1978

1978

Download Indonesian Subtitle

Release info

1978 2024 WEBRip id
A Commentary by Kudalumping
Durasi: 01:20:18

Tags

webdl
manually_transcribed
Published on: 2025-07-12
Downloads: 71
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

ARGENTINA MENGALAMI KEDIKTATORAN MILITER TERBURUK DALAM SEJARAHNYA.

CITRA PEMERINTAHAN MILITER DI INTERNASIONAL SEMAKIN MEMBURUK

SETELAH BANYAK TUDUHAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA YANG BESAR-BESARAN.

MENURUTI BUKTI, DEWAN MILITER

MERAYAKAN PIALA DUNIA 1978 YANG MEMUNGKINKAN MEREKA

UNTUK MENUNJUKKAN FIKSI TENTANG NEGARA BERSATU YANG HIDUP DALAM DAMAI DAN HARMONI,

DAN DENGAN BEGITU MENYEMBUNYIKAN KEJAHATAN NEGARA.

SAAT TIM NASIONAL ARGENTINA MENANG DAN MAJU KE FINAL,

RIBUAN ORANG DICULIK,

DISIKSA DAN DIBUNUH DI PUSAT PENAHANAN RAHASIA...

Disiarkan oleh Radio Nasional LRA... layanan internasional RAE,

Penyiaran radio Argentina di luar negeri,

dan LS82 TV, Saluran 7.

Sekarang kita akan mendengarkan kata-kata Presiden Argentina.

Letnan Jenderal Jorge Rafael Videla bicara.

Saat kebenaran sudah tiba.

Negara kita sedang melalui salah satu tahap tersulit dalam sejarahnya.

Dalam menghadapi situasi dramatis ini,

Angkatan Bersenjata mengambil alih pemerintahan Negara kita.

Hanya Negara,

yang tidak menerima peran sebagai penonton belaka dalam prosesnya,

akan memonopoli penggunaan kekuatan.

Kita akan menggunakan kekuatan sebanyak yang diperlukan...

untuk memastikan perdamaian sosial.

Dengan misi ini, kita akan berjuang tanpa henti melawan kejahatan subversif,

dalam bentuk apa pun hingga musnah total.

Mereka akan mengalahkan kita...

Berhentilah mengutuk.

Lihatlah tim mereka!

Resenbrink, Nanninga, Van de Kerkhof bersaudara...

- Kita beruntung mereka tidak membawa Cruyff. - Omong kosong.

Pasarella dan Gallego akan mengalahkan mereka di lapangan.

Sama seperti Peru.

Argentina, finalis untuk kedua kalinya di Piala Dunia...

Nomor lima...

Kau bicara dengan Basualdo?

Ya, kita harus tetap di sini.

Ini omong kosong!

Kita sedang bertugas, Alsina...

Jadi kita akan menonton pertandingannya di sini.

Escobar sedang membuat barbekyu di rumah pedesaannya.

- Semua orang sudah di sana. - Kita tetap di sini. Akhiri diskusi.

Jika ada yang punya masalah, bisa mengadukan ke pimpinan.

Paham?

Main...

Jadi?

Tampaknya ini berakhir di sini...

Envido!

Jadi, kau sedang terburu-buru, Carancho?

“Saat aku memasuki hutan, aku membawa pisau dan senjata api.

Begitulah yang kubilang pada rekanku...

2 Trik dan 3 Bunga”.

Flor dan Truco, kubilang!

Sialan. Kau bajingan yang beruntung, Moro!

Dasar bajingan!

Kuterima!

Wow...

Serang dia! Buat dia berkeringat!

Bagus, bagus...

Bagaimana kinerja kita?

Aku mungkin punya sesuatu.

- Kubilang Retruco! - Kuterima!

Jangan main-main. Katakan kau bisa mengalahkannya...

- Ayolah! - Ya, sialan!

Sekarang kita bisa menonton pertandingannya!

Ayo!

25 juta orang Argentina.

Kita akan bermain di Piala Dunia.

Wow...

Kau punya kartu As Sekop dan kau melipatnya?

Apa idenya? Mempermalukanku di depan kawan-kawanku?

Tidak? Lalu?

Tunggu sebentar... Karena itu tuduhan yang sangat serius.

Kau mencoba memberitahuku Carancho dan Baviera menekanmu untuk mengambil risiko?

Biar kulihat, apa aku memahamimu.

Atau kau sedang mempermainkanku?

Kau tidak mau bicara dengan licik.

Oke, ayo kita lakukan dengan cara apa pun.

Kami mengundangmu menonton pertandingan final dan bermain “Truco” bersama kawan-kawan.

Dan kubilang: “Sekarang dia akan bicara”.

Kupikir kau mungkin akan memberikan nama-nama atasanmu.

Alamat, sesuatu. Tapi tidak, tidak sepatah kata pun...

Sekarang, kau tidak ragu sedetik pun, dalam mengadu domba rekanku.

Kita hidup di masa yang penuh kekerasan.

Masa Perang.

Di mana aturan berubah atau hilang.

Dimana kita perlu menjaga keamanan Negara dengan segala cara yang diperlukan.

Tapi, seperti dalam setiap perang, ada dua pihak.

Sisi kami,

"Penjaga Ketertiban"...

Yang berjuang menjaga keamanan Negara.

Dan, di sisi lain, “Pengkhianat Tanah Air.”

