The first 200 lines.
Tidak ada yang benar. Segalanya dapat dipertanyakan.
Wahai wong sugih, ada sebuah tanda yang tidak dapat kau lampaui.
Tanda yang tersembunyi dalam dirimu.
Waktunya pembasmian.
Mm-hmm.
Kau ingin aku meludahi wajahmu?
Kau mau, hmm? Kau mau? Kau mau?
Aku kehabisan.
Kehabisan? Oh, Bagus sekali.
Kau kehabisan. Tidak mungkin kau kehabisan!
Apa kau mengonsumsinya?
Aku dikibuli sama engkoh Cina.
Jangan banyak bicala. Bayal hali Jumat.
Lucu sekali. Sungguh lucu sekali apa yang kau baru katakan.
Kehabisan.
Buat mereka melukiskan, menggambarkan, atau menulis ulang.
Mereka membaca yang kau katakan, lalu mereka akan mendalaminya.
Hanya itu satu-satunya cara untuk melakukannya, man.
Kau tidak boleh menulis ulang...
karena menulis ulang itu sama saja menipu...
dan mengkhianati pikiranmu sendiri.
Memikirkan gaya, pola serta kata-katanya itu sama saja...
sebuah pengkhianatan.
Dosa, Martin. Dosa.
Aku tidak dapat menerima...
Penafsiran gaya Katolikmu dari karyaku yang kompulsif...
kata yang diperbolehkan untuk ditulis ulang adalah 100 kata.
Rasa bersalah adalah /Trims. Rasa bersalah adalah kuncinya, bukan dosa.
Rasa bersalah agar tidak menulis ulang semampuku.
Rasa bersalah untuk... mempertimbangkan segalanya dari sudut manapun.
Menyeimbangkan segalanya.
Bagaimana jika, rasa bersalah untuk menerka ulang pemikiranmu?
Pemikiranmu yang terjujur, sederhana, nyata...
sungguh, sebuah kenyataan yang harus kau tulis ulang, Martin.
Apakah menulis ulang dilarang, Bill?
Karena aku akan kacau jika ya.
Basmilah pemikiran rasional.
Itulah kesimpulan yang aku tuju.
Apa yang barusan dikatakan? Aku sedang serius.
Dia juga.
Bagaimana bisnis pembasmianmu, Bill?
Seseorang mencuri serbuk anti-kecoaku. Seseorang mengambilnya dariku.
Hmm. Bill, mungkin itu sebuah pertanda.
Mungkin kau harus menulis tentang pornografi.
Iya, sebuah novel seminggunya $120. Bayaran yang gede.
Aku dapat mengenalkan orangnya.
Aku berpikir untuk kolaborasi antara kita.
Aku berhenti menulis saat umurku 10 tahun.
- Terlalu berbahaya. - Jika saja ada orang yang membaca tulisanmu.
Sejauh ini masih belum ada.
Aku sudah menemukan profesiku. Seorang pembasmi.
Tentu saja, Bill. Itulah yang dunia butuhkan...
- ...seorang pembasmi hama. - Minta rokoknya.
Setidaknya, kau tahu...
kau akan mendapat masalah jika tidak menemukan pencuri serbuk anti-kecoanya.
Tunggu sebentar. Kalian berdua tahu sesuatu?
Kami benar tidak tahu apa-apa.
Kami merasa aneh padahal sudah menjadi masalah umum.
- Ya Tuhan, apa yang kau lakukan? - Kau seharusnya tidak melihat ini.
Tapi, sekarang aku melihatnya, apa-apaan ini?
Aku menyuntikkan serbuk serangga.
Kau mungkin ingin mencobanya.
Atau mungkin tidak.
Aku kehabisan itu saat sedang bekerja.
Kau harus berhenti menggunakannya, Joan.
Mereka membatasi jatahnya seperti bisa ular.
Jadi lakukanlah seperti orang-orang...
dioplos dengan obat pencahar bayi.
Semua kecoanya bakal berak-berak sampai mati.
Ini adalah pekerjaan terbaikku.
Jika aku kehabisan lagi, aku rampung.
Hmm.
Ini, um...
bisa dibilang seperti membuatmu giting.
Bisa dibilang.
Apa Hank dan Martin sudah tahu?
Tidak, kami hanya...
memakai ini untuk mengisi waktu.
Mereka tidak suka, aku suka.
Apa maksudmu dengan, "bisa dibilang membuat giting?"
Giting ala Kafka.
Kau akan merasa seperti serangga.
Cobalah.
Entahlah.
Entahlah.
- Kupikir metabolisme kita berbeda. - Siapa?
Antara kau dengan Kafka?
Kupikir kau berhenti melakukan hal aneh.
Kupikir demikian, tetapi nyatanya belum.
Secara pribadi...
Aku lebih suka kinerja Pyrethrum dibanding Fluoride.
Dengan Pyrethrum...
Kau menyemprot kecoa itu langsung menghadap Tuhan dan klien...
diamana bubuk fluoride...
musti diletakkan, kecoa memakannya...
beberapa hari kemudian, mereka kalang kabut seperti babi.
