The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
Kakek.
Kakek, tolong bangunlah. Kakek.
Kakek tidak bisa pergi seperti ini.
Kakek, kumohon. Kakek tidak bisa pergi seperti ini.
Kakek.
Ya, waktumu akan tiba.
Percaya dirilah dan hadapi dunia dengan gagah.
Itulah yang harus dilakukan pria sejati.
Kakek.
Tolong minggir.
Rendahkan menjadi 150.
Satu, dua. Setrum.
Naikkan ke 200.
Setel ke 200.
Satu, dua. Setrum.
Kumohon jangan lakukan itu.
Kumohon jangan. Dia belum pergi.
Lihat, tangannya masih sangat hangat.
Dia hanya tertidur.
- Pak... - Dia merasa sehat pagi ini.
Dia tidak mungkin meninggal seperti ini.
Kakek.
Dia hanya tertidur.
Tidak mungkin dia meninggal seperti ini.
Kakek.
Kakek.
Kakek.
Nam Jin.
Kita harus merelakan dia.
Kakek...
"Ini aku"
- Ini aku. - Bukankah kamu harus pergi?
Kamu sudah mengemas makan siang?
Aku sudah mengemasnya dari tadi.
Astaga. Pimpinan Ahn bisa meninggal kapan saja.
Apa yang menyenangkan? Kenapa kamu berdandan?
Ada seseorang yang ingin kamu buat terkesan di rumah sakit?
Rubah licik itu.
Astaga.
Berhenti memanggilnya seperti itu, mengerti?
Beraninya kamu menjelek-jelekkan bidadariku?
Kurasa semua bidadari sudah pergi dan mati.
Astaga. Berikan bekalnya kepadaku.
Setelah dipikir-pikir, aku akan pergi bersamamu.
Kamu juga akan pergi?
Aku akan menemui Pimpinan Ahn dan memberi makan Nam Jin.
Nam Jin bukan anak kecil.
Kenapa kamu harus menyuapinya?
Aku tidak mengatakan akan menyuapinya.
Dia mungkin kurang makan kemarin
karena sangat mengkhawatirkan Pimpinan Ahn.
Setidaknya dia akan makan sedikit jika aku terus mengawasinya.
Ada apa? Saat Jin Ah diopname
untuk mengobati pyelitis-nya,
aku nyaris tidak bisa membujuk Nam Jin makan tiga sendok nasi.
Aku melihat Jin Ah kemarin.
Kamu melihat Jin Ah? Di mana?
Kami berpapasan di rumah sakit. Gadis jahat itu
melarangku memberi tahu Nam Jin soal pertemuan kami.
Lalu?
Apa yang kamu katakan?
Jadi, kuberi dia pelajaran.
Kubilang dia tidak boleh begitu kepadanya jika dia memang manusia.
Astaga.
Kamu tumben mengatakan hal benar.
Dia membuatku kesal sekali.
Jadi, kubilang Nam Jin sudah punya pacar.
Aku melarangnya muncul di hadapan Nam Jin lagi.
Astaga. Itu membuatku senang sekali.
Mungkin aku terlalu khawatir,
tapi jangan memberi tahu Nam Jin soal pertemuanmu dengan Jin Ah.
Tentu saja. Untuk apa kuberi tahu Nam Jin soal dia
dan membuatnya lebih sedih saat dia mencemaskan Pimpinan Ahn?
Apa ini?
Bukalah.
"Pengajuan ubah nama keluarga. Nama, Yang Nam Jin"
"Izin pengubahan nama keluarga menjadi Ahn diterima"
Ahn Nam Jin.
Pimpinan Ahn meminta persetujuan Bu Yang
dan menjalani proses pengubahan nama keluargamu.
Pekan lalu, pengadilan
memberikan izin.
Setidaknya,
dia mendaftarkanmu sebagai keluarganya.
Lalu kenapa dia tidak memberitahuku apa pun soal ini?
Kalau dipikir-pikir, dia juga merahasiakan
hubungannya denganku.
Dia melakukan semua itu demi kamu.
Apa?
Kamu mungkin tidak tahu
bahwa Grup Hyunkang
menghadapi krisis terbesar sejak berdirinya.
Krisis?
Sudah terjadi dengan dirahasiakan.
Kandidat terkuat
adalah Direktur Choi Si Woo.
Kandidat berikutnya adalah adik Pimpinan Ahn,
Penasihat Ahn Seok Jae.
Serta putra Direktur Cho, yang seorang kontributor pendiri,
juga siap bertarung untuk hak pengelolaan.
Jika orang tahu kamu adalah cucu Pimpinan Ahn,
kamu mungkin mengalami situasi berbahaya.
