The first 200 lines.
Pangeran Tersayang
Episode 13 -
Bagaimana jika kita coba berciuman–
Bagus. Ledakan emosi orang baru ini sangat kuat.
Persis seperti yang kuinginkan, perasaan menginginkan seolah ingin memakan pemeran utama pria.
Bagus sekali.
Cut!
Bagus sekali.
Wah! Aktingnya sangat bagus.
Jiang Hao, barusan kau...
Aku takut kau akan melakukan berulang kali dan tetap tidak lulus. Itu hanya akan membuang waktu saja.
Kau kenapa? Kau baik-baik saja?
Aku tak apa-apa...
Tubuh fisikku terpengaruh oleh perasaanku.
Apa itu tubuh fisik terpengaruh oleh perasaan?
Kenapa kau harus melakukan ini semua untuk wanita ini?
Jiang Hao, kau sangat tidak profesional.
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki
Ayo, kita akan melakukan adegan berikutnya sekarang.
Xiao Tao, fokus utama di adegan berikutnya ini ada padamu.
Karena Xiao Qian dihina oleh wanita kaya yang diam-diam naksir dengan Ah Chen,
dia jadi merasa rendah diri dan merana.
Makanya, kau merasa bahwa ini kesempatan baik hingga kau masuk ke mimpinya
dan mencoba mengendalikan tubuhnya.
Oke. - Oke, kalian coba dulu sekali.
Kau siapa?
Aku adalah kau.
Benar. Bagus sekali. Proses ini yang kau lakukan barusan,
kau harus mempelajarinya dari Yuan Qing.
Seharusnya seperti melihat ke cermin.
Kau harus menampilkan perasaan tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa.
Ayo, teruskan. - Oke.
Tapi aku...
Tapi aku tidak terlihat seperti ini.
Karena aku adalah orang yang tak ingin kau akui.
Cemburu, meragukan, dan keburukan diri itu.
Kenapa kau harus sekeras ini menahannya?
Kau jelas bukan orang lemah sebagaimana yang terlihat dari luar.
Biarkan aku keluar, agar perempuan itu merasakan penderitaan.
Bagus. Pada saat ini, Xiao Qian goyah sehingga dia mengulurkan tangannya terlebih dahulu.
Benar, kalian berdua perlahan saling mengulurkan tangan kalian.
Xiao Qing tiba-tiba mencengkeramnya.
Benar. Dan bagian selanjutnya...
Xiao Qian tiba-tiba akan terbangun dan dia sudah dirasuki.
Ayo, bagian ini seperti itu. Bagus sekali. Itu emosi yang aku inginkan.
Ayo, semuanya siap-siap. Kita akan syuting sekarang.
Ayo. - Semuanya, bersiap! Mulai!
Ayo. Ayo. - Papan clapper !
Siapkan sebentar. - Kami sudah siap.
Adegan 12, siap. Beraksi!
Kau siapa?
Aku adalah kau.
Bukan. Siapa kau sebenarnya?
Aku... adalah kau.
Tapi aku tidak terlihat seperti ini.
Hah?
Karena aku adalah orang yang tak ingin kau akui. Cemburu,
meragukan... - Cemburu,
meragukan, dan keburukan diri itu.
Kenapa kau harus sekeras ini menahannya?
Kau tidak seperti ini.
Kenapa kau tidak pergi membunuh perempuan itu?
Biarkan aku keluar.
Agar dia menderita sedikit.
Cut!
Xiao Tao, aku tidak bilang berhenti jadi kenapa kau melakukan gerakan tak perlu itu?
Sutradara, bukannya aku ingin menyalahkan seseorang.
Tapi setiap kali gilirannya berakting, dia kikuk.
Jika aku tak bisa mengambil bagiannya, seluruh adegan akan jadi tak berguna.
Sutradara, tidakkah menurutmu Sun Xiao Tao tidak mampu memerankan ini?
Jika itu masalahnya, kenapa tidak biarkan Yuan Qing-jie mainkan saja seluruh bagian adegan ini?
Biarkan Sun Xiao Tao memainkan adegan tunggalnya saja.