Jadi begitu, Bill. Jika kau mau yang lebih parah...
kau harus mengganti serbuk yang kau pakai sekarang...
menjadi Fluoride ciamik seperti yang di dalam sini.
Makannya si engkoh Cina samapi begitu. Padahal dia sehat.
Kau lihat dia menelan obat itu?
Itu tidak dimakan sungguhan.
Dia sembunyikan dengan tangannya.
Memang tidak. Tetapi dia sudah lama bernafas dengan serbuk itu, makannya ketawa-ketiwi terus.
Seperti kecoa saja.
William Lee.
- Ada apa ini? - Dia Hauser. Aku O'Brien.
Bagian Narkoba. Kami ingin mengajakmu ke kota, Bill.
Sedikit mempermasalahkan kepemilikan substansi berbahaya.
Kau memiliki catatan, Bill.
Berbagai obat mengalir di nadimu.
Aku orang yang kacau dulu. Aku sudah menikah.
Hidup aman. Pekerjaan menjamin.
Itu bagus, Bill. Itu bagus sekali.
- Lalu, apa ini? - Itu pekerjaanku.
Untuk membunuh serangga.
- Dia bilang untuk membunuh serangga. - Mungkin dia benar.
- Aku ingin melihatnya. - Aku juga.
- Aku ingin melihatnya juga. - Astaga.
Aku ingin mendemonstrasikan, tetapi aku sedang dalam masa pengawasan karena kasus.
Lucu sekali, Bill.
Tetapi, kau tahu...
Kupikir ada serangga di sekitar sini.
Kau benar.
Mari saksikan bagaimana benda kuning ini membunuh.
Kami akan kembali memastikan jika benda itu benar membunuh, nak.
Iya.
Semoga berhasil.
William Lee?
Aku yang merencanakan ini supaya ada waktu untuk berduaan denganmu.
Aku adalah pengawasmu.
- Uh, apa? - Pengawas.
Kau adalah agenku.
Sebagai gantinya, aku melaporkan kepada kepala bagian.
Ayo, ayolah, tuan Lee. Jangan berpura-pura bodoh di depanku.
Oh. Tidak...
bodoh sekali, benar?
Tentu. Begitulah, Bill...
bisakah kau menaburi serbuk ke mulutku?
... iya.
Tentu.
Sekarang...
seperti yang kau harapkan...
aku yang memberi arahan untukmu dari kepala bagian.
Jadi ada seorang wanita.
- Apa? - Seorang wanita.
Wanitamu.
- Istrimu. - Katakan.
Istrimu bukanlah seorang istri yang sebenarnya.
Dia adalah seorang agen dari Interzone Incorporated.
Kau harus membunuh dia.
Bunuh Joan Lee.
Harus dilaksanakan segera, minggu-minggu ini.
Harus dilakukan dengan indah.
Interzone Incorporated?
Sebuah organisasi bermarkas di Interzone...
daerah kejam di pelabuhan utara pantai Afrika.
Surga bagi para anjing kampung di dunia...
yang ada parasitnya menggerogoti perut dunia barat.
Ah, aku tidak mengerti.
Bagaimana mungkin wanita Amerika berkelas seperti Joan...
ingin bekerja untuk orang yang berpakaian dua lapis seperti Interzone Incorporated?
Siapa bilang Joan Lee adalah wanita sungguhan?
Nyatanya, siapa bilang dia manusia?
- Apa maksudmu? - Aku tidak dapat berkata lebih.
Hei, kau mau apa?
Jangan, jangan. Ada ganjarannya.
Kita ketahuan. Kita harus keluar kota.
Tunggu sebentar.
- Apa yang terjadi? - Aku tertangkap karena serbuk serangga.
Aku mulai berhalusinasi karena benda itu.
Tuhan tahu atas apa yang kukatakan kepada si kaki rata itu.
Aku pun tidak yakin bagaimana aku keluar dari sana.
Apa kau membawa serbuk serangga untuk besok?
Membawakah, Bill? Membawakah?
Ya Tuhan, Joan. Kau bertingkah seperti pecandu.
Karena serbuk serangga, demi Tuhan!
Oh.
Aku memiliki kebiasaan kecil, ya, say.
Kau seharusnya memberiku penghargaan karena originalitasku.
Bagaimana kau bisa tahu benda itu tidak akan membunuhmu?
Entahlah, Bill.
Aku tertarik dengan benda itu.
Kau tahu?
Seperti kau tertarik...dengan mantan.
Bagaimana, Bill...
bisakah kau melumuri serbuk ini ke bibirku?
Bisakah, Bill?
Kumohon.
Hei!
Bill.
Hei, kemana kau pagi ini?
Kami merindukanmu di Automat.
Aku, uh... mengalami kecelakaan.
"Aku lupa menaruh peralatanku", itu yang dapat ku katakan.
Iya. Kami sudah tahu.
Tetapi kami melihatmu pergi bersama polisi.
Mereka tidak mengembalikannya ke Cohen.
"Ini barang bukti." mereka bilang.
Iya. Kejadiannya memalukan.
No comments yet. Be the first to leave one.