Kenapa?
Apakah pertarungan mereka untuk hak pengelolaan
berhubungan dengan fakta bahwa aku adalah cucunya?
Memberitahukan orang-orang bahwa kamu adalah cucunya
sama saja mengungkapkan bahwa kamu salah satu kandidat
penerus perusahaan
kepada semua orang di seluruh dunia.
Omong kosong.
Orang sepertiku tidak mungkin menjadi ancaman bagi penerusnya.
Mereka mampu menyerang orang
yang bisa menjadi ancaman pekerjaan mereka.
Nam Jin, keberadaanmu saja
cukup untuk menjadi ancaman bagi mereka.
Pimpinan Ahn
mencoba melindungimu
dari situasi berbahaya seperti ini sampai akhir hidupnya.
Kakek.
Kini orang yang bisa meneruskan garis keturunan keluarga
adalah kamu, Pak Ahn Nam Jin.
Sebagai ucapan perpisahanmu kepada Pimpinan Ahn,
kamu akan melepasnya dengan segenap hatimu
sebagai pemimpin pemakaman.
Baik, Pengacara Heo.
Pimpinan Ahn meninggal?
Tidak mungkin.
Di mana Pimpinan Ahn? Aku harus melihatnya sendiri.
Tubuhnya sudah dipindahkan ke kamar mayat.
Lalu di mana keluarga Pak Ahn?
Anda sebaiknya pergi rumah duka.
Astaga. Bagaimana mungkin ini terjadi?
Tadi malam, di mimpiku,
dia mewarnai kuku dengan pacar air dan naik ke andong bunga.
Andong bunga? Seperti keranda?
Kurasa dia berpamitan kepadaku sebelum pergi.
Kamu sangat mirip dengannya.
Kamu sangat mirip dengan Young Gyu.
Sapalah dia, Nam Jin.
Halo.
Namaku Yang Nam Jin. Aku perawatnya Pimpinan.
Nam Jin, kamu
adalah cucuku yang hilang di rumah sakit
30 tahun lalu.
Aku menemukan dia, Sayang.
Dia putranya Young Gyu, Nam Jin, yang hilang
30 tahun lalu.
Nam Jin.
- Astaga. - Ibu.
Nam Jin.
Bagaimana mungkin ini terjadi?
Si Woo.
Kakekmu...
Kamu sedang apa, Yeon Sil?
Aku menyiapkan sarapan untukmu, Man Seok.
- Duduklah. - Baiklah.
Kenapa? Kamu tidak menyukainya?
Bukan begitu. Tentu saja aku suka.
Apa yang terasa buruk jika kamu menyiapkannya untukku?
Seung Joo tidak akan pulang?
Ya.
Anak nakal itu bersikeras mengatakan akan pindah.
Dia akan pindah?
Lalu apa rencanamu?
Aku akan mencoba meyakinkan dia baik-baik, tapi jika tidak berhasil,
aku akan mempekerjakan orang untuk menyeret dia ke rumah.
Apa gunanya menyeret dia ke rumah? Dia akan pergi lagi.
Aku tidak akan membiarkannya pergi.
Aku akan mengurungnya di kamar agar tidak pergi.
Dia tidak akan menurutimu meski dipaksa karena sudah dewasa.
Itu akan berhasil di tahun 1980-an.
Biarkan dia menjernihkan pikirannya untuk sementara.
Dia akan pulang saat merasa lebih baik.
Dia mengatakan tidak mau menikahi Si Woo.
Dia juga mengatakan akan menyewa rumah dan tinggal sendiri.
Astaga. Dia mengatakan tidak mau menikahi Si Woo?
Kenapa?
Katanya, dia ingin mencintai pria yang dicintainya.
Ucapannya tidak salah.
Wanita tidak bisa mempertahankan pernikahan tanpa cinta.
Cinta, omong kosong.
Entah kenapa dia menolak menikah dengan Si Woo padahal pilihan bagus.
Cinta tidaklah cukup untuk pernikahan.
Dia akan menyadari orang-orang tidak ada bedanya.
Man Seok, aku mulai merasa agak kecewa.
- Kenapa? - Aku menikahimu karena cinta,
tapi tampaknya kamu tidak begitu.
Orang-orang tidak ada bedanya?
Kita pengecualian.
Kita menikah karena sangat jatuh cinta.
- Benarkah? - Tentu saja.
"Pimpinan Grup Hyunkang, Ahn Seok Ho, meninggal"
Kini aku harus bagaimana?
Ada apa? Ada masalah?
Pimpinan Grup Hyunkang
meninggal.
- Kamu akan langsung ke sana. - Ya, aku harus ke sana.
No comments yet. Be the first to leave one.