The first 200 lines.
Dilarang merekam seluruh atau sebagian adegan film ini melanggar undang-undang hak cipta India, 1957 hukuman kurungan lebih dari 3 tahun dan denda lebih dari Ruppe 200.000,-
Film ini hanya untuk hiburan, bukan dukungan atas kekerasan terhadap perempuan
Seluruh pemeran dan jalan cerita film ini hanya fiktif segala kemiripin dengan seseorang hanya kebetulan semata
Tak ada binatang yang disakiti dalam pembuatan film ini
MelsBatakJogja
Hubungi 08818196705 (WA ONLY) untuk iklan komersial
Hubungi 08818196705 (WA ONLY) untuk subtitle film lainnya
D'Colonel The True Fried Chicken. Terima Pesanan 0819 9191 8899 IG : dcolonel_resto
Untuk Nana, di manapun kau berada...
Bagaimana menurutmu?
Kami tak melakukannya?
Lama sebelum kami dilahirkan
Kisah kami sudah dituliskan.
Lama setelah kami mati
Kami tak bisa ubah dunia dan manusia di dalamnya
Kisahnya terus diceritakan...
Leila dan Majnun
Leila!
Leila!
Leila Pasha!
Leila!
Susah sekali kau bangun...
Jika 10 menit kau tak turun, kau akan ku tinggal.
Lambo!
Aku bermimpi hal yang sama lagi.
Anak laki-laki berkepala beruang.
Menatap...
...melakukan sesuatu...
...kalau tidak, di tiap mimpi...
...kepalaku penuh jelaga.
Leila!
Kau mati hanya satu kali, selalu telat setiap hari.
Ada yang tertinggal?
Garam?
Halo ayah!
Kenapa tak kau masak saja waktu?
Kenapa tak berhenti merokok?
Begitukah cara seorang gadis berbicara pada ayahnya?
Sampai Jumpa!
Aku sangat memanjakan orang Kurdi.
Hai Paman!
Nyalakan radionya!
Dalam keheningan tapi terpancar lewat senyuman.
Dalam keheningan tapi terpancar lewat senyuman.
Datang dan hilang ke mana? Kecantikan yang dicuri dari bidadari.
Pemuda-pemuda kota.
Pemuda-pemuda kota mencari almon.
Betapa mempesonanya gadis ini.
Betapa mempesonanya gadis ini.
Mendengar lagu romantis, saat tidurpun dia menggemaskan.
Setiap hari jadi khayalan pengeran.
Mendengar lagu romantis, saat tidurpun dia menggemaskan.
Setiap hari jadi khayalan pengeran.
Di belakangnya.
Di belakangnya, tergantung namanya.
Hei, mari berbicara Bahasa Inggris!
Betapa mempesonanya gadis ini.
Ya Tuhan, kau bercermin di layar HP.
Kebiasaan paling menjengkelkan.
Shima, aku mau bicara padamu.
Apa?
Hari ini acaranya?
Hari ini segalanya dibolehkan.
Kejamnya, kenapa tak kau katakan?
Ke siapa?
Mata itu berkata kau telah lakukan sesuatu.
Kini, kita harus tahu.
Katakanlah, katakan!
Ceritakan lebih jauh...
Jasmine...
...meninggalkan sesuatu di lantai dan...
Benarkah?
Ya ampun!
Hanya bercanda.
Bagaimana? Di mana?
Ayo ceritakan...
Kami mengendarai mobilnya.
Di dekat danau...
Di sebelah sana.
Kau tahu, Shima?
Sebelum menikah, hal itu dosa.
Kenapa merasa bersalah? Aku menikmatinya.
Kulihat wajahnya di Danau Spring.
Hanya di Spring?
Spring memiliki kekuatan magis.
Ceritakan bagian akhirnya.
Aku hanya pergi saat bulan purnama.
Berkhayal.
Mata air ajaib.
Kau lakukan segalanya agar dia menyentuh lubuk hatimu terdalam.
Kau habiskan malam dengan cara itu?
