The first 200 lines.
Aku terlambat.
Kamu sudah makan?
Aku tidak makan banyak.
- Kamu sudah makan? - Ya.
Dia tinggi sekali.
- Astaga. - Dia tinggi.
Aku tidak menduga dia setinggi itu.
- Aku? - Kuperhatikan tinggimu
- 165 cm, bukan? - Ya.
Itu tinggi.
- Tinggimu 165 cm? - Ya.
Itu tinggi.
Dahulu, tinggiku 164 hingga 165 cm.
- Tapi kini aku menyusut. - Ya.
Aku menyusut seperti kepompong.
Kepompong.
Kapan Gun Mo-ku akan menikah dan melakukan itu?
"Tiba-tiba suasana menjadi sedih"
Alangkah menyenangkan kalau dia segera menikah.
Tolong kenalkan dia dengan wanita yang baik.
"Dia meminta Ho Jeong mencarikan wanita baik untuk Gun Mo"
Wanita itu harus berusia berapa?
Aku akan meminta nomor teleponmu.
Baiklah.
Tapi semua temanmu pasti
- Semua teman dekatku - sudah menikah.
- sudah menikah. - Mereka tidak tidak muda lagi.
Kamu pasti kenal banyak orang.
- Omong-omong, - Ya.
anak-anaknya akan kuliah.
Siapa yang akan masih lajang?
- Tentu. - Ya.
Dia mengatakannya begitu saja.
Omong-omong,
putramu sangat mirip dengan suamimu, Jae Ryoung.
Mereka sangat mirip.
Apa putrimu juga lebih mirip dengan suamimu?
Ya. Fitur wajahnya sangat mirip dengan ayahnya.
Dia akan lebih cantik kalau mirip ibunya.
- Dia akan sangat cantik. - Tapi putrimu...
Tapi dia
mewarisi tubuhku. Dia sangat kurus.
- Dia mewarisi itu darimu. - Ya.
Aku sangat kurus waktu muda.
- Benar. - Ya.
Bahkan orang langsing seperti dia melahirkan dengan lancar.
Waktu itu
tidak sulit bagiku untuk melahirkan.
Lebih sulit saat menyusui bayi.
Aku harus bangun malam hari dan makan sup rumput laut.
Aku bahkan memakan itu.
Ibuku memberiku kaldu jokbal.
- Kaldu jokbal? - Kaldu jokbal.
- Itu untuk susu. - Itu membuat ASI-mu makin banyak.
Aku harus bangun pukul 2 dini hari
dan meminumnya lagi. Itu bagian yang sulit.
Bagian melahirkan tidak sulit.
Kamu harus meminum itu pukul 2 dini hari.
Bukan berarti kamu meminumnya dengan alkohol.
- Kamu harus minum kaldu jokbal. - Tanpa garam juga.
- Hanya kaldunya. - Itu jokbal yang direbus.
- Jokbal yang direbus. - Astaga.
- Itu pasti menyedihkan. - Kamu harus meminum itu.
Saat menyusui, kita sangat mudah lapar.
- Bahkan usai minum semangkuk sup, - Ya.
- kita mudah lapar. - Kamu lapar lagi.
Kita lapar setelah menyusui.
- Bukan begitu? - Aku lapar.
Dan aku kagum bisa terbangun secara otomatis pada saat itu.
Setiap bayiku lapar, aku juga bangun.
- Itu naluri ibu. - Ya.
Aku tidak menyusui dalam waktu lama.
Aku hanya menyusui sampai usia bayi berusia 100 hari.
Ya. Kamu harus bekerja.
- Aku ibu rumah tangga tetap, - Ya.
jadi, aku menyusui anak sampai hamil lagi.
Tidak ada waktu di mana aku tidak menyusui.
Saat kita hamil, ASI jadi mengering.
- Begitu rupanya. - ASI secara otomatis mengering.
Di masa lalu, para ibu membawa bayi mereka ke mana pun.
- dan terus menyusui bayinya. - Ya.
Kamu terus menyusui bayi. Ya.
Apa suamimu berkata bahwa kamu
seperti seekor singa?
"Apa Ho Jeong adalah istri yang mirip seperti singa?"
Itu yang dia katakan. Apa kamu setuju dengannya?
Seperti seekor singa.
- Kamu tidak seperti itu. - Dia tidak mirip seperti itu.
- Dia lebih mirip seperti rusa. - Ya.
- Jae Ryoung selalu mengatakan ini. - Orang bilang para ibu itu kuat.
Kita berkata sebagian orang bisa hidup tanpa hukum, bukan?
Tapi dia bilang dia butuh hukum untuk hidup.
Dia bilang hukum harus melindunginya.
Dia bilang dia takut dengan dunia tanpa hukum.
Dengan mata berkilau yang besar itu, dia mirip seperti rusa.
Matanya sangat besar dan cerah.
Tapi saat suaminya bersalah, dia berubah menjadi buas.
Matanya sebesar mata rusa, tapi dia menggigit.
Jadi, dia mirip singa dengan mata yang besar.
