Enemies from the Past

Enemies from the Past (전생에 웬수들)

Download Indonesian Subtitle

Release info

전생에 웬수들-Forever Enemies E 73 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-03-22
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 73"

Kapan kamu tahu?

Sehari setelah kamu bilang ingin putus denganku.

Lantas kamu kecelakaan karena...

Aku hendak menemui bibiku.

- Aku tidak bisa menerimanya. - Kenapa kamu melakukan itu?

Itu bisa saja parah. Kamu bisa mati.

Aku tahu, tapi...

Kurasa tidak apa-apa jika mati seperti itu.

Ji Seok.

Lalu aku melihatmu.

Saat itu, aku ingin hidup.

- Jika bisa hidup lagi, aku akan... - Jangan seperti ini.

Mari kita tutupi.

- Ji Seok. - Kita bisa tetap bungkam.

Tidak, itu tidak mengubah fakta bahwa Oh Na Ra adalah bibimu.

Ayahku tetaplah Choi Tae Pyung.

Aku tidak bisa berbuah jahat seperti itu kepada Ibu dan Go Woon.

Aku tidak memintamu berbuat jahat.

Mari beranikan diri sekali ini saja.

Itu sebabnya aku memberanikan diri memberitahumu

bahwa aku tidak bisa.

Aku tidak bisa menerima wanita

yang menghancurkan keluargaku sebagai keluarga.

Go Ya.

Aku harus segera keluar dari kekacauan ini.

Bukan karena takut, tapi karena aku ingin melindungi.

Aku ingin melindungi keluargaku dan kamu.

Biar aku saja. Aku akan melindungi diriku, keluargamu, dan kamu.

Aku rela melakukan apa saja

demi bersamamu.

- Hentikan. - Aku memutus hubungan dengan Bibi.

Dia tidak lagi ada

dalam hatiku.

Aku siap untuk bersamamu saja.

Jadi, tolong pertimbangkan sekali lagi.

Mari tutupi ini sebagai rahasia.

Astaga, lihat dia.

Aku rela melakukan apa saja

demi bersamamu.

Aku siap untuk bersamamu saja.

Mari tutupi ini sebagai rahasia.

Kalian bersenang-senang?

Ya, Bu. Kami dalam perjalanan pulang.

Kamu pasti lelah.

Aku tidak lelah.

Belakangan ini istriku stres karena ditinggalkan adiknya.

Aku harus menghiburnya.

- Bagaimana dengan Ji Seok? - Ji Seok?

Dia berusaha keras menghibur ibunya selama liburan.

Kini dia sudah dewasa.

Pasti menyenangkan jika Ibu ikut.

Ibu, saat nanti Eun Seok sudah selesai wamil,

mari kita bepergian bersama.

Sa Ra sudah datang. Sampai bertemu nanti, Bu.

Ibu, makanlah.

Ibu tidak berselera.

Ibu tetap harus makan agar bisa minum obat.

Ibu merasa amat sakit?

Ibu baik-baik saja. Hanya kelelahan.

Ini pasti karena Ibu syok

mendengar kecelakaan Ji Seok.

Kamu tahu

hal terakhir yang diucapkan oleh suamimu kepada ibu?

Apa?

Apa itu?

"Sampai bertemu nanti, Bu."

Dia bilang akan segera menemui ibu,

tapi ibu tidak menyangka dia akan pergi selamanya.

Kenapa Ibu tiba-tiba mengungkit hal itu?

Kamu bilang hal terakhir yang Ji Seok ucapkan

sebelum kecelakaan adalah,

"Sampai bertemu nanti."

Bisa saja itu menjadi hal terakhir yang kamu dengar dari Ji Seok.

Ibu merasa amat putus asa.

Ibu terus berdoa.

Ibu sudah kehilangan putra ibu.

Ibu tidak ingin kehilangan Ji Seok.

Semuanya menjadi tidak berarti di hadapan kematian.

Ibu tidak ingin kamu menyesal seperti ibu.

Jangan menyakiti Ji Seok lagi.

Ibu menyesal?

Tentu saja. Ibu amat menyakiti putra ibu

karena tidak menerimamu.

Andaikan tahu dia akan mati seperti itu,

ibu pasti akan menerimamu.

Kamu boleh keluar sekarang.

Aku sudah memutuskan.

Kenapa dia harus memengaruhiku lagi?

Salad bayam ini enak.

- Bukan begitu, San Deul? - Apa?

Ya.

Ini memang enak.

Bibi memang mahir memasak.

Tentu saja.

Semua orang tahu itu.

Kakak luar biasa.

Kakak membuat salad enak ini tadi pagi?

Kamu membawanya kemarin.

