Song of Phoenix

Song of Phoenix (思美人)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

思美人 Song of Phoenix 2017 E49
思美人 Song of Phoenix 2017 E62
A Commentary by SULTAN_KHILAF
[VIKI Version] Perfectlysynced for all versions. || Follow IG: @sultan_khilaf_sub :) || Episode lainnya menyusul

Tags

other
Published on: 2017-06-29
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Nyanyian Phoenix

Episode 49

Saat fajar kau setuju untuk menikah denganku, tetapi mengapa kau berubah pikiran sebelum tengah hari? - Li Sao (Keluhan) karya Qu Yuan

Perdana Menteri tidak perlu khawatir.

Dengan adanya aku, Chu Li Ji, di sini.

Kalau datang satu, akan kubunuh satu.

Kalau datang dua, akan kubunuh sepasang.

Jenderal Wei akan memimpin dua pasukan untuk mengawal Terusan Han Gu besok.

Ingat ini. Tidak boleh kalah.

Tidak boleh menang juga.

Sisa pasukan harus mundur 30 li (kira-kira 15km/9mil).

Perdana Menteri, mengapa kami diperintahkan untuk mundur?

Bukankah kita harus menjaga Terusan itu?

Aku memintamu untuk memalsukan kekalahan. Bukan berarti benar-benar kalah.

Tapi untuk mundur...

Biarkan Jenderal Wei yang membawa pasukannya mundur.

Aku, Chu Li Ji, di masa hidupku,

aku tak pernah tahu arti kata mundur.

Jenderal Chu Li,

di dalam tenda militer ini, apakah perkataanmu,

atau perkataan Perdana Menteri yang diperhitungkan?

Siapa yang akan menjadi ujung tombak pertempuran besok?

Kekuatan militer Negara Chu adalah yang terkuat. Terlebih lagi, Jenderal Qu Gai adalah yang paling berani.

Aku percaya,

Jenderal Qu Gai yang paling cocok menjadi ujung tombak.

Sekelompok pengecut yang takut mati. Kalian terlalu takut untuk menjadi ujung tombak.

Hentikan percakapan yang sia-sia.

Komandan Sekutu, aku bersedia menjadi ujung tombak.

Bagus. Marsekal Besar Qu ternyata pahlawan Chu yang paling luhur.

Besok, aku akan memimpin pasukan Chu kita untuk mengambil alih Terusan Han Gu.

Jenderal Zhang, kau bawa pasukan menjaga markas kita.

Jenderal yang lain, berpencar dan bersiaga.

Baik.

Komandan Qu, Terusan Han Gu adalah tanah yang berbahaya dan pedati kita tak bisa masuk bergandengan.

Besok, ketika memasuki Terusan Han Gu, jangan langsung bertempur.

Mari atur markas supaya tenang dulu, baru kemudian atur langkah selanjutnya.

Tenanglah, aku sudah punya rencana.

Aku tak mengerti mengapa orang berbakat seperti Jenderal Zhang harus tinggal menjaga markas.

Dipikir-pikir, aku, Su Qin, sudah menghabiskan setengah usiaku mengadakan operasi militer agar Persekutuan Vertikal dapat mengalahkan Qin;

Akhirnya, pasukan Qi yang terlalu berhati-hati.

Jenderal Zhang adalah orang yang berani.

Tapi keputusan hari ini adalah perintah dari Raja Qi.

Raja Qi berpendirian kuat.

Tapi saat menghadapi misi yang besar, dia mengutamakan orang.

Mengapa harus terjadi hari ini?

Aku sungguh tidak mengerti.

Seharusnya Enam Negara menyerang Qin.

Tapi Wei sudah menarik mundur pasukannya.

Prajurit yang tersisa tidak punya tulang belakang (lemah).

Dengan kekuatan apa kita dapat menyerang Qin untuk bisa menciptakan kedamaian dunia?

Aku tak mau percaya.

Satukan seluruh kekuatan di kolong langit ini, tapi kita masih tidak bisa menghancurkan Qin? Kita tak bisa mengalahkan Zhang Yi?

Sudah saatnya aku bergerak.

Kemana?

Aku akan menemui Zhang Yi.

Kita akan memulai pertempuran besok. Pergi sekarang sama saja mencari mati.

