Men on a Mission

Men on a Mission (아는 형님)

Download Indonesian Subtitle

Release info

아형---Knowing---Brothers---E224 NEXT VIU
아는형님ㅡKnowingㅡBrothersㅡE224 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2020-04-05
Downloads: 39
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Pak Guru. Masuklah. Pak.

- Pak Guru. - Ada apa?

- Pak, masuklah. - Kita punya guru?

Jangan pergi. Pak.

Dia akan membuat Pak Guru kabur.

Pak Guru baru saja memberi kita tugas.

Ini

tes kelulusan SD dari negara lain.

Jika tidak diselesaikan, kita tidak bisa lulus dari Brother School.

"Tertawa"

Kalau begitu, kita tidak boleh menyelesaikannya.

- Kita tidak boleh menyelesaikannya. - Maka kita bisa bersama selamanya.

Ini dia tesnya.

- Apa itu? - Apa itu?

- Apa itu? - Ini tugas dari Pak Guru.

Mari kita selesaikan.

- Itu mudah. - Tiga belas?

- Apa itu? - Sepuluh ditambah...

Apa itu untuk siswa SD?

Ya, ini ujian kelulusan.

- Boleh kucoba? - Kamu tahu jawabannya?

Benar. Dia genius.

Aku sudah menghitung uang setiap hari selama 10 tahun.

Dia genius.

Tiga pasang sepatu sama dengan 30.

- Jadi, berapa nilai sepasang? - Sepuluh.

Astaga. Bukan begitu caranya.

- Sepasang sepatu... - Kurangi 10.

- Orang ini berarti lima. - Ya.

- Lima. - Satu orang bernilai lima.

Berapa 13 dikurangi 5?

- Berapa? - Tujuh.

- Tujuh. - Delapan.

- Tujuh? - Berapa?

- Delapan, ya? - Delapan.

- Berarti masing-masing empat. - Ya.

Jadi, 10 ditambah lima ditambah...

Itu perkalian.

- Nilai peluitnya empat. - Apa ini?

- 30. - 15...

Aku kecewa jika jawabannya 60.

- Kenapa 60? - Lihat? Itu salah.

Bukan begitu caranya.

Bukankah 30?

- Kamu harus mengalikan dahulu. - Benar. Perkalian lebih dahulu.

- Ada urutannya. - Benar.

Seperti ini seharusnya.

- Benar. - Jadi, 5 kali 4 sama dengan 20.

- Hasilnya 30. - Bukan begitu.

- Kamu sudah lulus. - Kalau begitu, coba kamu kerjakan.

Mari kita lihat bagaimana Soo Geun mengerjakannya.

- Dia bilang salah. - Bukankah ini terlalu sederhana?

Ini bukan tentang angka.

Tiga pasang sepatu.

Satu pasang tidak cukup untuk dua orang.

Satu orang memegang dua peluit.

Dia sempurna. Jawabannya adalah guru olahraga.

Apa?

Aku tahu jawabannya.

- Aku serius. - Bukankah jawabannya guru olahraga?

- Ada triknya. - Bukankah itu tes Korea?

Ada triknya.

- Lalu berapa jawabannya? - Ada yang palsu.

Ada dua peluit,

tapi di sini, hanya ada satu.

- Ya. - Benar.

Astaga.

Itu ilusi optik.

- Kang Ho Dong! - Hei!

"Kamu lihat itu?"

Kalau begitu, mari kita coba lagi.

Kalau begitu, nilainya dua, bukan?

- Sudah kuduga. - Dua.

- Satu peluit sama dengan dua. - Dua.

- Hasilnya 20. - Lima kali dua sama dengan 20.

Lima kali dua sama dengan 10. Apa?

- Salah? - Itu salah?

Bukan peluitnya.

- Apa? - Benarkah?

- Apa dia memakai sepatu? - Apa jawabannya?

- Apa ini kuis omong kosong? - Aku harus melihat lebih dekat.

"Mari kita lihat baik-baik"

Teman-teman, ayo maju. Ada dua peluit.

- Di sini hilang. - Apa?

- Apa yang hilang? Astaga. - Dia memakai peluit.

Ini.

Dia memakai peluit.

- Dia memakai peluit. - Aku tidak menyadarinya.

- Lalu apa? - Yang benar saja.

- Jawabannya 16, bukan? - Kalau begitu, nilai orangnya tiga.

- Benar. - Orang ini sama dengan tiga.

Tiga kali... Peluitnya dua.

- Enam. - Kita harus menyelesaikannya.

Tambah 10. Jawabannya 16.

Jawabannya 16.

Jawabannya 16.

- Ada di lehernya. - Dia memakainya di lehernya.