“Para Kolaborator Kejahatan.”

Sekarang, “Kejahatan” butuh kaki tangan.

Ada orang yang mengetahui kebenaran, tapi lebih suka menyembunyikannya...

dan yang, karena mampu meninggikan suara... memilih untuk tetap diam.

“Kejahatan” tahu cara memilih prajuritnya dengan baik.

Tapi...

Kami tahu cara melawan mereka.

- Gol! Gol! - Ayo! Gol!

KEPALA POLISI DIBUNUH.

Terima kasih, Pak.

Tunggu di luar.

Oke, ayo kita mulai...

Namamu Francisco González,

alias "Paco".

Kau belajar hukum di UBA.

Nama ayahmu Mario. Dia seorang pengacara.

Nama ibumu Dora Gutiérrez, psikolog.

Mereka tinggal di Vicente López.

Kau bergabung “Montoneros” tahun 1975 dan meninggalkannya tahun lalu.

Sejak itu, kau aktif di organisasi rahasia lain.

Aku mau kau menceritakannya.

Siapa mereka, di mana mereka beroperasi, berapa banyak sel yang aktif.

Kau pasti salah mengira, aku dengan orang lain, Pak.

Demi ibuku, aku bersumpah aku tidak termasuk kelompok mana pun.

Itu tidak akan berhasil, Paco...

Dalam beberapa menit, Moro akan menanyaimu.

Dia legenda di sini.

Dia binatang buas...

Dia akan mulai memukulmu sampai tulang rusukmu patah.

Kemudian, dia akan menghubungkanmu ke sebuah mesin

dan mengalirkan 800 volt ke tubuhmu hingga testismu terbakar.

Kemudian, hanya untuk kesenangan, dia akan mencabut 3 atau 4 kuku jarimu.

Tapi jauh sebelum itu kau akan mulai bicara.

Kau akan menceritakan padanya segala hal yang kau ketahui, dan semua yang tidak kau ketahui.

Tapi kau tidak akan terhindar dari hukuman.

Karena saat Moro sudah mulai panas, tak ada cara menghentikannya. Mengerti?

Jika kau mau menghindari perawatan itu...

Kau punya satu kesempatan terakhir.

Sekarang, bersamaku.

Beri tahu aku...

Apa nama organisasimu?

Kita bisa percaya pada Paco.

Dia akan mengirim mereka pada pengejaran sia-sia...

Babak pertama berakhir!

Bagaimana kabar “Peronis”?

Pauli...

Pauli...

Paulita, sayang...

Paulita...

Sayang.

Aku punya kabar baik.

Aku banyak berpikir...

aku akan senang, saat semua ini berakhir...

agar kau datang dan tinggal bersamaku.

Begitu banyak kesenangan...

Ya.

Ya, aku mengerti.

Aku merasakan hal yang sama.

Aku senang, sangat senang.

Aku mau kita saling mengenal sedikit lebih baik, mengerti?

Jauh dari semua sampah ini...

Aku tahu seiring berjalannya waktu...

Kau akan belajar mencintaiku. Kau tahu?

Cintailah aku, jalang!

- Cintai aku. - Cukup!

Hei, apa yang terjadi?

Tidak, aku tidak mau tahu, kalau salah satu

dari kalian mencoba merebut pacarku.

Aku tak bisa mendengarmu, dasar bajingan!

- Tidak, Pak! - Diam! Bukan kau.

Brengsek!

Bagaimana denganmu?

Kau orang yang pemberani?

Kau komunis sialan...

Bapa...

Aku berserah pada keinginanmu.

Jangan tinggalkan aku.

Dia bicara, Pak.

Dia memberimu informasi tentang FAR?

Dia bukan anggota FAR.

Apa yang kau bicarakan?

Dia bukan bagian dari kelompok yang kita cari.

Dia milik orang baru yang belum pernah kudengar sebelumnya.

“Liga Persaudaraan Komunis.”

Aku tidak percaya dia jual nama itu padamu.

Kedengarannya seperti klub lelaki...

Ini semua hanya tipuan belaka...

Kalau kau memperlakukan mereka dengan baik,

mereka bohong. Sudah kubilang ribuan kali.

Biarkan saja, Nak... Biar aku yang urus.

Moro...

Beri aku sepuluh menit lagi. Sepuluh menit.

Aku sudah mendapatkan kepercayaannya. Kau tidak perlu masuk.

Aku akan membuatnya sederhana, Nak,

karena aku mau menonton bagian keduanya.

Kau mau aku masuk atau kau lebih suka aku mengirim Carancho?

Itulah yang kupikirkan... Baviera, siapkan mesinnya.

Ada apa, Pak? Kau kasihan pada mereka?

Dengan segala hormat...

Aku tidak menganggap memukuli mahasiswa yang tidak berdaya hingga mati...

adalah tindakan yang pantas dilakukan Angkatan Bersenjata Argentina, Pak.

Dan aku, dengan segala hormat, tidak peduli apa yang kau pikirkan.

Yang penting bagiku adalah kau melakukan pekerjaanmu dengan baik.

Yaitu melindungi Negara kita.

Untuk memperoleh informasi dengan cara apa pun yang diperlukan.

Aku menjelaskannya dengan jelas?

- Ya, Pak. - Kuharap begitu...

Karena jika kalian tidak punya nyali berperang,

More Indonesian subtitles for 1978

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left