- Begitu rupanya. - Menurutmu kenapa aku jadi singa?
- Tentu. - Dia benar.
Tapi dia harus menjadi singa untuk mengurus keluarga.
Ini pengalamanku.
Saat aku menikah,
istriku berubah menjadi singa.
Saat dia punya anak,
dia punya sayap.
Itu sangat mengerikan. Dia akan terbang ke sana kemari,
terbang ke arahku, dan menggigit kepalaku. Lalu terbang kembali.
- Dia seperti elang. - Ya.
Kurasa kita perlu terlihat lemah
dan tidak melakukan banyak hal dengan benar
agar para suami lebih mengurus kita dengan baik.
Tapi aku tumbuh sebagai anak sulung.
- Kamu tidak punya waktu untuk itu. - Aku punya empat orang adik.
Aku harus melakukan semuanya sendirian agar merasa puas.
Itu sebabnya aku bekerja sebelum dia mengatakan apa pun.
Aku rasa itu yang membuatnya merasa kasihan kepadaku.
- Dia terlihat seperti itu. - Kita adalah Wanita Perkasa.
Kita sangat kuat.
Dahulu aku mengangkat semua benda berat.
Sampai sekarang, kupikir kamu sangat lemah.
Aku tidak lemah.
Terkadang aku bertanya-tanya apa aku ditakdirkan menjadi pria.
Aku bertanya-tanya apa aku ini seorang pria di kehidupan yang lalu.
Aku bisa tahu itu.
- Sungguh? - Ya.
- Oh Yun Soo juga sama. - Ya. Benar.
Aku tahu bahwa kamu kuat.
Aku penasaran soal ini. Maukah kamu menikahi Jae Ryoung lagi
di kehidupanmu selanjutnya?
Ya. Aku pasti akan menikahinya lagi.
"Dia langsung menjawab"
Kamu orang pertama yang pernah berkata begitu.
- Ini sungguh mengejutkan. - Ini mengejutkan.
- Kami tidak menduga jawaban ini. - Tapi...
Apa kamu yang akan jadi suami dan dia yang menjadi istri?
- Ya. Itu dia. - Sungguh?
"Dia yang akan jadi suami dan suaminya akan jadi istri"
- Kamu ingin posisi berlawanan? - Ya.
- Aku ingin terlahir kembali. - Sudah aku duga.
Aku ingin dia merasakan semua yang sudah kulewati.
Sudah kuduga.
- Itulah maksudnya. - Aku selalu mengatakan ini.
"Aku ingin terlahir sebagai Lee Jae Ryoung jika lahir kembali."
"Dia bertekad untuk terlahir kembali sebagai Jae Ryoung"
Aku ingin dia merasakan semua emosi yang kurasakan.
"Sebelumnya, Gun Mo mendatangi biro jodoh"
Sebelumnya, dia mendatangi sebuah biro jodoh.
"Hal yang paling penting"
"Adalah kemauan mereka untuk menikah"
"Dan kerja keras mereka"
"Kamu harus menikah"
"Kamu akan diberkati dan menjalani hidup dengan berkah"
"Aku punya lisensi menerbangkan drone"
"Itu sama sekali tidak berguna dalam pernikahanmu"
"Kamu tidak tahu yang kamu inginkan"
"Tepat"
"Entah siapa yang aku inginkan"
"Apa level kami dinilai?"
"Hal seperti itu tidak ada"
Aku bisa tahu nilaimu di persentil menengah.
Menengah?
Dan nilaimu di persentil menengah bawah.
Kamu bilang menengah bawah?
"Nilai Jong Min masuk persentil atas"
"Aku bahkan punya lisensi menerbangkan drone"
"Cinta seperti Perang".
Barbeku mereka enak.
"Setelah konsultasi, mereka bertiga makan di luar"
Apa mereka menghidangkan daging perut?
- Di mana tadi posisimu? - Apa?
Di persentil menengah.
Persentil menengah itu lumayan. Bagaimana denganmu?
Di persentil menengah bawah.
"Seseorang sedang menunggu mereka di restoran itu"
Mungkin kencan buta kita sedang menunggu?
Apa kamu menjodohkan kami dengan wanita?
Mulai sekarang, kalian akan hadapi dunia dengan percaya diri.
Apa mungkin kencan buta kami sedang menunggu di sini?
- Percaya dirilah. - Astaga.
Di sini.
"Mengetuk"
Hei.
"Apa ada seorang wanita?"
Hei.
- Masuklah. - Halo.
Halo.
"Dia teman kencan Moo Song, No Sa Youn"
Ternyata dia.
"Mereka senang"
Sudah kuduga.
"Tapi sekaligus sedih melihat dia"
"Mereka belum bertemu sejak konser Sa Youn"
- Halo. - Lama tidak bertemu.
- Sungguh. - Tunggu.
- Kita belum bertemu sejak konser. - Benar, bukan?
Duduklah.
Kami baru datang dari kantornya.
- Kantorku. - Kantornya.
No comments yet. Be the first to leave one.