The first 194 lines.
Sebelumnya dalam This Is Us...
Kau boleh berlaku baik pada mereka semaumu, Jack.
Tapi mereka bukan hanya wanita dan anak-anak.
Mereka adalah musuh.
Aku punya adik laki-laki... dia meninggal dalam perang.
Aku pergi ke database untuk peringatan perang.
Nicholas Pearson, dia mungkin sudah meninggal,
tapi dia tidak meninggal di sini di Vietnam.
"Jack, yang terakhir. C.K."
Ayahku tahu dia masih hidup.
Ya, ada alamat pengirim.
Bradford, Pennsylvania. Menurutmu dia masih di sana?
Terima kasih, Ken.
- Aku nyalakan TV. - Tidak.
- Hai. - Hei.
- Apa? - Tidak. PR duluan.
- Tanpa TV. - Bagaimana dengan dia?
- Aku selesai. - Hi, semua. Ayo.
Bersiap di kamar kalian, lalu lakukan pada si hebat Pittsburgh
- sesuatu dan mandi, kumohon. - Hai.
Hai.
Terima kasih sudah menjemput mereka dari latihan.
Yeah. Aku di sini untuk melayani.
Hei, jadi aku harus ke luar kota untuk kerjaan besok.
- Di hari Sabtu? - Yeah.
Kami punya... tempat penjualan kayu yang kami kontrakan di Trenton.
Semacam penting aku ada di sana.
- Oke. - Oke.
Aku akan ke atas dan ganti baju.
Aku akan segera turun.
Tunggu. Katamu paman kita masih hidup?
Oke, itu tidak mungkin.
Nicky meninggal di Vietnam.
Randall, bukankah kau dan ayah mengunjungi
monumen peringatan saat SMA?
bukan nama adik ayah tertulis di dinding?
Kata ayah itu terlalu berat baginya.
- Bu. - Ibu juga baru mendengar
ini untuk pertama kali.
Ya, mungkin ayah... mungkin ayah tidak tahu.
- Mungkin ayah hanya... - Ayah tahu.
Ayah tahu. Aku menemukan kartu pos yang dikirim Nicky untuk ayah.
Di tahun 1992.
Wagelaseh!
Aku tahu ini sungguh sulit bagi semua untuk mendegarnya karena itu artinya....
ya, ayah tidak berkata yang seb...
Bradford jaraknya 6jam perjalanan dari sini.
Aku tidak punya nomor telpon tapi aku punya alamat.
Dan tebak apa. Di 2017,
ada seorang Nicholas Pearson tinggal di sana.
Randall.
Siapapun yang ingin pergi bersamaku,
- anda sangat diterima. - Baiklah.
Aku tak mau disumpahi untuk 8minggu lainnya.
Beth ada banyak wawancara kerja nantinya,
Selagi aku bisa dapat seseorang untuk menjaga anak-anak, aku ikut.
Ya, dia ikut. Oke.
Bu? Kate?
Kalian mau bergabung... dalam film kecil perjalanan kami?
Akan menyenangkan. Ini akan seperti Butch dan Sundance
dan Thelma dan Louise. Dan ibu bisa memilih
karakter yang ibu mau; tidak masalah bagiku.
Aku tidak terpaku pada satu karakter tertentu.
Aku sungguh bisa mencair kemana-mana.
- Aku Sundance. Yeah. - Aku tahu. Yeah.
Tidak. Tapi ibu akan,
ibu akan menjaga anak-anak untukmu, oke?
Bu.
Kau tahu kan? Aku tidak bisa.
Aku berjarak 2,500 mil dan aku sedang hamil.
Kate, adik ayah mungkin masih hidup.
tidakkah kau ingin mengenalnya?
Aku tidak ikut. Aku ada urusan.
Kau tahu apa artinya.
Butch dan Sundan...
Hei sayang, lihat kardigan V-ku?
Yang cocok dengan jeans hunter pamanku?
Ada apa?
Semua kalimatnya, sayang.
Tapi... juga
perasaan agak gugup soal wawancara besok.
Kau gugup? Nak, tolonglah...
Jika ada, para perusahaan itu yang harusnya gugup menemuimu.
Karena satu dari mereka akan memenangkan undian Beth Pearson.
Kenapa mereka gugup memenangkan undian Beth Pearson?
Entahlah. Terdengar lebih manis di kepalaku.
Obrolan wawancara kerja, adegan kedua.
Beth Pearson,
Hargamu adalah yang paling tinggi.
Kau akan masuk ke perusahan itu besok
dengan pemikiranmu yang mengagumkan
dan ambisi yang hebat itu
dan heels yang berduri dan mereka akan seperti,
"Beth Pearson, apa yang harus kami lakukan untuk mempekerjakan anda
di dalam gedung ini, Beth Pearson?"
