Release info

육십일,지정생존자 Designated Survivor: 60 Days E03 NEXT NF
육십일,지정생존자 Designated Survivor: 60 Days E03 WEB-DL NF
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2019-07-08
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SEMUA TOKOH, ORGANISASI, TEMPAT, DAN KEJADIAN ADALAH FIKSI.

KORAN DONGIL, KORAN KOOKIL, HARIAN DONGBUK, KORAN MINSUNG,

KORAN MINSUNG, KORAN DONGIL, KORAN KOOKIL, HARIAN DONGBUK

KORAN MINSUNG, HARIAN DONGBUK

Mencari kebenaran di balik serangan

dan menstabilkan pemerintahan.

Park Mu-jin, sang Presiden Interim,

memiliki dua tugas penting.

Presiden Interim Park Mu-jin tak pernah menduduki jabatan terpilih.

Mengingat krisis nasional yang belum pernah terjadi,

banyak mencemaskan kemampuan beliau menunjukkan

kepemimpinan di depan pejabat pemerintahan

- dan Majelis Nasional. - Waktunya sepekan.

Jika dia dapat menjalankan pemerintahan tanpa masalah sepekan ini,

tajuk setiap koran akan berubah.

"Presiden Interim Park Mu-jin..."

PRESIDEN WAFAT

"...Menjadi Calon Kuat."

Setelah itu, publik akan memilihnya

sebagai calon berikutnya.

Sepertinya kau memilihnya

sebagai mitra politik berikutnya.

Tidak, Pak.

Dia orang baik.

Namun bagiku, aku puas melayani mendiang Presiden Yang.

Kau juga menyaksikan

dunia mengecam perbuatan baiknya.

Aku akan memilih pemenang.

Syukurlah.

Presiden Park

bahkan tak pernah jadi ketua kelas

saat masih bersekolah.

Di masa itu.

Meski siswa teladan.

Kau tahu apa artinya?

Dia tak memiliki

rasa haus kekuasaan. Dia tak cocok berpolitik.

Dia hanya tak pernah dapat kesempatan.

Kesempatan berkuasa.

Menurutmu dia tetap sama setelah melihat

negara ini menuruti perintahnya?

Pernahkah kau melihat seseorang sukarela melepas kekuasaan?

Ayah!

Bagus, Nak.

Ayah, aku naik kapal angkasa.

"Kapal angkasa"?

Maksudnya, mesin MRI.

Bagaimana hasilnya? Baik, bukan?

Dia menghitung sampai sepuluh. Dia juga kenal kita.

Apa masih kurang?

Ada seorang dokter di Gedung Biru.

Jangan cemas, Pak.

Terima kasih.

Coba lihat.

Astaga. Pasti sakit sekali.

Kakak! Aku naik kapal angkasa.

Kakak. Aku bilang, aku naik kapal angkasa.

Sungguh. Aku serius.

Si-wan, Si-jin sudah pulang. Kau mencemaskannya.

Kau tidak lapar, Si-wan?

Perlu disiapkan makanan?

Maaf. Dia anak remaja.

Kau tahu kelakuan mereka, bukan?

Ya. Kudengar mereka lebih seram dari diktator mana pun.

Tak perlu meminta maaf.

Konon Korea Utara pun tak berani menginvasi

karena mereka begitu menakutkan.

Maaf, Pak.

Lelucon itu tak pantas di waktu seperti ini.

Maaf atas perlakuan kasar anakku.

Benarkah?

Menurutmu kenapa dia tiba-tiba adu jotos?

Anak-anak tak ada kelas olahraga karena debu halus.

Salah satu anak itu bilang karena Menteri Lingkungan Hidup

tidak becus bekerja.

Ya...

anak itu juga remaja.

Ini juga sulit baginya.

Coba pikirkan.

Dia tak pernah membayangkan akan tinggal di Gedung Biru,

yang hanya dilihatnya di berita.

PRESIDEN KOREA, YANG JIN-MAN

Dia mungkin tidak tahu

cara menghadapi temannya lagi.

- Apa lagi sekarang? - Aku perlu mengajarinya tata krama.

Pubertas bukan keistimewaan.

Si-wan, kita perlu bicara.

Si-wan.

Kau sudah mengoles obat di sana?

Wajah pria adalah hidupnya.

Maaf. Semua ini salah ayah.

Kita harus di sini

untuk sementara.

Ada yang pernah bilang,

kau tidak digaji tiap bulan karena kerjamu baik.

Kau digaji agar bisa tersenyum saat dikecam.

Ayah digaji

dengan uang pajak rakyat.

Jangan cemaskan ayah.

Ini lebih sulit bagimu.

Itu mengusik hati ayah.

