Darkland (Underverden)

Darkland (Underverden) (Underverden)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Darkland 2017 720p AMZN WEB-DL MkvCage
A Commentary by acehkhan12
Just resync dr sub nya Ayhie utk rilisan Web-DL MkvCage. Saya sediakan sub teks warna kuning, krn hardsub English dr mkvcage. Credit

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
720p
720
mkv
MkvCage
Published on: 2017-12-19
Downloads: 301
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Diterjemahkan oleh: Ayhie Ahyhandhie Genre: Action, Crime, Drama.

Bernapaslah, bernapaslah, santai saja. Kau gugup?

Bernapaslah.

Tutup matamu dan tenang.

Bernapaslah.

Tutup matamu dan tenanglah.

Bernapaslah.

Bangun bung! Mengapa kau menutup mata? Kau pikir sedang berlibur?

Kau sangat bodoh, bro?

- Ini. - Aku merasa bersalah.

Andai itu salah, itu buruk untukmu. Kau mengerti!

- Ya. - Kenakan helmmu.

Ayo, jangan lihat kiri kanan. Langsung menuju bank.

Ayo, ayo, ayo, ayo.

Cepatlah, mumpung kosong, pergi! jangan terlalu banyak mikir.

- Mana tasnya. - 10 detik.

Oke, oke, baiklah.

Ini perampokan! serahkan uangnya, bung!

Ayo! ayo!

- Kau bodoh?! serahkan uangnya! - Aku tidak bisa.

Agak ke samping sedikit.

Selesai.

Paru-parunya masih berfungsi.

Siagakan.

- Ya, kita memiliki ritmenya. - Kau tidak bosan-bosannya memperhatikan.

Risky, lihatlah apa yang terjadi.

Kita memiliki ritme sinus yang baik. Pasien terus stabil.

- Boleh aku melihatnya lebih dekat? - Kemarilah.

- Kurasa aku harus mengucapkan terima kasih. - Sama-sama.

- Kerja yang bagus, sampai jumpa. - Baiklah Zaid.

Mari bersulang.

- Dimana nikmatnya?, bisa kau rasakan. - Terima kasih, sebab itu kami ada. Selamat.

- Terima kasih. - Sama-sama.

- Stine, berapa lama kau akan pergi? - Kalian membicarakan aku.

- Kita membawamu kembali, tenanglah. - Ini salahmu selama 7 bulan.

- Ada dua, bukan? Dua kali lipat. - Hanya ada satu saja foto USG.

- Kami ingin melihatnya? - Ya, tunjukkanlah.

- Lihatlah. - Aku harus memperingatkanmu.

- Ini khusus pria, sebuah anatomi aneh. - Apa yang kalian bicarakan?

- Penis yang besar. - Tidak, hentikan! Ini tidak lucu!

- Ini tali pusar. - Anton, ini penis.

Orang bisa melihatnya betapa dia imut dengan hidung dan mulutnya yang kecil.

Ini tali pusar.

- Aku sedikit mabuk. - Ini akan baik-baik saja, apa yang kau inginkan?

Aku hanya bilang, ini akan baik-baik saja.

- Kapan kau ke Perancis? - Jum'at.

- Apa?, dimana? - Di Côte d'Azur.

- Aku berharap kau... - Apa kau kemudian berada di Karibia.

- Selama dua hari. - Datang dan pulang, seperti mereka katakan.

- Perjalanan akhir pekan. - Sayang, angkatlah teleponmu.

- Itu pesanannya? - Bukan!

Pesanannya, pesanannya!

Hallo Stine, apakah ini rumah Zaid? Aku mencoba menelpon kakakku.

- Ya, ponselnya dia senyapkan, silahkan masuk. - Tidak, terima kasih. Aku hanya perlu bicara dengannya.

- Zaid. - Ya?

- Kau temani tamunya, sayang? - Iya.

- Hei, Zaid. - Sebentar.

- Aku mencoba menelponmu. - Kau baik-baik saja?

Kau tidak mengangkat teleponnya. Ini benar-benar gila.

