The first 200 lines.
Teganya dia meninggalkanku dengan ibu-ibu untuk memetik herba.
Ini pasti kakeknya.
Cepat keluar.
Ya, sebentar.
"Episode 5, Pernikahan adalah pertempuran di daerah ranjau"
Maaf.
Kudengar kamu mengizinkan Jak Doo tetap memiliki tempat ini,
tapi dia harus tinggal bersamamu.
Itu...
Hidup sendiri di kota itu berbahaya bagi wanita.
Jak Doo itu lebih menarik daripada kelihatannya.
- Apa? - Dia bukan orang
yang pantas dijadikan budak.
Dia bukan budakku.
Intinya, jangan memperlakukan Jak Doo dengan buruk.
Jika ya, kamu akan menerima akibatnya.
Baik.
Apa Anda saudara Jak Doo?
Aku hanya wanita tua yang dahulu memberi mereka makan.
Mereka?
Tidak bisakah kamu memercayaiku saat aku memberitahumu sesuatu?
Kenapa kamu harus menanyakan segalanya?
Maaf.
- Astaga. - Astaga.
Pengantin baru sudah datang.
Selamat datang, masuklah.
Dia sudah datang.
Pengantin baru?
Semua orang di sini berpikir
Jak Doo jatuh cinta dan pindah ke Seoul.
Kamu pengantin baru. Mengerti?
Ya.
Saat kali pertamamu mengunjungi keluarga suamimu,
kamu harus menghabiskan semua yang ada di piringmu
- agar hidup bahagia. Makanlah. - Ya.
Apa maksudnya?
Artinya kamu mengunjungi
keluarga suamimu untuk kali pertama.
Cepat makan.
Baik.
Ini permukiman kecil.
Jadi, semua orang bisa dibilang keluarga.
Bisa dibilang, kami saudaranya dan mertuamu.
- Makanlah. - Baik.
Apa Jak Doo
melupakan kami karena dia sudah menikah?
Kenapa dia tidak menemui kami, padahal dia ada di sini?
Dia sedang bekerja.
Dia sibuk.
Benar.
Jika ingin hidup bersama istri yang cantik,
dia harus melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya.
Ada apa dengan Jak Doo?
Dia ada di bawah standar sebagai seorang suami.
Terus terang, dia tidak kaya atau mapan.
Dia hanya ingin hidup seperti itu.
Dia bisa menemukan orang yang lebih baik jika mau.
Astaga. Lihat dia.
Dia berbohong
karena takut kamu akan memperlakukan Jak Doo dengan buruk.
Jak Doo sangat kuat.
Lihat saja saat dia memotong semua kayu itu.
Benar, bukan?
Apa?
Pria itu harus kuat, bukan?
Jawab aku.
Benar, bukan?
Karena penilaiannya terhadap pria, buruk,
dia bertemu suami yang lemah
dan menjanda di usia 30 tahun.
Kamu menjengkelkan
dengan semua omong kosongmu.
Tutup saja mulutmu dan makanlah.
Bagaimana bisa aku makan jika mulutku ditutup?
Mereka selalu seperti ini. Abaikan saja.
Makan saja.
Baik.
Ayo makan.
Kenapa kamu tidak menjawab telepon?
Pak Hong ingin kamu datang ke kantor begitu kamu melihat ini.
Pasti ini penting.
Aku ada di pedesaan. Aku akan menghubungimu saat kembali.
Tidak mungkin.
Apa mereka sedang berjalan-jalan?
"Park Gyeong Sook"
Ada rapat dengan Han Seung Joo siang ini.
Dia memintaku menunggu di depan pasaraya pukul 10.00.
Di mana dia?
Rambutmu dipotong.
Kenapa ada serangga besar di sana?
Astaga, mengagetkan saja.
Itu tidak akan membunuhmu.
Kenapa kamu berteriak seperti itu?
Kamu pikir aku berteriak karena serangga itu?
Lalu kenapa? Apa karena aku?
Ya. Memangnya kenapa?
Astaga, apa salahku?
Menyebalkan.
Apa katamu?
Kamu menyebalkan!
Jak Doo itu lebih menarik daripada kelihatannya.
