The first 200 lines.
Nyanyian Phoenix
Episode 43
Sayang aku tak bisa bersama dengan kenalan lama; dengan siapa aku akan mengagumi tanaman yang aku petik? -Memikirkan Kecantikan dari Sembilan Bab karya Qu Yuan-
Tuan Shang, Ibu Suri memintamu untuk mencari dokter terbaik di Chu,
tapi lihatlah para tukang obat yang kau temukan ini.
Menjawab Yang Mulia, mereka adalah dokter terbaik di Chu.
Kau berani mangatakan itu lagi.
Ramuan obat mereka hanya mengobati gejala penyakit bukan mengatasi penyebabnya,
dan kau berani menyebut mereka dokter terbaik di Chu.
Mo Chou yang melakukan kejahatan dan seluruh Istana Dalam tidak bisa merasakan kedamaian.
Mo Chou .
Kau sudah datang.
Ibu? Ibu!
Ibu!
Mo Chou.
Ibu.
Ibu, setiap langkah begitu menantang.
Jauh di dalam Istana, selalu ada banyak bahaya.
Bagaimana kau bisa tenang?
Lalu aku harus bagaimana?
Orang yang tak berperasaan tidak akan menderita seperti orang yang punya hati.
Tak perlu kata untuk kesedihan dalam lukisan dan kamar hias.
Ibu.
Ibu! Ibu!
Ibu! Orang yang tak berperasaan tidak akan menderita seperti orang yang punya hati.
Tak perlu kata untuk kesedihan dalam lukisan dan kamar hias.
Ibu, apa yang kau coba beritahukan padaku?
Aku tak pernah menyangka kau akan melakukan hal seperti ini.
Penasehat Agung, kakakku tidak akan melakukan hal seperti ini.
Kalau kau berakal, kau seharusnya segera mengaku.
Kalau tidak, kami juga akan berada di posisi yang sulit.
Apa masalahnya denganmu?
Aku juga tak ingin kau mengalami penderitaan fisik.
Tapi kalau kau menolak untuk mengaku,
maka kesalahan bukan padaku.
Penjaga!
Penasehat Agung, kita belum menyelidiki ini secara tuntas, menggunakan penyiksaan mungkin...
Kalau sudah diselidiki dengan jelas apakah kita akan perlu melakukan penyiksaan?
Mulai!
Qing'er! Qing'er!
Jangan pukuli dia lagi! Jangan pukuli dia lagi!
Kau kejam dan tak tahu malu!
Aku hanya melakukan tugasku untuk Raja.
Kau yang membuat ini menjadi sulit.
Kalau tidak, bagaimana bisa gadis kecil ini
perlu mengalami siksaan sedemikian rupa.
Aku sudah memberitahu bahwa bukan aku yang menaruh racun. Bukan aku! Apa lagi yang kau ingin aku katakan!
Racun itu ditemukan di wadah obatmu.
Kalau bukan kau, apakah racun itu masuk sendiri?
Beritahu aku. Siapa yang menyuruhmu.
Bukan aku! Bukan aku!
Kalau kau begitu,
kau membuat aku kesulitan.
Pukul lebih keras!
Berhenti!
Penasehat Agung, kita tak bisa memukuli dia terus-terusan, bisa-bisa lepas kendali.
Hakim Chen,
kau seharusnya menyelidiki kasus ini.
Haruskah aku keluar dan meninggalkan ini semua untuk kau urus?
Kau...
Pukul dia!
Tidak! Jangan!
Zi Shang!
Pergi!
Kakak! - Qing'er!
Kakak!
Aku sudah bilang, bukan aku yang menaruh racun itu.
Kalau kau ingin memukul seseorang, pukul saja aku!
Memalukan! Memalukan, kalian berdua!
Baiklah. Kau ingin dipukul? Aku akan mengabulkan permintaanmu!
Pukul mereka! Pukul mereka bersama-sama! Yang keras!
Kakak! Kakak!
Kakak!
Apa? Mo Chou?
Ya. Rempah obat yang Pemusik Mo Chou berikan pada Yang Mulia ternyata mengandung racun.
Masalah besar begini, mengapa Ratu belum memberitahukannya padaku.
Yang Mulia Ratu tentunya takut membuat Ibu Suri cemas,
dan akan melaporkan pada Yang Mulia hanya setelah memperoleh hasil.
Apakah perlu penyelidikan lebih lanjut? Bukankah hasilnya sudah jelas?
Tapi kurasa,
Pemusik Mo Chou tidak terlihat seperti orang yang bisa meracuni Raja.
Kau rasa?
Seberapa baik kau mengenal Mo Chou?
Mo Chou itu baik hati.
Dia bukan seseorang yang bisa melakukan hal seperti itu.
Ratu dan Penasehat Agung Shang sedang melakukan penyelidikan, kita akan tahu pada waktunya.
Tapi menurut yang aku tahu,
Penasehat Agung sudah menyiksa Mo Chou dan temannya.
Kalau terus dipukuli seperti ini, aku takut, akan ada pengakuan karena paksaan.
Beraninya kau.
Apa maksudmu Ratu dan Penasehat Agung telah sewenang-wenang terhadapnya?
Bukan.
Mohon tenanglah, Ibu Suri.
Aku hanya berharap bahwa orang yang tidak bersalah tidak dirugikan.
