The first 194 lines.
LOVE LESSON/FANCY WALK
Dia sudah menunggu. Marilah.
Ya! Kami sudah mempersiapkan semua ini tanpa kau ketahui. Bagaimana, hebat kan?
Ya, kau pasti terkejut.
Berpesta!
Ayo bersulang. Ayolah angkat gelas kalian, dan bersulang bersama-sama.
Hei, tuangkan juga minuman untuknya.
Ah iya, hampir saja aku lupa.
Nah, ini dia minuman untukmu.
- Ya! - Silahkan.
Silahkan dinikmati.
Ayo semua!
Bersulang!
Ya, ya, minumlah sepuasmu.
Mengapa kalian membuat pesta ini untukku?
Mengapa? Yah, tentu saja karena kau pantas mendapatkannya.
Bagaimana bisa kami tidak membuatkanmu sebuah pesta yang meriah?
Ngomong-ngomong, bagaimana kabarmu?
Hariku sangat menyenangkan.
- Kami akan membuatnya lebih menyenangkan. - Tapi aku harus pergi.
Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu.
Dia baru saja sampai lalu sudah mau pergi saja.
Kalian berpesta saja sendiri ya.
- Hei, jangan pergi begitu saja. - Ya, benar!
Keterlaluan! Dia tidak menghargai upaya kita.
Ah!
Hah.
Hah, sial.
Hei, jawablah teleponnya!
- Kau sudah datang. - Ya. Dimana dia?
Ada di dalam.
Apakah pekerjaanmu sudah selesai?
Bersabarlah.
Beri aku sedikit waktu lagi.
Baiklah, kalau itu maumu.
Baiklah.
Lihatlah sendiri kalau kau tak percaya.
Periksalah.
Kau pikir itu mudah mengerjakannya sendirian?
Nah, lihatlah semua yang kukerjakan untukmu.
Semuanya kubuat dengan indah, sesuai permintaanmu.
Sesuai kemauanmu kan?
Apa ini kau buat sendiri?
Ya, tentu saja kubuat sendiri.
Jadi, tidak ada yang membantumu?
Aku selalu bekerja sendirian, tak ada yang membantu.
Sudahlah, aku mau pergi saja.
Ya, tapi setidaknya lihatlah dulu itu.
Kau tak bisa datang, duduk, mengomel, lalu pergi begitu saja.
Sejak kapan kau memhentakku, hah?
Ya, ya, kau selalu begitu.
Kaupikir aku ini apa?
Halo. Ah, iya, aku ingin hicara denganmu.
Ya, ya, ya, hagaimana dengan perjanjian kita?
Ya, ya, ya. -HAHAHA-
Jadi hegitu ya. Bagaimana kalau hegini saja.
Kau bayar dulu setengahnya, baru kukerjakan sisanya. Oke? Ya,ya.
Nanti kita bicarakan lagi.
Oke. Sangat bagus.
Senyum.
Dia terlihat sangat bagus di pemotretan ini.
Seperti itu. Bagus!
- Lanjutkan seperti itu. - Dia sangat cantik.
- Tentu saja. - Baiklah.
Baiklah.
Apa yang kau bicarakan? Kau menganggap seolah dia itu milikmu saja.
Tentu saja tidak.
Kau berani padaku? Hah?
Haha, tentu saja aku tidak berani.
- Kurang ajar kau. - Ah, hei!
Sekali lagi kau berani seperti itu.
Akan kupukul lagi kau.
Aha, benar seperti itu, ayolah.
Baiklah.
Berhenti di sini.
Uh!
- Hah. - Menyingkirlah!
Brengsek.
Kemarilah!
Hah!
Tahan liftnya!
Terima kasih.
Hei, kau sudah selesai?
Kau sudah selesai?
Sedikit lagi selesai.
Lihatlah itu.
- Lihat apa? - Lihat tubuhnya!
Konsentrasilah pada gambarmu saja.
Konsentrasi pada gambar, memangnya kamu bisa?
Dengan model seperti ini, aku tak bisa herkonsentrasi.
Kau harus mencoba lebih keras.
Hah!
Ya, jangan berbicara keras-keras, orang di sebelahku bisa mendengarnya.
Apa kau mau membuatku malu di hadapan hanyak orang?
Mengapa kau harus malu?
Kalau kau membuatku malu, mau ditaruh di mana mukaku ini?
Apa kau pernah kupermalukan?
Dengarlah, aku tak mau jadi malu.
