The first 192 lines.
Mariano.
Mariano.
Kau tertidur?
Tidak, Pak. Aku terjaga.
Kau tampak melamun.
Sedang memikirkan apa?
Kau mengganggu saja, Ramirez.
Biarkan saja dia.
PAWAI KEMATIAN KM 36
Bisa bayangkan
apa yang dipikirkan para prajurit itu saat Pawai Kematian?
Pikirkan saja. Mereka berjalan kaki 100 kilometer,
nyaris tanpa makanan,
tanpa air,
sambil disiksa serdadu Jepang.
Kakekku penyintas Pawai Kematian itu.
Tahu caranya selamat?
Dia berpura-pura mati.
Saat tak ada yang melihat,
dia berguling ke ujung tebing.
Hampir mati karena lukanya.
Jika kakekku tak selamat, aku tak akan hidup saat ini.
Kau bagaimana, Mariano?
Menurutmu kau bisa selamat dari itu?
Berjalan kaki 100 km?
Alfa, ada halangan di depan. Pelan-pelan.
Pelan-pelan, Nelson. Ada penghalang.
Kenapa berhenti?
Merah Satu, ini Merah Dua. Apa situasinya? Ganti.
Ada orang Aeta menghalangi jalan. Kini sudah aman.
Dasar berengsek, selalu membuat masalah.
Pantas mereka disingkirkan.
Konvoi berlanjut. Ganti.
Diterima, Merah Satu. Keluar.
Halo?
Pers sudah tiba?
Suruh mereka jangan khawatir.
Aku tak akan mengakui semua semudah itu.
Jika aku jatuh, akan kuseret mereka semua bersamaku.
Dengan semua nama di daftar pengedar ini, kuberi tahu...
Apa-apaan?
Kenapa kita berhenti?
- Merah Satu, apa yang terjadi? - Sial!
Merah Satu, masuk. Apa yang terjadi?
Di sini tak aman.
Santiago, Mariano, tetap waspada.
Bersiaplah. Biar kuajak bicara.
Ada apa?
Merunduk, Pak!
Mariano.
Mariano, dengar...
Mariano!
Wakil Wali Kota! Ayo keluar!
Aku tak akan selamat.
Ambil ponsel ini.
Semua bukti ada di sini.
Mariano!
Tahan! Aku menyerah!
Mariano!
Amarentes.
Cabreso.
Montana.
Nazareno.
Sebran.
Amarentes.
Cabreso.
Montana.
Nazareno.
Sebran.
Mariano.
Amarentes.
Hitung semua mayatnya. Pastikan semua sesuai.
Kita harus bereskan ini sebelum matahari terbit.
Apa langkah pertama, Pak?
Hitung mayatnya. Nanti baru bersihkan cangkang peluru.
Mesinnya kena. Tak akan hidup lagi.
Bagaimana dipindahkan?
Sial, sudah kusuruh berhati-hati.
Persetan itu. Hitung mayat dahulu.
Mesin sial.
Pak, kurang satu.
Mariano!
Mustahil. Periksa lagi!
Dia tak ada, Pak.
Sial, Sonny akan membunuh kita. Temukan dia!
Mariano sial!
Sialan!
Tetap waspada. Dia tak mungkin jauh.
Pak! Mariano ada di sini!
Yang! Sial! Dari mana asalnya itu?
Temukan dia!
Pak, di sini!
Tangkap dia!
Si jalang itu!
Hampir tertangkap!
Dia tertembak. Biar mati pendarahan saja.
Nanti pasti mati di hutan.
Kau yang jelaskan ke Torejon.
Amarentes.
Cabreso.
Montana.
Nazareno.
Sebran.
Pastikan saja yang kau lihat.
Jelaskan dengan benar.
Abay yang melihatnya.
Hanya aku?
Kita berdua ada di sana.
Bos Sonny.
Apa yang harus kita lakukan dengan Yang?
Kami tak mau tinggalkan dia, tetapi juga tak bisa kami bawa.
Akan mencurigakan.
Kita harus bagaimana?
Kau tahu yang harus dilakukan.
Namun, tak kau lakukan.
Bagaimana keadaanmu?
Aku perlu...
Apa?
Kau perlu apa?
Rumah sakit.
Rumah sakit.
Torejon, sudah berapa lama dia bersama kita?
Hampir dua tahun.
Abay, benar?
Ya, Bos.
Berikan senjatamu.
Bos?
Berikan kepadaku. Sekarang.
Paham kenapa?
Tak ada saksi, Bos.
Semua beres?
Mariano kabur, tetapi dia bukan masalah lagi, Bos.
Abay dan Salome bilang dia sudah mati.
Kau lihat mayatnya?
Dia jatuh dari tebing, Bos. Mustahil...
Kau lihat sendiri dia sudah mati?
Kau biarkan satu orang yang bisa mengacaukan operasi ini lolos?
- Kong. - Ya, Bos?
Hubungi Sersan.
Suruh dia bereskan ini, dan kita akan mencari Mariano.
Bos, masih ada cadangan?
Sebran.
Amarentes.
Cabreso.
Montana.
Nazareno.
Nazareno.
Sebran.
Kau takut?
Apa kejahatannya?
Bagaimana jika kubilang dia teroris?
Dari kelompok mana?
Komunis...
Abu Sayyaf,
aktivis,
teroris,
atau bahkan jika dia anggota Taliban, itu tak penting.
Jika mereka ingin dia mati...
tugas kita melakukannya.
Tunjukkan kau pantas ada di sini,
dan setia kepada sesama anggota.
Terutama saat ini,
bahkan jika wartawan menyerang kita,
atau kita diseret ke daftar pengedar sial itu...
Jika kita saling mendukung,
tak ada yang ditinggalkan.
Benar, Mariano?
Kumohon, jangan.
Ampuni aku.
Kumohon, jangan.
Nona!
Jika kau tak bisa lakukan demi kami, lakukan demi keluargamu.
Kau butuh uang agar mereka bertahan hidup, bukan?
Apa sulitnya membunuh seseorang yang tak kau kenal?
Apa arti hidupnya dibanding hidup keluargamu?
Aku tak berbuat salah!
Aku tak berbuat salah!
Bukan aku!
Seharusnya dia di sini.
Apa dia tampak di sini?
Tunggu, Bos.
Kita akan masuk ke hutan itu?
Ada masalah dengan itu?
Bagaimana?
Bos, itu tempat sembunyi para prajurit yang kabur dari serdadu Jepang.
Di situlah pembantaian terjadi.
Mayat mereka tak dipindahkan.
- Mungkin kita mengganggu... - Mungkin?
Waktu usiaku 12 tahun, tikus mengganggu desa kami.
Panenan kami dimakan,
mereka merayapi dinding kami.
Butuh tiga tahun sebelum warga sekitar merasa muak.
No comments yet. Be the first to leave one.