Lotawana

Lotawana

Download Indonesian Subtitle

Release info

Lotawana 2022 720p WEBRip x264 AAC-[YTS
A Commentary by Bandar1
No Resync

Tags

webrip
web
x264
720p
720
BRip
TS
YTS
Published on: 2022-02-08
Downloads: 27
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku pernah percaya jika tak ada yang bisa memiliki tanah lagi...

...melebihi yang tiga tupai bisa.

Aku temukan diriku gelisah di suatu tempat...

...dimana siapapun bisa bertindak semaunya,

Namun sangat sedikit yang melakukannya.

Aku dulu muda, dan hidup sudah berlalui melewatiku.

Jadi aku angkat jangkar,

Menikmati beberapa detik terakhirku di bawah matahari,

Mengikuti arus mencari realita ketimbang kemewahan.

Aku tak bisa melihatnya pada waktu itu,

Tapi hasratku hanya sebuah penenang,

Sebelum badai terburuk yang tak terhindarkan.

Kenapa kau tinggal di luar sini?

Aku suka aromanya.

Burung, kura-kura, dan terjun ke air.

Aku suka bagamana cahaya terpantuk di air.

Dan bintang-bintang ini.

Juga ketenangannya.

Entahlah.

Aku berpikir semua orang bergelut.

Dan jika aku harus bergelut,

Itu sebaiknya untuk kehidupan yang setimpal.

Bagiku kehidupan ini pergelutan yang setimpal.

Ini caraku untuk bertahan.

Aku tak memiliki rencana besar.

Aku rasa itu bagian terbaiknya.

Apa kau bahagia di sini?

Aku bahagia.

- Aku punya pertanyaan. - Oke.

Untuk apa kau menggunakan teropong?

Tidak ada!

Ya Tuhan. Pria kesepian di kapalnya tertangkap basah.

Kau akan gunakan itu untuk apa?

- Mengintip orang. Tepat sekali. - Tepat sekali.

Aku tak lebih baik darimu.

Kau mau bir?

Tidak. Karena itu akan membuatku ingin pipis.

Lalu aku akan... Aku tak tahu di mana kau...

Aku tak tahu dimana itu terjadi.

Disini ada toilet. Kau harus angkat ranjang itu.

Astaga. Kau tak punya tirai?

Maksudku, aku tentu saja pergi keluar.

- Apa, untuk semuanya? - Ya.

- Aku tak benar-benar... - Kau BAB di danau?

Jika harus. Ya.

Jia harus? Kau harus melakukan itu tiap hari.

Kau melakukan itu setiap hari.

Aku akan gunakan kamar mandi.

Maksudku, tak masalah untuk kencing di danau, tapi...

- Kau tak boleh BAB di danau? - Tidak!

Ya Tuhan!

Di mana tata kramamu?!

Hei!

Bisa kau lakukan itu di tempat lain?

Tunggu sebentar. Singkirkan tanganmu.

- Kenapa? - Orang melihat.

Dari mana kau belajar menari seperti itu?

Dari mana-mana. Kau tahu, aku...

Aku pertama memulai balet saat 7 tahun di Selandia Baru.

Lalu kami pindah ke Australia sebentar,

Kemudian aku belajar lebih seperti tarian moderen.

Lalu kami pindah ke Missouri.

- Dan sekarang kau di sini. - Aku di sini.

Ya, di danau, menari di kapal.

Jadi, bgaimana kau berencana merawatku,

Saat kita tua, Tuan Manusia Danau?

Aku pikir kau yang akan merawatku.

Tidak. Aku harus menari.

Kita akan pikirkan sesuatu.

Uang akan datang.

Menurutku itu lebih penting...

...kita mengukur keberhasilan dalam pengalaman hidup.

Bukan begitu?

Ya.

Aku suka itu.

Bisa kau arahkan ke kanan?

Lumayan.

- Aku benar? - Ya.

Aku tahu aku memiliki peluang 50-50.

Kanan dan kiri, sama-sama memiliki empat huruf

Oke. Bagus untuk diketahui.

- Apa itu masuk akal? - Ya, itu masuk akal...

Apa sebutan bagian depan kapal?

Haluan.

Apa tali yang kau mainkan itu?

Tali ini? Tali layar.

Ini menaikkan dan menurunkan layar utama.

Dan apa benda kecil yang tertiup angin?

Benda kecil ini?

Telltales .

Astaga. Apa semuanya memiliki nama?

Aku rasa begitu.

Oke. Yang ini apa namanya?

Gunnel. Gunwale ...

Itu aneh.

Yang ini? Apa namanya benda kecil ini?

Aku tidak tahu.

Aku tahu pasti ada sesuatu.

Aku akan menuju bawah.

- Apa? - Untuk mengurus lambung kapal.

