Release info

ME ALWAYS YOU EPISODE 01 - 10
A Commentary by JinHan_27

Tags

other
Published on: 2022-03-11
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Dalam setiap dongeng,

pangeran dan putri selalu hidup bahagia selamanya di akhir.

Mereka saling memiliki.

Tapi kau tahu,

pada sudut kecil yang tidak bisa dijangkau lampu sorot itu,

ada seseorang yang bersembunyi.

Pernikahan akan dimulai lima belas menit lagi.

Bisakah kau tolong periksa daftarnya apakah semua tamunya sudah datang?

Oh, dan jangan lupa untuk menghidangkan minuman yang enak untuk semua orang.

Ayo, ayo, ayo!

Ploy...

Dimulai lima belas menit lagi. Kau belum selesai?

Iya, aku siap.

"Seseorang" itu adalah aku.

Karakter pendukung yang terlupakan.

Tidak mudah untuk melalui dan pada akhirnya menemukan

akhir membahagiakanku sendiri.

Dan jika kau benar-benar ingin tahu,

aku akan memberitahumu.

Ini kisah tentang persahabatan,

cinta,

dan diriku sendiri.

Ini tentang nama tambahan

"Ploypailin."

Ini ayam gorengnya.

Aku datang!

- Makanannya datang. - Ini kentang gorengnya.

Apa itu kentang goreng?

Bolehkah aku memesan ciuman kecil?

Apa?

Wah, dia kedengaran imut.

Apa namamu Ploy?

Benar.

Bolehkah aku mengendusmu?

Apa?

Bisakah dia memesan seporsi besar bawang?

Oh, oke.

Ploy. Ploy.

Bersihkan meja lima. Ada pelanggan yang menunggu. Dan ambilkan piring bersih untuk meja tujuh.

Oh, P'Keng, tenanglah.

Aku sangat sibuk.

Hanya ada dua pelayan malam ini. Kau ingin aku melakukan apa?

Cepat, bantu!

Aduh!

Gelasnya pecah.

Oh tidak, mengerikan.

Sudah. Aku akan kembali menjual krim.

Hei, sini bantu!

Meja mana?

Meja yang di depan.

Nong Ploy, sini terima pesanan kami.

Iya! Kalian ingin pesan apa?

Wah!

Siapa kau?

Aku? Ploy.

- Ploy. - Iya, Ploy.

Nong Ploy.

- Ploy mana? - Bukan yang ini.

Kalian baru saja memanggilku. Bukankah kalian mencari Ploy?

Siapa yang menanyakanku?

Cepat. Pesan sekarang agar kami bisa menghidangkan makanannya.

Maaf. Kurasa itu Ploy yang lain.

Namanya juga Ploy, tapi yang lain jauh lebih cantik.

Jadi siapa ini?

Mungkin Ploy Jelek. Lihat wajahnya.

Kalian pesan apa?

Hei, istriku memintaku membelikan bubur. Aku akan pergi dulu.

Kak, bayar dulu.

Kau mau makan apa?

- Istriku menelepon. Aku harus menjemput putraku. - Oh, ayolah!

- Mau pesan apa? Cepat pesan. - Oh! Taksi pesananku baru datang.

- Berikan pesananmu! - Tunggu.

Tunggu.

Mana uangku?

Selamat menikmati.

- Aku yang traktir. - Sungguh?

- Apa itu benar? - Tidak.

Oh... om-om kaya.

Ini bunga yang wangi

untuk orang yang wangi sepertimu.

Selamat ulang tahun, Randa.

Oh maaf, ini.

Sepatu yang wangi untuk orang yang wangi sepertimu.

Bagaimana bisa sepatu wangi?

Kalung yang indah,

untuk lehermu yang harum.

Permisi.

Sayang, apa kau tidak tertarik pada hadiahku?

Tidak.

Aku lebih tertarik pada Fanfan.

Fan? Aku pacarmu.

Fanfan, di mana?

Randa!

Aku tidak bisa masuk!

Randa! Ran...

Apa? Tidak bisa masuk?

Aku datang menolongmu.

Aku pergi dulu.

Minggir! Minggir!

Ran! Ran, aku di sini!

