The first 200 lines.
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanya fiktif"
Astaga. Dia terpelanting seperti ini.
- Aku belum pernah melihat ini. - Halo.
Benar, bukan? Kecelakaannya parah.
- Aku ragu dia akan selamat. - Astaga.
Kudengar anaknya bersekolah di dekat sini.
Di mana kecelakaan itu terjadi?
Di bawah sana.
Aku baru saja melihat TKP-nya. Sungguh mengerikan.
- Aku tidak sanggup melihatnya. - Astaga.
Wanita yang malang. Astaga.
Kamu membawa apa hari ini?
- Silakan melihatnya. - Baiklah.
"Tim Penyelamat"
"Polisi"
"Selamat Tinggal, Temanku"
"Episode 13"
"Ibu Jae In"
Apa kita masih perlu bicara?
Aku tidak bisa bicara sekarang.
Ya, benar dia. Siapa ini?
Kamu menelepon dari mana? Rumah sakit?
Kamu mencari Bu Hwang Na Yoon?
Ya. Di mana dia sekarang?
Bagaimana keadaannya?
Dia harus dioperasi sekarang.
Tolong tanda tangani formulir persetujuan operasi.
- Formulir persetujuan? - Kamu keluarganya, bukan?
Bukan, aku...
"Ruang Gawat Darurat dan Perawatan Intensif"
Bu.
Kamu keluarga Bu Hwang Na Yoon?
Seseorang harus menandatangani formulir persetujuan operasi.
Bisa bantu aku menandatangani formulirnya?
Aku?
Maafkan aku.
Kumohon.
Baiklah.
"Formulir Persetujuan untuk Operasi"
"Nama Wali, Song Yeo Wool"
"Teman"
"Ruang Operasi"
Kamu baik-baik saja?
Operasinya pasti akan lancar.
- Kamu yang ditelepon? - Ya.
Kami menemukan ponsel ini di TKP.
Untungnya, ponselnya tidak terkunci. Kami bisa segera menghubungimu.
Terima kasih.
Ini ponsel Bu Hwang Na Yoon.
Dia tidak bisa bicara sekarang.
Halo?
Apa terjadi sesuatu?
Dia cedera dan dirawat rumah sakit.
Di rumah sakit mana?
Apa ini kamu?
Ini kamu, bukan?
Apa kamu berkaitan
dengan kecelakaan Na Yoon?
Halo?
Halo?
Tidak ada surat perintah?
Astaga.
Halo.
Tidak, dia kabur.
Ada yang lupa minta surat perintah.
Kami tidak berkutik.
Di mana kamu sekarang?
Apa?
Benarkah?
Baiklah.
Kamu mau ke mana?
Bu Hwang Na Yoon mengalami kecelakaan mobil parah.
Dia sedang dioperasi. Kami akan menghubungimu.
Apa yang kamu lakukan? Bicara saja.
Pertunjukan sudah selesai.
Bagaimana jika kita bicara sekarang?
Bicara soal apa?
Apa masalahmu denganku? Aku bukan pelakunya!
Diam dan ikut saja.
Astaga. Dia bilang dia lelah,
tapi tidak bisa tidur. Jadi, aku menyuntiknya.
Pasti ada yang salah.
Benar. Dia bilang propofol tidak manjur padanya.
Jadi, aku mencampur beberapa obat, tidak seperti racikanku biasanya.
Aku harus bagaimana?
Kamu harus pulang sekarang.
Aku akan mengurus ini.
Tunggu. Tapi dia...
Seorang wanita tewas.
Aku harus menelepon polisi dahulu.
Tidak perlu.
Ini kecelakaan!
Jika aku menceritakan kejadiannya pada mereka...
Seperti katamu, ini hanya kecelakaan.
Tidak perlu takut.
Tidak apa-apa.
Jangan khawatir. Mengerti?
Kamu bisa tidur dan melupakannya.
Segera antar dia pulang.
"Ruang Operasi"
Bagaimana operasinya?
Operasinya berjalan lancar.
