The first 200 lines.
Baik. Mulai merekam.
A-ri! Ucapkan selamat ulang tahun kepada Young-do.
Semoga berumur panjang, Pak.
Ulang lagi! Itu biasanya untuk orang tua, 'kan?
Selamat ulang tahun. Sudah, 'kan?
Baiklah. Beri pesan juga kepadanya.
Bisa berhenti membuang temanmu ke lantai satu?
Seperti yang kau lihat, suasana kafe menjadi buruk.
Dia membicarakan aku.
Kenapa bangga sekali?
- Ha-neul! Kau juga! - Tak mau.
- Beri ucapan kepada Young-do. - Eunha! Biar aku saja.
Tidak perlu. Biar aku saja.
Ini terlalu berat bagimu. Biar aku saja.
Aku bisa sendiri.
Katanya tak perlu dibantu, 'kan? Cepat beri ucapan.
- Aku saja. - Aku bisa!
- Astaga! - Hei!
- Ya ampun. - Maafkan aku.
Berikan ucapan juga, Eunha.
Maafkan aku.
Aku lanjutkan nanti saja.
Cepat bereskan.
Maafkan aku.
Bukankah ulang tahun Da-jeong juga besok? Kau jadi memesan kue?
Ulang tahunnya lusa.
Apa? Ulang tahun Young-do juga lusa.
Kau sudah menelepon Young-do?
Pak Ju Young-do? Belum. Kenapa?
Apa? Tak apa-apa.
Kau sudah ke toilet?
Nanti kebelet saat menyetir.
- Ibu. Memang aku anak lima tahun? - Ya. Kau akan selalu begitu bagiku.
Kutelepon saat sampai.
Kau harus langsung kerja, jadi, tak akan sempat.
Lebih baik pakai waktumu untuk makan.
Ya.
Cepat pergi. Aku lapar.
- Kami pergi. - Ya.
Pergilah.
Rupanya benar.
Tanggal 29 Maret adalah 10 Mei pada kalender bulan tahun ini.
Bukankah kalau cocok begini, mustahil mereka tidak berpacaran?
Ini bagaikan film.
Orang-orang juga marah jika alur filmnya terlalu lamban.
Sepertinya aku harus turun tangan.
Apa pun itu, jangan lakukan.
Ayo lakukan kamera tersembunyi.
Tahu catfish effect , 'kan? Dia butuh pesaing.
- Mau dengar rencanaku? - Tidak.
Pertama, kita harus kirim Eun-ha.
KANTOR DOKTER
PSIKIATER JU YOUNG-DO
Dia akan mendorong Young-do ke dinding.
Kenapa Eun-ha harus begitu?
Jika aku begini,
aku pikir aku akan bisa memilikimu.
Kau boleh memilikiku.
Lalu, Da-jeong akan cemburu melihat itu.
Da-jeong muncul dari mana?
Entahlah. Mungkin dari belakang dinding.
Imajinasimu terlalu buruk.
Pertama, Nona Park tak akan mau melakukan rencana itu,
dan kalau pun dia mau, Pak Ju tak akan berbuat begitu.
Jika aku begini,
aku pikir aku akan bisa memilikimu.
Begini…
Saat kau mendorong orang lain ke dinding untuk menyatakan perasaan,
artinya kau merasa senang bisa menguasainya.
Itu bisa dianggap sebagai kepribadian sadistis.
Aku bisa paham perbuatanmu karena kau pasti melihat semua ini
sebagai tindakan romantis di media saat ini, tetapi…
Jika bukan itu alasanmu, dan kau menikmati semua ini,
lebih baik kau berkonsultasi denganku.
Benar. Itu bukan ide yang baik untuk Eun-ha.
Cheol-do harus menyatakan cinta kepada Da-jeong.
Dia muncul di hadapan Da-jeong dengan sisinya yang berbeda.
Di dalam sini…
ada dirimu.
Begitu. Kalau begitu…
Tuk, tuk.
Apa ada Kang Da-jeong?
Lalu, Young-do yang melihat itu
- akan menyikat gigi dengan marah. - Senang bertemu!
Kenapa Young-do sikat gigi di situ?
Entahlah. Mungkin dia suka aroma pasta gigi milik Da-jeong.
Imajinasimu juga payah sekali.
Bukankah yang barusan lumayan?
Tidak sama sekali.
Jika Pak Park begitu, Nona Kang pasti…
Di dalam sini…
ada dirimu.
Lepaskan aku.
- Di dalam sini… - Lepas!
Maaf.
Pak Park juga tak jago berlari.
Mau pesan kue apa?
