Release info

미운 우리 새끼 My Ugly Duckling Episode 140 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT. Guests:nGab-jin, Chun-jik, Kim Soo-mi, Tak Jae-hoon. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-05-27
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Berbincang"

- Begini... - Kalian tahu aku selalu ketiduran.

Tadi kamu ketiduran.

Aku ahli soal ketiduran.

Kurasa kamu kurang tidur belakangan ini.

Ya, aku kurang tidur belakangan ini.

Dia mengacungkan jempol.

Aku kurang tidur belakangan ini.

Dia terus mengacungkan jempolnya.

- Dia mempromosikan lagu. - "Thumb Up".

- Lagu Jin Young, "Thumb Up". - Ya.

- Itu... - Dia mempromosikan lagu Jin Young.

- Ya. - Kamu harus melakukan

apa pun yang kamu bisa.

Kamu juga melakukannya kadang-kadang.

Ya.

Kamu bisa "Stand still".

- Kamu bisa... - Jalan di tempat?

Tolong coba selagi kita bahas.

Dia mempromosikan lagu putrinya. Kamu harus menyanyikan lagu putramu.

- Silakan berdiri. - Ya.

Tentu. Kamu harus melakukan ini.

- Aku harus lakukan untuk putraku. - Lakukan untuk putramu.

Lagu putraku adalah "Standstill".

"Dia jalan di tempat"

"Tertawa"

Dia menjadi malu

dan dia biasanya tidak melakukan hal ini. Jadi, ini luar biasa.

- Dia melakukannya - Aku melakukannya untuk putraku.

- untuk Jong Kook. - Untuk Jong Kook,

- dia akan melakukan apa pun. - Harus.

- Dia luar biasa. - Aku harus lakukan demi putraku.

- Itu yang dilakukan para ibu. - Maaf,

tapi apa judul lagu baru Soo Hong?

Aku tidak tahu.

"Apa judul lagu baru Soo Hong?"

"Aku tidak tahu"

Lucu sekali mendengarnya di kehidupan nyata.

"Aku tidak tahu."

- Katakan itu saat mereka bertanya. - Aku tidak mau.

- Kenapa tidak tahu "Sorry, Mom"? - Ya.

- Dia punya lagu baru. - Dia merilis lagu baru.

- Bukan "Sorry, Mom". - Sebelumnya...

"Sorry, Mom"...

"Apa judul lagunya?"

Kita semua lupa.

Tidak ada yang ingat judul lagunya.

- Soo Hong, maafkan kami. - Bahkan ibunya tidak ingat.

Soo Hong, maafkan kami.

Aku tidak ingat judulnya.

Soo Hong, kamu harus bekerja lebih keras.

"Tidak ada yang ingat lagu baru Soo Hong"

"Putra Menggemaskan Orang Lain"

- "Putra Menggemaskan Orang Lain". - "Putra Menggemaskan Orang Lain".

Itu putra orang lain.

"Tempat ini tampak asing"

Kita tidak pernah melihat apartemen ini.

Kelihatannya asing.

"Apartemen ini milik"

"Son Hun Su?"

- Kamu di kamar mandi? - Itu Hun Su.

Kenapa tidak tertutup?

Apa ini?

Itu...

Hun Su, di luar cerah. Jemurlah di luar.

Ini...

Jemurlah di luar. Nanti bau.

- Itu Soo Hong. - Itu Soo Hong.

Mereka tidak terpisahkan.

"Itu putraku"

- Nanti bau. - Masalahnya...

Omong-omong, tempat ini rapi sekali.

Ya. Karena...

Nyaman sekali.

- Dia pindah? - Ini jauh lebih baik

dari padatempatmu yang lama di lantai atas kantor.

Tapi kenapa berbentuk segitiga?

Apa gedungnya berbentuk segitiga?

- Itu pasti di sudut. - Sebenarnya,

aku melihat feng shui.

Tempat ini pasti bagus.

- Itu lumayan. - Apa alisnya ditato?

Alisnya pasti dirias. Warnanya hitam sekali.

Benarkah?

Aku melihat feng shui. Tempat ini pasti bagus.

- Ini lumayan. - Bagus menurut feng shui?

Ruang tamu segitiga?

Aku melihat apartemen berbentuk persegi panjang juga...

Ya, tapi...

Apa apartemen segitiga bagus?

Segitiga?

Semua ruangan berbentuk segitiga.

Itu apartemen segitiga.