Saat ini, aku tidak bisa menjamin apa pun.
Cederanya parah.
Intinya, mari menunggu sampai pasien siuman.
Dia pasti akan segera siuman.
Kamu tahu betapa kuatnya dia.
Dia harus siuman.
Dia pasti akan siuman.
Kamu tidak mau masuk?
Kamu harus masuk dan menemuinya.
Kamu menunggu berjam-jam. Setidaknya kamu harus menemuinya.
Aku tidak pantas melakukan itu.
Kendalikan dirimu.
Minggirlah jika kamu tidak bisa melakukannya.
Bu Nam.
Lepaskan.
Bu Nam, kumohon!
Jika kita hancur seperti ini sekarang,
aku tidak bisa menerimanya.
Mundurlah.
Biar aku saja.
Halo. Ini aku.
Kamu mengalami banyak kesulitan hari ini.
Terima kasih.
Pasti sulit menjaga anak-anak.
Aku tidak keberatan.
Apa semua akan baik-baik saja?
Kita harus menunggu. Dia masih belum siuman.
Putrinya masih kecil.
Dia harus segera siuman.
Maksudku bukan soal Bu Hwang.
Aku bertanya soal dirimu.
Begitu rupanya.
Itu karena aku.
Sadarlah!
Kamu tidak tahu apa yang terjadi?
Kenapa?
Kamu pikir aku akan mati seperti orang lain?
Aku sungguh terharu.
Entah apa yang kamu rencanakan,
tap jika dia masih hidup, aku akan memercayainya.
Karena hanya dia yang kumiliki.
Kamu akan terus memercayainya?
Baiklah. Kalau begitu,
pilihannya ada padamu.
Sudah kuperingatkan.
Seharusnya aku bicara lebih banyak dengannya.
Seharusnya aku berusaha lebih keras untuk menghentikannya.
Tapi ini terjadi.
Sekarang Commer lolos.
Entah aku harus mulai dari mana atau harus bagaimana.
Ini belum berakhir.
Orang-orang yang terlibat denganku,
semuanya mati atau terluka.
Bu Song.
Bu Song?
Ya. Aku mendengarkan.
Ini bukan salahmu.
Jadi, jangan bilang begitu.
Kamu tidak menangis, bukan?
Tidak.
Beristirahatlah.
Hari ini juga cukup melelahkan.
Jika memforsir dirimu lagi, kamu tidak akan kuat berjuang.
Serahkan masa depan kepada dirimu di masa depan.
- Mengerti? - Baiklah.
Bagus. Kinerjamu bagus hari ini.
Kamu sudah puas?
Haruskah kamu melakukan ini?
Apa ini kebetulan?
An Ji Yong, Doh Jin Sol, dan sekarang Hwang Na Yoon.
Mereka bertiga
berkaitan dengan Song Yeo Wool.
Maksudmu dia membunuh mereka?
- Untuk apa? - Entahlah.
Orang mati tidak bisa bicara.
Dia mungkin ingin menyalahkan mereka atas perbuatannya.
Kamu harus tetap di dekatnya
dan laporkan semua kegiatannya padaku.
Kamu menyewa jasaku?
Tanpa membayar sepeser pun?
Aku bukan klienmu, tapi bosmu.
Secara tidak resmi.
Bagaimana jika aku menolak?
Maka, kembalilah ke sel dan tunggu surat perintahmu.
Kamu cukup pandai mengancam.
Baiklah. Aku akan menurutimu
jika aku boleh bertemu sopir truk yang menabrak Hwang Na Yoon.
Untuk apa?
Izinkan saja.
Maaf, tapi dia mengakui kesalahannya
dan mabuk, dan surat perintahnya dikeluarkan.
Kamu akan membuang waktumu.
Ayolah. Kamu tidak membutuhkanku?
Kita sepakat atau tidak?
Lupakan saja.
Aku akan menelepon Song Yeo Wool sekarang
dan memberitahunya kamu mencoba mengancamku agar membantumu.
No comments yet. Be the first to leave one.