Aku jadi membayangkan...
Ah!
Kemarilah, kemarilah.
Song Seun-Hyi, bagaimana kalau kita melanjutkan rencana kita yang kemarin saja.
Dengan begitu, kita bisa menghemat waktu dan tenaga kita.
Aku setuju dengan pendapatnya.
Apa kau serius? Kalau kau serius, kau pasti punya ide yang lebih baik.
Kalau menurutmu begitu, aku mengikuti rencanamu saja.
Tapi, itu boleh juga.
Baiklah, begini saja.
Kita menikmati musik saja.
Dengarlah ini.
- Aha! - Oke.
Ah, nyanyikanlah!
Jelek sejali.
Tentu!
Lanjutkan!
Hei, hei, hei, berhenti!
- Mengapa kau hentikan? - Ah, kupingku sakit mendengarnya.
Suaramu sangat sumbang.
- Ah... - Mari kita minum saja.
Mau ke mana?
Hoey!
Ah, dia pergi lagi.
Yah, kita bertiga sajalah.
- Ini minuman pesananmu. - Ya.
- Ada apa? - Tidak ada apa-apa
Terima kasih, Semoga kalian suka.
Hei, jangan membuat suara yang tidak enak didengar!
Sesuaikan dengan nada musiknya!
Apa kau tidak tahu cara menyanyi dengan benar?
Ya.
Mari kita coba sekali lagi. Bersiaplah.
Oh, ada apa?
APB dia bagus?
Ah, tidak terlalu.
- Bagaimana bisa? Aku minta penyanyi yang bagus. - Ah...
Carilah orang lain yang lebih bagus!
Sangat susah mencari penyanyi bagus yang harganya murah.
Lagipula, dia sangat bersemangat.
- Ha... - Lalu kapan ini akan selesai?
Besok.
Mari kita bicara di luar saja. Silahkan.
Lalu bagaimana jadinya?
Begini... pekerjaan ini sangat sulit kalau kulakukan sendirian.
Carikanlah aku partner untuk mengerjakannya.
Tapi kalau kau bekerja sendiri kau akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar.
Ya, itu benar.
Tapi, satu sajalah, kumohon satu partner saja.
Tapi kalau aku menambah satu orang lagi pengeluaran akan menjadi lebih besar!
Aku mengerti. Lalu apa maumu?
Aku bisa tertekan kalau menghadapi penyanyi bersuara jelek seperti itu!
Lebih baik aku mundur saja.
Apa kau sendirian?
Maksudmu?
Perempuan cantik sepertimu tidak baik jika sendirian.
Bagaimana jika kau kutemani malam ini?
Berdua lebih baik daripada sendirian.
Memangnya mengapa kalau aku minum sendirian?
Bagaimana kalau orang melihatmu sendirian lalu kau dikira wanita panggilan?
Lalu kau diajak ke tempat yang sepi dan gelap.
Lalu apa yang akan kau lakukan?
Tentu saja aku akan menolaknya.
Terserah kaulah, yang penting aku sudah memberitahumu.
- Ya sudah. - Oh, begitu.
Lebih baik kita pergi saja dari sini, ayolah, mari kubawakan dompetmu.
- Jangan menarik tanganku. - Ah, cepatlah.
Ah! Jangan terburu-buru. Nikmati saja ini.
Tapi, apa kau menikmatinya?
Ya, kurasa kau sudah siap.
Kurasa kau belum siap, kita lanjutkan saja dulu.
- Menyingkirlah! - Aku sudah tidak sabar lagi.
Menyingkirlah dariku!
Hei, kau mau ke mana?
Bukalah!
Bukalah!
Bukalah! Biarkan aku masuk!
Tunggulah, hei!
Selamat datang.
- Apa pesananku sudah datang? - Sebentar ya, kulihat dulu.
Ini. Apa ada lagi yang kau inginkan?
- Terima kasih sudah berbelanja di sini. - Ini belanjaanmu, terima kasih.
Terima kasih.
Ke mana dia akan pergi...
Mengapa di sini sangat berantakan?
Apa?
Kau bilang apa?
Aku tidak tahu kau ada di sini.
Kau terkejut aku ada di sini?
Kau bermasalah dengan itu?
Memangnya tidak boleh?
Aku sedang tidak bersemangat.
Jangan sekarang.
Baiklah kalau itu maumu.
Lebih baik aku pergi saja.
Sampai jumpa-
No comments yet. Be the first to leave one.