Intinya mengakhiri...
Lupakan saja.
Biasanya saat aku merasa seperti itu,
Aku akan merokok, mabuk, bercinta, atau sesuatu.
Omong-omong, kau ada bicara dengan LJ baru-baru ini?
Tentang apa?
Dia 100% mendekati Casey Hannon.
Dia bilang mereka hanya bertukar pesan.
Entahlah. Gadis itu bisa dibilang pelacur.
Dan LJ 16 tahun.
Lalu? Mungkin dia siap menjadi pria jantan.
Diamlah.
Jangan menembak penyampai pesan.
Semua orang bilang dia mengidap herpes.
Baiklah, mari berhenti bicara soal ini.
Aku tak mau mendengarnya.
Hei, hanya jika kau setuju pergi ke rumah Sean.
Aku tak suka ke rumah Sean.
Kenapa? Kau sudah lihat rumahnya?
Ya, baunya aneh, dan dia membiarkan musangnya...
...berkeliaran dan buang air di sembarang tempat.
- Itu hanya bukan untukku. - Hei, minuman gratis.
Ditambah, Maddie seharusnya ada di sana.
Aku pikir dia sudah selesai dengan pesta SMA.
Dia bilang akan datang. Itu yang Jodie katakan.
Ini.
Bicara soal Jodie, apa yang terjadi dengan dia?
Dia bertingkah aneh belakangan ini,
Dan aku perhatikan dia mulai minum-minum.
Dia hanya tak ingin lagi melakukan hal lainnya.
Ya, aku mengerti.
Apa dia baik-baik saja?
Ya.
Kau sebaiknya sms mereka malam ini jika ada pesta,
Jika kalian ingin keluar dan lainnya.
Aku tak suka saat aku memuaskan laki-laki,
Tapi mereka tak memuaskanku. Aku benci itu!
Hei, jalan.
- Lagi pula dia tak begitu buruk. - Ya. Aku tak buruk.
Jika dipikir lagi, istilah "puki" juga menjijikkan.
- Kenapa kalian laki-laki sebutkan itu? - Tak semua laki-laki sebutkan itu.
- Omong kosong. - Aku tidak.
- Aku tidak mengatakan itu. - Aku berani jamin untuk Larson.
Dia tak pernah mengatakan itu sekali saja di hidupnya.
Dia berpikir untuk mengatakannya.
- Dia menginginkan itu. - Dia menginginkan itu.
Silakan, Larson. Kau mendapat izin. Katakanlah.
- Aku takkan mengatakannya. - Ayo!
Baiklah. Puki, puki.
Ayo, teriak yang keras untuk dunia.
Kau mau aku teriak? Oke. Aku akan teriakkan untuk dunia.
Baiklah, aku teriakkan untuk dunia. Puki, puki, puki!
- Itu. - Kau pasti merasa puas.
Kau sudah melakukannya sekarang.
- Kau membuatnya bergairah. - Diamlah.
- Di mana adik-adikmu? - Mereka di rumah.
LJ bermain bersama Seth lagi.
- Jadi tak ada privasi malam ini? - Maddie, kau memang jalang.
Jangan menggoda dia. Kau tahu dia tergila-gila denganmu.
No comments yet. Be the first to leave one.