The first 200 lines.
KANAL SAINT-MARTIN, PARIS
Saat kau meneleponku dari London, kau menyebutkan wanita.
Tidak, kurasa tidak.
Jangan anggap aku bodoh, ya?
Katamu, "Wanita itu tak tertarik dengan uang." Siapa dia?
Alison Rowdy.
Alison?
- Alison-mu? - Ya, Alison Rowdy.
Itu dia.
Kau menghubungi Alison saat di London?
Aku selalu melacaknya.
Dia memperlakukanmu dengan buruk, dan kau kembali kepadanya?
Kukira kau lebih pendendam.
- Hanya dia yang bisa membantuku. - Membantumu?
Dia membangun hidup baru dengan bersaksi melawanmu.
Belum lagi, dia menyalahkanmu atas kematian si rambut merah itu.
- Kau harus membencinya untuk itu. - Vlado!
- Apa itu? - Cukup, pergilah!
Apa masalahnya?
- Ayo, duduklah. - Kau tak bisa begitu.
Pada satu segi, aku memang membencinya.
- Hei, bisa minta lagi? - Ya?
Terima kasih.
Tenang, aku sudah tak peduli.
Dia berubah. Dia jadi gendut, tua.
Dia tak seperti dahulu.
Ini.
Nama si rambut merah itu Nathalie.
Oh, ya?
Bisa kuberi saran?
Jangan terlalu percaya Alison. Jangan bertindak bodoh.
Ini.
Teleponnya.
Kau kira kulakukan apa?
Tak ada.
Cintaku.
Kau harus tidur.
Kau tahu hal yang kita katakan tak akan kita lakukan?
Kita harus melakukannya.
Ayo menikah.
Aku tahu.
Sayang, aku mencintaimu.
Dan memikirkan untuk hidup tanpamu...
Aku mencintaimu.
Kau tampak agak pengar pagi ini.
- Aku merasa buruk sekali. - Ya.
Aku langsung datang ke sini setelah Chien Noir.
- Langsung ke sini? Sungguh? - Ya, kusuruh orangku bekerja semalaman.
Kami menemukan sesuatu yang mungkin menarik bagimu.
Oh, ya?
Lihatlah.
Silakan.
Istri Samir?
- Myriam Hamza. - Ya?
Dia mengambil rute biasa. Suriah, Turkiye, Yunani.
Dia menunjukkan dokumennya. Begitulah kami menemukannya.
Dia meminta agar tetap ada di Area Schengen.
Lalu dia dipindahkan ke Belgia.
Kami menemukan nomor ponselnya dan memeriksa panggilannya.
Ada satu nomor yang dia hubungi tiap hari. Diduga Samir.
Ayo minum kopi. Aku perlu itu.
Masih belum jelas siapa pelaku
insiden ini dan layanan setuju melakukan...
Hampir selesai.
...penyelidikan lebih lanjut.
Saksi mata melaporkan ambulans ada di lokasi dalam beberapa menit.
Akan kuberi dia resep obat untuk rasa sakit.
Terima kasih, Dokter.
Malammu sulit, bukan?
Penyelidikan besar oleh Polisi Transportasi Inggris sedang dijalankan.
Aku akan kembali memeriksamu besok,
- ya? - Terima kasih.
Jangan cemas. Dia pulih dengan baik. Dia akan baik-baik saja.
Perdana menteri mengucapkan belasungkawa...
Terima kasih, Dokter. Sampai besok.
...dan menghormati para korban dan tanggapan layanan darurat.
Kevin Abbot usia 16 tahun tewas karena cederanya
di Rumah Sakit St. Callum hari ini, menjadikan korban jiwa berjumlah empat.
- Korban lain... - Sayang, aku turut prihatin.
...tetap dalam kondisi kritis.
Kereta api ulang-alik mendekati stasiun King's Cross
saat bertabrakan dengan kereta barang yang berangkat dari...
- Mau kopi? - Tidak usah.
Jika kita berhenti bermain-main sebentar, ada dua tim.
Di satu sisi, ada aku yang mencari lokasi peretas
dan sisi lain, mereka yang coba membunuh mereka.
Jadi, apa maksudmu?
Kau mau mundur dari misi?
Tidak, tetapi kita tahu jika kutemukan Samir, dia akan mati.
Itukah keinginanmu? Itu perintah klienmu?
Klienku Didier Taraud.
Dia Kepala Badan Keamanan Nasional di Élysée.
Gugus tugas,
menjadi penyeimbang "kekuatan super" DGSE.
Kau dapat informasi tentangnya?
Dia cerdas, ambisius, lulusan ENA, inspektur keuangan.
Dia suka uang.
Entah kenapa dia tak bekerja di sektor swasta.
Penghasilannya bisa sepuluh kali lipat.
