The first 200 lines.
Sebelumnya di Teen Wolf...
- Mereka itu apa? - Dread Doctor.
Ada gadis yang mati.
Kau tahu itu bukan Kira.
Putriku masih hidup.
Aku hanya harus membunuhnya lagi.
Aku datang untuk gerombolan.
- Kau harus menggigitnya. - Tidak.
Berhasil...
Tak lama lagi.
Katakan kau ada dimana, Lydia.
Katakan apa yang kau lihat.
Jembatan...
Terus bergerak.
Jelaskan yang kau temukan.
Katakan apa yang dilakukannya.
Tetap fokus, Lydia.
Apa yang kau lakukan padaku?
Aku memicu kemampuanmu.
Sesuatu yang mungkin bisa menyelamatkan nyawa temanmu.
Sekarang fokus pada jembatannya...
Pada Theo.
Kenapa dia membiarkan saudarinya meninggal?
- Aku tidak tahu. - Kau belum melihatnya lagi.
Carilah, Lydia.
Terus cari.
Kenapa Theo membiarkannya mati?
Apa yang diinginkannya?
Hatinya.
Theo menginginkan hatinya.
Tak ada catatan tentang kondisi hati.
Tapi sebuah pencangkokan
akan membuat Theo jadi Chimera genetis seperti yang lainnya.
Kondisi hipertemia akan membuat organnya segar.
Theo.
Tapi kenapa dia?
Kenapa bocah 10 tahun
memilih bersedia membunuh saudarinya?
Kenapa kau peduli?
Karena Theo percobaan pertama
yang sesuai untuk Dread Doctors.
Mengingat siapa mereka.
Para ilmuwan yang memperpanjang usia mereka
dan menyalahi hukum alam demi mengejar satu tujuan.
Menciptakan pembunuh yang sempurna.
Dan sekarang mereka sudah melakukannya.
Tapi Theo tidak tahu siapa yang berhasil.
Chimera terakhir.
Tidak masalah.
Ada alasan mereka memilih dia,
alasan dia gagal, alasan mereka merubah metodenya
dan alasan akhirnya mereka berhasil.
Semua bermula dari Theo.
Jam besuk sudah berakhir.
Kami kemari bukan untuk membesuk.
Kami kemari untuk Lydia Martin.
Kapan kau tahu dengan pasti?
Bahwa Dread Doctors sudah berhasil?
Scott dan Stiles mengetahuinya malam itu.
Pada malam Super Moon.
Tapi mereka masih belum mengetahuinya lagi.
Ada begitu banyak yang terjadi.
Liam hampir membunuh Scott.
Kira masih tidak ada.
Malia berusaha menemukan Serigala Gurun.
Kau menghilang.
Dan Sherif Stilinski sekarat...
Oke, kita menghadapi masalah hati yang koyak dan usus berlobang.
Dimana putraku?
Kami akan menanganimu, Sherif, tapi kau harus tetap memakai masker oksigen-mu.
Hubungi PMI cari empat kantong darah golongan O negatif.
Dimana putraku?
Dimana Stiles?
Stilinski, benar?
Kau bilang asuransinya tanggungan daerah? Dia seorang Deputi?
Bukan, dia adalah Sherif,
dia adalah Sherif daerah ini. Oke.
Dia dijamin. Maksudku, seharunya dia ditanggung.
Aku akan mengurusnya.
Aku sms Scott.
Dia datang sesegera mungkin.
- Aku bisa menghubungi Malia. - Jangan, jangan, jangan.
Jangan, jangan hubungi siapapun.
Apa ada orang lain lagi yang harus kita hubungi?
Keluarga?
Tidak, aku keluarganya.
Hanya aku.
Apa yang terjadi?
Kau adalah pertanda kematian, Jordan.
Kau mengetahuinya?
Tahu apa?
Ada yang sekarat.
Apa yang kau bicarakan?
Aku tidak bisa mengatakan bagaimana caranya, Tapi Lydia Martin menghilang.
Parrish, kau yang menghilang.
Dan orang-orang disini, termasuk aku bingung dengan kelakuanmu.
Aku mengerti dan aku akan menjelaskannya.
Tapi aku perlu kamu untuk menemukan siapapun yang ada...
Parrish, tak ada siapapun.
Apa kau tahu apa yang sedang terjadi?
Plang sekolah entah bagaimana bisa ada di salah satu lorong kantor.
Perpustakaan benar-benar berantakan.
