The first 176 lines.
Lihat, lihat!
Aku bisa terbang!
Syukurlah ya, Filo.
Tapi penampilannya tak seperti filolial.
Selain itu, serangannya pun jadi lemah.
Kak Raphtalia juga, pakaian yang kamu pakai itu apa?
Ini pemberian orang.
Pakaian pendeta wanita?
Pendeta wanita?
Kamu terlihat cocok, kok.
Siapa hewan kecil itu?
Dia adalah shikigami yang kami buat dari rambutmu untuk mencarimu.
Namanya...
Namanya Raph!
"Raph"?
Tiga hari lagi sebelum Gelombang.
Awalnya aku dipanggil sebagai Pahlawan Kardinal untuk mengalahkan Naga Siluman, raja monster,
tapi tidak dengan Naofumi.
Padahal kami berdua Pahlawan Kardinal, tapi dia dipanggil ke dunia lain untuk Gelombang.
Gelombang ini seperti apa, ya?
Bisakah aku melawannya seperti Naofumi?
Ada apa, Chris?
Kizuna!
Sialan, pencuri itu!
Tuan Kazuki, tolong jangan bergerak!
Tak akan kubiarkan berakhir seperti ini!
Ah, ah, gagal total, ya.
Aku mau mengambil subjek eksperimen manusiaku, tapi dia kabur.
Lalu kau seenaknya mau mengambil Senjata Abdi Pedang dan malah pedang itu diambil olehnya.
Kau ini sial sekali, ya.
Tuan Kazuki!
Tolong jangan bergerak dulu!
Aku akan membunuh lalu merebutnya kembali!
Kau cukup diam dan menunggu saja...
Tidak!
Tuan Kazuki!
Sudah disuruh jangan bergerak, kau ini bodoh, ya?
Kyo, Pahlawan Kardinal dari dunia lain dan Pahlawan Senjata Abdi Pedang,
bagaimana dengan mereka?
Ah?
Ah, enaknya bagaimana, ya?
Senjata Abdi Kapal, ya?
Mereka mau kembali ke Sickle dengan itu. Merepotkan sekali.
Yah, aku akan tetap membunuh mereka, tapi aku sibuk dengan eksperimenku.
Biar aku saja yang pergi.
Aku akan melenyapkan siapa pun yang menghalangimu.
Glass, aku tak bisa bernapas!
Lepaskan!
Akhirnya! Akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi!
Aku tak akan melepaskanmu lagi!
Anu, aku bisa mati!
Syukurlah, Glass?
Ya!
Terima kasih. Berkat dirimu, Kizuna dan Glass bisa bertemu kembali.
Aku hanya mencari Raphtalia dan Filo.
Syukurlah, ya?
Kau bisa bertemu kembali dengan rekan berhargamu.
Ya.
Ah, iya!
Aku sudah dengar dari Naofumi...
Katanya kalian pergi ke dunianya Naofumi, ya?
Aku sudah lama ingin menanyakannya, sebenarnya kalian ke sana untuk apa?
Ah, anu... Itu...
Tunggu dulu, apa-apaan itu?!
Saat Gelombang terjadi, kamu ingin membunuh Naofumi dan rekannya?!
Yang kamu lakukan itu jelas-jelas tindak kejahatan!
Kizuna, tolong jangan terlalu marah kepada Glass.
Aku juga marah ke Kak Therese dan Kak L'Arc, lo!
Aku minta maaf.
Maaf, deh.
Tuan Muda.
Ah, begitu, ya.
Maaf, Nona Kizuna. Kita akan mengobrol lagi nanti.
Kalian juga, anggaplah rumah sendiri.
Ah, hoi! Jangan kabur!
"Tuan Muda"?
Selain itu, kenapa dia wajahnya sok begitu?
L'Arc adalah raja muda di Kerajaan Sickle ini.
Heh?
Dia seorang raja?!
Begitu, ya. Pantas saja dipanggil "Tuan Muda"...
Kamu juga sama saja, Naofumi!
Kenapa kamu tak cerita padaku?
Waktunya kurang tepat, lagian kalau kuceritakan pasti bakal terjadi seperti ini.
Ih! Kalian ini, ya!
Membunuh Pahlawan Kardinal dari dunia Naofumi akan menyelamatkan dunia kita dari Gelombang?
Apa benar begitu?
Itu...
Sekalipun itu benar, dengan cara seperti itu salah kaprah!
Kami akan cari cara lain!
Pasti ada cara untuk menyelamatkan dunia kami dan dunia Naofumi!
