Release info

철인왕후-Mr-Queen-E06-NEXT-VIU
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-12-28
Downloads: 43
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Drama ini fiksi dan semua karakter organisasi, dan peristiwa"

"Tidak berkaitan dengan peristiwa bersejarah"

"Episode 6"

Benar. Di sini.

Di bagian taktik "Wubei Zhi",

jika ada lebih sedikit sekutu daripada musuh,

lari ke area yang kasar.

Jika kamu tidak bisa melindunginya, mundur, dan...

Dia wanita yang aneh.

Astaga, Baginda.

Dia bersikap aneh.

Sampai kapan aku harus menari dengan musik leluhur kerajaan?

Aku

yang bertugas di Pasukan Khusus.

- Dia berbicara dengan arogan. - Lawan aku.

Kamu pasti berpikir kamu raja atau semacamnya.

Aku memang raja.

Terima kasih.

Kamu sudah gila?

Lupakan saja. Aku tidak peduli lagi.

Enyahlah.

Dia juga bersikap sangat liar.

Terkadang dia membuat keputusan yang tampak seperti Buddha.

Jadi, tolong jangan lukai mereka yang tidak bersalah.

Dan di lain waktu, dia semarah iblis.

Jika aku tidak marah di situasi ini, apa aku manusia?

Aku akan menjadi Buddha!

Dalam beberapa hal, dia sangat manusiawi,

dan berusaha memahami wanita misterius ini

Sudah terlambat. Pemahamanmu tidak ada artinya kini.

Apa sudah terlambat?

Apa penjelasanku sulit?

- Apa katamu? - Anda tidak memperhatikan.

Apa yang Anda pikirkan

hingga tidak memperhatikan buku taktik favorit Anda?

Anda pasti memikirkan Nona Hwa Jin.

Tidak.

Tidak perlu berbohong.

Tatapan mata Anda menunjukkan Anda memikirkan seorang wanita...

Aku memikirkan Ratu.

Apa?

Jadi, tolong jangan mengatakan hal yang membuat tidak nyaman.

Ratu adalah wanita,

tapi kamu tahu aku tidak melihatnya sebagai wanita.

Itu masuk akal. Karena dia sangat tidak terduga,

Anda sangat terganggu olehnya.

Ratu adalah orang paling eksentrik dan aneh

yang pernah kutemui seumur hidupku.

Seolah-olah dia berasal dari dunia yang berbeda.

Ekspresi yang terbaik menggambarkan sang Ratu adalah...

Sebentar.

Ini kata yang menggambarkan orang dari luar dunia ini.

Alien.

- "Alien"? - Ya.

Itu sangat cocok dengannya.

Alien.

Apa akhirnya hujannya berhenti?

Hujannya deras sekali.

Kuharap tidak ada yang mengalami kerugian.

Aku setuju.

Aku khawatir.

Sampai kapan kamu akan bicara dengan cara aneh seperti itu?

Sampai hari ini. Hanya sampai hari ini.

Semuanya akan kembali ke tempatnya besok! Ya!

Tidak mungkin.

Baginda!

Buka gerbangnya! Ini perintah Raja!

- Buka gerbangnya! - Buka gerbangnya!

"Kedatanganku sia-sia. Jang Bong Hwanæ

Kamu baik-baik saja?

Sial.

Apa yang kamu lakukan?

Belum lama ini, kamu mencoba membunuhku.

Aku harus menanyakan hal yang sama!

Aku tidak percaya kamu berusaha mengakhiri hidupmu lagi.

Kamu sudah gila?

Kenapa kamu peduli aku mati atau tidak?

Bukankah itu yang kamu inginkan?

Jadi, jangan mengganggu dan pergilah.

Belum terlambat bagiku untuk memahamimu.

Kita lakukan seperti maumu.

Jangan sentuh.

Benar. Jangan sentuh.

- Astaga. - Sial.

Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku!

Sial!

Kamu bilang tidak mau menyentuh, kenapa kamu merelakan hidupmu?

Kamu ingin aku membunuhmu, bukan?

Beraninya kamu menyentuhku tanpa izin.

Masuk akal jika kamu marah.

Aku telah melakukan dosa besar dan utang yang tidak bisa kubayar.

Aku tahu ini seperti dalih, tapi ada kesalahpahaman.

Salah paham atau tidak, aku tidak peduli dengan situasimu.

Setidaknya dengarkan alasanku.

Aku tidak mau mendengar alasanmu.

- Minggir. - Tidak.

Karena aku setuju untuk tidak menyentuh,

aku tidak akan meninggalkanmu sendiri.

Kamu tahu apa artinya tidak menyentuh?

