The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
Tn. Jak Pinto mengunjungi Ayah pekan lalu.
Ingat putranya, Moiz? Dahulu, kalian satu sekolah.
Mereka ingin mengunjungi kita.
Terserah Ayah saja.
Aku membawa kue sharlotka . Kesukaanmu.
Akan kuambil.
İshak, apa dia punya "teman"?
Kurasa tidak.
Hanya Matilda.
Dia sudah lama menjadi figur ibu.
Butuh waktu baginya untuk terbiasa dengan ide pernikahan.
Keluarga kita harus berkembang.
Ada rumor tentang pajak baru.
Astaga.
Tuhan, tolong aku.
THE CLUB
Aku tahu memang aneh aku baru memberitahumu.
Itu kebenarannya.
Kau tak perlu bicara apa pun.
Aku tahu aku yang harus menjelaskan.
Aku terpaksa meninggalkanmu saat kau masih bayi.
Kini aku kembali.
Aku di sini.
Aku memutuskan
bahwa sebaiknya aku memberitahumu siapa aku.
Seperti hidup kita tak berkaitan selama ini,
kini sebaliknya.
Raşel.
Sekian tahun…
Raşel, tunggu.
- Dengar… - Jangan sentuh!
- Raşelika? - Pergi, Wajah berbintik!
Beri dia waktu.
Kau menjadi gadis yang kuat.
Bukan berkat aku.
Kau melakukannya sendiri.
Ibumu pasti kenangan bagimu.
Tak bisa aku kalahkan.
Tapi kenangan tak bisa menangkapmu saat jatuh.
Tak bisa mengingatkan saat kau berbuat kesalahan.
Kau tak bisa bertengkar dengan kenangan, tapi…
Kau bisa bertengkar denganku. Ibumu.
Keluar!
Bagus.
Sudah kubilang beri dia waktu dan ruang.
Waktu dan ruang membuatnya terpenjara, Tn. Davit.
Kau bisa melihat betapa buruk tabiatnya.
Datanglah malam ini. Ini Sabat.
Kalian bisa saling kenal.
Aku bisa datang jika kau mau.
Aku mengenalnya sejak dia bayi.
Aku di sini sekarang.
Permisi!
Ny. Matilda.
Jangan marahi dia.
Dia marah karena dia salah paham.
Dia tak mencuri di sana.
Pria itu menyita KTP Tasula.
Raşel ke sana membantunya.
Siapa Tasula?
Penari. Mereka berteman. Tak ada niat buruk.
Lalu, kau?
Kau siapanya Raşel?
Aku temannya.
Aku tahu.
Dia punya pacar?
Tidak.
SEVİM ATEŞ
Manajer menanyakanmu. Kami bilang kau di bawah.
Terima kasih.
Bekerjalah sebanyak kau bicara.
Akhirnya.
Datang juga.
Ikut aku.
Dua cangkir kopi, satu pakai gula.
Segera, Tuan.
Masuklah.
Aku ingin ini
menjadi ruangan yang cocok untuk raja.
Penyanyi utama baru harus berterima kasih.
Ya?
Kau sendirian.
Semuanya sibuk.
Baiklah. Tunjukkan kemampuanmu.
Aku minta gaji di muka.
Tentu. Berapa banyak?
Aku harus membawa putriku.
Aku harus mencari tempat. Karena itu, aku memintanya.
Aku butuh slip gaji…
Sedikit bicara, banyak bekerja, Nn. Matilda.
Masuk.
Maaf, tak ada kuş lokumu.
Minum kopimu dan mulailah.
Kerja saja dahulu malam ini, kita lihat nanti.
Ini Jumat.
Lalu?
Ini hari Sabat.
Hari di mana kalian bahkan tak menyalakan lampu, 'kan?
Kenapa aku bisa lupa?
Kau punya…
Aku mau pergi sebelum senja.
Aku harus apa…
Aku tahu.
Urus saja malam ini,
akan kubereskan semua masalahmu.
Cepat kerja. Kau bisa selesai sebelum senja.
Shalom shalom!
Ada apa? Apa ada urusan yang lebih penting?
Aku pergi untuk salat Jumat.
Kembalilah bekerja.
Matilda melewatkan Sabat tanpa mengeluh.
Semuanya kembali bekerja!
Salat Jumat, katanya.
Tidak kugaji jika bolos kerja.
Ini bukan taman, kau tahu!
Wow.
Kami sudah menunggumu, Nona.
Akhirnya.
Selamat datang.
Tasula si Putri Duyung.
Masuklah.
Ayo.
- Dua gelas serbat. - Segera.
Samet, kemarilah.
Pendosa aslinya adalah Çelebi.
Jangan sedih, Nak.
Allah Maha Melihat.
Dia juga menyuruhnya melewatkan Sabat.
Itu kejam.
Sabat itu apa?
Saat kami makan malam spesial
setelah senja setiap Jumat.
Mari, perhatikan.
Aku tak bisa dan tak akan bisa Cocok di mana pun di dunia ini
Aku di sini
Tapi hatiku ada di negeri raksasa
Karena ini dongeng
Mataku tertutup
Kebenaran kelam ada di balik tirai
Menungguku membukanya
Échappé. Passé! Échappé.
Maaf!
Bisa berhenti?
Lihat. Ini bukan balet.
Ini…
Ini pertunjukan.
Tuan, lupakan yang kita lakukan tadi.
Aku ingin sesuatu dari sini.
Paham, 'kan? Maksudku…
Aku ingin cinta.
Aku ingin yang lebih berapi-api, lebih bergairah.
Dengar, Tuan.
Kami bisa atur koreografi jika kau berikan yang kau inginkan dalam notasi.
Tapi untuk sekarang, maaf, aku ingin melanjutkan.
Baiklah!
Perhatian!
Baiklah.
Dari "Aku tak bisa cocok."
Satu, dua, tiga, empat, mulai!
Passé. Échappé. Passé. Échappé.
Bagus.
Karena ini dongeng
Mataku tertutup
Kebenaran kelam ada di balik tirai
Menungguku membukanya
Beberapa dari kita terbuat dari debu pelangi
Beberapa dari kita…
Kemarilah. Ayo!
Kemari.
Santai. Ya? Kumohon.
Ikat kami.
Semua pasti ingin berada di posisiku.
Seperti bercinta.
Hei! Yang mereka inginkan hanyalah…
- Kau pernah bercinta? - Apa?
- Tidak! - Menjijikkan!
- Jijik! - Apa yang kau lakukan?
- Dia pikir dia siapa? - Apa-apaan ini?
- Aku tak bisa kerja begini. - Kau tak apa?
Ayo pergi.
Ini salah.
Kami pergi.
Nona-nona.
Tn. Orhan…
Tuan-tuan.
Ini bukan pertunjukan biasa.
Kita ini di ambang revolusi hiburan.
Setiap detik pertunjukan ini harus luar biasa.
Anggota pers yang paling terpandang akan hadir di pertunjukan perdana.
Kalian tak tahu apa yang kalian hadapi di sini.
Selim dan aku…
Kami punya impian bersama.
Jika ingin memberi tahu para cucu, kalian ada di sini
dan menyaksikan revolusi, jangan pergi.
Mari bersyukur dan bayar yang ingin pergi.
Perusak kesenangan.
Beri aku yang terbaik dari Istanbul.
Bayar berapa pun yang mereka mau.
Baiklah, tapi…
No comments yet. Be the first to leave one.