Kau tidak masuk dengan cara berpakaianmu.

Yang benar saja, minggir!

Tunggu! Tenanglah.

Kau tidak apa-apa?

- Ran! - Kau tidak boleh masuk.

Ini temanku.

Kau tidak apa-apa?

Dia tidak percaya.

Maaf, aku terlambat.

Hari ini, aku sibuk di tempat kerja.

Kau punya banyak alasan.

Tapi itu benar.

Jangan marah. Aku punya hadiah untukmu.

Kau sendiri yang membuatnya?

Iya, aku membuatnya pagi ini dan membawanya ke toko.

- Apa bagus? - Kelihatan bagus!

Biar kunyalakan lilinnya dulu.

- Lilin, lilin... - Di rumah saja.

Ayo ke rumah.

- Bagaimana dengan teman-temanmu? - Tidak apa-apa.

Ayo! Ayo ke rumah!

Oh... Oke.

Permisi.

Hati-hati.

Aku di sini.

Kukira kau tidak akan memanggilku.

Aku ingin lihat seberapa jauh kau berjalan.

Lilinnya hampir habis.

Selamat ulang tahun, Ran.

Semoga kau bahagia.

Kau tahu ini hadiah terbaik.

Kena semuanya di wajahku.

Biar kucicipi apa ini enak.

Keterampilanku tidak biasa,

aku bekerja paruh waktu di dapur selama dua bulan.

Kau juga sering memakan makanan yang kumasak, kan?

Tidak enak.

Apa permohonanmu?

Semoga kau bisa mendapatkan pekerjaan tetap.

Bukankah kau ada wawancara besok pagi?

Terima kasih.

Tapi kali ini, aku tidak percaya diri.

Biar kukunyah dulu.

Mengapa?

Kau Ploypailin.

Kau bersinar ke manapun kau pergi.

Akan kukatakan aku orang yang murung.

Kau tahu, hari ini mereka memanggilku Ploy Jelek.

Beraninya mereka memanggilmu seperti itu?

Akan kupukuli mereka.

Tenang, kawan.

Aku tidak bisa menyalahkan mereka.

bagaimanapun, mereka tidak salah.

Kau gila? Kau sangat cantik saat masih kecil.

Benar, saat masih kecil,

dulu aku dipanggil Ploy Cantik.

Tapi setelah keluargaku bangkrut, aku sibuk bekerja

dan tidak merawat diriku.

Dari Ploy Cantik menjadi... Ploy Jelek.

Sudah berkali-kali kubilang untuk menemui dokter kulit.

Aku bahkan akan membayarkan perawatanmu.

Tidak. Sangat mahal.

Dan aku tidak mau merepotkanmu.

Ini rumahmu, dan kau membiarkanku tinggal dengan gratis.

Aku sudah merasa tidak enak.

Hei, kita sudah berteman sejak kecil.

Dan jika bukan karenamu,

ayahku tidak akan membiarkanku tinggal sendirian.

Saat aku mendapatkan pekerjaan waktu penuh, aku akan mentraktirmu, ya?

Tapi sekarang... ayo makan kue ini.

Makanlah!

Kita punya pipi merah.

Kau setuju?

Apa kau mengejekku?

Tidak! Jangan bermain seperti ini.

Jangan. Jangan bermain seperti ini!

Sini.

Aku pergi. Dah!

Semoga beruntung, Fanfan.

Tunggu, jangan pergi dulu!

Aku selalu mendapatkan penghargaan sebagai karyawan terbaik.

Dan jika aku diterima, aku akan meraih penjualan tertinggi untuk perusahaan ini.

- Bagus. - Bagus.

Dia bagus.

Nomor 27, Khun Ploypailin.

Nomor 27, Khun Ploypailin.

Aku datang!

Nomor 27.

Silakan, masuk.

Iya.

Bisakah kau tutup pintunya?

Silakan, duduk.

Khun Ploypailin.

Iya!

Dikatakan di sini kau lulusan Universitas Sastra Anak.

Mengapa kau melamar posisi ini?

Kurasa aku seperti bebek kecil.

Bebek?

Iya.

Maksudnya aku punya beberapa keterampilan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left