Aku butuh bantuanmu. Aku benar-benar kacau, orang-orang itu mengejarku.

Cobalah dengar sebentar.

- Zaid... - Yasin, Yasin, shh...

Tenang...

Aku ada tamu dan ini Jumat malam. Kami sedang merayakan.

- Aku tahu kau ada tamu. - Jangan malam ini, apa kau butuh uang?

- Aku tidak bisa menjelaskan. - Berapa banyak?

100.000 dan aku berjanji secepatnya menyelesaikan semua ini.

Zaid, beri aku kesempatan. Aku sangat kacau./ - Tidak.

Beri aku satu kesempatan saja dan aku janji aku tidak akan pernah minta uang lagi.

Yasin, aku tidak bisa.

Aku bersumpah demi anakmu, ini terakhir kalinya aku minta uangnya.

Anakku belum lahir. Kau mengerti?

Tolong beri aku satu kesempatan, Zaid. Apakah aku ini bukan adikmu?

- Apakah aku ini bukan adikmu? - Tekan tombolnya.

Semua orang mengejarku, percayalah. Semua orang mengejarku!

- Semua? - Aku sangat kacau!

- Zaid, ini terakhir kalinya! - Tekan tombolnya.

Aku janji. Ini terakhir kalinya, Zaid!

Masuklah, aku akan segera kembali. Masuklah, sayang. Masuklah.

- Aku bisa rasakan sodanya. - Ini sangat sedikit.

Rasanya seperti mengores tenggorokan.

- Apa kau ingin penuhkan digelas ini? - Iya. /- Terima kasih.

- Seperti itu. - Lalu kita berpesta bersama.

- Bersulang. - Bersulang.

Aku bangga padamu.

Iya.

- Apa kau percaya padaku? - Tentu.

- Tanganku tidak cukup untuk ini. - Cobalah dengan kedua tanganmu.

Woow.

Sedikit lebih kecil ya.

Zaid, aku harus bicara padamu.

- Sekarang? - Ya... sekarang.

Kalian lanjutkan saja dulu.

Bagaimana?

Maaf Zaid, adikmu telah memasuki fase trauma pertama.

- Mengapa? - Dia terluka parah.

- Hei Zaid, kau jangan kesana. - Minggir!

Itu tidak terlihat bagus, Zaid. Kita tidak bisa berbuat banyak.

- Gro, qpa aku harus mengatakannya pada mereka. - Iya.

Kemarilah.

Pergilah.

Aku tidak bisa berbuat banyak.

Jadi...

Yasin... anakku ...!

Masih perlu waktu lagi? Aku harus...

Sudah, mari kita selesaikan.

Tiada tuhan selain Allah.

Tiada tuhan selain Allah.

Aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah.

Dan aku bersaksi Muhammad utusan Allah.

Surga itu ada, Neraka itu ada.

Dan akhir dunia itu ada.

Untuk menghormati Almarhum, marilah kita bersama-sama membaca Al-Fatihah.

Semoga Allah senantiasa meridhoi kita semua.

Torben.

- Ini istriku, Stine. - Hai, Torben.

- Selamat. - Terima kasih.

- Apa jenis kelaminya? - Laki-laki.

Baguslah.

Mampirlah. Alangkah baiknya nanti saja bertemu denganmu.

Kurasa kau harus pulang ke rumah orang tuamu.

Kurasa aku tidak bisa, tidak bisa sekarang. Aku akan melakukannya besok.

Sebaiknya simpan tentang ibumu dan bicarakanlah sedikit tentang ayahmu.

Tidak.

Ayo.

- Sebaiknya aku kaluar... - Jangan kemana-mana.

Ya, menurutmu apa yang kuinginkan? Cobalah tebak, coba tebak sajalah.

Ini disaat kita sedang liburan musim panas.

Saat dia masih bayi.

Siapa kau?

Aku turut berduka cita. Aku Alex, aku temannya Yasin.

Temannya?

Apa yang terjadi dengannya?

Jika kau tahu sesuatu, katakan padaku. Aku akan lapor polisi besok.

