Season 1

Release info

Twinkling Watermelon S01E01 1080p VIU WEB-DL AAC H 264-AYM
A Commentary by Luh_Fil
Viu Version

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
Published on: 2023-09-25
Downloads: 167
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Ryeo Un"

"Choi Hyun Wook"

"Seol In Ah"

"Shin Eun Soo"

"Twinkling Watermelon"

"Sponsor produksi"

"Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, KOCCA"

"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"

"Dalam drama ini hanyalah fiksi"

"Staf menjamin keselamatan aktor cilik dalam syuting drama ini"

"Frappe Espresso Ganda, Mocha Java Chip Frappe"

Benar juga.

Kamu mau memesan?

Bantu aku?

Mungkin mereka tidak bisa bahasa Inggris.

Mereka pasti dari Jepang.

Selamat datang.

"Kakak mau minuman yang sama seperti sebelumnya, bukan?"

"Ya"

"Lalu kenapa Kakak lama sekali? Bagaimana dengan krim kocoknya?"

"Tentu saja, kakak mau itu"

"Jangan lupa memesan satu seloki ekstra untuk minuman kakak"

"Apa Kakak gila? Minum saja seperti itu. Harganya mahal"

"Kakak tahu kamu akan memakai kupon hadiahmu di sini"

"Dasar pelit!"

Permisi.

Begini...

Jika kamu bisa menuliskan minuman

yang kamu inginkan... - Tambahkan banyak krim kocok.

dan sirop karamel untuk Double Espresso Frappe.

Dan buat ukuran besar.

Kami juga pesan Frappe Mocha Java Chip besar.

Baiklah.

Kamu dengar itu?

"Kamu memesan ekstra seloki?"

Frappe espresso ganda

dan krim kocok ekstra.

Aku ingin espresso ekstra untuk Frappe Espresso Ganda.

Ekstra seloki. - Ekstra seloki.

Ya, tolong.

"Kenapa kamu ingin kakak memakai ini? Ini tidak berguna"

Kakak tidak tahu apa-apa.

Kakak harus memakainya agar mobil tidak mengklakson.

Mereka tahu Kakak tidak bisa mendengarnya.

Jadi, mereka akan memutari Kakak.

Terlihat keren adalah bonus yang bagus.

"Episode Satu"

Kakakku tuli.

Halo. - Eun Ho dan Eun Gyeol datang.

Kalian datang untuk makan siang? - Ya!

Sampai jumpa. - Baiklah.

Halo, Eun Gyeol. - Halo!

Hei.

"Cabai hijau rasa mentimun"

"Itu berbahaya! Pegang setangmu!"

"Jangan mengebut! Kamu bisa jatuh!"

"Jangan lakukan itu"

Orang tuaku juga tuli.

Tapi aku tidak.

Aku bisa mendengar suara.

Aku bisa bicara.

Kita kehabisan ayam goreng.

Baiklah. Sebentar!

Kami menyajikan makanan spesial hari ini!

"Ambil makanan sebanyak yang bisa kamu habiskan"

Astaga. Lihat dirimu, Eun Gyeol.

Kamu membantu orang tuamu lagi hari ini?

Astaga. Kamu anak yang manis.

Kudengar nilaimu juga bagus. - Semacam itu.

Aku bisa membesarkan sepuluh putra sepertimu.

Benar.

Tunggu.

Ini. Ambillah. - Tidak.

Ayahku akan memarahiku jika aku menerima ini.

Ambil saja.

Beri kami dua botol makgeolli sebagai balasannya.

Aku tidak bisa melakukan itu.

Jika mabuk, Anda bisa menyebabkan kecelakaan.

Semua orang hanya dapat satu minuman.

Tapi aku pasti akan mengisinya penuh.

Baiklah.

Paket!

Anda datang. - Halo, Eun Gyeol.

Astaga. Aku sibuk sekali!

Halo.

"Toko Jungkyung"

Ada apa?

Apa ada masalah dengan sayurannya?

Dia menyuruh Anda mengambilnya kembali sekarang juga.

Hei. Apa?

Dia bilang jika Anda terus membawakan kami produk sisa,

dia tidak akan membeli dari supermarket ini.

Kapan aku melakukan itu?

Katanya dia memasak untuk orang dengan pekerjaan fisik berat.

Jadi, dia ingin Anda berhenti memberi kami produk yang buruk.

Astaga. Wanita itu. Dia luar biasa.

Aku? Kapan aku membawa produk yang buruk?

Hanya karena dia tidak bisa bicara atau mendengar, dia tidak bodoh.

Dia menyuruh Anda berhenti menipunya.

Dia membiarkannya demi ayahku sampai sekarang.

Tapi dia tidak tahan lagi.

