Release info

미운 우리 새끼 My Ugly Duckling E84
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-04-24
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Mereka menikmati obrolan seperti biasa"

Baru-baru ini, aku...

Biasanya aku tidak merasa kesepian.

Tapi aku merasakannya baru-baru ini,

saat aku baru selesai mandi.

Aku keluar dari kamar mandi dengan pikiran hampa dan terpeleset.

Astaga.

Sakitnya tidak terlalu parah.

Tapi saat aku tergeletak di lantai,

aku pun berpikir,

"Apa yang kulakukan?"

- Astaga. - Saat aku tergeletak,

telanjang,

aku merasa sangat kesepian.

Aku berpikir...

- Itu bukan masalah sepele. - Berusia 40 tahun lebih

dan tergeletak sendirian di lantai kamar mandi...

Astaga.

Aku merasa sangat menyedihkan dan kesepian.

Omong-omong, Byung Jin tidak banyak berubah.

Dia persis sama seperti dahulu. Bentuk tubuhnya sama.

- Benar. - Matanya sama.

- Dia merawat diri dengan baik. - Dahulu kamu selalu berolahraga.

Apa kamu masih berolahraga?

- Aku... - Tunggu. Lihat itu.

Itu pada tahun 1992.

Yang kanan adalah foto terkini. Dia sungguh tidak banyak berubah.

Dia seperti manusia es.

Orang sering memakai ungkapan itu.

Itu istilah untuk menggambarkan orang yang tidak banyak berubah.

Dia memang seperti manusia es.

- Dia tampak sama. - Melihat itu, aku sadar

aku tampak sangat dewasa saat muda.

Begitu menua, aku merawat diri dengan baik agar tidak begitu menua.

- Kamu tampak sama. - Omong-omong,

- saat itu, aku penuh energi. - Benar.

- Kamu hebat waktu itu. - Waktu itu aku sangat aktif.

- Ya. - Dia hebat.

Tidak. Kamu lebih hebat sekarang.

"Dia mengingatkan kita tentang cintanya pada Byung Jin"

Terima kasih.

Kini dia makin elegan.

Aku sering mengatakan ini.

Sejak aku muda, bahkan sebelum memulai debut

dan setelah memulainya,

- dia selalu menjadi idolaku. - Panutan.

Dia adalah idolaku yang terbaik.

- Dia adalah panutan Dong Yeob. - Ya. Dia panutanku.

- Apa kamu sungguh-sungguh? - Aku sungguh-sungguh.

Begitu pula Soo Hong.

- Dia adalah panutan Soo Hong. - Untuk para komedian muda,

- dia adalah idola. - Benar.

Saat aku memandu acara SBS berjudul "Joo Byung Jin Show",

itu adalah gelar wicara pertama.

Dia tampil dalam acara itu.

- Ya. - Dia pendatang baru.

- Aku pendatang baru. - Maaf

- aku menyebutmu secara informal. - Dia pasti masih muda sekali.

Dia mengundangku ke acara itu saat aku masih pendatang baru.

"Pada tahun 1993, saat Dong Yeob berusia 23 tahun"

"Sang komedian pendatang baru tampil dalam acara idolanya"

Dan suatu hari,

saat dia sudah sangat terkenal, dia meninggalkan semuanya

dan memulai sebuah bisnis.

Aku berpikir, "Kenapa dia melakukan itu?"

"Kenapa dia melakukan itu? Dia tidak boleh berhenti."

Tapi bisnisnya sangat sukses

dan dia mendapatkan penjualan senilai 160 juta dolar.

Penjualan senilai 160 juta dolar pada masa itu.

Aku juga memakainya.

- Aku juga. - Celana dalam itu.

Melihat itu, aku berpikir untuk menjadi seperti dia juga.

Omong kosong.

- Aku pun memulai sebuah bisnis. - Tadi aku ingin mengatakannya.

Tapi bukannya menghasilkan uang, utangku justru banyak.

Byung Jin, bisakah kamu katakan

siapa yang berpotensi menjadi sepertimu?

Bisakah kamu katakan siapa yang punya peluang?

Menjadi sepertiku tidak membutuhkan banyak hal.

Kamu harus unggul dalam banyak bidang.

Kamu harus cerdas, mampu menangani suatu acara,

gesit mengatasi perubahan situasi.

Itulah kualitas yang dibutuhkan.

Jika aku harus memilih satu orang

yang memiliki kemampuan sebesar itu,

tanpa keraguan sedikit pun,

aku akan memilih Dong Yeob.

Terima kasih.

- Aku tidak pandai memuji. - Kamu benar tentang dia.

Kamu sangat benar.

- Dia berbakat. - Dia sangat cepat tanggap.

Di masa lalu, aku adalah penggemar beratnya.

Sebelum aku menikah,

aku sering bertemu dia dan minum bersamanya.

Suatu hari, dia memujiku seperti ini

saat kami sedang bercengkerama dan aku sangat gembira.

- Itulah yang kurasakan. - Itu yang kamu rasakan.

Dia sangat berbakat.

"Saudara Kim Do Ki"

Kim Do Ki.