Aku tidak percaya penuh bahwa aku bisa membujuk Zhang Yi.

Tapi dia tidak akan mengambil nyawaku.

Aku pergi dulu.

Saudara Sekte , lama tak berjumpa. (T/N: keduanya memiliki guru yang sama, Shifu Guigu, Sekolah Diplomasi)

Sejak kau menjabat sebagai Perdana Menteri Qin,

aku takut kau sudah melupakan teman lamamu.

Kau menyalahkan aku kalau begitu.

Beberapa tahun terakhir ini, saudaramu yang bodoh ini disibukkan oleh masalah sepele,

yang tidak kunjung memperlihatkan hasil.

Aku tidak memiliki kebanggaan untuk menemuimu.

Usahamu untuk menaklukan seluruh dunia.

Inikah yang kau maksudkan sebagai 'masalah sepele'?

Kau sibuk melobi negara-negara dalam beberapa tahun ini.

Kau bahkan membentuk Persekutuan Enam Negara.

Menggabungkan enam negara untuk menyerang Negara Qin-ku.

Saudara Sekte, aku takut itu bukan 'perilaku yang berbudi'.

Kau menyerang Negara Chu hari ini, besok kau akan menyerang Negara Han.

Seluruh dunia menderita di tangan negara Qin-mu.

Inikah 'perilaku berbudi'-mu?

Shifu kita pernah mengajarkan,

untuk memahami nilai-nilai kerajaan.

Saudaramu yang bodoh ini adalah seorang perdana menteri.

Raja Qin berkeinginan untuk berkuasa atas dunia.

Zhang Yi akan membantunya, tentu saja.

Sayangnya, kau hanya mengindahkan kebajikan Raja Qin,

padahal kau tahu betapa kejamnya bala tentara Qin terhadap dunia.

Saudara Sekte, kau dan aku hanyalah tentara bayaran.

Raja Qin memberi aku emas dan rumah besar, jabatan tinggi dan gaji yang besar.

Apa yang Raja Qi berikan padaku?

Apa yang Raja Chu berikan padaku?

Kau!

Zhang Yi, kau hanya peduli pada kekuasaan.

Kau tidak mau memikirkan hidup rakyat?

Kau keliru.

Semua yang aku lakukan,

pastinya demi rakyat.

Baiklah. Aku tak bisa menang berdebat denganmu.

Suatu saat, kau harus memanggil mundur pasukanmu.

Kau bilang apa?

Panggil mundur pasukanmu.

Mengapa aku harus memanggil mundur pasukanku?

Kau sungguh tidak tahu mengapa kami membuat Aliansi Vertikal?

Tentu saja aku tahu.

Untuk membuktikan pada Shifu kita, untuk membuktikan pada rakyat di dunia,

bahwa Aliansi Vertikal-mu lebih unggul dibandingkan Aliansi Horizontal-ku.

Kau!

Baiklah. Lupakan.

Asalkan kau menarik mundur pasukanmu, aku bersedia menyerahkan segel Enam Negara kepadamu.

Segel Enam Negara?

Apa? Bahkan segel Enam Negara pun tidak bisa memuaskan nafsumu?

Saudara Sekte, aku tidak mau segel dari enam negara.

Zhang Yi hanya ingin satu segel.

Segel dunia.

Kau sungguh berpikir kalau Negara Qin dapat memerintah seluruh dunia?

Selama ada Zhang Yi, Qin dapat melakukannya.

Zhang Yi, Zhang Yi.

Saat kita masih jadi pelajar, guru kita pernah berkata:

"Kalian berdua, satu vertikal dan satu horizontal."

"Jangan pernah bertemu di medan pertempuran."

Kau masih ingat itu? Setelah kau menjadi Perdana Menteri Qin, kau pernah bersumpah pada Langit,

bahwa kau tak akan pernah menjadi musuhku di kehidupan ini!

Dunia mengenal Zhang Yi sebagai orang terhormat.

Bagaimana dia berani melupakan itu?

Tubuh adalah warisan orangtua.

Rambut ada dan manusia ada. Rambut putus dan manusia mati.

Apa maksud perkataanmu?

Hari ini, Zhang Yi memotong rambutnya dan Zhang Yi yang kemarin sudah mati.

