The first 186 lines.
Sampai jumpa setelah kelas.
- Belajarlah dengan giat. - Kau juga.
Kurasa akhirnya mereka berkencan.
Astaga. Kenapa dia jual mahal waktu itu?
Kalian sudah menggosipkanku?
Karena kurasa Ye-seul terlalu baik untukmu.
- Selamat atas pacar barunya. - Terima kasih.
Kalian harus melakukan sesuatu agar aku juga mengucapkan selamat.
Akan kucurahkan hati dan jiwaku untuk menyelamati kalian.
Bicara apa dia? Dia sudah membuatku kesal.
Lihat saja nanti. Aku akan diselamati dengan hati dan jiwaku.
Hei, Lee Kyung-woo. Kau bisa memberiku selamat.
Benarkah? Kau punya pacar?
Semacam itu.
Aku punya teman pria yang ingin kupukul.
Dasar licik.
UTS sebentar lagi, dan kau pasti mengkhawatirkan kelasmu.
Kau harus menghindari peringkat terakhir rata-rata kelas kali ini.
Aku tidak mau menilai muridku hanya berdasarkan nilai mereka.
Kita harus mengincar pendidikan menyeluruh untuk murid-murid kita.
Kau benar. Perkataanmu benar.
Alangkah baiknya jika Kepala Sekolah punya mentalitas sama denganmu.
Aku khawatir apa yang akan dia katakan jika kau di posisi terakhir lagi.
Kau sudah sangat mengkhawatirkan kami.
Kau akan malu jika nilai rata-rata kelasku naik.
Itu bukan sesuatu yang memalukan. Lantas, aku harus menyelamatimu.
Pak Jo.
Bagaimana jika kita mentraktir kelas dengan rata-rata lebih tinggi
makan piza?
Kalian tahu ujian kalian sebentar lagi?
Kalian semua belajar?
- Tidak. - Tidak.
Kalian tahu betapa parahnya nilai rata-rata kelas kita?
- Tidak. - Tidak.
Bagaimana perasaan kalian jika di peringkat terakhir lagi?
Nyaman. Seperti aku menemukan tempatku.
Kalian tahu jika di urutan terakhir, kalian harus ikut kelas tambahan?
- Apa? - Apa? Kelas tambahan?
- Itu tidak adil. - Tidak boleh begitu, Pak.
Kalian tahu siapa pelaku utama yang menurunkan nilai rata-rata kelas?
Maafkan aku. Aku harus ke toilet.
Dia datang.
Berandal yang membuat rata-rata kelas kita jatuh.
Biar bapak bersepakat dengan kalian.
Jika si berengsek itu
meningkatkan rata-ratanya sampai 70,
bahkan jika di posisi terakhir, kelas tambahan ditiadakan. Mengerti?
Bersiaplah untuk belajar.
- Sial. - Itu mustahil.
- Dia tidur lagi. - Dia tidur lagi.
[Episode 20, Proyek Sungguhan Guna Menghindari Kelas Tambahan]
Aku harus apa sekarang?
Haruskah aku berhenti sekolah?
Temanku. Jangan menyerah.
Mari berkumpul di Ruang Wanna One dan belajar.
Hei, itu tempatku.
Aku akan ke perpustakaan dengan Ja-rim...
Kami tahu kode kuncimu. Kau pikir kami tidak tahu itu?
- Ya, tapi itu tempatku... - Hei, Lee Kyung-woo.
Kau akan belajar bersama kami, bukan?
Apa maksudmu? Kalian bisa belajar sendiri.
Sebab kami mungkin akan mengikuti kelas tambahan karenamu.
Benar. Tidak boleh ada kelas tambahan.
Lantas, Ja-rim dan aku hanya punya akhir pekan untuk berkencan.
Lee Kyung-woo. Pastikan kau belajar.
Jangan khawatir, Kawan.
Demi masa depan kelas kita yang bahagia,
aku punya tutor untuk kita.
Instruktur ahli SMA Informasi Isam, Pak Kim Byung-hoon.
Hei. Siapa yang bisa kau ajari?
Bukankah nilaimu mirip dengan Lee Kyung-woo?
Kenapa kau mengatakan hal yang menyebalkan?
Rata-rataku untuk UAS terakhir adalah
- 75. - Benarkah? Itu tidak terduga.
Benar. Kalian bisa bekerja keras dan menaikkan nilai rata-rata kelas.
Kalau begitu, aku akan pergi menemui Ye-seul.
Jangan khawatir. Aku memberi tahu Ye-seul tentang situasi kita,
dan dia memintaku memastikan kau belajar.
Dia akan marah jika kau harus ikut kelas tambahan.
Mari kita pergi ke rumah Ju-young
untuk belajar dariku.
Aku tidak mencoba meremehkanmu,
tapi bisakah kita belajar dari orang yang dapat 75?
Jangan khawatir. Aku punya murid teladan.
Aku akan menyuruhnya ke tempatku.
Bukankah kalian penasaran?
Murid teladan itu Jung Sang-hoon?
- Ya. - Hei.
Kau benar-benar murid teladan?