Tunggu. Tunggu. Tunggu, Sutradara.
Mana bisa itu diperbolehkan?
Xiao Tao hanya akan tersisa delapan adegan saja.
Dia adalah tokoh utama wanita kedua. Mana bisa itu diperbolehkan?
Ini jelas-jelas menindas orang.
Kau berkata apa? Kami bersikap baik di sini.
Yuan Qing-jie kami juga harus bekerja keras untuk memainkan dua peran.
Dan dia bahkan tidak meminta bayaran tambahan.
Kau seharusnya berterima kasih pada kami yang sudah membantu membereskan kekacauan ini.
Kalau kau mengeluh bahwa kau cuma punya adegan sedikit, sekalian saja tak usah main.
Dengar apa yang kau katakan. Kau jelas mencari-cari kesalahan.
Kenapa kau bicara seperti itu?
Dia cuma seorang pemula yang mendapat lebih banyak adegan. Wajar saja ingin bersaing.
Kami...
tidak boleh merendahkan diri kami untu orang yang tidak profesional.
Tapi kami harus bertanggung jawab pada film. Tidak boleh membiarkan adegannya hancur seperti itu.
Sutradara, kalau aku jadi kau, aku akan memberikan lebih banyak kesempatan pada pemula lainnya.
Itu benar, Sutradara. Bagaimana menurutmu?
Xiao Tao, film ini benar-benar sangat penting bagi Sutradara Zhao Shi.
Jangan patah semangat. Aku akan merekomendasikanmu pada film lain. Bagaimana?
A-Aku tadi mengikuti naskahnya.
D-Dia yang tiba-tiba mengubah percakapannya.
Benar. Benar.
Ini... Saat kau mengubah percakapanmu, kau seharusnya mendiskusikannya dengan kami dulu.
Bagaimana kau mendiskusikannya? Saat inspirasi muncul, bisakah aku menghambatnya?
Apa kau tahu arti kebebasan dalam berekspresi?
Hanya karena inspirasi muncul, kau bisa seenaknya mengekspresikan dirimu? Lantas aku juga boleh berekspresi semauku juga; sembarangan saja dalam berekspresi.
Lalu bagaimana kita akan mewujudkannya?
Tapi apa kalian berdua sungguh mengerti yang dimaksud dengan kebebasan berekspresi?
Ganti saja dia. - Jika bakatmu tidak bagus, turun saja. - Buang-buang waktu.
Apa maksudmu tidak bagus?
Itu yang dinamakan saling menghormati. Kau tahu itu?
Bagaimana kami tidak hormat?
Beritahu aku bagaimana kami harus bersikap hormat?
Penghormatan macam apa yang kau inginkan?
Kau berani menindas wanitaku.
Kau tidak tahu bagaimana kata "mati" dituliskan.
Xiao Tao, apa pendapatmu?
Sutradara, agak tidak adil bagi Su Yuan Qing berkata demikian.
Aku mengikuti naskahnya.
Seandainya kau mau melihat kebebasan berekspresi, baiklah. Mari kita lakukan sekali lagi.
Ganti saja aku kalau aktingku tidak bagus.
Oke. Mari kita lakukan sekali lagi.
Kalian berdua lakukan yang terbaik. Mari, satu kali lagi.
Oke! Terima kasih, Sutradara!
Bisakah kau mengecilkan volumemu?
Oke, satu kali lagi. - Semangat!
Satu kali lagi, cepat.
Adegan 12, pengambilan 2. Beraksi!
Kau... Kau siapa?
Aku adalah kau.
Bukan, aku tidak terlihat seperti ini.
Karena aku adalah–
Aku adalah cemburu, meragukan,
keburukan dirimu itu.
Kenapa kau harus sekeras ini menahannya?
Itu benar.
Kenapa aku harus menahannya begitu keras?
Kau takkan mampu meloloskan diri.
Kau bukan wanita seperti itu.
Biarkan aku keluar, agar perempuan itu merasakan penderitaan.
Biarkan dia lenyap selamanya.
Cut!
Bagus sekali! Kemampuan akting orang baru ini
benar-benar tak terduga.