Dia bukan orang
yang bisa dijadikan budak.
Apa Han Seung Joo ada di kantor?
Ya, dia ada di kantor.
Baiklah.
Berjalan-jalan apa?
Hanya karena pria dan wanita pergi ke suatu tempat bersama
bukan berarti terjadi sesuatu di antara mereka.
Seorang pria dan wanita pergi ke pedesaan dan menginap di sana.
Itu disebut berjalan-jalan.
Ponsel Jang Eun Jo mati.
Katanya, dia ada di depan.
Katanya, dia ada di tempat parkir.
- Apa yang dia lakukan? - Aku bilang apa?
Dia ingin kamu mengerjakan ini.
Sudah kubilang aku tidak ada hubungannya dengan ini.
Aku kemari hanya karena kamu.
Apa dia mempermainkanku?
Apa kamu melakukan kesalahan kepadanya hari itu?
Dia menawariku tumpangan
dan aku menerimanya.
Hyuk.
Lama tidak bertemu.
Apa kabar?
Baik.
Kamu tinggal di sini?
Sudah kubilang
aku
akan menemukanmu.
Di mana kamu? Kamu sudah di jalan?
Ya, aku akan pergi sekarang.
Aku sangat gugup sekarang.
Pasti hanya aku yang akan mengadakan konser pertama
dengan gayageum yang dibuat oleh Oh Geum Bok yang terkenal.
Terima kasih.
Ini minumannya.
Hyuk.
Hyuk.
Bicaralah dengan kakek sebelum pergi.
Hyuk.
- Selama ini... - Selama ini...
Kamu lebih dahulu.
Selama ini kamu tinggal di Seoul?
Setelah kita berpisah?
Tidak, aku tinggal di pedesaan.
Aku baru datang ke Seoul.
Ini kali pertamamu sejak kakekmu meninggal?
Ya.
Baru 15 tahun, tapi banyak sekali yang berubah.
Aku masih belajar beradaptasi.
Kamu juga banyak berubah.
Aku menjadi pria desa sekarang.
Lebih mudah bagiku untuk berbicara dengan logat.
Awalnya, aku nyaris tidak mengenalimu.
Kamu tidak berubah.
Kamu masih menyentuh telingamu saat gugup.
Hyuk.
Kamu tidak gugup sama sekali?
Aku sangat gugup dan tegang.
Kamu tidak merindukanku?
Kamu tidak ingin tahu bagaimana kabarku
dan kenapa aku kemari untuk menemuimu?
Kenapa kamu tidak menanyakan apa pun?
Kamu mendengar dari Nenek mengenai penampilanku.
Kenapa kamu tidak datang?
Kamu lebih tahu aku tidak punya alasan untuk datang.
Saat kita berpisah,
aku melepaskan semuanya.
Kamu, Eun Jo,
dan...
Gayageum juga?
Ya.
Aku melepaskan semuanya.
- Kamu sudah menikah? - Ya.
Aku merindukanmu setiap hari.
Kamu tahu berapa kali aku membayangkan
untuk bertemu denganmu lagi seperti ini?
Tapi ini tidak pernah ada dalam bayanganku.
Jika kamu menjadi pembuat alat musik terkenal
dan menikah dengan
- wanita cantik... - Jang Eun Jo.
Kamu pasti lupa karena sudah lama,
tapi inilah aku.
Kamu merasa tertekan
karena harus tinggal di pedesaan
dan membuat gayageum karena Kakek memaksamu.
Itu sebabnya kamu datang ke Seoul.
Kamu sangat keren saat itu.
Aku lebih menyukai diriku sekarang.
Aku baru menemukan apa yang kuinginkan
setelah
kehilangan seseorang yang istimewa bagiku.
Kamu tidak terlihat baik sama sekali sekarang.
Aku mengerti orang seperti apa yang kamu inginkan,
tapi aku tidak akan hidup seperti itu.
Itu sebabnya kita berpisah 15 tahun lalu.
Kupikir kita bisa kembali.
Kamu memberitahuku apa yang tidak bisa kukatakan.
Sepertinya aku bisa melepaskanmu sekarang.
No comments yet. Be the first to leave one.