The first 200 lines.
Presented by : Bollywood Mania Club Indonesia
Diterjemahkan bersama oleh : Ananda Rizki Chauhan & Ardhyan Devtara
"Dolly."
"Dolly."
"Dolly."
"Dolly."
"Tandu Pengantin Dolly"
Tidak.
Setelah kita menikah.
Jadi ayo kita menikah.
Ini tidak semudah menebang tebu dari kebunmu.
Sudah berapa lama kita saling kenal?
Baru dua bulan.
Meski baru dua bulan tapi aku merasa seperti sudah mengenalmu selama bertahun-tahun, Dolly.
Tak ada lagi yang ingin aku tahu.
Keluargamu tidak akan pernah setuju dengan hal ini. Begitu juga keluargaku.
Persetan dengan keluarga kita. Siapa yang peduli!
Namaku Sonu Sehrawat!
Jika mereka tidak membiarkan kita menikah..
..aku akan berbaring di atas rel kereta api.
Kemudian mereka akan memohon padamu untuk datang ke rumah.
Yang benar saja.
Lalu bagaimana dengan ayahku yang seorang tentara?
Memangnya kenapa? Apa badanku ditumbuhi jamur?
Apa ada yang salah denganku? Aku juga mencalonkan diri pada pemilu desa.
Oke. Aku kalah.
Lalu kenapa? Banyak orang yang kalah.
Tapi aku mengharapkan untuk menang lain kali..
Dan aku telah menjual tebu senilai 2 juta.
Jika ayahku berteriak padamu, kau akan kencing di celanamu.
Omong kosong, berteriak padaku?
Dolly, kau satu-satunya yang menganggapku remeh.
Kami menjual lebih banyak senjata daripada tebu.
Jangan keliru.
Aku dari Haryana.
Jangan pernah mengatakan aku akan kencing di celana lagi.
Beraninya ayahmu berteriak padaku.
Ya.
Sonu. - Oh! Kakak ipar!
Maaf, kuharap kau tidak keberatan aku memanggilmu begitu.
Tidak, tidak. Aku tidak keberatan.
Raju? - Ya.
Bagaimana kabarmu? - Sangat baik.
Jaketmu sangat bagus. - Bagus?
Ya. - Kau ambil saja.
Tidak. - Ambillah. - Apa yang kau bilang?
Ambillah, sekarang kita kan keluarga. Ambillah. - Terima kasih.
Apakah pas untukmu? - Ya.
Pasti, aku sedang menurunkan berat badan.
Apa ayah di rumah? - Ya.
Ayah. - Ya.
Dia Sonu Sehrawat, temannya Dolly.
Dia ingin berbicara denganmu.
Salam, Pak. - Ya, salam.
Aku perlu mendiskusikan sesuatu tentang Dolly.
Apa itu?
Katakan.
Aku ingin menikahi Dolly.
Apa? Apa?
Aku ingin menikahi Dolly.
Cih!
Bicara tentang pernikahan, orang sipil sialan.
Keluar!
Keluar!
Apa yang sedang terjadi?
Ayah, jika kakak setuju ..
..bagaimana kau bisa bersikap seperti ini?
Tidak, tapi tetap saja, ayah.
Diam!
Apakah tidak ada orang tua di rumahnya?
Dia datang ke sini untuk membicarakan pernikahannya sendiri..
..seperti tak tahu adat. Pergi sana!
Kenapa dia marah?
Ketika dia ke luar di bawah sinar matahari terlalu lama ..
..tekanan darahnya naik.
Itu sering terjadi.
Suruh dia keluar. - Bu, ayah tidak bisa bersikap seperti ini.
Sonu itu temanku. - Aku tahu, sayang, tapi..
Apa dia ibunya Dolly? - Ya
Salam, Bu. Tidak apa-apa, Bu.
Nak, bawa orang tuamu untuk menemui kami.
Aku akan berbicara pada ayahnya. Oke?
Baik, bicaralah padanya sesuka Anda.
Kami bukan pengemis. Kami tuan tanah.
Tahun lalu saya menjual 2 juta pohon tebu.
Saya juga aktif dalam politik.
Saya juga mencalonkan diri untuk pemilu desa.
Jika saya mau, saya bisa kawin lari dengan putri Anda.
Tapi saya tidak ingin menyakiti perasaan ayahnya.
Tapi tadi ayah mencoba memecahkan kepala saya.
Yang benar saja. Terima kasih atas sambutannya.
Selamat tinggal.
Kakak ipar, jaketmu.
Simpanlah.
Terima kasih, kakak ipar.
Oh, Tuhan!
Aku tidak bisa menangani pekerjaan rumah ini lagi.
Mintalah Imarti untuk melakukannya.
Bersabarlah beberapa hari lagi.
Dalam pernikahan berikutnya, untukmu.. - Apa?
Pernikahan berikutnya apa?
Kau berniat punya istri muda?
