Specials

Release info

강남 스캔들 Gangnam Scandal E24 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-12-27
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Katakan.

Kami perlu memahami agar kami dapat mendengarkanmu.

Kenapa dia tidak bisa menikahi Se Hyun?

Adakah sesuatu yang tidak kami ketahui?

Aku menyukai Se Hyun.

Apa?

Apa?

Ini tidak bisa dipercaya.

Kenapa kamu tidak memberi tahu kami kalau kamu menyukainya?

Kenapa aku harus memberitahumu itu?

Kamu memberi tahu kami segalanya, jadi, kenapa kamu tidak ceritakan...

Aku jelas bisa melihat kalau Se Hyun menyukaimu.

Jadi, bagaimana aku bisa memberitahumu?

Seharusnya kamu diam untuk seterusnya.

Kenapa kamu tiba-tiba meributkan hal itu?

Aku takut So Yu mungkin menikahi Se Hyun.

Se Hyun tergesa-gesa

memutuskan menikah denganmu, bukan?

Kalian belum mulai pacaran, bukan?

Apa yang kamu bicarakan?

Ibu.

Situasi aneh macam apa ini?

Kenapa harus kalian berdua?

Astaga, mereka bisa saja menikah.

Ibu datang karena penasaran apa kamu akan berada di sini.

Sedang apa kamu dalam gelap?

Aku baru mau pergi.

Ibu ingin makan sesuatu yang lezat.

Maukah kamu makan bersama ibu?

Ibu belum nafsu makan karena habis sakit.

Tapi kini, ibu ingin makan sesuatu.

Baik.

"Maaf, So Yu."

Apa yang sedang kamu lakukan?

Tidak, tidak apa-apa.

Kamu harus memberitahuku sebelumnya.

Kamu hanya akan menderita seorang diri.

Itu bahkan tidak sepadan.

Itu tidak sepadan?

Sepertinya kamu tidak terlalu menyukai Se Hyun.

Syukurlah. Aku sangat lega, So Yu.

Ya, aku juga.

Aku kenyang. Ini enak sekali.

Bagaimana kamu terpikir membeli ini?

Sudah seharusnya kamu membeli bubur dan jus ketika menjenguk pasien.

Ada begitu banyak pria yang bahkan tidak tahu tata krama.

Aku pikir aku dilahirkan dengan firasat yang bagus.

Firasat yang bagus untuk apa?

Firasat yang bagus untuk mengetahui apa yang disukai wanita.

Baguslah.

- Aku harus pergi sekarang. - Aku tahu kamu merasa canggung.

Menurut para pasangan yang sebelumnya berteman,

mereka semua merasa canggung pada awalnya.

Tapi jika kita mengatasi ini, konon kita tidak akan bertengkar

dan menjadi sangat akrab seperti pasangan suami istri.

Seperti pasangan suami istri?

Aku berusaha keras menjalin hubungan denganmu.

Ada apa denganmu?

Sepertinya kamu menjadi emosional karena sedang sakit.

Aku merasa akan menyesal selamanya jika tidak memberitahumu.

Itu berlebihan.

Aku menyukaimu.

Aku tidak mendengar itu.

Kenapa kamu menyatakan perasaanmu kepada seseorang yang menjengukmu?

Hanya itu yang bisa kamu katakan

kepada orang yang sudah 15 tahun menyukaimu?

Kamu demam.

Minumlah obatmu dan tidurlah. Jangan meracau lagi.

"Merekam fail 002"

Kamu ingin aku memberi ganti rugi 50.000 dolar, bukan?

Ya, seperti yang aku katakan padamu lewat telepon...

Kamu meminta kompensasi kepadaku atau tidak?

Saat itu, aku sedang marah.

Ini. Ini 50.000 dolar.

Lebih ringan dari yang aku duga.

Hanya butuh sehari untuk menyiapkan ini?

Kamu memang luar biasa.

Baik, sekali lagi. 5, 6, 7, 8.

Adakah gerakan tarian

yang mengharuskan kita menari sangat dekat?

Baiklah. Melangkah ke samping dan ulurkan lenganmu keluar.

Lalu aku akan menarikmu kembali.

Baik.

- 1, 2, 3. Baik. - Astaga.

Seperti ini?

Bagus. Yang ini sempurna.

Mari kita lakukan gerakan ini ketika dia sampai di sini.

Astaga, tapi agar tampak dekat, kita harus bicara dengan santai.

- Bolehkah aku melakukan itu? - Tentu, silakan.

Kamu ingat skenarionya, bukan?

Ya. Bu Jang...

Jangan panggil aku Bu Jang. Panggil aku Mi Ri.

Baik.

Dia seharusnya berpikir bahwa aku sangat menyukaimu, bukan?

Ya. Kita akan menari dengan sangat romantis,

dan begitu dia menatapmu, kita akan duduk di sana.

Dan jangan lupa untuk melingkarkan lenganmu di bahuku saat kita duduk.

- Seperti ini? - Ya.

Tapi kamu harus mengatakan sesuatu. Coba katakan sesuatu.

