The first 200 lines.
Dulu
Berhenti, tidak! Tidak!
Tidak, tidak, tidak! Tidak, tidak!
Tidak, jangan lakukan itu! Jangan lakukan ini kepadaku!
Tidak, tidak, tidak! Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak!
Tidak, tidak, jangan lakukan ini! Berhenti, berhenti!
Tidak, tidak! Tidak, tidak, tidak! Tidak!
Tidak, tidak! Kau tak harus lakukan ini!
Sekarang
20 tahun menjauh dari tempat ini, dan ini masih kekacauan yang sama.
Cindy, bagaimana kau membuatku kembali?
Kita ke sini karena Mark.
Kau ikut dengan kami karena kau menginginkannya.
Tidak, dia ikut kita karena aku yakinkan dia.
Hei.
Kalian mau pergi dari sini,
Atau kau ingin terpanggang sinar matahari seharian?
Tempat yang indah, bukan?
Aku harusnya datang lebih cepat untuk bertemu dia.
Hei, hei. Kau takkan bisa tahu.
Jangan salahkan dirimu untuk ini.
Wow. Tempat ini indah.
- Dan tua. - Hentikan, Nathan.
Hei, Jen. Kau mau bantu aku dengan ini?
Tentu.
Akhirnya!
- Ayo ke kolam renang. - Jen, tunggu.
Ayo! Aku mau berjemur matahari.
- Setelahmu, Nona ku. - Konyol.
- Terima kasih sudah datang. - Sama-sama.
Kelihatannya anak-anak tinggalkan tas-tas untuk kita bawakan.
Ini sangat berantakan.
Aromanya seperti jamur.
Aku yakin rumah sudah seperti ini selama dia menempatinya.
Aku ragukan itu. Siapa yang hidup seperti ini?
Kau tak kenal Ayahku.
Ups.
Kau takut air atau takut denganku?
Aku rasa sedikit keduanya.
Hei.
Hei? Kau bisa dengar aku?
Kau ikut atau tidak?
Dia berharap kau kembali, bukan?
Kau hampir membuatku kena serangan jantung.
Sayang, kau harus tenang. Kau terlalu stres.
- Aku tahu. - Ayo.
Kau akan merasa lebih baik setelah dipijat.
Seseorang membuat tempat ini rapi.
Sekarang aku tahu harus hubungi siapa saat butuh pramuwisma.
Kau tahu kau bisa membantu, 'kan?
Aku mau saja. Tapi temanmu ini tak berikan aku jeda.
Tentu.
Jadi, kenapa semuanya terlihat begitu aneh di tempat ini?
Karena ini komuni, dan ayahku ingin menjaganya seperti itu.
Aku mengerti. Ingin pertahankan aura bohemian, benar?
- Jadi, bagaimana air kolam? - Menakjubkan.
Sayang Nate terlalu malu.
Aku bukan malu, oke? Aku hanya sedang tak ingin.
Omong-omong,
Aku melihat orangan sawah di luar sana.
Kau ingat itu?
Ya. Wow, aku ingat.
- Apa maksudmu, orangan sawah? - Kau takkan percaya itu.
Mereka bukan disebut "orangan sawah".
Aku lupa apa sebutannya. Tapi...
Mereka tak menakuti burung gagak.
Yang ada, mereka untuk menakuti roh agar menjauh.
- Roh? - Ya.
- Haruskah kita bersulang? - Untuk orangan sawah berhantu.
Hentikan, Nate. Itu tak lucu.
- Takut? - Hentikan!
- Cindy! - Beth, Adam!
Kau terlihat sangat cantik.
Bagaimana kabarmu? Lama tak bertemu.
Hei, Cindy. Ini untukmu. Maaf mengganggu.
Tak ada yang datang ke sini sejak Bob.
Tapi kemudian kami melihat mobil, dan kami berpikir...
Kau mirip seperti Ibumu.
Terima kasih.
Aku ingin kenalkan kau kepada teman-temanku.
Ini pacarku Mark. Itu Jennifer dan Nate.
Halo.
Nate dulu sering ke sini saat masih kecil.
Kau ingin makan bersama kami?
Tidak, kami tak ingin ganggu.
- Kami punya bir dingin. - Tidak, kami tak ingin ganggu.
Kami hanya datang untuk menyapa.
Aku rasa kita bisa tetap di sini sebentar.
Oke, mungkin hanya sebentar.
Jadi, berapa lama kau berencana menginap?
