The first 200 lines.
"Episode 79"
Ayo masuk.
Sebentar.
Aku Park Gang Chul, Wakil Pimpinan Grup Aura
yang menjadi buron atas penggelapan dana.
Aku akan menyerahkan diri.
Ayo masuk.
Di mana Ibu dan Ayah?
Di mana
kakek dan nenekku?
Mereka tidak ada di kamar?
Mari periksa lantai atas.
Apa katamu?
Konferensi pers?
Maksudmu,
kamu mau aku bilang kamu cucuku di sana?
Tunjukkan saja kepada mereka
betapa sakitnya Anda, seperti sekarang.
Apa maksudmu, dia sakit?
Pimpinan, kamu sakit apa?
Sayangnya,
dia tidak mengenaliku, cucu sulungnya, Nenek.
Apa? Cucu sulung?
Kenapa kamu cucu sulung kami?
Kamu bukan.
Soo Ho cucu mereka.
Kamu mau bilang Kakek mengidap demensia
di depan para reporter?
Jadi, kamu bisa bertingkah seperti cucu keluarga Aura?
Aku sibuk, jadi, harus pergi.
Istirahatlah di sini sampai rapat pemegang saham selesai.
Tas-tas apa ini?
Kenapa kami butuh koper untuk pergi ke konferensi pers?
Kamu tidak berusaha mengusir Nenek, Kakek,
dan aku ke tempat yang jauh, bukan?
Setelah rapat pemegang saham selesai, kalian bisa ke Alpen
untuk beristirahat di pemandian air panas nyaman.
Itu punya fasilitas media yang baik juga,
jadi, itu cocok untuk menghabiskan sisa hidup kalian.
Apa itu?
Kenapa kamu...
Astaga.
Nam Joon.
Tidak.
Aku tidak bisa hidup tanpa Do Ri,
maksudku, No Ah.
Jangan usir aku.
Maaf. Aku sungguh minta maaf. Biarkan aku tinggal dengan Do Ri.
Bawa mereka!
- Astaga. - Nenek.
Nam Joon! Kumohon!
Nenek!
- Kita mau ke mana? - Lepaskan aku!
Lepaskan!
Lepaskan.
Tidak! Aku tidak akan meninggalkan Do Ri!
Nam Joon! Jangan usir aku!
Masuk.
Bagaimana dengan Soon Im? Kamu mengirimnya ke mana?
Kenapa kami naik mobil berbeda?
Kami akan mengantar Nyonya Besar secara terpisah
sampai rapat pemegang saham dan konferensi pers berakhir.
Bawa dia.
Mereka memisahkan Kakek dan Nenek ke mobil berbeda.
Kita harus mengikuti siapa?
Hubungi Kak Soo Ho. Sekarang juga.
Baik.
Nomor yang Anda tuju...
- Dia tidak mengangkat. - Tunggu.
Kak, kita dalam masalah.
Mereka memisahkan Kakek dan Nenek ke dua mobil berbeda dan pergi.
Kami harus mengikuti siapa?
Mereka di mobil terpisah?
Kamu tidak bisa menghubungi Soo Ho setelah dia pergi ke rumah?
Tidak, dia tidak mengangkat.
Ikuti Nenek.
Nam Joon akan membawa Pimpinan ke ruang pers
untuk konferensi pers.
Jadi, jangan sampai kehilangan Nenek.
Cari tahu ke mana mereka
Baik.
San Dal, ikuti neneknya.
Baik.
Bagaimana keadaan di luar?
Para reporter datang?
Ya, di luar ramai karena rapat pemegang saham
tepat setelah konferensi pers.
Kamu sudah memastikan ruang tunggu untuk konferensi pers kosong?
Mereka hampir selesai membereskannya,
jadi, kita bisa mengaturnya setelah mereka selesai.
Berikan sahamnya.
Serahkahn. Jangan buang tenaga.
Terima kasih.
Siapa itu?
Polisi.
Kami menerima telepon ada buronan bersembunyi di sini.
Buka.
Kamu menelepon polisi?
Ya, aku menyerahkan diri.
Jangan bilang
kamu kira kami datang tanpa persiapan.
Kamu kira kami tidak menduga kamu akan melakukan ini?
Nam Joon dan kamu
tidak akan mendapatkan yang kalian inginkan.
Karena aku... Kami
tidak akan membairkannya.