Sunggu bagus.
Aku akhirnya merasakan kembali kesenangan saat pertama kali melihatnya di audisi.
Sungguh bagus! - Terima kasih, Sutradara.
Aktingmu sangat bagus, Xiao Tao.
Aku akan minta cuti dari tim syuting. Mari kita berhenti syuting hari ini.
Kita bilang saja kau sakit.
Kita akan kembali syuting setelah mereka mengganti Sun Xiao Tao itu.
Apakah kau tidak hanya menimbulkan masalah?
Bagaimana orang akan melihatku? Tidak bisa menerima kekalahan di adegan mencuri?
Tapi aku sungguh tidak bisa menerimanya. Apa statusmu sampai kau harus menderita perlakuan yang tidak adil ini?
Aku sebenarnya tidak kuatir tentang posisi atau perlakuan tidak adil.
Menang atau kalah tidak ditentukan oleh saat ini. Kami punya masa depan panjang didepan kami.
Aku hanya penasaran saat ini. Bilang, Sun Xiao Tao ini,
bagaimana dia bisa tiba-tiba berakting sangat bagus?
Itu bukanlah seorang pendatang seharusnya berkelakuan.
Tapi bukankah kita sudah selidiki sebelumnya?
Dia sungguh tidak mempunyai pengalaman berakting.
Makanya aku sangat terkejut.
Tidakkah kau merasa ini--
V, pergilah ke mobil dan hidupkan AC. Aku akan keluar segera.
Oke.
Gerakan ini sangat mirip dengan Jiang Hao.
Jiang Hao hanya minum espresso dan yang aku beli adalah latte.
Terima kasih, kak Yuan Qing.
Xiao Tao sebelumnya benar-benar Xiao Tao dan Xiao Tao sekarang bukan dia.
Mungkinkah dugaanku benar?
Apakah benar itu Jiang Hao?
Apa? Masih melanjutkan emosi di panggung tadi?
Aku hanya merasa kalau aktingmu waktu bagian perasukan tubuh itu cukup bagus.
Kau cukup berbakat.
Terima kasih.
Ketika aku membaca naskah selama dua hari ini, aku terus berpikir.
Didunia ini, apakah ada sungguh hal semacam itu?
Satu orang memasuki tubuh orang lain. Menggunakan tubuhnya untuk berbicara, berpikir,
dan bahkan membalas dendam.
Cukup menarik. Ketika aku membaca naskah beberapa hari ini, aku juga punya pemikiran tiba-tiba.
Jika kau ada hubungannya dengan kematian seseorang, akankah kau mendapatkan mimpi buruk dimalam hari?
Mungkin. Sebagai contoh, jika hari itu Jiang Hao tidak mencariku,
mungkinkah dia tidak mati?
Kau yang menyebabkan kematianku! Apa yang kau lakukan?
Kau sungguh Jiang Hao. Tidak heran aktingmu sangat bagus tadi.
Kau tidak datang kesini untuk membalas dendam kepadaku, kan?
Balas dendam? Apa yang telah kau lakukan kepadaku?
Tidak ada... - Tidak ada?
Tidak ada. - Bukankah itu kau yang menelponku?
Kuberitahu kau. Jika kau bisa menjelaskannya dengan jelas kepadaku hari ini, aku akan melepaskanmu.
Jika kau berani bohong kepadaku, aku akan...
Aku mohon...
Aku mohon...
Katakan!
Aku akan katakan.
Hari itu...aku sungguh sangat sedih.
Aku menelponmu.
Halo. - Mari bertemu.
Tidak perlu.
Aku beritahu kau kalau aku berencana mengadakan konferensi pers besok sore.
Tebak apa yang aku akan katakan.
Jika kau datang, mungkin kita bisa mempunyai situasi menang-menang.
Menunggumu.
Aku paling benci ketika seseorang mengancamku. Lakukanlah apa maumu.
Aku menunggumu sangat lama.
Tapi...sebaliknya aku menerima kabar kecelakaan mobilmu.
Konferensi persnya juga tidak dilanjutkan.
No comments yet. Be the first to leave one.