The first 193 lines.
Feng, jangan takut.
Gunting.
Sedang Operasi
- Ruang operasi - Anestesiologi
Sedang Operasi
Kecelakaan menyebabkan kehilangan banyak darah, penyelamatan tidak berhasil.
Suami istri keduanya telah meninggal.
Ayah.
Kak Yifeng
Anak ini mengalami gangguan stres pasca trauma,
atau yang biasa disebut PTSD.
Mungkin akan mengalami tidur berjalan,
amnesia selektif, dan gangguan lainnya,
juga akan ada gejala sulit berkonsentrasi dan lainnya.
Kak Yifeng.
Aku pasti akan melindungimu.
Kalau ingatan dapat disimpan dalam kotak,
maka harus sebesar apa kotak itu.
Kunci ini harus disimpan di mana.
Manusia selalu tumbuh dalam pencarian,
hilang di tengah pencarian.
Namun aku,
menemukan kembali diriku di tengah pencarian.
Dalam perjalanan hidup,
perpisahan dan kematian sulit terelakkan,
merasakan asam garam kehidupan,
tidak bisa lepas dari suka dan duka.
Ada orang
yang ditakdirkan hanya menjadi orang lewat.
Dan ada orang
yang akan terikat seumur hidup.
Manisnya Cinta Pertama
Episode 1
Qin Yao.
Qin Yao.
Su Muyun, keluar!
Keluar!
Kau...
kau sudah sebesar ini.
Kau juga punya kamar sendiri.
Lebih diperhatikan, oke?
Berisik sekali.
Kau!
Aku mau merekam bukti kesalahanmu.
Aku mau melapor pada Ibu.
Kau,
kembalikan.
Kembalikan padaku.
Selamat pagi.
Feng, sayangku.
Bu, Yun...
Ada seseorang yang tidak mau memasak, mau aku mati kelaparan.
Bukan begitu, dia...
Keberangkatan Internasional & Hong Kong Makau Taiwan Ayah dan ibu pergi dinas 20 hari,
tapi kalian sudah bertengkar 43 kali.
Ibu!
-Gara-gara dia. -Gara-gara dia.
Sudah.
Feng, kau adalah kakak,
kau harus mengalah pada adik.
Yun, kau adalah lelaki,
harus sopan pada perempuan, mengerti?
Sudah, sudah.
Kami boarding dulu ya.
Dengar tidak?
Kau harus menjagaku.
Kau yang harus sopan padaku.
Apa kau perempuan?
Kau!
Ini adalah mimpi buruk dalam kehidupanku.
Kalau aku tidak ada adik jahanam ini,
pasti sangat bagus.
Antarkan ke kamarku.
Apa aku pelayanmu?
Kalau begitu aku tidak makan.
Tunggu.
Kalau bukan karena kau terkena tukak lambung
saat pertandingan matematika sebelumnya
dan merepotkanku,
apa aku akan mengorbankan waktu belajarku yang berharga,
demi memasak untukmu setiap hari?
Baru dibeli.
Cepat makan dan cepat sembuh.
Obat lambung
Bakpao kukus.
Kue lapis.
Bubur akar teratai.
Keras sekali.
Manis sekali.
Bubur, makan sesendok.
Makanan tetap minggu ini.
Bakpaonya habis dimakan,
setelah ini tidak buat lagi.
Semuanya enak.
Salam kepada murid-murid SMA Huiming,
SMA Huiming Semester baru telah dimulai,
kami percaya dalam hati kalian,
Semester baru, mimpi baru, awal baru sudah menyiapkan rencana dan target
belajar yang baru.
Untuk para kakak kelas yang duduk di kelas 12.
Sudah kelas 12, aku harus semangat.
Su Nianfeng, kau masuk ke kelas berapa?
Apa itu perlu ditanya...
bertanya pada murid bodoh masuk ke kelas berapa...
pasti masuk ke kelas lima.
Ternyata memang sama denganku, sama-sama di tempat terendah.
Kita semua adalah teman,
saling membantu, ya.
Aku biasa suka tidak konsentrasi saat belajar,
tapi sudah Tahun Ketiga, aku bertekad untuk berjuang,
dengan menggunakan seluruh konsentrasi,
memutar balik keadaan.
Eh, tunggu.
Kau minta tolong adikmu yang pintar itu untuk belajar saja.
Kata-katanya penuh dengan ceramah untukku
dan setiap saat memasang muka masam, sampai mati pun aku tidak mau.
Selalu memasang muka masam?
Su Nianfeng, tunggu aku!
Kelas 12-5
Kau juga masuk ke kelas ini?
-Kau juga di kelas ini? -Ya.
Setelah ini kita semeja.
Matematika Ya ampun, ternyata aku salah membawa buku pelajaran.
Dasar otakku ini.
Oh Tuhan,
pria terganteng di sekolah masuk ke kelas kita?
Ganteng sekali dirinya, bukannya dia murid pintar?
Muka itu...
Benar-benar murid kelas kita kah?
Murid pintar super yang merupakan MVP basket selama 3 tahun.
Tidak, dia seharusnya masuk ke kelas satu.
Benar, kenapa masuk ke kelas kita?
Kenapa masuk ke kelas anak-anak bodoh ini?
Dasar ceroboh.
Ternyata hanya mengantar buku pelajaran, mengagetkanku.
Terima kasih, ya.
Pergilah, aku mau mulai pelajaran.
Ayah ibu takut kau pacaran terlalu cepat,
jadi menyuruhku untuk mengawasimu belajar.
Orang ini kenapa selalu menghantuiku.
Memasuki Tahun Ketiga
Hal pertama di tahun ajaran baru
adalah pertandingan persahabatan basket.
Dan juga Su Muyun,
tak disangka berinisiatif untuk masuk ke kelas lima kita.
Bagaimana persiapan
pidato upacara pembukaan?
Nanti diekspresikan saja saat pidatonya,
tidak ada masalah.
Tahun Ketiga, dua target Tahun Ketiga, dua target.
Pertama, kabur dari cengkeraman si setan Su Muyun,
Su Muyun
Su Nianfeng
berbeda 532 peringkat.
Aku tidak percaya,
aku tidak bisa masuk universitas
yang jauh dari setan itu.
Tapi,
dengan nilaiku ini, apa bisa masuk universitas?
Target kedua...
Sedang apa?
Apa perlu sampai seperti itu?
Kenapa? Iri?
Qin Yao memang lebih ganteng dan lembut darimu.
Basketnya juga lebih hebat darimu.
Apa lagi senyumannya,
sekali lihat aku langsung meleleh.
Kalau memuji orang lain,
tidak perlu dibicarakan di depanku.
Aku mau memberitahumu,
nanti sore ke lapangan basket, ihat aku bermain.
Sudah kubilang, aku tidak bisa pergi,
Aku ada kelas tambahan.
Qin Yao.
Halo.
Ya sudah, kalau tidak mau pergi.
Kelas tambahan juga penting.
Tidak, tidak.
Aku putuskan menjadi kakak yang baik,
aku mau menyaksikan saat-saat membanggakan adikku merebut gelar juara.
Kenapa masih berdiri di sini?
Aku mau ganti baju, sana, sana.
Keluar!
Feng, aku bantu.
Terima kasih.
Kau sibuk dari tadi,
membuatku tidak enak hati.
Kalau begitu aku makan, ya.
Kau makanlah lebih banyak, jangan sungkan.
Aku coba sedikit.
Lumayan enak.
Kau buat sendiri?
Hebat sekali.
No comments yet. Be the first to leave one.