Tidak?

- Aku segera kembali. - Oke.

- Perhatikan angin. - Kita belum bergerak.

Kita di titik mati.

Ini, potong kita ke kanan.

- Arah satunya. - Tidak.

- Itu kebalikannya. Aku tahu. - Oke, itu...

Aku bisa dibilang benar.

Lihat riak kecilnya?

Jalur liar di atas permukaan, itu adalah angin.

Kita pindah ke sisi kanan kapal.

- Sisi kanan kapal. - Kanan kapal.

Lalu perhatkan, perhatikan telltales -nya.

Itu menyeimbang dan ini waktunya untuk naikkan layar,

Lalu angin akan mendorong kita kembali.

Ya, kita telat melakukannya.

Itu dia!

Bagus, lepaskan itu. Cepat kemari,

Tarik yang kuat.

- Itu dia. Itu dia. - Lihatlah itu. Aku berhasil.

- Lumayan. - Berlayar.

- Berlayar. - Kita berlayar, Bung.

Ada tempat yang sangat bagus untuk berkemah di sini.

Aku belum pernah berkemah.

- Kau belum pernah berkemah? - Tidak!

Kau bercanda.

Bukan, maksudku, aku selalu ingin melakukan itu.

Membayangkan makan malam di samping api unggun,

Dan terbangun dengan kicau burung cukup menyenangkan.

Tapi aku tak pernah mendapat kesempatan.

Aku tak tahu bagaimana perasaanku soal itu.

Ayah macam apa yang tak mengajak anaknya kemah?

Dimana kau melihat kita di masa mendatang?

Di masa depan?

Ya, bersama?

Aku melihat kita di alam liar.

Paman Ellis-ku, dia memiliki bisnis di San Juan Islands.

Bisnisnya membawa orang memancing dan melihat ikan paus.

Dan itu cukup bagus.

Mungkin suatu titik, kita bisa pindahkan kapal ke sana,

Dan melakukan itu juga.

Kau tahu kita tak harus menunggu jika kita tak mau, 'kan?

Aku rasa tidak.

Hei, kau punya gelas takar?

Tidak punya.

- Apa? - Apa yang kau lakukan?

- Apa lagi yang harus aku lakukan? - Entahlah. Kau sangat lucu.

Jangan minum dari botolnya, dasar penggerutu.

- Kau bercanda, 'kan? - Aku tidak bercanda.

Mana tata kramamu?

Kau baru saja tuangkan itu ke tanganmu.

Ya, maksudku, aku... Itu berbeda.

Ini gelas takarmu.

Apa?

Kau takkan mendapat bagian.

Kau takkan mendapat puding. Tak ada puding untukmu.

Baiklah. Aku biasanya gunakan hotdog, tapi kita kehabisan.

Jadi kita gunakan ayam busuk sekarang.

Itu menjijikkan.

- Mereka menyukainya. - Oke.

Mereka suka apa saja jika kau sabar. Itu triknya.

Kau tahu? Aku rasa kau mendapat sesuatu.

- Benarkah? - Ya.

Ini, berdiri. Satu, dua, tiga.

Tidak, tidak, tidak, tidak! Pelan-pelan.

- Lihat itu! - Itu besar!

- Ya Tuhan! - Itu mengeluarkan suara.

Ya Tuhan! Tentakelnya!

Astaga!

Apa... Apa itu?

Entahlah. Kau pasti mendapatkan sesuatu saat memancing.

Apa itu?

- Apa ikannya tak apa? Oke. - Tak apa.

- Apa yang kau dapatkan? - Entahlah.

- Ini sedikit basah. - Apa tulisannya?

Entahlah. Aku tak bisa membacanya.

Ini ada gambar ikannya.

Itu seharusnya berkata,

"Kau harus dipertahankan. Tinggallah bersamaku."

- Apa kau yakin? - Kemari, ya! Tentu saja.

Kau tak keberatan hidup di kapal bersamaku dan ikan lele?

Maksudku, aku kurang lebih sudah melakukan itu.

Baiklah.

Baiklah, sekarang, lepaskan ikan dari kalinya.

Tidak mungkin.

Aku akan membeli sesuatu dari pasar.

- Kau mau sesuatu? - Aku tak apa.

Kejutan!

Wow!

Ini terlihat menakjubkan.

- Kau yang membuatnya? - Ya.

- Kau tak apa? - Ya, aku tak apa.

Ada apa?

Aku sempat bertemu Ibuku sebelum aku tinggalkan rumah.

Apa itu buruk?

Ya.

Dia tak begitu senang...

...aku pindah ke sini bersamamu.

Aku tidak salahkan dia.

Aku rasa aku tak menjadi seperti yang mereka inginkan.

Lotawana subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Lotawana

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left