Aku akan kembalikan hidup yang bodoh ini kepadamu.

Jika kemudian hari kita bertemu di medan pertempuran,

kau bisa mengabaikan ikatan kita sebagai murid dari guru yang sama.

Memalukan. Memalukan!

Chu

Tidak.

TIdak.

Yi'er.

Kakak. - Qing'er.

Kau bermimpi buruk lagi?

Mimpi yang sama lagi.

Kakak, ini namanya cemas siang dan malam.

Beberapa hari ini, kau terlalu cemas. Seperti terkutuk.

Juga tadi, kau menahan lapar untuk mengeluarkan pesan.

Dan sekarang, kau tidak melihat bagaimana Ibu Suri memjawab Nyonya Ying.

Tetapi, kau semakin kurus dan kesehatanmu menurun.

Hormat pada Nyonya Zheng.

Kemari, Yang Tertinggi.

Yang Tertinggi. - Adik, mari kita bernyaman.

Karena kau sudah kembali, aku memikirkanmu.

Aku tidak melihatmu beberapa hari,

dan merasa cemas.

Yang Tertinggi sangat perhatian.

Beritahuku, bukannya Yang Tertinggi Ibu Suri keterlaluan?

Dia sudah menyelidiki siapa yang menyiapkan racun.

Mengapa dia perlu menahanmu?

Kecuali, itu karena Dukun Agung Chu?

Karena kau sudah tahu, mengapa kau menanyakan aku?

Maksudku adalah, mengapa kau tidak setuju menjadi Dukun Agung?

Itu bukan sesuatu yang Yang Tertinggi perlu tanyakan.

Kurasa aku tidak perlu khawatir.

Baiklah. Kau beristirahat.

Aku seharusnya pergi juga.

Oh ya.

Kadang aku benar-benar mengagumimu.

Sungguh baik terkurung disini sebenarnya, ada ketenangan dan kesepian.

Untuk Ibu Suri dan Yang Mulia tidak harus selalu mencariku.

Apa sih dia?

Dara murahan!

Tolong redakan amarahmu, Yang Tertinggi. Jangan merasa terganggu karena orang yang terlarang.

Yang Mulialah yang memohon pengampunan untuknya karena masalah racun itu.

Qu Yuan melobi untuknya dan bahkan Ibu Suri tidak dapat berbuat apapun untuknya.

Apakah kau merasa orang seperti itu dapat benar-benar terkurung di istana dingin selamanya?

Maksudmu...

Kau ingin aku mengingkirkan Mo Chou Nu?

Persis.

Dia bukanlah ancaman untuk kedudukanmu lagi juga. Jadi kenapa bersusah payah?

Aku hanya ingin dia mati.

Apa yang kau sembunyikan dariku?

Apa yang dapat kusembunyikan darimu?

Aku dapat melihat kau iya.

Kalau kau tidak menyingkirkannya, aku akan mati.

Apakah dia punya bukti tidak menyenangkan tentang dirimu?

Tidak.

Tidak? Kalau begitu keinginanmu atas kematiannya,

sebenarnya apa alasannya?

Aku...

Aku ingin membalas dendam Xiao Qiao.

Balas dendam atas Xiao Qiao?

Beritahuku, apakah kau yang meracuni Yang Mulia?

Benar-benar kau?

Aku yang melakukannya.

Kau tidak perlu menggunakan racun atas Yang Mulia hanya untuk membunuh seorang selir.

Kalau itu sesuatu yang seharusnya terjadi pada Yang Mulia...

Ini adalah genosida. (Kalau terbukti, 9 keturunan akan dibunuh)

Seluruh Negera Zheng-ku sudah musnah lama.

Genosida apa sekarang?

Tetapi kau seharusnya berpikir tentang Lan'er.

Kau berani membicarakan Lan'er? Aku mengambil resiko hari ini,

semua karena kau tidak mampu!

Kau selalu lemah dan gagal.

Kau tidak peduli kalau kita, ibu dan putra, hidup atau mati.

Aku hanya mengambil masalah dalam tanganku sendiri! Oke?

Kalau Yang Mulia benar mati,

para pangeran semua masih muda.

Kau adalah paman agung raja.

Bukannya kau pas untuk mengambil alih tahta?

Song of Phoenix subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Song of Phoenix

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left