Release info

날아라-개천용-Delayed-Justice-E09-E10-NEXT-VIU
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-11-14
Downloads: 25
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Drama ini berdasarkan kejadian nyata"

"Peristiwa, nama, dan tempat telah diubah untuk drama ini"

"Episode 5"

"Pengadilan Wilayah Busan"

Kukira urusan Wali Kota Kang Chul Woo sudah berakhir,

tapi ada Jo Ki Soo juga di belakangnya.

Mereka pasti bersenang-senang.

Kita harus bagaimana? Kurasa mereka menutupi pembunuhan itu.

Kenapa terus bertanya kepadaku?

Teruskan saja yang kamu lakukan.

Aku seperti mencari cincin yang hilang lima tahun lalu di pantai.

Trio Samjung pasti melihat pembunuh sebenarnya juga.

- Apa maksudmu? - Jaksa Jang Yoon Suk

membawa para pembunuhnya untuk menemui trio itu.

Kamu yang terbaik!

Soo Chul,

kamu pernah bertemu dengan pembunuhnya, bukan?

Menurut catatan, kalian pernah bertemu.

Apa katamu? Benarkah?

Bagaimana kamu bisa menjadi ratu berita eksklusif?

Bo Hyun memberiku banyak informasi eksklusif.

Reporter berita mana pun pasti mau.

Jadi, kenapa dia terus melakukan itu?

- Amatilah baik-baik! - Tapi aku tidak mengerti.

Kamu ingin mengakhiri kariermu selagi membersihkan kotoran anjing?

Sudah sejauh mana kamu mengekspos kami?

Aku hanya bilang kepadanya kamu bekerja di pabrik tuna.

Hanya itu yang kamu lakukan.

- Bagaimana dengan Pengacara Park? - Tidak banyak informasi...

Ini masalah penting,

jadi, awasi Pengacara Park dan perkembangannya.

Laporkan kepadaku besok pagi dan malam.

Jangan hanya berasumsi. Aku bukan pengadu!

Lihatlah yang tidak terlihat dan dengar yang tidak terdengar.

Aneh jika kamu mengatakan hal yang benar dan menginspirasi.

Pengacara Park bilang begitu. Ingat!

Apa dia melihatku?

Dia menelepon saat aku menyebut namanya.

- Halo? - Sang Hyun tahu wajah mereka!

Aku akan mencari para pembunuhnya lagi,

jadi, tolong temui Sang Hyun.

Sang Hyun tahu pelakunya...

Dia merelakan 2,8 juta dolar karena tidak bisa menulis namanya.

Kamu sungguh berpikir dia ingat wajah mereka?

Anehnya, dia tidak mengatakan apa pun soal itu selama ini.

Ada yang mencurigakan.

- Bagaimana Pak Kang Sang Hyun? - Aku tidak akan memberitahumu.

Ayolah. Kamu sungguh akan melakukan ini?

Semua reporter menyukai berita eksklusif, bukan?

Aku pergi sekarang.

Pak Park!

Sepatumu.

Jangan lupa aku membelikanmu itu. Pengkhianatan berarti kematian!

Jangan berpikir.

Jangan khawatir.

Jangan berkeliaran. Jangan melawan.

- Maju terus. - Maju terus.

Entahlah.

Jika pelakunya sepertiku, mereka mungkin tersentuh oleh keluguanmu.

Maju!

Tidak ada banyak barang di rumahmu.

Ya.

Karena aku tinggal sendirian.

Mengenai tanda tangan...

Kita sudah sampai sejauh ini. Mari kita selesaikan saja.

- Duduklah. - Kamu sadar betapa besarnya ini?

Pengacara Park lelah, aku juga.

Gambar saja ini.

Aku tidak akan menggambarnya.

Sang Hyun, 2,8 juta dolar. Kamu menyia-nyiakan 2,8 juta dolar.

Aku tidak menyukainya!

Maafkan aku.

Semua itu sudah berlalu.

Benar, bukan? Yang berlalu biarlah berlalu.

Kita harus merelakan semuanya.

Jika terus memikirkannya, kamu akan menggila.

Maafkan aku.

Hal yang ingin kutanyakan kepadamu bahkan lebih dari masa lalu.

Kamu sungguh ingat wajah pembunuh sebenarnya?

Ya. Itu...

Apa itu?

Biar kutanya sekali lagi.

Siapa yang membunuh pemilik Toserba Dawoo?

Aku membunuhnya.

Aku membunuh wanita itu.

Bagaimana kamu membunuhnya?