Ya, kenapa?
Kau harus berkorban demi cinta.
Kalian menertawaiku?
Lihatlah diri kalian sendiri.
Rumah kalian dekat.
Punya nyali?
Tidak, sayang, aku percaya.
Sekarang, ceritakan sedikit.
Adegan ke dua.
Siapa bersamamu di mobil?
Maksudku...
Bagaimana rasanya?
Berciuman?
Aku tak merasakan apapun.
Pikiranku tak sanggup.
Tapi, saat aku sanggup...
Wajahku memerah.
Wanita itu sosok luar biasa...
Orang yang memiliki aku.
Bulan purnama.
Dengan tangan terbuka.
Akan kuangkat tanganku.
Menyuruhku menggapai tujuan.
Bagaikan seorang bidadari.
Kenapa begitu menyita pikiranku?
Datanglah ke pelukanku perlahan.
Marilah perlahan lihat diriku.
Aku tahan perlahan.
Aku mencintaimu.
Malam bulan purnama berlalu.
Musim semi adalah kekuatan ajaib.
Ku lakukan segalanya agar dia menyentuh lubuk hatiku terdalam.
Lambo bangun!
Pada saat mau naik mobil, gelangku jatuh.
Saat itu, ada cowok-cowok di belakang kita.
Aku yakin mereka yang ambil, ayo kita ke sana...
Lambo!
Jangan egois.
Bawa peralatan.
Aku tak memiliki apa yang jadi hakku, dan kau takkan membiarkanku pergi sendiri...
...di tengah malam...
...amit-amit, bangun! Ayo!
Ayo!
Jatuh di mana?
Ikuti aku.
Leila!
Hati-hati, ada pagar.
Kau mau ke mana?
Kau mau ke Danau Spring?
Leila.
Kau terlalu berbelas kasihan.
Dengar, kau tak bisa terima, aku tahu...
...tapi harus hari ini.
Malam ini, aku tak bisa jelaskan, kau...
Bisakah aku pulang?
Yakin, kau tak mau lanjut?
Tidak.
Ya sudah, pulanglah! Selamat tinggal.
Sampai jumpa!
Ya Tuhan!
Leila, kau mau ke mana?
Ini kuburan.
Leila, kau tahu...
Kecilkan suaramu.
Setelah kau dengar roh...
Jangan bicara ngawur!
Dengar...
Ada suara.
Ya.
Jantungmu masih berdetak?
Jantungku Miike Top Top.
Ketakutanku.
Kau gila?
Aku yakin mereka akan memerkosa kita. / Diam.
Lihat, apa yang telah kau lakukan.
Diamlah.
Saat aku siap. Seluruh keluarga jadi senang.
Aku menanti, aku menanti.
Ku persiapkan diriku, menanti bersama.
Aku menanti.
Ya Tuhan!
Cepat!
Rusak apanya?
Kau baik-baik saja?
Kau lihat gadis itu?
Masoud Shami, itu nama daerah ini.
Telah dicuri dari kami.
Rakyat jelata seperti kami bisa dapat untung dan membangun hotel di sini?
Lahan ini secara sah adalah milikku.
Pak!
Pak, ada telpon!
Ke sinilah!
Ada apa ini?
Aku bersumpah demi Tuhan...
Aku akan memberi pelajaran pada si Sarwar itu...
Biar dia tahu rasa.
Ayahku lah pemilik lahan ini.
Lahan keluarga kami.
Jadi, pelajaran apa yang ingin kau berikan?
Bodoh!
Dengar!
Dia tak kan berhenti hingga bumi berhenti berputar.
Pahami kepentingan dirimu dan keluargamu!
Kau dikenal di seluruh kota.
Partai tak akan memberikan suara untukmu...
Tunggulah 1 tahun.
Pemerintahan berikutnya ada di tangan kita.
Lalu lihat, apa yang kita perbuat terhadap si Sarwar itu.
Maaf, Pak Bukhari.
No comments yet. Be the first to leave one.