Jadi, Si-wan, ayah berharap kau bisa...

tetap tegar.

- Ayah. - Ya?

Apa kata sandi Wi-Fi?

- Aku sudah tes semua. - Terima kasih.

Kau hanya boleh makan setelah disetujui inspektur,

baik di Gedung Biru atau tempat lain.

Khususnya di masa seperti ini

di mana ada ancaman serangan,

inspeksi akan dilakukan lebih teliti.

Selain itu, Bu,

bisa konsultasikan jadwalmu dengan kami?

Kami perlu memastikan keselamatanmu.

Karena ini masa sensitif,

kita juga perlu mempertimbangkan aspek politiknya.

Kalau itu...

sepertinya aku tak bisa.

Aku seorang pengacara.

Aku wajib melaksanakan kerahasiaan pengacara-klien.

Selama 60 hari mendatang,

kau adalah Ibu Negara.

Halo.

Ada masalah?

Inikah yang kau rasakan juga?

Selama 15 tahun pernikahan kita, aku merasa bebas.

Kini dia mau mengekangku.

Dua bulan akan cepat berlalu.

Setelah 60 hari, kita bisa pulang.

Takkan ada yang berubah.

Selamat pagi, Pak!

Pagi.

Sesuai permintaan Anda,

Bu Jeong Su-jeong akan bekerja di Sekretariat Kepresidenan.

Dia akan resmi ditunjuk

setelah memenuhi syarat keamanan.

Mari.

Jadwal resmi Anda menanti, dimulai dengan pertemuan staf.

MEMPERTAHANKAN STATUS QUO EPISODE 3

Jo Yong-gu dari Saenal.

Serangan di Gedung Majelis Nasional. Apa itu ulah Korea Utara?

Untuk saat ini...

Min Ju-hong dari KBC. Sebesar apa kemungkinan itu Korea Utara?

SEKRETARIS PERS HONG SU-WON

- NIS... - Im Jae-suk dari OPS.

Jika bukan Korea Utara,

apa organisasi teroris ISIS yang mungkin bertanggung jawab?

Berikan mik itu.

Woo Sin-yeong dari TBN.

Kudengar, Pasukan Pertahanan Jepang

meluncurkan Aegis ke Laut Timur kemarin.

Nona Woo, itu diembargo...

Ini pertanyaanku.

Kudengar alasan mereka meluncurkan Aegis itu...

karena sebuah kapal selam Korea Utara memasuki wilayah perairan kita.

Jadi, benar.

Jadi, itu perbuatan Korea Utara?

- Korut menginvasi Korsel? - Apa perang tak terhindar?

- Kenapa Gedung Biru diam? - Tenang...

Kenapa kalian tak berterus terang?

Kita rehat sejenak.

- Tolong jawab kami. - Apa?

Ke mana dia?

- Apa-apaan ini? - Entah. Apa yang...

Maksudku, kau tak menyiapkan naskah untuk taklimat ini?

Kau takkan membereskannya?

Aku?

Sudah kusiapkan, tetapi...

Aku tak siap untuk situasi seperti ini.

Kita semua tidak siap untuk situasi begini.

Tak seorang pun di Gedung Biru.

Ya...

Sin-yeong, mau ke mana?

Kita sudah dapat tajuknya.

"Presiden Interim Park Mu-jin Memulai dengan Goyah."

"Gedung Biru yang Tak Kompeten Gagal sebagai Menara Pengawas."

Aku akan mulai dengan menjawab pertanyaan Nona Woo.

Aegis Jepang sudah ditarik dari Laut Timur.

Tidak ada provokasi dari Korea Utara, dan tidak ada perang.

Itu fakta yang bisa kupastikan saat ini.

Kau bilang Korea Utara bukan otak serangan ini?

Jika bukan, siapa?

NIS, DSSC,

dan pasukan militer kita

sedang menginvestigasi dengan saksama dan terbuka dengan segala kemungkinan.

- Setelah ada kesimpulan... - Setelah ada,

apa akan segera diumumkan kepada khalayak dan pers?

Penilaian kinerja Nona Woo tergantung pertanyaannya.

Penilaian kinerjaku tergantung kemampuan tutup mulut.

Semoga ini menjawab.

Sejak insiden kemarin, segala macam hoaks dan rumor

beredar di media sosial.

Jika pemerintah tidak transparan membagi informasi,

bara hoaks itu takkan pernah dipadamkan.

Selama pers tak memublikasikan spekulasi,

itu takkan menyebar seperti kebakaran hutan.

Keamanan negara ini dan penduduknya dipertaruhkan.

Kerja sama kalian sangat dihargai.

GEDUNG BIRU

Terima kasih. Aku...

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left