Dan ya, aku menekankan pada Beth Pearson,
karena itu lebih dari sekedar nama, itu adalah sikap.
Sebuah sikap yang berteriak
"Kau tahu kau ingin mempekerjakanku."
Baiklah. Aku lebih suka adegan kedua.
Terima kasih banyak.
Ibumu dan Miguel akan menginap di sini, kan?
Karena aku akan makan malam dengan Zoe
untuk perayaan setelah wawancara.
Dan denga makan malam, maksudku adalah Scotch.
Yeah, mereka siap.
Dan kau?
Kau tegang akan apa yang terjadi
saat bertemu pamanmu yang lama menghilang?
Sejujurnya, aku lebih tegang
soal apa jadinya jika kami tidak bertemu dia.
Say, saat aku sedang mencari William,
satu-satunya yang kupikirkan
adalah apa yang akan kutemukan jika aku mengetuk pintunya.
Seperti, apa dia mirip aku?
Apa dia akan memelukku?
Apa dia akan membanting pintu di wajahku?
Tapi versi terburuk yang bisa kubayangkan
adalah apa jadinya jika tidak ada yang membukakan pintu.
Dan kurasa itu akan terjadi pada Kevin.
Jadi aku harus ada di sana untuknya.
Ya ya...
- Lihat itu. - Apa?
Itu dia.
Perjalanan saudara, ini dia.
Thelma ikut.
- Ambilkan tas ayah. - Untuk di jalan.
Ayam kalkun dan sapi panggang
dengan bumbu cengkeh dan sebuah apel.
Tuhan, aku suka makan siangmu. Dadah.
Regulator, ayo jalan.
Baiklah. Ayah segera kembali sebelum kalian sadar.
- Daaah, ayah. - Ayah akan tepat waktu untuk
- pertandinganku besok, kan? - Ya. Akan akan ke sana.
Ayah hanya ke Trenton.
- Dimana kakakmu? - Di sana.
Hei, Kev. Tidak ingin ucapkan salam perpisahan?
Sampai jumpa.
Bu.
Love you.
Aprikot kering, kesukaanmu.
Ini... gila. Betul?
Maksudku, berbulan-bulan mencari, dan kita sampai di sini...
Road trippin! The Big Three,
akan membuka misteri besar paman kami.
Aku akan pipis segera.
Pipis? Kita baru...
sekitar 12 setengah menit kita jalan.
Oke ya, aku hamil dan banyak pipis.
jadi kau harus menghadapinya.
Aku bawa kudapan perjalanan
kapanpun kalian mau.
Banyak kacang dan buah-buahan.
- Tidak perlu. - Randall?
Yeah?
Kau menghamburkan uang waktu Halloween, kan?
Jujurlah padaku.
- Permen ukuran besar, sebagai catatan. - Yeah?
- Yeah. Untuk dijual - Katakan kebenarannya, itu kismis.
- Itu kismis sehat. - Segenggam kismis.
Kau tahu, ingat, aku tinggal di rumah
dengan empat wanita keras kepala dan berpendirian,
jadi aku tahan dengan ejekan kalian.
Jadi, berapa usia adik ayah sekarang?
Tujuh puluh.
Aku penasaran kenapa ayah bilang adiknya sudah meninggal.
Entahlah.
Tapi kita akan naik ke level
tragedi Shakespear, kurasa.
Bagaimana kau begitu.... tenang soal ini?
Ayah pada dasarnya berbohong pada kita sepanjang hidupnya.
- dan itu tidak membuat kau takut? - Tidak juga.
Saat kau tahu ibumu berbohong padamu
tentang ayah kandungmu selama 36tahun,
tidak banyak yang bisa membuatmu mengoceh setelah itu.
Kurasa ini sungguh mengguncang dunianya ibu untuk
mendengar ini semua tentang ayah.
Aromanya enak..
Menurut nenek, ayah akan membawa pulang Nicky,
seperti ayah membawa pulang Kakek William?
Tidak. Nenek rasa tidak, sayang.
Ayah tentu suka membawa pulang orang. Cuma bilang.
Hei, Tess,
berikan chocolate chips, ya?
Ini dia. Permisi.
Apa nenek baik-baik saja?
Yeah, nenek hanya sedikit lelah.
Baiklah, masukan adonan ini ke dalam oven
sebelum aku memakannya. Sendok teh.
Hei, Jack.
Aku akan tinggal di rumah besar
di danau suatu hari ini..
Akan ada dermaga untuk perahuku.
Oh, yeah?
No comments yet. Be the first to leave one.