Into the Badlands

Into the Badlands

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Into the Badlands S02E07 - Black Heart, White Mountain HDTV x264 AVS
A Commentary by atonim
Jantung Hitam, Gunung Putih

Tags

HDTV
hdtv
x264
HD
Published on: 2017-05-02
Downloads: 51
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sebelumnya di AMC "Into the Badlands"...

Quinn akan membayar perbuatannya.

Kau melacakku sendirian?

Baron lain tidak akan menyangka persekutuan kita.

Kau ingin melihat Veil? Kau ingin melihat bayimu?

Maka ini tiket masuk kita.

Kau salah satu dari mereka?

Seperti kau tidak punya rahasia saja.

Sudah kubilang Azra itu nyata.

Ini bukti bahwa Master berbohong.

Kenapa aku tidak berubah?

Sunny.

Kita harus pergi sekarang.

Hei.

Hei, akhirnya kau bangun.

Kau mengharapkan orang lain?

Aku.../ Aku tidak akan marah.

Kau sakit beberapa hari ini.

Kami berdua lega saat demammu akhirnya turun semalam.

Berdua?/ Ayah.

Hei. Hei, Henry.

Bersikap lembutlah dengan ayahmu.

Henry? Kau Henry?

Memangnya siapa lagi?

Kau selalu bilang jika kita punya anak laki-laki,

kita akan menamainya Henry. Seperti...

Ayahku, ya.

Mungkin kau masih meracau.

Kau mau kuambilkan sesuatu?

Aku punya semua yang kuinginkan di sini.

Sunny.

Into The Badlands S02E07 Black Heart, White Mountain

Bab 13 Jantung Hitam, Gunung Putih

Hei. Ada perubahan?

Tidak. Dia mengigau.

Kudengar dia menyebut nama Henry, setelah itu terdiam.

Ini tampak buruk, Bajie.

Sayang aku tidak bisa mencarikan obat yang lebih kuat.

Maksudku, untukku. Bukan untuknya.

Aku tidak menemukan luka,

hanya tanda aneh di dadanya.

Dadanya?

Oh, sial.

Apa?

Lebamnya.

Cyan pasti menandainya dengan Lima Racun.

Apa?

Lima Racun. Tangan Lima Racun.

Itu salah satu teknik paling mematikan Biarawan.

Apa yang mereka ajarkan padamu?

Jadi, kita harus bagaimana?

Tidak ada yang bisa kita lakukan.

Lihat.

Yang ini sudah mempengaruhi otaknya.

Hati, ginjal, paru-paru selanjutnya.

Lalu jantung.

Dia beruntung jika bisa bertahan sehari.

Aku baru saja melihat Ava mati.

Aku tidak bisa membiarkannya mati juga.

Sunny. Sunny, sadarlah.

Sunny, sadarlah.

Sunny.

Sunny, sadarlah.

Sunny.

Sunny.

Ada apa, Ayah?

Tidak. Hanya angin.

Hei, jaraknya sejauh 4 jari,

lurus, seperti yang Ayah katakan.

Aku tidak ingin menjadi petani saat dewasa.

Aku ingin jadi petarung.

Kenapa kau menginginkan itu?

Karena dengan begitu, tak ada yang akan berani menggangguku.

Ditambah, gadis-gadis suka petarung.

Apa ada gadis yang ingin kau buat kagum?

Mungkin.

Apa dia cantik?

Namanya Artemis.

Aku bertemu dengannya saat bermain di hutan.

Maaf, Nak. Kau tidak apa-apa?

Bagaimana jika begini? Kita balapan ke kandang.

Siap? 1, 2, mulai!

Ayo, ayo.

Ayah akan menangkapmu.

Aku mengalahkan Ayah.

Apa yang terjadi pada mereka, Ayah?

Pasti ada hewan yang masuk dari hutan.

Mungkin serigala.

Kembalilah ke rumah.

Kondisinya semakin buruk.

Ya. Pasti. Cara yang buruk untuk mati.

Itu saja?

Kau ingin aku berkata apa? Dia akan bangun dalam sejam

dengan senyum besar di wajah dan langkah ringan? Hah?

Maaf harus mengecewakanmu,

Temanku, tapi itu tidak akan terjadi.

Apa kau akan membiarkan dia mati?

Membiarkan?

Aku yang memperingatkannya soal Biarawan sejak awal.