Rasanya memang agak familier.

Aku sudah selesai.

Bisakah kamu coba lagi?

- Tidak. - Dia mencampakkanmu?

Bukan begitu. Dia ingin membujuk Kak Go Ya.

Sungguh?

Ya, saat kami bertemu,

dia bilang tidak ingin berpisah dengan Kak Go Ya.

Kamu mendengar itu?

Sebaiknya kamu pikirkan lagi.

Hentikan.

Dia tidak mau.

Aku permisi.

- Selamat siang. - Terima kasih. Silakan datang lagi.

Aku harus bagaimana?

Bagaimana jika kondisinya memburuk?

Aku akan merasa bersalah.

Aku tidak akan bisa hidup.

Aku tidak ingin kehilangan dia.

Bahkan sekarang pun aku merindukannya.

Tapi aku hanya akan membuatnya menderita.

Aku tidak bisa berbuat apa-apa.

Kakak sedang apa?

Bekerja. Ada apa?

Perasaanku tidak enak.

Awalnya Go Ya bahagia bersama pria itu.

Kini dia kesulitan pulih setelah berpisah dengannya.

Hatiku sakit.

Tapi Go Ya sudah melupakannya. Dia akan baik-baik saja, bukan?

Dia sudah melupakannya?

Dia terjaga semalaman.

- Sungguh? - Masalahnya,

pengacara itu kecelakaan.

Apa cederanya parah?

Untungnya, dia tampak baik-baik saja.

Go Ya menangis terus. Dia menyalahkan dirinya sendiri.

- Dia menangis? - Ya.

Dia bilang tidak akan bisa hidup jika terjadi sesuatu kepadanya.

Tapi kamu tahu? Pengacara itu juga menangis.

Dia juga?

Ya, katanya dia tidak bisa berpisah dari Go Ya.

Dia merindukan Go Ya.

Mereka bergantian menangis di hadapan kakak.

Jika terus begini, mereka bisa sakit.

Aku cemas sesuatu yang buruk akan terjadi.

Kakak harus melakukan sesuatu. Tolong tutup tokonya.

Kakak mau ke mana?

- Halo. - Ini aku.

Apa yang wanita ini pikirkan?

- Lalu? - Mari bertemu.

Ada yang ingin kubicarakan.

Pikirmu kita bisa bertemu hanya karena kamu ingin?

Ini juga sulit bagiku.

Silakan putuskan ingin menemuiku atau tidak.

Aku akan menunggu di kafe yang sama.

Halo?

Bisa-bisanya dia keras kepala begitu.

Dia pria pertama yang pernah kucintai.

Dia orang pertama yang kuinginkan.

Tapi aku menyerah karena Ayah.

Karena Ayah dan wanita itu.

Astaga, apa yang kulakukan?

Di mana Yang Sook?

Entahlah. Dia memintaku menutup toko

lalu bergegas pergi.

Tampaknya dia tidak pulang.

Astaga, aku kesal sekali.

- Kenapa? - Soal Go Ya.

Bahkan saat kesulitan, dia tidak pernah menunjukkannya.

Mungkin Kakak tidak tahu,

tapi dia sudah melakukan berbagai pekerjaan paruh waktu

demi menyokong keluarga yang Kakak tinggalkan.

Apa yang Yang Sook lakukan?

Dia beban terbesar Go Ya.

Na Ra

merebut rumah yang Kakak berikan kepadanya sebagai alimentasi.

Mereka tidak punya uang untuk operasi

dan kondisi Go Woon kritis.

Akhirnya, Kak Yang Sook kehilangan kontrol.

Dia strok.

Dahulu dia kuat. Apa yang terjadi?

Pikirkan saja.

Ibunya mengidap strok,

adiknya berjuang hidup,

dan Go Bong remaja yang bermasalah.

Bisakah Kakak membayangkan betapa sulitnya itu bagi Go Ya?

Kurasa begitu.

Kemarin dia bilang untuk kali pertama,

"Bibi, ini sungguh sulit bagiku."

Hatiku hancur berkeping-keping.

- Karena pria itu? - Ya.

Dia bahkan menangis di hadapan ibunya.

Dia amat bahagia setelah bertemu dengan pria itu.

Go Ya bilang pria itu orang pertama yang dia inginkan.

Astaga, jika amat mencintainya, seharusnya mereka tetap bersama.

Berikan nomor ponselnya. Biar kakak temui dia.

Kakak akan bilang apa?

"Aku ayahnya."

"Aku ayah yang menggugat putrinya sendiri."

"Aku yang membuat kalian putus."

Kakak hanya cemas.

Enemies from the Past subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Enemies from the Past

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left