Ya.

Aku ingat semua yang kamu katakan kepadaku.

Jangan sentuh.

Hidup bahagia dan menyenangkan.

Kamu harus hidup, Ratuku.

Kamu melewatkan kata yang paling penting.

"Secara terpisah".

Kamu hidup semaumu, dan aku hidup sesukaku.

Penekanannya bukan pada kata "hidup".

Tapi pada kata "terpisah".

Aku akan melakukan apa pun untuk mematuhi peraturan tidak menyentuh.

Aku akan mencari cara agar kita berdua bisa hidup.

Lupakan saja. Lupakan peraturan tidak menyentuh!

Kenapa tidak?

Aturan tidak menyentuh yang kumaksud berbeda darimu.

Satu hal kecil membuatnya sangat berlawanan.

Itu tidak berbeda.

Akan kubuktikan kepadamu.

Jadi, ayo mengikuti aturan tidak menyentuh.

Aku tidak akan mengikuti aturan tidak menyentuh!

Mari kita ikuti aturan tidak menyentuh!

Sial.

"Episode 6, Pengertian dan Kesalahpahaman"

- Yang Mulia! - Yang Mulia!

Baginda. Apa yang terjadi?

Cepat panggil Kepala Kasim.

Aku baik-baik saja, jadi, jagalah Ratu.

- Ya, Baginda. - Ya, Baginda.

Yang Mulia.

Cepat.

"Kedatanganku sia-sia. Jang Bong Hwan"

Aku merindukanmu.

Aku juga merindukanmu.

Kamu di dalam?

Ya, Ayah.

Aku lihat kamu sudah berpakaian.

Apa tidur Ayah nyenyak?

Ya.

Aku bangun pagi hari ini saat kamu memasuki istana.

Aku akan melakukan yang terbaik agar tidak menodai

nama Ayah dan keluarga kita.

Aku senang sudah tidak hujan lagi. Akan lebih mudah sampai ke sana.

Bersiaplah.

Baiklah.

Aku hampir mati kehabisan napas.

Sejujurnya, aku bisa dalam bahaya jika tidak diselamatkan Cheoljong.

Kenapa wanita ini tidak kembali?

Apa yang terjadi kepada Anda dan Raja?

Kenapa Anda pergi ke danau sepagi ini?

Kamu masih bekerja?

Aku sudah selesai membersihkan semuanya.

Kapan Anda pergi? Aku mengawasi Anda.

Anda melompat ke danau lagi?

Ini tidak seperti yang kamu pikirkan.

Yang Mulia. Aku membawa pakaian yang bisa Anda pakai.

Lalu bagaimana Anda bisa basah?

Bukan apa-apa. Aku senang melihat danau yang penuh air,

jadi, aku pergi berenang.

Apa?

Kalian berdua berenang?

Jangan lakukan itu.

Bagaimana jika Anda terserang flu?

Mungkin danau bukan jalan untuk kembali.

Ini tidak masuk akal.

Baginda.

Anda di sini.

Aku mencari Anda ke mana-mana.

Kenapa Anda terburu-buru...

Kenapa basah kuyup?

- Tidak ada apa-apa. - Tapi...

Hidupku penuh dosa,

jadi, aku akan membantumu, Nona Hwa Jin.

Maafkan aku. Aku tidak melihatmu.

Kamu sungguh tidak melihatku?

Jika orang tanpa kekuatan tahu terlalu banyak,

mereka akan mati pada akhirnya.

Itu peraturan istana.

Aku harus hidup.

Nona Hwa Jin menyuruhku hidup.

Ratu jatuh ke danau lagi pagi ini.

Tapi kali ini, Raja juga...

Sepertinya tidak ada yang tahu kenapa mereka berdua jatuh.

Apakah ini

cukup untuk membuktikan kegunaanku?

Sampaikan pesan itu kepada Ibu Suri.

Haruskah aku menggambarkan perilaku Ratu seperti mereka?

Saat kamu sampaikan pesan itu kepadanya,

katakan semua yang kamu lihat dan dengar darinya

sekecil apa pun itu.

Kamu tidak berhak memilih informasi yang berguna.

Aku akan menuruti perkataan Anda.

Mulai sekarang, kamu akan melapor ke dayang istana

yang menangani kamar sang Ratu.

Kamar, Tuan?

Posisi itu bergaji tinggi.

Terima kasih, Tuan.

Ibu Suri akan berpikir kamu akan lebih berguna baginya.

Dan awasi keberadaan Ratu.

Ya. Serahkan kepadaku, Tuan.

Haruskah aku menggambar bunga yang mekar

atau bunga yang masih kuncup?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left