Mungkin ada hewan purba
yang sedang berkeliaran,
dan aku mulai memikirkan untuk minta pindah.
Baiklah, dengar. Aku janji nanti aku akan menjelaskan semampuku.
Tapi, sekarang, aku harus menemukan Lydia.
- Parrish. - Aku harus menemukan dia.
Lydia!
Lydia!
Stiles, kau harus bangun.
Kau harus bangun sekarang.
Dia baik-baik saja.
Dr. Geyer sedang menjahit lukanya sekarang.
- Oke, aku ingin melihatnya. - Oke, oke.
Pengaruh anastesi harus masih berjalan. Paling tidak perlu waktu 2 jam.
Oke, yeah, tapi semua akan baik saja kan, maksudku, dia baik-baik saja?
Mmm. Dia akan sembuh.
Oh, syukurlah.
Scott, bangun.
Scott.
Kau tak apa-apa?
Yeah.
- Yeah, aku baik saja. - Kau berdarah.
Tidak parah.
Kenapa kau disini?
- Aku butuh bantuanmu. - Bantuan apa?
Dia.
Aku menemukannya di hutan...
Tubuhnya membeku.
Dia dalam kondisi hyperthermis.
Tapi itu bukan bagian terburuknya.
Itu adalah lencana.
Lencana sherif.
Tidak.
Ini peringatan.
Kau pikir apa yang kau lakukan?
Harus ada yang memberitahunya tentang Hayden.
Jangan. Orangnya tidak harus kamu.
Oke, khusunya dalam keadaan begini.
Maksudku, bagaimana kalau kau yang dikira membunuhnya?
Mungkin memang iya.
Kau tidak melakukannya.
Dan sementara beberapa jam terakhir bukanlah saat terbaikmu...
Bukan begini cara memperbaikinya.
Dia akan mencari tahu,
dan tidak akan menyakiti siapapun kecuali berasal dari dirimu.
Apa?
Ini Hayden.
Ini adalah aromanya.
Dia disini.
Kau memegang tubuhnya
dipelukanmu.
Kau... kau melihat Parrish membawanya pergi dari RS.
Dia... dia hilang...
Ini memang dia. Dia tadi disini.
Hei, ayolah. Ayo. Ayo.
Tolong! Panggil orang untuk membantuku. Cepat.
Aku butuh bantuan. Seorang remaja putri berusia 18 tahun, kemungkinan hypotermis.
Apa maksudmu kau tidak tahu?
Dua jam yang lalu, dia baik-baik saja.
Sekarang seolah ada orang yang memukulan tongkat baseball kelehernya.
Kemungkinan ada luka kecil dibagian dalam.
Apa kau bilang, "Luka kecil dibagian dalam?"
Sejak kapan jadi kesalahan organ dalam?
Stiles...
Aku ingin tahu apa yang terjadi pada ayahku, oke?
Dr. Geyer, kalian harus katakan padaku apa yang terjadi.
Kalian harus katakan apa yang terjadi pada ayahku!
Kami tidak tahu.
Darimana saja kamu? Kau mempercayainya. Kau percaya padanya.
- Betul, kan? Jadi, darimana saja kau? - Hei, hei, hei...
Darimana saja kau?
Hentikan!
Oke, baiklah, baiklah.
Bukan hanya ayahmu yang terluka.
Oh, kau nanti juga sembuh sendiri.
Maksudku bukan aku.
Semua akan baik-baik saja, Lydia.
Kami akan memberikan perawatan yang terbaik.
Dokter yang terbaik.
Semua yang terbaik.
Tidak.
Tidak, tak boleh.
Kau tak diperbolehkan ada disini.
Keluar!
Tunggu dulu, tunggu. Kurasa aku tahu siapa yang melakukan ini, oke.
Aku hanya perlu melihat dibelakang lehernya.
Aku tahu siapa yang melakukannya.
Kau. Kalian semua! Keluar!
Ayolah, kumohon. Kau harus mendengarkanku.
- Periksalah belakang le... - Keluar sana!
- Periksa saja belakang lehernya. - Pergi!
Oh, Tuhan.
Sudah kusuruh kau tetap di mobil.
Sudah kusuruh kau tetap di mobil.
Bisa jadi ini adalah efek samping dari guncangan.
She's catatonic.
Ini perbuatan Theo yang menggali jalannya melalui pikirannya.
Kenapa dia melakukannya? Apa yang dicarinya?
No comments yet. Be the first to leave one.