Dia akan membayar bahan-bahan bulan ini

berdasarkan bahan-bahan yang Anda bawa besok.

Astaga. Kenapa kamu seperti memarahiku?

Kamu tidak mengarang hal terakhir yang kamu katakan?

Benar, bukan?

"- Malam kudus - Malam kudus"

"- Sunyi senyap - Sunyi senyap"

"- Dunia terlelap - Dunia terlelap"

"- Dunia terang - Dunia terang"

"- Dekat Perawan Suci, Ibu dan Anak - Dekat Perawan Suci, Ibu dan Anak"

"- Bayi kudus nan lembut dan halus - Bayi kudus nan lembut dan halus"

"- Tidur dalam damai surgawi - Tidur dalam damai surgawi"

Selamat Natal.

Selamat Natal.

Kenapa kamu bangun?

Paduan suara bernyanyi,

dan aku bisa mendengar suara salju turun.

Jadi, aku bangun.

Ibu kira salju tidak bersuara.

Aku bisa mendengarnya.

Bagaimana suaranya?

Itu seperti cucian yang dikeringkan di bawah sinar matahari.

Hatiku hangat mendengarnya.

Salju itu dingin, tapi suaranya menghangatkan hatimu?

Ibu rasa kamu akan menjadi penyair saat besar nanti, Eun Gyeol.

Hei, salju turun.

Ayo keluar dan membuat manusia salju.

Kak Eun Ho!

Ibu! Ayah!

Ibu!

Ibu! Ayah!

Kak Eun Ho! Itu akan jatuh! Dia dalam bahaya!

Cepat!

Sudah ibu bilang jangan mendekati gedung yang sedang dibangun

karena itu berbahaya.

Ayah menyelamatkanku.

Bagaimana jika Eun Gyeol bersamamu?

Ayah.

Jika Kak Eun Ho dan aku dalam bahaya,

siapa yang akan Ayah selamatkan lebih dahulu?

Ayah.

Jika Kak Eun Ho dan aku dalam bahaya,

siapa yang akan Ayah selamatkan lebih dahulu?

Kedengarannya menyenangkan.

Bagaimana jika kami bertiga dalam bahaya di saat bersamaan?

Siapa yang akan kamu selamatkan lebih dahulu?

Aku menyesal menanyakan pertanyaan itu.

Aku akan...

Setelah hari itu, jawabannya muncul di benakku

di setiap momen penting dalam hidupku.

Hatiku selalu sakit.

Rumah kita di lantai berapa?

Kalian di sini.

Ibu, wanita itu datang. - Kamu datang lebih awal.

Kamu tahu

aku menyewakannya dengan harga yang jauh lebih rendah

dibandingkan unit lain di lingkungan kita, bukan?

Dia bilang

dia memberi kita harga bagus. Ibu tahu itu, bukan?

Astaga, semua orang di gedung menentang kepindahanmu,

tapi aku sendiri yang mengunjungi setiap unit dan meyakinkan mereka.

Kubilang setidaknya kalian tidak akan berisik.

Astaga. Aku suka kesunyian.

Serta penyandang disabilitas...

Aku tidak punya prasangka terhadap orang seperti kalian.

Dia menyambut kita.

Dia menyuruh kita memindahkan barang-barang sekarang.

Apa?

Kenapa orang tuamu tersenyum kepadaku?

Kamu tidak menjelek-jelekkanku, bukan?

Tidak. Aku menyampaikan pesan Anda kepada mereka.

Tapi itu berakhir begitu cepat

padahal aku mengatakan banyak hal kepada orang tuamu.

Jika tidak ada hal lain yang ingin Anda katakan,

boleh aku mulai memindahkan barang-barang kami?

Tentu. Silakan.

Sampai jumpa.

"Penghargaan"

Astaga.

Aku hanya pernah mendengar anak bak dia. Dia impian tiap orang tua!

Astaga.

Hei, Byung Ho. Di mana kamu sekarang?

Ibumu dan ayah akan sering pulang larut mulai sekarang.

Jika ada masalah, segera hubungi kami.

Mengerti?

Setelah selesai sekolah,

datanglah ke restoran dan makan siang.

Ibu akan membungkuskan makan malam, jadi, kami akan makan itu di rumah.

Kami tidak akan menyentuh kompor.

Benar, bukan?

Saat matahari terbenam, pulanglah.

Aku akan tetap bersama Kak Eun Ho, apa pun yang terjadi.

Yang ini cukup mendesak.

Apa aku juga harus ke kamar mandi dengannya?

Halo.

Aku putra induk semang di lantai empat.

Namaku Yeom Byung Ho.

Ibuku ingin aku menyapa. Jadi, aku di sini.

Begitu rupanya. - Halo.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left