Tapi dia tetap memaksa pergi.

Ya, kau benar. Untuk menyelamatkanku

dan dia akan mati karena itu.

Biarawan melakukan ini padanya,

jadi mereka pasti tahu cara menyembuhkannya.

Jika ada, yang tahu hanya Master

dan dia tidak suka berbagi rahasia.

Mungkin dia tidak perlu berbagi.

Dia punya banyak gulungan tua di kamarnya.

Aku yakin salah satunya berisi cara penyembuhannya.

Kau ingin kembali ke sana?

Kenapa tidak?

Mereka tidak akan menduganya.

Ya, karena satu alasan, kita gila jika mencobanya.

Kita tidak punya bakat lagi.

Itu seperti berjalan masuk dengan penismu di tangan,

dan maaf saja, aku tidak mau penisku dalam posisi itu.

Bagaimana Sunny bisa bertemu dengan orang brengsek sepertimu?

"Oh, bagaimana Sunny..."

Kau tidak mengenalku, Nak.

Jadi, sekarang kau marah?

Ya, mungkin. Kau tahu?

Mungkin aku akan membaringkanmu di sebelahnya.

Bagaimana jika begitu?/ Tidak, tidak akan.

Kau hanya marah karena kau tahu

ini hal yang benar.

Setiap kali aku berusaha melakukan hal yang benar,

aku berakhir dalam masalah.

Dan aku tidak suka dalam masalah.

Butuh waktu seharian untuk menuju Biara dengan mobil.

Dan jujur, aku ragu dia bisa bertahan selama itu. Tapi...

Kalau begitu diamlah dan mari masukkan dia ke mobil.

Sunny?

Sunny?

Kau tidak apa-apa?

Ya.

Aku berpikir.

Setelah yang terjadi dengan babi-babi,

mungkin kita harus pindah.

Aku akan membuat pagar yang lebih tinggi.

Serigala itu tidak akan masuk lagi.

Hei. Kita aman di sini.

Aku akan melindungimu, aku janji.

Makan malam siap.

Oke.

Henry?

Bisa kau bawa dia ke sini?

Henry? Makan malam siap.

Sebentar.

Apa yang kau lakukan?

Tidak ada.

Perlihatkan tanganmu.

Apa yang terjadi?

Aku terluka saat membajak.

Kau bahkan tidak bisa mengangkat bajak. Apa yang terjadi?

Dari mana kau mendapat ini?

Temanku dari hutan, Artemis, dia memberikannya padaku.

Katakan yang sebenarnya.

Itu yang sebenarnya. Lepaskan aku. Ayah menyakitiku.

Maafkan Ayah.

Ayah tidak ingin kau bermain dengan gadis itu lagi. Mengerti?

Ibu.

Baiklah. Akan kuladeni.

Apa yang kau pikirkan selain temanmu di belakang?

Kenapa kau meninggalkan Biara?

Kau sendiri, kenapa pergi?

Aku menemukan hal buruk tentang diriku.

Tepat saat aku menemukan

hal buruk tentang Biara.

Giliranmu.

Aku pergi karena seorang gadis.

Dia muridku saat itu.

Dia berandalan cerewet, sepertimu.

Saat aku menemukan dia, dia begitu kecil,

aku menjulukinya Flea (kutu).

Dia cepat belajar.

Kau tahu bagaimana rasanya dihajar

oleh gadis berumur 12 tahun?

Dia punya banyak potensi.

Apa yang terjadi padanya?

Suatu hari, Cyan dan aku,

kami melacak seorang Kegelapan,

melewati Daerah Luar.

Dan saat kami menemukannya, dia sedang diikat,

dan dikurung oleh penjual budak.

Lalu aku mendengar Flea bergerak.

Dia berlari menuju tengah kemah

dan meneriaki para penjual budak,

menyuruh mereka membebaskan sandera.

Mereka hanya menertawainya.

Dan tiba-tiba saja,

dia melukai lengannya dan berubah menjadi Kegelapan.

Lalu terjadi pembantaian.

Tak ada yang selamat.

Bahkan orang-orang yang ingin dia selamatkan.

Kau bisa menebak apa yang terjadi saat kami kembali ke Biara.

Aku turut prihatin.

Maryanne?

Airnya mulai dingin.

Maryanne?

Maryanne.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left