Pikiranmu benar-benar kacau.
Aku sudah mencoba untuk bilang 'menantu'...
...tapi kau malah berpikir aku akan membawa pulang 'istri muda'.
Yang kalian lakukan selalu saja bertengkar.
Aku bertanya-tanya bagaimana Dolly akan menyesuaikan diri dalam lingkungan ini.
Dolly?
Pada pernikahanmu, pekerjaanmu hanya duduk di atas kuda.
Pastikan kau tidak jatuh. Selebihnya adalah urusan Ayah.
Semuanya.
Aku hanya akan menikah dengan Dolly.
Dan jika tidak, aku akan bunuh diri.
Lalu Ayah bisa menaruh mayatku di atas kuda.
Berhenti menggertak, dan buktikanlah.
Ayah pikir aku menggertak?
Baiklah, aku akan membuktikannya hari ini. Tunggu.
Nak. - Tetaplah di sana.
Aku sudah tak tahan lagi.
Aku akan mengakhiri kisahku dengan minum pestisida ini.
Jangan mengutuk dirimu sendiri nanti..
..kalau anak semata wayangmu bunuh diri. Oke.
Minum saja.
Nak, kau sudah gila. Jangan lakukan itu.
Biarkan saja, Bu.
Apa kau sungguh berniat meminumnya?
Dengar itu, Bu. Aku akan meminumnya - Lepaskan, Nak.
Dengarkan aku.
Ayahmu masih sanggup menambah sepuluh anak lelaki lagi sepertimu.
Apa kau sudah gila?
Aku hanya punya satu anak lelaki.
Jika terjadi sesuatu padanya...
..bagaimana aku bisa hidup dengan suami sepertimu?
Lebih baik aku tak punya anak lelaki daripada punya anak seperti dia.
Pergilah. Lakukan saja apa yang kau inginkan.
Aku pasti menikah..
Tapi kalian berdua harus datang melamar dan membicarakan hal ini.
Katakan padanya untuk bersiap-siap.
Dia tidak bisa pergi seperti ini.
Bawa dia pergi.
Bawa dia dalam gendonganmu.
Aku akan membawanya. - Tidak.
Aku hanya menaruhnya kembali.
Aku bilang bahwa musim hujan di mulai pada bulan Juli..
..jadi, kita harus menikah sebelumnya. - Ya.
Tunggu dulu. Tidak baik terburu-buru begitu.
Pertama, Pak Mayor dan aku akan berbicara tentang hal penting.
Hal penting?
Tentu.
Raju, koper. - Ya.
Aku menyimpan sejumlah uang ini untuk putriku Dolly.
Tidak, Ayah. Kita tidak bisa menerima ini. Ini salah.
Jangan ikut campur.
Omong-omong, berapa banyak?
Memangnya siapa yang mau memberikan ini untuk Anda?
Ini untuk anak dan menantuku.
Hanya hadiah kecil.
29 adalah tanggal yang bagus.
Anda bisa menikahkan mereka pada hari itu.
Tanggal 29 pun bagus. - Sepakat.
Dan satu lagi, aku akan mengundang orkestra juga.
Bagus sekali. - Dia punya DJ terbaik.
Mengapa kau tidak mengundang semua orang di Haryana?
Bibi, apa kau bahagia?
Kami telah memberikanmu putri kami, berarti kami telah memberikanmu segalanya.
Ya, benar sekali.
Bagus.
Berdiri bersama.
Tunggu. Tunggu. Aku akan berdiri di samping Pak Mayor.
Pak Mayor, mendekatlah. - Tersenyum.
Halo.
1, 2, 3. 1, 2, 3. Tes mik!
Tes mik!
Halo. Halo.
Kakak ipar. - Raju.
Di mana kau? - Di sini.
Jaketnya terlihat bagus.
Ayolah, kakak ipar.
Apakah pas?. - Ya, aku merombaknya sedikit.
Hei jas merah. Kemari.
Ya. - Kemari.
Ya, Pak.
Lihat, ini semua keluarga istriku.
Mereka berasal dari latar belakang militer. Angkatan Darat.
Dan lihat istriku?
Dia kuliah di kampus bersertifikasi Inggris.
Dan dia adik iparku, Raju.
Halo.
Sekarang beri sedikit 'interaksi' tentangku. - Kakak ipar.
Kak Ipar, 'introduksi' (perkenalan). - Huh!
Perkenalan.
Perkenalan. - Oke, Pak.
Aku mengerti. - Lihat.
Saya pergi, Anda saksikan.
Jadi, saat kau melakukannya, gunakan bahasa Inggris.
Baiklah. Pergilah sekarang. Dan rapikan rambutmu.
Ayo, aku akan memperkenalkanmu pada teman-temanku.
Salam saudara, ayah, ibu dan saudari.
Hari ini adalah hari bahagia.
Teman kita, saudara Sonu Sehrawat..
No comments yet. Be the first to leave one.