Selamat tinggal, perokok. Matikan rokokmu.

Hei, tunggu sebentar.

Aku tahu dia bekerja di Smoker Club di Lunden. Untuk seorang bernama Branco.

- Apa yang dia lakukan di sana? - Menurutmu?

- Alex. - Zaid.

- Zaid?, giliran anda. - Terima kasih.

Saya ingin mengatakan bahwa itu sangat tragis.

Tidak mengherankan, ketika orang muda meninggal dunia sebelum waktunya.

Kau harus menerimanya.

Apa anda sudah berbicara? Dengan seorang psikologis, mungkin?

Belum, belum sama sekali, tapi...

Saya sendiri seorang dokter, jadi...

Terima kasih, Claus. Pada kenyataannya, saya mendengar...

dari kemajuan investigasi, apakah Anda memiliki identitas tersangka?

Tidak, sayangnya tidak. Tidak untuk saat ini.

Tidak apa-apa, sebenarnya aku kemarin untuk menemui orang tuaku di Alberton.

Disudut bawah pusat kota ada sekitar 20 sampai 40 anak muda yang nongkrong.

Itu yang aku tahu saja.

Apa kau pernah bicara dengan mereka?

Belum, itu tidak akan terjadi seandainya tidak terjadi tembak menembak.

Kita tidak bisa mencurigai semua orang yang berkulit gelap dan bermata coklat.

Tidak, tidak, tentu saja. Tapi itulah yang sekarang saya fokuskan.

Kami menerima semua opsi.

Claus, kita mendapat perintah dari Roskildevej, bahwa kita harus pergi sekarang.

- Permisi sebentar? - Iya silahkan.

- Maafkan saya, Sadid. - Zaid.

Zaid, ya. Ada begitu banyak nama untuk diingat, tapi...

Zaid, begitu kita mendengar sesuatu, anda adalah orang pertama yang diberitahu.

- Ya. - Saya berharap ini dapat sedikit membantu.

Janni Svendsen, seorang wanita berusia 72 tahun miliki klinik rawat jalan di Herlev.

Dia memiliki disektion kronis.

Dia cukup renta, paru-paru dan ginjalnya masih bekerja.

Haruskah kita mengoperasinya? Kami tidak tahu apa yang akan terjadi.

Dia sangat riskan dan resikonya meninggal.

Zaid, apa kabar bung. Aku turut berduka cita atas adikmu.

- Kau baik-baik saja? - Ya, Ya. Apa kau menjual semuanya?

- Aku menjualnya disini. - Hallo!

Hei sayang.

Hallo. Senang melihatmu.

Aku menjual 3 potong koleksi pribadi. Jens Peter Brask.

Rata-rata semuanya milik designer.

Hei, teman!

- Hei sayang. - Lama tidak bertemu.

- Kau mengenakan jelly shots. - Itu hal terakhir yang kuingat.

Anders dan Zaid, kemarilah.

Ronnie, penguasa di Copenhagen.

- Hai. - Hai.

- Dan ini Shami. - Hai.

Permisi, aku harus pergi.

- Belikan aku sesuatu. - Cukup satu, akukan kasirmu.

Pasti - Terima kasih sayang.

Apa-apaan ini!

Duduk dan bersantailah disini.

Kita tidak punya waktu beberapa bulan lagi. Mereka harus memberi kita lebih banyak waktu.

- Sudah sampai. - Baiklah.

Zaid, disini sangat dingin. Kau tidak masuk kedalam?

Kau tidak masuk kedalam? Sebaiknya kau jangan diluar sini.

Ini tidak bagus untukmu. Masuklah.

- Maaf-maaf. - Temuilah tamumu.

Hei... Hei! Apa yang terjadi?

Aku hanya mencari udara segar.

Sebaiknya kita pulang.

Apa ada sesuatu yang baru dan seru di Timur Tengah?

Mungkin itu tidak masalah bagimu, tapi mungkin sangat baik untukku.

Apakah kau sudah bicara dengan polisi?

Apa yang bisa dilakukan polisi?

More Indonesian subtitles for Darkland (Underverden)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left