Kami tak bisa apa-apa.
Dilindungi TrueCrypt, jadi mustahil dibuka.
Apa kataku?
Baik. Kau harus temukan Samir.
Ini identitas dan samaran baru.
Pergi ke Brussel dan bawa istri Samir. Itu akan membuatnya datang.
Sabine Louseau, wanita simpanan Taraud.
Dia bekerja untuk Komisi Eropa.
Dia naik kereta di Gare du Nord ke Brussel siang ini.
Bicaralah kepadanya.
Dapatkan informasi tentang Taraud, cari tahu apa dia
Maaf, tetapi tugasmu tampak buruk.
Ya?
Aku bukan ke sini untuk terbunuh.
Jadi, melihat risiko dan kerusakan moral...
Kerusakan moral? Kerusakan apa?
Hei. Aku terpaksa menghubungi Alison lagi.
Ya.
Untuk melihat dia jadi gendut dan jelek?
Sudahlah. Ada hal menarik di sini?
Hanya foto tak berguna.
Wanita ini punya riwayat bersih, atau dia sangat berhati-hati.
Begitulah, seperti yang kukatakan.
Aku dibayar untuk satu tugas, tetapi kini tampaknya ada dua.
Jadi, aku upahku harus ditambah.
Permisi.
Bu?
Itu ulahmu?
Tentu saja, dasar begundal.
Aku tak akan pergi tanpa kenangan kecil darimu.
Silakan, periksa saja sesukamu.
Bu, tunggu... Sebentar, Bu.
Jangan cemas, jangan panik.
Aku datang. Aku akan naik kereta ke Brussel.
Tak akan merusak rencana kita.
Kau temukan Samir? Di sanakah dia?
Tidak.
Begini, aku tak tahu.
Aku akan bicara kepada istrinya. Mungkin dia akan beri tahu.
Kau bersama seseorang?
Bu.
Hentikan. Jangan cemburu, ya?
Baik, bagus. Aku akan ke Brussel sore ini.
Hubungi aku setelah kau dengar sesuatu.
Aku sayang kau, Bu.
- Pria dan ibu mereka, ya? - Ya. Dia tak muda lagi.
Kenapa lama betul?
Aku tak tahu sedang apa dia.
- Kau juga ke Brussel? - Ya.
Aku juga, kereta terlambat. Entah apa kau tahu.
- Ya, sangat terlambat. - Halo.
Halo, tolong secangkir kopi.
- Dua. - Dua? Baiklah.
Dan roti cokelat.
Dan, croissant.
Segera, Pak.
Aku menjaga berat badanku.
BANTUAN EROPA
- Kau bekerja untuk... - Ya, aku bekerja untuk mereka.
Aku bekerja dengan mereka.
- Jean-Marc. - Sabine.
Itu lucu. Nama ibuku Sabine.
Kebetulan sekali.
Kebetulan.
Baik. Rahasiakan perjalanan ini hingga aku bicara ke PM.
Pergilah ke Brussel dan rampungkan kesepakatan. Ya?
Gleason bagaimana? Dia akan mengejek kita.
Astaga, Mark. Apa kau punya ide lain?
Orang sekarat.
Aku kurang tidur malam hari. Apa tidurmu nyenyak?
Tidak. Aku tak terlalu tidur nyenyak.
Kau pikir aku suka mengirim kalian, memohon bantuan ke Brussel...
Perdana menteri mengunjungi orang tua anak malang itu siang ini.
Mungkin kau bisa bicara dengannya di sana, jauh dari Gleason.
Sebenarnya, itu ide bagus.
Semoga berhasil.
BRUSSEL - STASIUN MIDI
Ini.
Aku di sini selama... Aku tak yakin berapa lama.
- Terima kasih. - Aku bebas kapan saja sesukamu.
Aku tak akan melewatkannya.
- Kau menginap di hotel atau... - Tidak, aku punya apartemen di sini.
Sungguh? Baiklah.
- Mungkin aku harus bawa koperku. - Maaf.
Dan cramique? Kau makan cramique, craquelin dan semuanya?
- Tidak sama sekali. - Kau tahu apa itu?
- Tidak. - Kita harus makan craquelin.
Apa kau lihat kita dibagi secara berkelompok? Ayo.
KANTOR PUSAT
Halo. Hai.
Aku mau menemui Bu Hamza, Myriam Hamza.
Permohonan suakanya diizinkan.
Baiklah.
Itu dia.
Dia datang kemarin. Jadi dia pasti masih dikarantina.
Baik, terima kasih.
Halo. Kantor pusat.
Bisa lihat kartu pasmu?
Di sana.
- Di sana? - Ya.
Jadi, Myriam Hamza, itu ada di sana.
No comments yet. Be the first to leave one.