The first 148 lines.
Hari ke-17
Ini tak ada artinya, lepaskan aku
Hiraukanlah aku, sayang, aku sedang terbakar hebat
Ini adalah panggung reinkarnasi
Malam ini kita akan menghidupkan kota
Ayo mulai saja, menerobos api
Kisah ini takkan bisa dicuri
Tentang hidup seorang diri
Di luar sedang badai
Lonceng bunyi ding ding dong seperti king kong
Dengan tugas top 10, memperbaiki diri, kapten
Tak bisa berhenti, Re:Monster, permainan besar, hidup dari nol
Risiko taruhanku melonjak tinggi
Tapi aku tak peduli karena modal selangit
Hei, lihat sini, selamat menikmati
Pakai topi di kota sampai muka tertutupi
Aku suka pertarungan ini
Untungnya bisa dobel sejak lahir
Ini kejayaan dari konsumsi
Jalan penuh darah dan daging
Ini tak ada artinya, lepaskan aku
Hiraukanlah aku, sayang, aku sedang terbakar hebat
Ini adalah panggung reinkarnasi
Malam ini kita akan menghidupkan kota
Ayo mulai saja, menerobos api
Hidup mirip permainan, kepastian hanya imitasi
Hancurkan akal sehat
Menerobos api dan menjalani hidup
Hidup mirip permainan, kepastian hanya imitasi
Hancurkan akal sehat
Menerobos api dan kita di sini
Bangunlah, Gobji.
Ada apa?
Terjadi hal buruk.
Kenapa bisa begini?
Semua wanita manusia itu...
Mungkin mereka merasa putus asa.
Aku dan Gobji melakukan upacara kematian untuk para wanita
yang meminum racun dan meninggal dalam tidur itu.
Hari ke-26
Gobe, kau tertinggal!
A-Aku sudah berusaha.
Beberapa hari telah berlalu,
dan aku melatih goblin segenerasi selama beberapa hari.
Selama melatih mereka, aku juga memakan musuh tangguh
dan mempelajari berbagai kemampuan baru.
Ada yang datang ke sini.
Ya.
Mereka kelihatan seperti goblin, tapi...
Tu-Tunggu sebentar!
Mereka adalah tim perantau!
Perantau?
Artinya, mereka adalah ayah kalian!
Kerja bagus, Hobken.
Kalian membawa banyak barang bagus hari ini.
Apa mereka manusia?
Wah, mereka kelihatan sehat-sehat.
Ini sempurna karena kita baru saja kehabisan wanita.
Goblin memiliki gen yang kuat.
Meski kawin silang dengan ras lain, mereka selalu menghasilkan anak goblin.
Setiap makhluk memang ingin memperbanyak keturunan,
tapi masalah perasaan harus tetap dipikirkan.
Apa aku boleh mengurus wanita-wanita manusia itu?
Hah?!
Apa-apaan kau ini?!
Dasar bocah ingusan!
Gobrou!
Sudah, sudah. Tidak usah bertengkar.
Jangan libatkan kami dalam perselisihan keluarga itu.
Benar. Itu merepotkan.
Siapa mereka berdua?
Hobsato dan Hobse si ahli sihir.
Bagaimana kalau kita adakan pertarungan antar pemimpin generasi
untuk memperebutkan posisi pemimpin desa ini?
Tentu saja, dilarang menggunakan senjata.
Boleh. Aku harus mendidik bocah ini.
Aku juga tidak keberatan.
Oke, sudah sepakat.
Benang apa ini?
Pendidikan ini sudah selesai.
Go-Gobrou, di mana kau menyembunyikan benang itu?!
Ini tidak termasuk senjata.
Benang ini mirip ludah atau bagian dari tubuhku.
Untung saja aku sudah mempelajari kemampuan benang dari laba-laba iblis.
Wah, itu hebat.
Ternyata sudah ada anak sekuat itu saat kita pergi dari sini.
Ini mengejutkan.
Kalian semua tidak keberatan jika aku jadi pemimpin desa, 'kan?
Ya. Kami mengerti.
Aku sudah menyuruh mereka untuk menjauhi kalian.
Aku tak berniat membahayakan kalian dan aku akan menjamin kehidupan kalian.
Aku juga akan memulangkan kalian suatu saat nanti.
He-Hei.
Jadi, apa yang kamu inginkan dari kami?
Aku juga memiliki alasan untuk menolong mereka.
Dan itu adalah...
Bukan hal besar.
Tolong ajari aku pengetahuan manusia.
Mereka adalah bagian dari rombongan pedagang
yang diserang para goblin saat menempuh perjalanan.
Para pria sudah dibunuh
dan mereka berlima adalah sisanya.
Hari ke-28
Selamat pagi!
Ya, selamat pagi.
Meski belum bisa dikatakan pulih,
mungkin mereka bersikap optimis untuk meringankan beban pikiran.
Aku memberi mereka makanan yang kubuat dari barang rampasan.
Makanan adalah hal mutlak yang diperlukan untuk hidup
dan makanan enak bisa memulihkan mental.
Efeknya mirip obat.
Manusia tak bisa berevolusi seperti kami, tapi mereka memiliki berbagai macam profesi.
Gadis kalem ini adalah penilai dan penempa.
Gadis kembar ini adalah koki dan penjahit.
Dan gadis berkacamata ini adalah alkemis.
Gadis berambut merah ceria yang menyapaku tiap pagi ini
adalah seorang pendekar pemula,
tapi dia masih belum bisa apa-apa, jadi aku akan menyuruhnya latihan.
Perbedaan usia itu tidak penting!
Mulai sekarang, kemampuan adalah segalanya!
A-Aku enggak kuat.
Ada apa?!
Apa kalian cuma bisa tambah tua saja?!
- Apa katamu?! - Dasar bocah sialan!
Kami tak pergi berburu untuk fokus menjalani latihan
dan memantapkan aturanku selama beberapa hari ke depan.
Hari ke-31
Hari itu sedang hujan.
Aku dan Gobkichi berduel dengan cukup serius.
Bagus sekali, Gobkichi!
Sudah menyerah?!
Belum!
Majulah, Gobrou!
Memang harus begitu!
Kemudian, hal itu terjadi saat malam.
Apa kau yakin dengan ini?
Mana ada yang tahan dengan lima barang mewah itu?
Mereka tidur nyenyak.
Kalian juga harus tidur!
Kalian sudah kusuruh untuk menjauhi mereka, 'kan?!
Bocah sepertimu belum memahaminya!
Manusia betina itu sangat nikma...
Maaf karena membuat kalian takut.
Kenapa ribut-ribut?
Pas sekali.
Gobkichi, tolong bawa mereka ke luar.
Ba-Baiklah.
Tolong bangunkan semuanya dan suruh mereka berkumpul, Gobmi.
No comments yet. Be the first to leave one.