Young-do tak makan manis.
Da-jeong suka kue apa?
Nomor yang Anda tuju di luar jangkauan. Silakan tinggalkan pesan…
Tak diangkat?
Lihat ke depan, dan menyetir yang benar.
Ada empat kemungkinan dia tak angkat telepon.
Dipenjara, sedang berkabung, sakit,
atau membencimu.
Bisa saja sedang bekerja,
mandi, tidur, menonton film,
dan hal semacamnya.
Maaf. Aku tak bisa angkat telepon karena sedang sibuk.
Sudah sampai Seoul?
Aku masih di jalan.
Sesibuk apa pun jangan lupa makan siang.
Kau juga.
Hasil USG dan angiografi sudah keluar.
Syukurlah bukan itu penyebabnya.
Pneumonia karena bakteri, 'kan?
Kau terinfeksi lagi.
Mungkin tertular saat sedang praktik.
Aku harus dirawat, 'kan?
Nanti, setelah biopsi selesai, aku mau…
Mau ke luar?
Aku tak enak menyuruh pasienku ke klinik lain.
Dan salah satu pasienku hari ini keadaannya amat buruk.
Kau masih belum sadar juga?
Seperti aku yang mengkhawatirkanmu, kau juga pasti mementingkan pasienmu.
Namun, ada tingkatan prioritasnya.
Ju Young-do.
Sudah kurangi pekerjaanmu?
Tampil di radio, dan ke kantor polisi. Masih dilakukan, 'kan?
Kau tak boleh jadi psikiater, jika masih begini.
Dengan tubuh itu, kau menopang semua orang yang hidup dan mati,
lalu memaksa dirimu menahannya.
Kau hampir kecelakaan hari ini.
Bagaimana jika kau menabrak?
Bagaimana jika ada pacarmu di sebelahmu?
- Aku bisa pinjam dari tim properti. - Memang acara buka bisnis?
Kita harus pasang karangan bunga di atap…
Astaga. Itu seperti pertandingan olahraga.
Buat jalan dengan lilin…
Itu melanggar hukum.
Kalau begitu, buat dengan bunga…
Da-jeong pasti membenci itu.
Kalau begitu, pesan kue dua tingkat.
- Ini ulang tahun bersama, 'kan. - Memang pernikahan?
Kalau begitu, sediakan biskuit dan teh saja…
Sedang arisan?
Semuanya tak boleh. Semua dilarang!
Jangan lakukan apa pun. Pokoknya jangan.
Ini dari Young-do.
- Young-do, kami sedang… - Ha-neul.
Aku mau minta tolong.
Ya. Apa itu?
Aku buru-buru ke rumah sakit,
jadi, mobilku diderek.
Tidak. Aku diopname.
Aku harus di sini beberapa hari.
Jika sampai diopname…
apa keadaanmu buruk?
Aku akan membaik,
tapi aku mau kau saja yang tahu.
Aku tak mau Da-jeong tahu.
Ya. Jangan khawatir soal itu.
Baiklah. Dah.
Ke hotel itu lagi? Apa boleh?
Namun, tetap saja…
Tapi, memang tak ada hukum yang bisa melarangnya.
Tentang kamera itu…
Perusahaan peladen harus bekerja sama agar kita bisa menangkapnya.
Kenapa mereka menolak?
Mereka minta surat resmi, jadi, kita harus punya itu.
Namun, jika kita dapat video yang ada di sana,
itu akan lebih cepat dari forensik.
Padahal ini kasus pembunuhan.
Aku baru saja mau meneleponmu.
Perusahaan peladen mengirim video.
Apa maksudmu? Bukankah tak mau jika tanpa surat resmi?
- Tiba-tiba begini? - Mereka datang dan memberikannya.
Mereka mau membantu semua yang kita butuhkan.
Apa yang mereka mau?
- Mari kita lihat saja. Cepat. - Ya.
Ya, bicaralah. Aku masih di tempat parkir.
Halo?
Halo? Ian?
Ian?
Dasar bajingan tak sopan.
Aku suruh kirim pengacara, tapi malah kirim preman.
Tunggu saja sampai kau bangun.
Setelah aku…
bertanya satu hal,
aku akan pertemukan kau
dengan kembaranmu di sana.
Ian!
Ian!
Lihat, 'kan?
Noh Hyeon-ju tahu ada kamera ini.
Apakah mungkin dia yang pasang?
Dia ke sana tiap hari.
Jadi, dia tahu dia akan mati?
Dia pasti mau mengawasi Chase.
Ian!
No comments yet. Be the first to leave one.