Apa yang harus aku katakan?

"Mi Ri, kamu seperti boneka." Coba katakan itu.

Mi Ri, kamu seperti boneka.

Hanya mengucapkannya terdengar hambar.

Kita akan berkeringat karena menari, bukan?

Jadi, sisir rambutku dengan jarimu dan letakkan di belakang telingaku.

Cobalah.

Mi Ri, kamu seperti boneka.

Kalian! Dia datang!

Baik, jangan lupa latihan kita.

Aku akan mengarahkanmu, jadi, tetap lakukan gerakan dasar.

- Baik. - Ayo.

Astaga, dasar mereka...

Hei!

Apa yang sedang kamu lakukan?

Jin Bok!

Pak!

Jin Bok! Jin Bok, punggungmu!

Astaga, apa-apaan ini?

Ayah, apa Ayah terluka?

Bukankah itu sudah jelas?

Apa? Apa Ayah sungguh jatuh?

Astaga, Bu Do. Kamu seperti peramal.

Kami bahkan makan bubur kacang merah untuk mencegahnya jatuh.

Kamu hanya terluka sebanyak itu berkat bubur kacang merah.

Aku sudah makan

dua porsi.

Jika tidak makan sama sekali, Anda akan patah tulang.

Ini sangat menarik.

Apanya yang menarik?

Aku dengar kesialan tentang jatuh atau gosip

cukup akurat, dan lihat apa yang terjadi.

Bu Do, bisakah kamu meramalku juga?

Apa aku akan mengalami kesialan tentang jatuh atau gosip?

Ini bukan rumah peramal.

Bagaimana Ayah terjatuh?

Kenapa kamu menanyakan itu?

Jika dia jatuh di tempat kerja,

semua orang pasti akan ribut, dan aku akan mengetahuinya.

Apa Ayah jatuh dalam perjalanan untuk janji makan malam?

Apa kalian detektif atau semacamnya?

Kenapa kamu terus bertanya kepada ayah?

- Astaga. - Astaga, punggung Ayah.

Bu, ayo makan.

Ibu bilang akan makan nanti. Kenapa terus memaksa ibu makan?

Ini sudah larut. Kapan Ibu akan makan?

Ibu akan menyiapkan sendiri makanan jika ibu lapar.

Apa ibu ingin aku mencampur nasi dengan jangjorim?

Biarkan saja di sana. Ibu akan memakannya nanti.

Apa aku harus khawatir ibu akan makan atau tidak?

Itu sebabnya kamu tidak perlu merisaukan ibu.

Ibu bukan mesin makan.

Ibu tidak memiliki nafsu makan karena sangat frustrasi.

Ibu tidak boleh melewatkan makan

hanya karena merasa kesal.

Apa? Tidak boleh?

Apa maksudmu ibu tidak sepantasnya melakukan ini?

Benar.

- Astaga. - Astaga.

Astaga.

Ibu benar-benar membuatku gila.

Ibu selalu bilang aku pemarah karena mewarisi sifat Ayah.

Tapi kurasa bukan sifat Ayah yang kuwarisi.

Ibu sendiri memiliki temperamen yang buruk.

Kamu membuat ibu marah.

Ibu sudah merasa kesal karena So Dam.

- Bu. - Apa?

Kita dikejar oleh seorang pembunuh yang membawa pisau.

Kita harus berlari menyelamatkan diri sekarang.

Ibu tidak boleh memikirkan hal-hal lain.

Ibu tahu.

Tapi ibu masih merasa kesal.

Begitu ibu berpikir Se Hyun akan menjadi calon suamimu,

ibu sangat bahagia sampai ingin membanggakan kepada orang asing.

Aku akan membawakan pria yang bisa Ibu banggakan suatu hari nanti.

Ibu bisa seperti si penjual telur.

Ibu harus mencobanya.

"Menantuku ada di sini."

"Menantu yang besar dan segar ada di sini."

Hei, bagaimana bisa seorang menantu menjadi besar dan segar?

Kenapa tidak?

Aku akan bawakan barisan panjang calon menantu

yang besar dan segar lalu meminta ibu memilihkan untukku.

Jadi, kamu ingin ibu makan sekarang?

- Itu benar. - Astaga.

Tunggu sebentar.

"Se Hyun"

Hei, Se Hyun.

Aku menunggu begitu lama sampai harus menelepon. Ada apa?

Aku pikir ibuku agak kesal.

Dia sudah baik-baik saja sekarang.

Dia dengan cepat menyesal

telah mengejutkanmu seperti itu.

So Yu, apa yang terjadi?

Apa yang kakakmu katakan ketika kamu berkata kamu menyukai Se Hyun?

Dia terkejut dan bertanya kenapa aku tidak memberitahunya.

Lalu?

Dia tidak akan menikahi Se Hyun.

Itukah yang dia katakan?

Se Hyun yang terburu-buru.

So Yu sepertinya tidak berpikir sejauh itu.

Gangnam Scandal subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Gangnam Scandal

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left