Kalau kau tak punya bukti, jangan bicara sembarangan.
Kalau benar Mo Chou tidak menaruh racun itu, maka Ratu dan Penasehat Agung akan segera melepaskannya.
Kalau ini berhubungan dengan dia, lebih baik tidak ada yang memohon pengampunan.
Maju!
Yi'er! Yi'er! - Yi'er! Yi'er!
Yi'er, kau baik-baik saja? - Yi'er!
Kau baik-baik saja? - Kakak! Kakak.
Ayah, mengapa kau juga ada disini?
Mo Chou, apa yang terjadi! - Aku...
Asalkan kau beritahu siapa yang menyuruhmu untuk menaruh racun dalam obat Yang Mulia,
ayah dan adikmu akan selamat.
Kalau tidak...
Racun? - Ra-racun?
Mengapa aku harus mengakui sesuatu yang tidak aku lakukan?
Berhenti bermimpi!
Masih tak mau bicara!
Penjaga! - Ya!
Pukuli mereka! - Baik!
Apa yang kau lakukan? -Mo Chou!
Kakak! - Apa yang kalian lakukan? Yi'er! Yi'er!
Kakak! - Lepaskan!
Yi'er!
Berhenti!
Yi'er!
Berhenti! Yi'er!
Aku yang melakukannya!
Aku yang melakukannya!
Mo Chou, apa yang kau katakan?
Kakak, jangan katakan. Apapun yang kau katakan,
mereka akan tetap membunuh kita.
Berhenti! Berhenti!
Berhenti memukuli mereka!
Zi Shang! Kau tidak takut Yang Mulia akan membebani
karena menggunakan penyiksaan?
Yi'er!
Yi'er!
Ayo pergi dulu.
Baik!
Ayah! Ayah!
Yi'er!
Ayah, Ayah!
Ayah! - Yi'er!
Ayah, kau baik-baik saja?
Yi'er! - Ayah!
Ayah! Ayah!
Aku baik-baik saja, Kak Qing'er.
Istana Hua Mo
Oke, oke, berhenti minum. Sudah malam.
Berikan aku sedikit ketenangan di sini. Jangan ganggu aku.
Tuangkan aku sedikit arak.
Apakah kau masih terbebani kasus Mo Chou?
Selain ini, ada apa lagi?
Mengapa itu sulit diselesaikan?
Tuliskan saja surat pernyataan untuknya dan tekankan jarinya di atasnya.
Kita lihat apakah dia akan mengakui kesalahannya atau tidak.
Siapa dia? Berapa banyak mata yang mengawasi?
Kalau begitu apa yang akan kita lakukan? Kau sudah lama menyelidiki dan tetap masih belum menemukan yang sebenarnya.
Bagaimana kalau Yang Mulia sadar? Bagaimana kita menjawab Yang Mulia?
Mo Chou ini tidak mengakui apapun sampai titik terakhir.
Apakah kau membutuhkannya untuk mengakui sesuatu? Bukannya kau sudah memutuskan semuanya?
Racunnya ada di pot-nya.
Sekarang, kita hanya dapat memohon Yang Tertinggi Ibu Suri untuk membuat keputusan.
Bukannya kau punya pembantu bernama Xiao Qiao?
Xiao Qiao? - Salahkah aku?
Aku ingat dia dari istanamu, aku sudah pernah lihat dia sebelumnya.
Xiao Qiao itu yang kau bicarakan,
itu sudah lama sekali.
Banyak sekali pembantu di istana, bagaimana mungkin aku ingat semua?
Kurasa saat Mo Chou datang,
para manager istana mengirimnya untuk membantu Mo Chou.
Ada apa?
Mengapa kau menanyakan tentang dia tiba-tiba?
Bukan begitu, bukan begitu.
Xiao Qiao adalah milikmu.
Darinya, kita mungkin dapat beberapa informasi.
Bagaimana dia milikku?
Dia milikmu sebelumnya.
Itu sebelumnya, sekarang sudah berbeda.
Pembantu mana yang pernah kau lihat mengabdi pada satu atasan seumur hidupnya?
Pembantu adalah pembantu.
Tetapi,
di dunia ini, kalau kita berbicara kesetian pada satu orang,
mungkin hanya aku padamu.
Mo Chou ini benar-benar sangat lancang.
Sebelumnya dia mencoba untuk membunuhmu, sekarang dia mencoba untuk meracuni raja.
Kalau kita tahu, akan lebih baik kalau kita...
Omong kosong. Apa itu identitasnya Mo Chou, apa kau tidak tahu?
Ibunya adalah Dukun Agung.
Kau benar, saat Dukun Agung meninggal,
Chu menderita kekeringan selama 3 tahun.
Apa yang kukhawatirkan adalah persis ini.
Kalau mereka benar-benar menentukan Mo Chou bersalah atas peracunan, artinya...
Semua adalah salahku! Semua adalah salahku!
Kakak.
Kalau untung, berarti bukan malang. Kalau kemalangan, kau tidak dapat lari darinya.
Anakku, ini adalah takdir.
Ayah.
Maafkan aku. - Ayah.
Paman Mao.
Maafkan aku. - Paman Mao.
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki
Ibu!
Lan'er! - Ibu!
Ibu.
Kau akhirnya sudah kembali.
Ayah mertua. - Ayah.
No comments yet. Be the first to leave one.