Rumah segitiga dianggap membawa keberuntungan di masa lalu.

- Benarkah? - Ya.

- Rumah segitiga? - Ya.

Rumahnya mirip saringan.

- Saringan keberuntungan? - Ya.

- Itu bisa membuatmu kaya. - Dia akan kaya.

Kelihatannya agak sempit, tapi pasti menguntungkan.

Kelihatan sempit?

Itu menarik.

Beberapa daerah pasti percaya hal-hal berbeda.

Itu seperti saringan.

- Seperti ini. - Mereka di sini baru-baru ini.

"Kelihatannya agak sempit"

- Omong-omong... - Ayo makan di luar.

Masalahnya, orang tuaku akan datang.

- Ke sini? - Ya.

Begini...

Akan ada syukuran pindah rumah?

Saat mereka melihatku tinggal di gedung perkantoran,

mereka sangat sedih.

- Aku ingin menunjukkan ke mereka... - Jadi, kamu mengundang mereka?

Bersih-bersihlah sedikit.

Sudah kulakukan.

Saat mereka melihatmu, mereka mungkin pingsan.

- Kenapa? - Mereka sangat ingin bertemu kamu.

Aku harus bilang apa?

Kamu pahlawan bagi mereka.

- Jangan berkata begitu. - Aku serius.

Ibuku bahkan menangis beberapa kali saat membicarakanmu.

- Kenapa? - Dia berterima kasih kepadamu.

Dia menangis saat menontonmu di TV.

Dia merasa berutang budi padamu.

Soo Hong merawat putranya dengan baik.

Soo Hong sangat menyukai Hun Su.

- Mereka menyanyi lagu baru bersama. - Benar.

- Mereka tidak terpisahkan. - Dia bilang Hun Su baik.

- Soo Hong pasti baik pada Hun Su. - Sangat baik.

- Mereka bernyanyi bersama? - Soo Hong bilang Sun Hu baik.

- Aku merasa terbeban. - Jangan begitu.

Jadilah dirimu sendiri.

Singkirkan ini.

- Bersihkan ini. - Tidak usah.

Ayolah.

- Orang tuamu mau datang. Bersihkan. - Baik.

Bersihkan.

Mereka sudah sampai.

Astaga.

- Ibu. - Hai.

Halo.

Halo.

"Berjalan cepat"

"Dia lucu"

"Astaga"

"Senang"

Berikan padaku.

- Hati-hati. - Itu berat.

- Astaga. - Aku mau memelukmu.

Astaga.

Astaga.

Orang tua sangat menyayangi anak-anak mereka.

- Benar. - Terima kasih.

- Sama-sama. - Maksudku...

Senang bertemu.

Kamu tidak tampak tua.

Terima kasih sudah datang ke sini.

Entahlah.

Rasanya seperti mimpi.

Apa maksudmu?

- Kamu mirip Hun Su. - Kami mirip, bukan?

- Ya. - Jadi...

Kamu mirip Hun Su.

Mereka sangat mirip.

- Mereka mirip. - Mereka mirip.

Hun Su mirip ayahnya.

- Hun Su... - Izinkan aku juga memelukmu.

Tentu.

"Ini seperti jumpa penggemar"

- Astaga. - Kami sangat menyayangimu.

Kamu tampan sekali.

Kami senang sekali.

Hun Su...

- Ibu menangis? - Ibu hampir menangis.

Ibu senang sekali.

Jika kamu menangis,

aku juga akan menangis.

Aku

penggemar beratmu.

- Benarkah? - Ya.

Kamu baik pada Hun Su, jadi, kami ingin bertemu denganmu.

- Dia menyukaimu. - Aku serius.

Ini pasti kali pertama bagi Soo Hong bertemu mereka.

Benar.

Karena kamu berkata begitu,

- aku merasa bertanggung jawab. - Tidak.

- Aku akan lebih baik padanya. - Omong-omong...

Kamu mau pindah?

Apa semua ini?

- Itu hanya... - Ibumu sangat murah hati.

- Astaga. - Ini...

- Ini pasti untukmu. - Bisa dibilang dia selalu begini.

Ini untuk ibumu.

Tidak.

Ini tanda terima kasih dari kami.

- Begini... - Ya.

Daripada membeli hadiah...

- Aku ingin berterima kasih. - Ini untuk ibu Soo Hong.

Rasanya mungkin tidak enak, tapi kami ingin berterima kasih.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left