Kami akan memastikan
semua orang tahu kejahatan yang kalian lakukan.
Park Gang Chul.
Ya, aku Park Gang Chul.
Park Gang Chul.
Anda ditahan atas penggelapan dana.
Tahan dia juga.
Dia sekongkolku.
Dia mengambil semua uang
yang kugelapkan.
Apa maksudmu?
Tidak. Aku tidak ada urusannya dengan pria ini.
Jangan berpura-pura bodoh.
Kamu menyimpan semua uang
yang kita ambil.
Anda harus ikut dengan kami.
Astaga.
Jika Anda tidak bisa menghadiri rapat pemegang saham,
Nam Joon tidak akan punya
suara Anda, apalagi suara Pimpinan Jung.
Soo Ho, segera ke kantor.
Paman yakin Nam Joon membawa Pimpinan
ke konferensi pers.
Pergi dan selamatkan Ibu dan Ayah.
Baik, Pak.
Ada apa?
Bu Cho baru saja ditahan polisi.
Wakil Pimpinan menyebutnya sekongkol dalam penggelapan dana.
Apa?
Bu Cho dibawa polisi bersama Wakil Pimpinan.
Apa yang harus kulakukan?
Walaupun konferensi persnya berjalan dengan lancar,
dia harus dibebaskan sebelum rapat pemegang saham
agar bisa memilihku.
Gang Chul memakai akalnya.
Benarkah Pimpinan Park demensia?
Pak Kim, benarkah Anda berbohong soal menjadi cucunya?
Kami akan membuat pengumuman resmi
di konferensi pers.
- Berikan kami pernyataan! - Pak Kim!
- Benarkah itu? Pak Kim! - Minggir.
- Benarkah itu? - Minggir.
Minggir.
- Kami akan - Apa yang kalian
- lakukan kepada Pimpinan? - menyiarkan langsung
sesaat lagi dari konferensi pers.
Mereka harus tampak di kamera.
Nam Joon baru saja membawa Pimpinan ke kantor.
Tapi aku tidak melihat Bu Cho.
Wakil Pimpinan menyerahkan diri dan bilang Bu Cho sekongkolnya
lalu pergi ke kantor polisi. Dia harus menghalangi Bu Cho
dari konferensi pers dan rapat pemegang saham.
Apa yag terjadi jika Bu Cho tidak bisa menghadiri rapat?
Nam Joon
tidak akan punya cukup suara untuk menjadi pimpinan.
Jadi, Nam Joon akan berusaha lebih keras
di konferensi pers karena dia harus bertindak sendiri.
Bagaimanapun, dia akan berusaha lebih keras meyakinkan orang
bahwa Kakek sakit
dan dia cucu sulung di rapat.
Bagaimana dengan Nenek?
Seul Ha dan San Dal mengikuti dia.
Melihat mereka memisahkan keduanya ke mobil berbeda,
kurasa mereka berencana
memanfaatkan Nenek untuk mengancam Pimpinan.
Aku menyuruh mereka terus mengikuti Nenek.
Aku memasang kamera di ruang tunggu konferensi pers.
Aku akan merekam video Nam Joon
mengancam Pimpinan.
Jadi, seluruh dunia tahu hal keji macam apa
yang dilakukan Bu Cho dan Nam Joon.
Jangan sampai tertangkap basah.
Aku akan segera ke sana.
Kamu harus cepat. Pimpinan dan Pak Kim datang.
Pimpinan.
Apa yang kalian lakukan?
Apa yang kalian lakukan? Pimpinan.
Jangan sampai para pemegang saham dan anggota dewan
masuk ke ruang pers.
Baik, Pak.
Astaga.
Kenapa lama sekali? Cepatlah.
Aku tidak bisa mendapat sudut yang benar.
Berapa lama lagi?
Kurasa satu sampai dua menit dan selesai.
"Rapat Pemegang Saham Grup Aura"
Apa yang kamu lakukan? Minggir.
Apa yang kamu lakukan kepadanya?
Kenapa dia seperti ini?
Kamu tidak bisa lihat dia sakit?
Kenapa kamu membawa pria sakit ke konferensi pers?
Jika dia sakit, kamu seharusnya membawanya ke rumah sakit.
Pimpinan.
Anda baik-baik saja?
No comments yet. Be the first to leave one.