Aku ragu anak-anak bisa langsung menjawabnya.

Aku tidak pernah memikirkan itu.

- Aku menemukan detailnya. - Ya.

Menemukan peluit adalah petunjuk besar.

Karena kita sangat menyukai Men on a Mission,

kita sengaja tidak menjawab benar.

Kita tidak akan pernah lulus.

- Jangan lulus. - Sebaiknya jangan.

Selamanya.

Tapi tadi Yeong Cheol menyelesaikannya.

Yeong Cheol tahu jawabannya.

Dia memecahkan soal itu.

Dia orang yang pertama lulus.

Hai, Teman-teman.

Hai, Teman-teman.

Lama tidak bertemu.

Ho Dong.

"Lihat siapa yang datang"

- Astaga. Senang bertemu denganmu. - Senang bertemu denganmu.

"Dia senang bertemu Ho Dong"

Dia kenapa?

Lama sekali tidak bertemu.

"Kami juga di sini"

Senang bertemu denganmu.

Lihat siapa yang datang.

- Hai. - Apa yang terjadi?

Sudah lama sekali.

- Aku sangat merindukan kalian. - Aku tahu.

Sudah berapa lama?

- Aku ingin menangis. - Aku juga.

- Katakan dari mana asal kalian. - Mari kita perkenalkan diri.

Baiklah.

Kami dari SMA Idola Orisinal

Yang Sudah Menyelesaikan Wajib Militer.

Aku idola yang mengikuti wajib militer. Woo Young dari 2PM.

Aku Kwon yang sembrono selamanya. Jo Kwon dari 2AM.

Perhatian!

"Terkejut"

Sersan Jo Kwon dan Jang Woo Young

dibebastugaskan pada tahun 2020.

Aku melaporkan kepulanganku. Beri hormat.

Hormat.

- Hormat. - Istirahat di tempat.

Bagus.

- Kita berhasil. - Kita berhasil.

Mari kita perkenalkan diri.

- Mari kita perkenalkan diri. - Ya.

Katakan yang kamu hafalkan.

Kami dari SMA Selagi Mereka Pergi

Kami Bersenang-senang Di Acara Ragam.

- Aku P.O dari Block B. - Aku MINO dari Winner.

"Selamat datang"

Mereka MIN Ho Dong dan P Ho Dong.

Sepertinya

Kwon tidak pernah menjalani wamil

dan P.O dan MINO baru saja dibebastugaskan.

Kenapa kalian tegang sekali?

Aku sama sekali tidak terintimidasi.

- Aku baik-baik saja. - Mereka tampak tegang?

Kwon dan Woo Young tidak mengerti tren.

Begitulah orang-orang masuk ke sekolah.

- Seperti itu? - Kalian yang terlalu bersemangat.

Kita kuno.

- Mereka berdua? - Ya.

- Woo Young? - Tapi aku tidak bisa tenang.

Aku bisa gila sekarang.

Ini baru tiga hari sejak aku selesai menjalani wamil.

Aku sangat hiperaktif.

Apa yang harus kulakukan?

Kita harus melakukan sesuatu.

Ya. Begini, bukan?

Kalian bicara santai saja karena kita semua teman.

- Sahabat. - Bahkan kepada kami.

Ya. Benar. Kwon.

Mari bicara santai.

Bisa aku bicara santai dengan kalian?

- Ya. - Ya. Kita semua teman.

Tapi P.O tampaknya kebingungan.

Ini kali pertama kalian bertemu?

- Ya. - Seseorang menyapaku

di restoran beberapa hari lalu.

Aku terkejut. Dia P.O.

Dia sangat sopan kepadaku.

Belum saatnya dia harus bersikap begitu sopan kepadaku.

Dia...

Apa maksudmu?

Bagaimana aku menjelaskannya, ya? Aku tidak...

Setua itu?

Dia menyapaku dengan sangat sopan.

- Seolah kamu guru? - Aku terkejut.

Tanpa kusadari, aku bangun dan bilang,

"Aku sering melihatmu di TV saat aku wajib militer."

Aku mengatakannya tanpa sadar. Aku bersikap seperti penonton.

Aku sangat senang bertemu dengannya.

Jadi, kamu membayar makanannya?

Membayar makanannya?

"Malu"

Saat itu kami masih digaji oleh pihak militer.

- Maafkan aku. - Tidak apa-apa.

Aku bersama banyak teman.

Apa ini acara pertamamu setelah bebas tugas?

- Ini acara pertama. - Benarkah?

- Ini acara pertama. - Bagaimana dengan Woo Young?

More Indonesian subtitles for Men on a Mission

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left