Bagaimana kalau tidak ada?
Bagaimana jika tak ada cara selain membunuh satu sama lain untuk menyelamatkan satu dunia?
Jika itu terjadi...
Aku takkan melawan kalian. Aku tak ingin bertarung.
Entah apakah ada jalan untuk menghindarinya, tapi aku pasti akan menemukan caranya!
Jika tak kutemukan, aku akan mencari lagi!
Maukah kamu mencarinya bersamaku?
Selagi mencari jalan tengah, aku akan membantumu mengalahkan Kyo.
Tidak, aku ingin bantu. Maka dari itu...
Begitu kami mengalahkannya, kami akan kembali ke dunia kami.
Kalau begitu, waktunya takkan sempat.
Setelah kami kembali, aku akan mempelajari lebih dalam lagi tentang Gelombang.
Terima kasih, Naofumi.
Apa itu benar?
Kau betulan bisa menghidupkan kembali Tuan Kazuki?
Ya, kan aku sudah bilang begitu.
Lihat saja itu.
Tuan Kazuki!
Aku ingin membalas perbuatan mereka yang telah membuat Tuan Kazuki seperti ini!
Tolong, Kyo! Beri kami kekuatan!
Meski sudah berlagak sombong tapi ujung- ujungnya minta bantuan orang lain, ya.
Kalian benar-benar seperti sampah, ya.
Tapi, yah...
Aku terima motivasi kalian itu.
Jika kita mau menyerang markas Kyo, kita harus punya perlengkapan yang bagus!
Yah, pokoknya semuanya berakhir damai ya, Anak Muda?
Kau yang kabur sendiri, bisa-bisanya bilang begitu ya, Paduka Raja?
Tidak, atau mau kupanggil Tuan Muda?
Hah? Kau tahu itu dari mana?
Apakah dari Therese?!
Ya, benar, tapi cepat atau lambat kami pun akan tahu.
Sepertinya kau cukup populer ya, Tuan Muda.
Bodoh! Jangan panggil aku begitu! Rasanya jadi malu sendiri!
Kalau begitu, jangan panggil aku "Anak Muda".
Panggilanmu dan panggilanku itu berbeda!
Apa bedanya, Tuan Muda?
Aku bilang, hentikan!
Romina, kamu di sini?
Kizuna? Kamu selama ini ke mana saja...
Sudahlah, tolong carikan perlengkapan senjata paling bagus di toko ini!
Astaga, sudah bertahun-tahun, tapi kamu tak berubah.
Ah...
Yo.
Oh? Kalian juga ikut, ya?
Dan...
Aha, sepertinya dapat misi besar, ya.
Senjata Abdi Pedang, ya?
Lagi-lagi kamu bawa senjata berbahaya begini ke toko, ya.
Yah, penjelasannya nanti saja.
Untuk saat ini, pedangnya tak boleh terbuka. Jadi, kami butuh sarung pedang.
Kalau pedang ini tak boleh sembarangan. Tapi aku bisa buatkan khusus.
Dan ini!
Kelompok Naofumi memakai ini di dunia mereka. Bisa tolong diperbaiki juga?
Apa ini?!
Yah, perlengkapan ini menarik, aku mau-mau saja...
...tapi butuh waktu seminggu, lo.
Bisa tidak selesai dalam satu malam?!
Jangan berlebihan, dong!
Kumohon, kumohon, kumohon!
Melihat begitu mirip seperti Tuan Naofumi dengan si Om.
Benar!
Ada apa?!
Kamu...
Aku Yomogi Emarl!
Aku datang untuk mengambil kepala kalian demi Kyo!
Untuk Kyo?
Betul!
Aku datang untuk menjatuhkan hukuman ilahi kepada pemilik Senjata Kardinal dan Senjata Abdi!
Pengecut!
Kalian mau melawanku keroyokan?!
Tidak, kamu sendiri yang datang ke sini.
Apa-apaan dia itu?
Omong-omong, bisa tidak merusuhya di luar kota?
Dasar kalian tak tahu malu! Tapi aku takkan kalah!
Penghakiman!
Biar aku yang urus!
Aku akan mendukung kalian dengan lagu!
Terima kasih, Filo!
Aku datang sendirian!
Seharusnya kita bertarung satu lawan satu!
Ah, mungkin ada benarnya!
Kenapa malah setuju?!
Hah?
Lo? Kamu serius?
Kizuna, mundurlah dan jadi penyemangat saja.
No comments yet. Be the first to leave one.