The first 200 lines.
"Episode 1"
Apa aku mati?
Mereka bilang itu berbahaya karena usiaku,
tapi aku benar-benar mati.
Aku tidak mengatakan ini karena sedih aku mati.
Karena aku bisa melakukan
semua yang kuinginkan.
"Direktur Pelaksana Oh Hyun Jin"
Selamat. Kamu wanita termuda
yang menjadi direktur pelaksana di Olively Grup GJ.
Kurasa aku tidak melakukannya sendiri.
Aku sangat berterima kasih pada pegawai yang bekerja denganku.
Katanya itu promosi yang tidak biasa.
Mengatakan "tidak biasa" agak menyinggung.
Aku merasa itu hanya menekankan usia mudaku
menjadi direktur pelaksana dan kenyataan bahwa aku wanita.
- Begitu rupanya. - Orang yang bekerja keras
harus diberi lebih banyak kesempatan...
Kamu baik-baik saja? Haruskah kita istirahat?
Tidak...
Itu tujuanku sebagai direktur pelaksana baru...
Astaga.
- Aku hamil? - Selamat.
Kamu hamil enam pekan.
Tempo hari kamu bilang sel telurku tidak tersisa banyak,
dan akan sulit secara alami...
Karena itulah, ini keajaiban.
Ini kehamilan di usia tua, jadi, kamu harus berhati-hati.
Pada hari aku menjadi direktur pelaksana termuda,
aku menjadi wanita hamil tertua di rumah sakit.
Aku sangat mengharapkan kehamilan dan promosi.
Tapi karena keduanya datang bersamaan,
aku tidak bisa bahagia.
Semua orang menyuruhku istirahat.
Tapi bagaimana caranya? Aku direktur pelaksana.
Tentu, aku seorang eksekutif,
tapi aku hanya punya kontrak kerja dua tahun.
Mereka bisa memecatku kapan saja.
Aku bekerja sangat keras
untuk sampai ke sini.
- Bersulang! - Bersulang!
Minum. Minumlah.
Kalian tahu apa itu Direktur Pelaksana?
Ya, kamu "harus melakukan" semuanya.
Benar. Jika kamu "harus melakukan" semuanya,
tubuhmu harus bugar.
Aku mendaki Gunung Gwanak besok. Bagaimana jika kalian...
Pak. Boleh aku ikut denganmu?
- Kamu? - Pekan depan,
bagaimana dengan Gunung Bukhan?
Meski orang menilaiku sebagai penjilat,
aku melakukan semua yang dihindari orang lain
karena terlalu berat atau merendahkan.
Pak! Astaga!
Aku ingin berhasil.
Aku butuh 15 jam untuk sampai ke sini!
Pak! Kumohon!
Tapi semua orang menghakimiku dan bilang aku tidak kenal lelah.
Tapi beri tahu aku. Apa tidak ada gunanya?
Apakah buruk...
untuk bekerja keras?
Kamu tahu bagaimana situasi
saat aku masuk dunia kerja?
Itu...
gila.
Maju, Korea!
Maju, Korea!
- Aku buktinya. - Aku buktinya.
Aku tidak bicara... Yang paling tinggi... Magang...
Tunggu...
Saat melaju ke babak 16 besar, perempat final,
dan semifinal...
Korea!
Korea!
Aku mengetahuinya dari sorakan.
Selalu selangkah di belakang.
Sadarlah.
Fokus.
Mau bagaimana lagi?
Keluargaku bangkrut.
Hanya aku
yang bisa menyelamatkan kami.
"Tujuh Babak, Tujuh Adegan"
Ibu, tunggulah sebentar.
Aku akan membeli rumah kita kembali.
Ayo pindahkan sebelum gelap.
Aku hanya memikirkan satu hal.
"Ratu LPGA Park Se Ri Menyelamatkan Korea dengan Harapan"
Bahwa aku akan...
mengangkat derajat keluargaku kembali.
Sejak hari itu sampai sekarang,
aku tidak pernah tidur lebih dari empat jam semalam.
Aku belajar, bekerja,
belajar lebih banyak, dan bekerja lebih banyak.
Tapi kamu tahu,
aku seperti itu sejak kecil.
"Anak Ajaib Luar Angkasa 2020"
Suatu hari pada tahun 2020...
Hei. Katanya dunia akan kiamat
- pada tahun 2020. - Itu menakutkan.
Haruskah kita bersama dan mati bersama?
- Itu tidak akan terlalu menakutkan. - Tentu.