Ya. Maksudku, aku lumayan.
Hei. Pria ini hidup di dunia yang berbeda dari kalian.
Dia salah satu dari 10 murid terbaik di SMA Mowon,
salah satu SMA terbaik di area itu.
Dia adalah calon mahasiswa Universitas Nasional Seoul.
Dia cukup hebat, tapi kenapa kau yang bersikap arogan?
Karena dia temanku.
Dia juga bisa menjadi pacar seseorang.
Hei.
Mari mulai belajar.
Aku akan mengajari kalian sesuai level kalian.
Haruskah kita mulai dengan perkalian? Berapa 3 dikali 6?
18. Apa aku masih SD?
Mungkin nilaiku jelek, tapi aku tahu cara mengali.
Kau tahu dasar-dasarnya. Mari masuk ke rumus aljabar.
Rumus aljabar yang paling umum digunakan adalah
a ditambah b kuadrat. Saat kalian menjabarkannya,
a kuadrat ditambah 2ab ditambah b kuadrat.
- Kau mengerti? - Tidak.
Benar. Jangan coba memahaminya. Hafalkan saja.
Kau bisa mengerjakannya sampai di sini.
Di pertanyaan berikutnya, selesaikan dengan terapan.
Terapkan ke rumus dan coba selesaikan.
Aku akan memperhatikanmu dan bilang jika kau melakukan kesalahan.
Astaga. Jung Sang-hoon.
Apa ini kursus privat dengan Yang Min-ji?
Bukan begitu. Min-ji yang paling tahu.
Berhentilah fokus pada orang lain dan fokuslah belajar sendiri.
Haruskah kuminta ajari Sang-hoon juga?
Dia baik sekali.
Hei. Kau tidak pantas belajar dari Sang-hoon. Belajar saja dariku.
- Sial. - Selanjutnya adalah rumus kuadrat.
Aku tidak mau melakukan ini.
Hei. Kau tidak lapar?
Ya. Sejujurnya, ya.
- Benar, bukan? - Ya.
Haruskah aku membuat kudapan tengah malam untuk kita?
Tidak. Begini...
Kau harus belajar. Kau juga ada ujian. Kau harus fokus.
- Benar. - Benar.
Mari kita semua patungan dan memesan sesuatu.
Benar juga. Mari kita lakukan itu.
Kenapa membuang-buang uang untuk itu? Aku akan memasak sesuatu.
Apa isi kulkasmu?
Tidak apa-apa. Aku belum berbelanja bahan pangan,
jadi, tidak ada apa pun di...
Isinya penuh.
Benar. Jadi...
Apa ibuku datang?
- Kurasa begitu. - Benar.
Jujurlah.
Karena makanan buatanku rasanya tidak enak, bukan?
Tidak.
Aku bahkan bisa mengunyah batu jika itu dibuat olehmu.
Hei, Ja-rim. Kau tahu cara membuat tumis ayam pedas?
Dia punya ayam.
Ya. Aku bisa membuatnya.
Ini tidak akan lama, jadi, kalian belajarlah.
Baiklah. Sulit menyiapkan ayam, jadi, aku akan membantumu.
Hei, kau harus terus memasak agar menjadi makin baik.
Seharusnya kau menghentikannya. Kau mau makan semuanya?
Kucoba menghentikannya, tapi dia bersikeras.
Kau bilang bahwa kau lapar.
Tapi dia bilang dia andal membuat tumis ayam pedas,
jadi, mari percaya kepadanya.
A-rong juga membantunya.
Oh A-ram bilang dia hanya menyiapkan ayamnya.
Aromanya luar biasa.
Aku harus ke toilet.
Benar. Aku harus mencuci tangan sebelum makan.
Benar. Ibuku menyuruhku meneleponnya, tapi aku lupa.
Astaga, sausnya enak sekali. Ini sangat cocok dengan nasi.
Dagingnya empuk dan tebal.
Ja-rim andal memasak.
Ya. Ini enak sekali.
Bahkan Jung Sang-hoon setuju? Apakah enak sekali?
Kau benar. Mungkin dia benar-benar andal membuat tumis ayam pedas.
Kenapa kalian tidak makan?
Cepat makan.
- Benar. Tentu saja. - Benar. Tentu saja.
- Kita harus makan. - Benar.
Kurasa kali ini hasilnya enak.
- Benar. - Benar. Benar sekali.
Ini enak sekali. Kita tidak boleh menyisakan makanan.
- Gong Ju. Buka. - Terima kasih.
Ini.
Kau juga harus makan.
Ini enak.
Aku telat ke pusat kebugaran, aku pergi lebih dahulu.
- Ya, sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Kami juga akan pergi.
Kyung-woo, ulas semua yang kau pelajari hari ini sebelum tidur.
Hidup kami bergantung pada otakmu.
Baiklah. Ayo.
Aku juga akan pergi.
Sang-hoon, kau guru yang hebat. Terima kasih banyak untuk hari ini.
Tidak perlu berterima kasih. Itu bagus karena aku juga bisa belajar.
No comments yet. Be the first to leave one.