Hanya beberapa minggu.
Kami ingin gunakan waktu ini untuk bersantai.
Kau tahu, sedikit melepas ketegangan.
Kau kenal Cindy sejak dia masih kecil, 'kan?
Ya. Cindy dulu anak yang menggemaskan.
Ya. Bob dan aku besar di tempat ini.
Ini dulu hanya komuni kecil. Tempat yang sederhana.
Tentu. Kau menjalani hidup seperti orang hippie sebenarnya.
Kakeknya sering datang ke sini untuk urusan kerja. Benar, Nate?
Ya, aku rasa begitu.
Dia sering mengajakku. Aku dulu masih sangat kecil.
- Kakekmu bukan orang yang ramah. - Beth.
Aku rasa itu tergantung bagaimana kau melihat itu.
Karena menurut dia, kalian semua orang udik.
Ayolah, hanya bercanda! Apa?
Hentikanlah, Nathan.
Beth, kita benar-benar harus pergi.
Satu hal lagi.
Aku rasa kau harus sangat berhati-hati...
...saat kau keluar ketika malam
Kenapa?
Beth...
Oke. Sampai jumpa, anak-anak.
Sampai jumpa.
- Astaga. - Konyol.
Nathan? Jennifer?
Hei, pasangan kasmaran. Kami akan ke kolam renang.
Atau kau bisa tetap di sana?
Hei, Mark!
Jadi, berapa lama sebelum kita mati karena bosan di tempat terkutuk ini?
Mark?
Ada orang di rumah?
Mark?
Ya, aku...
Aku baru ingat kaca mataku ketinggalan.
Masuklah.
Nathan?
Apa yang...
Nate. Kami akan pergi berkeliling.
Oke.
Nathan?
Apa?
Mereka pergi ke mana?
Pergi jalan. Kenapa?
Bukan apa-apa.
Astaga, ini mengerikan.
Kau tak takut dengan itu?
Tentu saja takut. Tapi Nathan dulu lebih takut dibanding aku.
Sungguh? Bagus untuk diketahui, "Tn. Tangguh".
Aku rindu tempat ini.
Tapi aku selalu merasa ayahku tak menginginkanku di sini.
Ya. Ini tempat yang tenang.
Seandainya aku bisa tetap di sini selamanya.
Apa yang ada di sana?
Salah satu rumah yang dibangun untuk orang hippie,
Seperti Nate menyebut mereka.
Kadang kami bermain petak umpet di sini.
Aku sangat takut dengan tempat ini.
Tapi bukankah rumah-rumah itu sudah kosong waktu itu?
Salah satu pekerja meninggal di sini.
Yang lainnya pergi dari sini.
Begitulah.
Jen?
Hei, gadis!
Keluarkan aku dari sini! Aku tak bersalah!
Dasar menyebalkan. Ini tak lucu.
Ayolah, wanita.
Aku tak merasakan vagina sejak mereka mengurungku.
Astaga.
Ayo, Princess Leia.
Kau tak apa?
Ya, hanya gemetar.
Kau terlalu stres.
Aku rasa kita harus minum sesuatu yang menenangkan.
Mungkin kau benar.
Aku rasa aku juga butuh itu.
Ya? Boleh aku tahu kenapa?
Pangeran Menawan.
Aku rasa ini waktunya kami membawa hubungan ini...
- ...ke tingkat berikutnya. - Apa dia tahu itu?
Nathan orang yang baik.
Dia bertingkah urakan, tapi dia berhati lembut.
Dia sangat menderita ketika kakeknya meninggal.
Dia adalah pahlawannya.
Itu membuatnya menjadi sarkas.
Bagaimana dengan kau dan Mark?
Aku takkan berada di sini jika bukan karena dia.
Aku bisa membayangkan.
Bagaimana dengan minuman itu?
Itu menunggu kita di rumah. Ayo.
Aku rasa aku sudah cukup, teman-teman.
Aku sebaiknya mandi.
Kedengarannya ide bagus.
Pesta pancuran.
Kau memang konyol.
Nathan?
Apa?
Aku ingin tunjukkan kau sesuatu.
Aku ingin kejutkan Cindy.
Kau serius?
Ya.
Bung.
Itu sangat murahan.
Kalian belum begitu saling mengenal.
Kau ingin berikan dia cincin kotak sereal?
Pikirkan lagi.
Sial!
Tidak!
Serius, tempat ini sangat mengerikan, bukan?
- Hentikanlah. - Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.