Hyun Jin, kamu juga harus berjanji.
Tidak. Aku akan membangun pesawat luar angkasa dan hidup.
Teman-temanku berpikir untuk mati,
dan aku memikirkan apa yang harus kulakukan untuk bertahan hidup.
Tapi semua orang hidup,
dan aku mati.
Karena aku bunuh diri dengan belajar dan bekerja.
Karena aku melahirkan saat sudah tua.
Apa aku berdosa
bekerja lebih keras daripada orang lain?
Kenapa aku harus mati?
Lepaskan!
Lepaskan!
Aku tidak boleh mati.
Aku...
Aku tidak akan mati.
Aku meninggalkan malaikat maut dan kembali,
tapi tetap saja, pada hari itu, aku...
Bu! Bangun!
Kamu harus bangun! Bangun!
Hyun Jin. Bangun. Kumohon, Hyun Jin.
Sudah berakhir.
"Pascapersalinan"
- Yoon Joo Yeon. - Hadir.
- Park Hyeon A. - Hadir.
- Kim Yeon Hee. - Hadir.
- Oh Hyun Jin. - Hadir.
Kamu menggantikan istrimu lagi?
Dia lembur lagi malam ini.
Tapi jangan khawatir. Aku akan mengajarinya nanti.
Sebentar lagi dia melahirkan.
Aku tahu.
Baik, mari mulai latihan pernapasannya.
"Yoga Pranatal"
Tarik napas yang dalam.
Buang semuanya.
Tarik napas.
Buang napas.
- Terima kasih. - Terima kasih.
- Aku lelah. - Benarkah?
- Aku juga lapar. - Aku juga.
- Sampai jumpa pekan depan. - Sampai jumpa.
- Terima kasih. - Terima kasih.
"Sayangku"
Aku tunggu di depan kantormu. Keluarlah jika sudah selesai.
Kemasan baru Olively
- mendapat tanggapan yang bagus. - Terima kasih.
- Teruskan, ya? - Baiklah.
Kurasa kita perlu memperbarui
etalase toko ritel untuk musim gugur.
Baiklah.
"Do Yoon"
"Aku tunggu di depan kantormu. Keluarlah jika sudah selesai"
"Baiklah"
Selain itu, pabrik selalu bermasalah dengan kapasitas produksi
penyegar Ulleungdo,
jadi, kabari mereka jauh-jauh sebelum acara.
Bu Oh, kami bisa mengatasinya sendiri.
Kamu harus mulai memikirkan bayi...
Min Soo.
Sudah berapa kali kubilang jangan kirim surel dan SMS
kepada Presdir Soy Soy?
Kamu tahu dia tidak bisa membacanya. Kenapa terus melakukan itu?
Maaf.
Aku melihat laporan strategi pemasaran.
Sudah buat daftar pemengaruh?
Kami kurangi menjadi sepuluh.
Sudah tahu di mana Presdir Roseang?
Kita harus menemui dia lebih dahulu sebelum lawan kita, Hopes
mengalahkan kita.
Tapi asisten pribadi dan sekretaris tidak mau menjawab telepon.
Terus menelepon.
Mereka akan menerima setidaknya sekali meski tidak sengaja.
Apa kalian akan puas? Sadarlah. Kalian semua.
Tidak mudah menjadi yang terbaik di industri ini.
Sudah kubilang kita butuh Roseang.
Kenapa belum bisa buat janji?
Hanya karena kita di puncak, itu tidak selamanya.
Kalian tidak pernah tahu kapan kita akan menjadi nomor dua di industri.
- Min Soo. - Ya?
Sudah berapa lama kamu bekerja di sini?
Kamu harus bekerja dengan baik dan menjadi contoh bagi para junior.
Mari bekerja lebih baik.
- Mengerti? - Ya, Bu.
Astaga, aku lelah sekali.
Aku sangat lelah.
Keluarlah setelah kamu mandi. Mari makan buah.
Mari makan buah.
Sayang, mau apa? Ceri, kiwi, atau apel?
- Aku mau kiwi. - Kiwi?
Lem Stik, harimu menyenangkan?
Tidak menyusahkan ibumu, bukan?
Hentikan. Aku harus menyelesaikan ini hari ini.
Lakukanlah pekerjaanmu. Aku bicara dengan putra kita.
Lem Stik, kita akan segera bertemu.
Bagaimana perasaanmu soal itu?
Kenapa kamu terus bertanya? Dia tidak bisa menjawabmu.
Apa katamu?
No comments yet. Be the first to leave one.