"Saudara Kim Do Ki"

"Ini malam yang sibuk di Gangnam"

"Seorang pria berbaju hitam muncul di Gangnam"

Itu sudah jelas Jong Kook.

"Dia masuk ke suatu tempat"

"Tempat apa ini?"

"Pintunya terbuka"

Kapan dia pergi syuting ke sana?

Apa?

"Hye Seon sepertinya tidak tahu apa yang sedang terjadi"

- Halo. - Halo.

- Apa dia ada di sana? - Ya.

"Jong Kook sepertinya sudah terbiasa dengan tempat ini"

"Di mana sebenarnya tempat ini?"

Aku penasaran.

- Kamu sudah sampai. - Astaga, aku lelah sekali.

Siapa itu?

- Kamu sudah sampai. - Astaga, aku lelah sekali.

- Aku lelah. - Hai.

- Duduklah dahulu. - Tentu.

Aku kelelahan.

Apa kegiatanmu sebelum kemari?

Tidak banyak.

Aku minum kopi bersama teman-teman.

Aku kemari untuk makan bersama Kakak. Ayo keluar.

"Apa pria itu akrab dengan Jong Kook?"

Siapa itu?

- Ayo makan di luar. - Astaga.

Kamu tidak perlu melakukan ini untuk ulang tahunku.

Kita harus makan bersama.

"Pria yang tampak akrab dengan Jong Kook saat tersenyum"

"Adalah kakak Jong Kook yang merupakan ahli bedah plastik"

Dia kakak Jong Kook.

"Dia kakak Jong Kook"

- Itu kakaknya. - Kakaknya.

- Apa dia kakak kandung Jong Kook? - Ya.

Begitu rupanya.

Mereka tampak berbeda.

Aku belum pernah melihat kakak Jong Kook.

Jong Kook sangat mirip ayahnya.

Ya.

- Putraku yang lebih tua - Kakaknya

- mirip denganku. - sangat mirip denganmu, Bu.

- Ya. - Benar.

- Sepertinya dia dokter yang hebat. - Ya.

Berapa jarak usia mereka?

- Dua tahun. - Begitu rupanya.

Apa kamu ingin mentraktirku makan karena ini ulang tahunku?

- Aku harus mentraktir. - Astaga.

Kakak sudah makan?

- Kamu belum makan, bukan? - Belum.

Kenapa kamu tidak menjalani perawatan kulit saja selagi di sini?

Perawatan kulit? Aku belum pernah melakukannya. Kenapa mengatakan itu?

Ada banyak orang mengira

aku akan mendapatkan banyak perawatan

karena kakak kandungku seorang ahli bedah plastik.

Tapi Kakak tahu itu tidak benar.

- Kamu benar. - Kulitku tidak dirawat di sini.

Dia tidak pernah melakukan itu.

Dan banyak orang berkata

hidungku mungkin dioperasi.

Pantas saja.

- Keluarga kita berhidung bagus. - Hidung kita besar.

"Keluarga kita berhidung bagus"

"Kakak beradik itu bangga dengan hidung mereka"

Tapi hidung mereka tampak berbeda.

Hidung Jong Kook pernah ditinju oleh kakaknya.

Benarkah?

Kakaknya meninju hidungnya,

jadi, hidungnya tampak agak berbeda.

Apa tadi dia berkata Jong Kook meninju kakaknya?

- Kakaknya yang meninju dia. - Karena itulah

- tulang hidungnya tinggi. - Benar.

- Aku menanyakan itu sebelumnya. - Ya.

Karena hidung Jong Kook tampak berbeda dari hidung kakaknya,

kupikir dia menjalani operasi plastik.

- Dia ditinju oleh kakaknya. - Saat dia kecil?

Ya... Tidak. Saat dia SMA.

Dia bersikeras akan melakukan keinginannya,

- jadi, kakaknya tidak tahan. - Karena dia ingin menjadi penyanyi?

Ya. Dia ingin menjadi penyanyi walau aku tidak setuju.

Kakaknya tidak tahan lagi,

lalu menyeretnya ke kamar mandi dan memukulnya.

- Astaga. - Karena itulah hidungnya...

Sulit memukul adik jika dia sudah SMA.

Dan itu bukan orang lain, itu Kim Jong Kook.

Bagiku, sepertinya Jong Kook yang akan memukul kakaknya.

- Tapi dia lebih tua. - Karena dia lebih tua.

- Benar. - Dia memukul adiknya.

- Karena kami sangat kesal. - Tapi hidungnya menjadi bagus.

"Tapi hidung yang ditinju itu tampak lebih bagus"

Kamu benar.

Kalau ada waktu, kakak Jong Kook harus meninju hidungku juga.

"Dia harus meninju hidungku juga"

Jong Kook menyalahkan kakaknya atas hidungnya,

tapi dia terlihat tampan sekarang.

- Hidungnya sangat bagus. - Benar.

Bagaimana jika kakaknya menghentikan Jong Kook sampai akhir

dan Jong Kook menyerah menjadi seorang penyanyi?

- Aku juga memikirkan itu. - Tentu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left