Aku menempelkan selotip di mulutnya tiga kali.

Aku meletakkan lengannya di belakangnya

dan merekatkannya empat kali.

Semua orang menunduk kecuali kamu?

- Ya. - Pembunuhan sebenarnya ada di sana,

jadi, kenapa kamu bilang telah membunuhnya?

Itu terjadi begitu saja.

Aku takut.

Kamu ingat salah satu wajah mereka?

Ya, aku tidak bisa melihat mereka karena kepala mereka tertunduk.

Maaf, Sang Hyun.

Kamu merelakan 2,8 juta dolar karena tidak bisa menulis namamu,

tapi kamu ingat kejadian enam tahun lalu?

Aku ingat semua yang harus kuingat.

Sang Hyun,

saat kamu di penjara, ayahmu meninggal,

tapi kamu bahkan tidak tahu di mana dia dimakamkan.

Namun, kamu ingat wajah si pembunuh?

Aku tidak percaya kepadamu.

Bagaimana dengan

ibumu?

Dia meninggal saat usiaku tujuh tahun.

Tanggal 29 Juni 2002.

Jangan berpikir.

Maju terus.

Jangan bodoh...

dan gunakan otakmu.

Maju terus.

Kamu ingat tanggal kematian ibumu.

Itu 18 tahun lalu.

Maaf, aku tidak minum kopi ini.

Aku hanya minum It's Be.

Kamu salah beli. Tidak apa-apa.

Tapi ini It's Be.

Tertulis di sini. "It's Be".

Tulisannya "dorong".

"Dorong"

Dia membacanya.

Dia membaca tulisannya. Apa yang terjadi?

Sang Hyun,

kamu bisa membaca.

Kenapa kamu berbohong untuk waktu yang lama?

- Apa maksudmu? - Kamu bisa membaca,

jadi, kenapa kamu mengaku buta huruf?

Seorang pria

mengajariku membaca saat di penjara.

Karena itu aku bisa membaca sedikit,

tapi aku masih tidak bisa menulis.

Bagaimana kamu tahu tanggal kematian ibumu?

Ayahku

menyakiti ibuku tiap kali mabuk.

Itu sebabnya ibuku sangat depresi dan sakit.

Sang Hyun,

tunjukkan ini ke toko di persimpangan

dan bawa pulang pemberian pria itu.

Hari itu, dia menyuruhku melakukan sesuatu untuknya.

Apa keluargamu sedang bertani?

Kenapa orang tuamu terus mencari ini?

"Toko Pestisida"

Ibu.

Kamu anak yang baik.

Ibu, ada apa? Apa Ibu sakit?

Sang Hyun.

Tidak apa-apa. Tidurlah dengan ibu.

"Pestisida"

Ibu.

Ibu.

- Aku terus menggoyangkannya, - Ibu...

- tapi dia tidak mau bangun. - Ibu

Ini gila!

Seperti itu ibumu meninggal?

- Ya. - Kamu ingat wajahnya?

Tidak.

- Benarkah? - Tidak.

Katamu, kamu ingat wajah pelakunya!

Bukankah ibumu lebih penting bagimu?

Kenapa kamu tidak ingat wajahnya?

Cobalah berpikir sedikit!

Aku ingat aroma Ibu.

Bagaimana?

Jadi...

Kali terakhir aku tidur dengan Ibu,

dia terus muntah.

Kamarnya penuh dengan aroma itu.

Pestisida.

Itu aroma Ibu.

Aroma pestisida adalah aroma ibumu?

Aku tidak ingat wajahnya,

tapi aku ingat aromanya.

Aku suka aromanya.

Itu sebabnya aku tinggal di sini.

Aku tidak mencium apa pun.

Di musim panas, orang menyemprot banyak pestisida.

Lalu aku bisa mencium aroma ibuku di mana-mana.

Ini gila.

Lalu? Bagaimana kamu ingat wajah pelakunya?

Pria yang duduk di ujung meja

di Kantor Kejaksaan menatapku dan menangis.

Pelakunya menatapmu dan menangis?

Kenapa?

Entahlah. Dia melihatku,

lalu dia menangis.

Dia orang pertama

yang menangis sambil menatapku.

Itu sebabnya aku terus mengingatnya.

Astaga.

Ini membuatku gila.

Jangan bodoh

dan gunakan otakmu.

Astaga. Baiklah.

Sang Hyun. Apa momen terbaik dalam hidupmu?

Maksudku, kapan... Bagaimana mengatakannya?

Momen paling bahagia.

- Bahagia? - Ya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left