The first 200 lines.
23:00
Hujan sedang turun...
Mobilnya tidak bisa menyala.
Aku sudah menyuruhmu datang lebih cepat.
Kau terlambat bekerja di hari pertama,
jam segini baru sampai.
Dan kau bahkan tidak membawa payung.
Ayo jalan,
pergi ganti bajumu.
Mobilnya taruh di sini saja.
Hujan, mesinnya tidak mau menyala.
Tunggu hujan reda baru coba lagi.
Night of Soul Returning
Ayo jalan.
Ya.
Hari pertama bekerja,
aku ingin kau mengenali lingkungan kerjamu.
Aku bilang
mata Anda ini
Satpam
Pemukiman Wangxiang
apakah bisa melihat dengan jelas?
Kau tidak pernah mendengar,
membuka indra keenam,
maka indra penglihatan akan tertutup?
Terkadang
ada banyak sekali hal yang bisa kulihat jauh lebih jelas darimu.
Satpam
Pemukiman Wangxiang
Anda sudah datang?
Eh,
minggir, minggir.
Silakan.
Sampai jumpa.
Halo, halo.
Segala benda di dunia ini,
jika sudah tua dan berkarat,
tentu saja akan muncul
sesuatu yang kotor.
Lowongan Pekerjaan Satpam Shift Malam
Manusia,
rumah,
binatang,
semua sama saja.
Penghuni kamar 703,
lagi-lagi sedang memasak.
Kau merasa amis,
akan tetapi sebagian orang
seleranya memang seperti itu.
Apakah kau ingin mendengar kisah tentang kamar 703?
Ramuan Ajaib
Bagian Pertama
Ada orang tidak?
Kau...
Ada orang tidak?
Ada...
Ada orang tidak?
Siapa?
Aku dari lantai bawah.
Pintumu tidak dikunci,
aku...
Aku tadi sudah mengetuk pintu.
Apakah ada urusan?
Maaf.
Jelas-jelas rumahku yang bocor dan mengganggumu,
masih harus merepotkanmu
membantuku memperbaiki AC.
Tidak apa-apa.
Port kondensasi sepertinya tersumbat.
Pantas saja panas sekali,
sudah memanggil properti beberapa kali, tapi tidak ada yang datang juga.
Ada apa?
Tidak bisa diperbaiki?
Bisa.
Aku...
Aku alirkan airnya dulu.
Terima kasih.
Oh, tidak masalah.
Sudah.
Seharusnya tidak ada masalah lagi.
Sudah merepotkanmu.
Lap keringatmu.
Ya.
Kalau begitu, jika tidak ada urusan lain lagi,
aku pamit dulu.
Ah.
Eh, tunggu sebentar.
Aku masak sup,
minumlah dulu baru pulang.
Sudah begitu lama di atas, kenapa masih belum pulang juga?
- Sudah begitu lama di atas, kenapa masih belum pulang juga? - Istriku, aku tiba-tiba ada urusan di perusahaan, aku sudah bicarakan dengan lantai atas
Mari.
Kau tinggal sendirian?
Ya.
Seorang pria
sudah sibuk seharian,
tidak ada sup yang bisa diminum saat pulang.
Kasihan sekali.
Enak tidak?
Enak.
Ini sup penyu tua yang dimasak
dengan herbal Tufuling.
Kalau suka, minumlah semangkuk lagi.
Kau melihat apa?
Hei!
Kenapa kau melamun terus?
Apakah lantai atas masih bocor?
Tidak lagi, kenapa?
Hanya bertanya saja.
Makan sayurnya.
Ya.
Aku makan.
Bisa naik ke atas sebentar?
Ada urusan pekerjaan, aku pergi sebentar.
AC-nya rusak lagi.
Setelah kupikir-pikir, aku terpaksa merepotkanmu.
Di mana kotak perkakasnya?
Kau sudah makan belum?
Belum.
Perut kosong bagaimana bekerja?
Mari,
makanlah dulu.
Kemarilah.
Apa ini?
Hotpot kepala ikan.
Panasnya sudah pas.
Orang yang pandai makan,
baru makan kepala ikan.
Daging ikan tidak boleh dimasak terlalu lama.
Hanya kepala ikan,
dimasak perlahan dengan api kecil,
daging dan tulang yang lembut
seperti kembang tahu.
Ikan ini
kepalanya jauh lebih menggiurkan daripada badannya.
Bagaimana dengan manusia?
Ah, benar.
Aku tidak pulang makan lagi hari ini.
Ya.
Masalahnya kerjaan ini sangat merepotkan.
Iya.
Bisa-bisa aku harus begadang.
Ya.
Kau makan saja sendiri, oke.
Itu, bos sudah datang.
Aku tidak bicara denganmu lagi.
Baiklah.
Apa ini?
Ikan buntal.
Bukankah ikan ini ada beracun?
Kelenjar racunnya sudah dikeluarkan.
Cobalah.
Enak tidak?
Apa ini?
Vesikula seminalis ikan buntal.
Ikan buntal sungguh binatang yang sangat luar biasa.
Begitu masuk mulut, vesikulanya langsung meleleh,
kenikmatan yang sangat sulit didapatkan dengan uang.
Akan tetapi ovarium yang menerima pembuahan
sangatlah beracun.
Hanya satu gram saja,
sudah bisa mematikan seekor gajah.
Menurutmu kenapa?
Hal yang paling beracun
adalah hati seorang wanita.
Yang paling beracun adalah hati seorang ibu hamil.
Ada apa?
Apa yang kau lihat barusan?
Tidak, mataku sedikit kabur.
Mungkinkah aku terkena racun?
Jika kau terkena racun,
aku akan mati bersamamu.
Bagaimana?
Bicara sembarangan apa kau ini?
Kau tidak bersedia?
Kau tidak mencintaiku?
Aku bersedia.
Meskipun harus mati bersamaku,
kau juga bersedia?
- Istri - TolakTerima
- Istri - TolakTerima
- Panggilan tidak terjawab - Istri
Kau...
Kenapa bisa ada foto ini
di rumahmu?
Kenapa tidak mengangkat teleponku?
Aku bertanya kenapa kau tidak mengangkat teleponku?
Sebenarnya ada apa denganmu? Seperti kehilangan jiwa saja.
Urusan pekerjaan.
Perusahaan hanya memberimu gaji,
untuk apa kau bekerja sekeras itu?
Lihatlah dirimu,
raut wajahmu begitu pucat.
Kau telepon minta izin dulu,
istirahat selama dua hari di rumah.
Usaha tidak akan mengkhianati hasil
Lapar.
Apakah kau tahu kenapa orang-orang suka makan ikan buntal?
Yang mereka sukai
bukanlah kenikmatan,
No comments yet. Be the first to leave one.