The first 200 lines.
Aman, kapten.
Baiklah, Rico.
Ayo keluar.
Jalan.
Periksa.
Tak ada siapa-siapa di sana.
Kau tahu dari mana?
Apit dia dari kiri.
Kau masuk, aku masuk.
Ayo.
Ya?
- Mereka di sini, Mr. Ferguson. - Baiklah. Bawa mereka masuk sebentar lagi.
Bagaimana keadaan saksi kita?
Dia ketakutan.
Kuharap dia bisa bertahan hingga esok pagi.
Aku hadirkan dia di pengadilan
itu yang penting.
Bawa dia masuk.
Baiklah, Rico.
Dengar, Ferguson, aku sudah buat keputusan.
Aku...aku tak mau memberi kesaksian.
Kau harus cari orang lain.
Duduk.
Berhentilah memerintahku untuk duduk.
"Tenang, Rico." "Santai, Rico."
Ini masalah keselamatanku.
Dia pernah coba di rumah,
di penjara, dan di hotel.
Dia hendak membunuhku.
Tak ada yang hendak membunuhmu.
Itulah kenapa kami bawa kau kemari.
Tidurlah malam ini di sana di kasur itu.
Besok pagi, kami akan membawamu
ke lift untuk masuk ke ruang persidangan.
Kau tak sekalipun bisa meninggalkan gedung.
Kau harus hadir di pengadilan kemudian memberi tahu kami apa yang kau saksikan.
Itu saja yang harus kau lakukan.
Mendoza ada di sana?
dia takkan membiarkanku untuk bicara.
Dia akan cari cara untuk membunuhku,
sekalipun saat duduk di bangku saksi.
Di ruang persidangan, Rico, penuh dengan polisi.
Yang kuminta darimu adalah mengidentifikasinya.
Aku tak mau melakukannya.
Kau duduk di bangku saksi
Besok pagi, 10:00.
Aku tak mau bicara!
Baiklah, jika kau tak mau bicara,
Aku bawa kau ke kursi listrik.
Tapi kau tak ingin aku ada di kursi listrik!
Kau ingin Mendoza!
Kumohon, Mr. Ferguson, jangan bawa aku ke pengadilan.
Yang bisa kulakukan padamu, Rico,
Aku bisa menyiksamu berkali-kali.
Tapi aku...aku biarkan kau terbebas dari perlakuan itu,
karena kau benar.
Aku lebih menginginkan Mendoza daripada dirimu,
dan kau harus membantuku untuk menghukumnya.
Kau pikir Mendoza akan membiarkanku untuk mencelakakannya?
Kau tak mengenalnya!
Dia akan membunuhku di antara anak buahmu yang ada di sini.
Dia terkunci di sel, di lantai 9 bawah tanah.
Dia punya organisasi.
Bakal ketahuan.
Kau tahu dari mana?
Mungkin dia sekap seseorang kemudian kabur dengan seragam polisi!
Ada suatu rencana yang tengah berlangsung untuk membunuhku.
Aku bisa rasakan itu sedang berjalan.
Mungkin dari... sana.
atau dari sana...
sana, atau di sana.
Aku punya firasat ini akan terjadi.
Dia melarikan diri!
Lihat, ada lagi yang lain.
Aku bisa dengar, aku bisa dengar.
Dia melarikan diri!
Lihat? Panggilan itu untuk memberitahukanmu.
Ya?
Oh, diusahakan dilakukan malam ini.
quillen, suara sirene apa itu?
Dari walikota.
Dia terlambat untuk suatu pertemuan.
Kau bohong. Itu dari Mendoza. Dia berhasil melarikan diri.
Sudah kubilang dia terkunci di selnya!
Dia berhasil keluar! Dia akan datang untuk membunuhku! Dia berhasil keluar!
Kau ingin melihatnya?
Baiklah, aku perlihatkan padamu.
Bawa dia.
Kemari. Lihat sendiri.
Dia di dalam, huh?
Kau ingin melihatnya, lihatlah.
Aku tak mau melihatnya.
Kemari, lihatlah.
Dia tersenyum padaku.
Mendoza. Panggil dia kembali.
Aku takkan hadir di pengadilan. Aku bersumpah takkan ke sana!
Bilang padanya aku tak akan membeberkan.
Rico!
Kau harus bicara, kau dengar?
Kau harus bicara!
Kau tak terlibat dalam perkara ini!
Butuh waktu empat tahun untuk menjebloskannya ke penjara,
Begitu dia keluar, dia akan duduk di kursi listrik.
Jadi, kau harus bicara.
Hanya ini kesempatan agar kau bisa selamat.
Aku takut.
Dia tak pernah bisa mati!
Dia akan mati. Dia harus mati, dan kau yang bisa membunuhnya!
Aku tak bisa! Tak ada yang bisa.
Dia bukan manusia.
Besok pagi pukul 10:00, kau harus hadir di pengadilan.
Bawa dia ke atas.
Apa yang membuatmu gelisah?
Entahlah.
Coba kita periksa di luar.
Seperti kuburan.
Maaf, kapten.
Itu jendelanya... yang menyala itu.
Beri aku rokok.
Korek.
Sekarang!
Rico!
Aku tak mau jadi target sasaran
seperti bangkai burung.
Aku mau keluar dari sini!
Bagaimana keadaanmu?
Aku baik, pak. Hanya tergores saja.
- Whitlow... - Ya, pak?
Dari mana tembakan itu berasal?
Kupikir tembakan itu berasal dari atap
hotel di seberang jalan.
Bawa dia ke rumah sakit.
Sambungkan aku ke kantor pusat.
- Hey, dok... - Ya?
Buat dia terus tertidur.
Ya, pak.
Bawa ke ruanganku.
Ini dengan Nelson.
Hadang pintu keluar hotel di seberang jalan itu.
Geledah tiap kamar. Kirim pasukan untuk memeriksa bagian atap.
Ada 300 kamar di hotel itu. Kita tak punya kesempatan.
Oh, Whitlow...
Yo.
Tetaplah bersamanya.
Jangan tinggalkan dia demi apapun.
Bagaimana keadaannya?
Semua baik saja?
Ya.
Masih ada kopinya?
Kau punya hari yang melelahkan.
Sebaiknya kau pulang dan tidur.
Tidur?
Siapapun yang ada di atap itu masih terus berkeliaran.
Mereka takkan berbuat macam-macam lagi.
Mereka telah menembak saksi kunci mereka.
Mendapatkan Mendoza terkunci di selnya,
Tuduhan yang berat atas pembunuhan,
dan saksi mata atas kejahatan.
Inilah yang tercantum dalam kitab perundangan sebagai fakta-fakta yang meyakinkan.
Tak ada yang bisa terjadi.
Masih...
Minumlah kopimu.
Kami ingin kau hadir di ruang persidangan besok.
Kau mau ke mana?
Aku tak enak badan.
Baiklah. Kemari.
Aku bersamamu.
Baiklah, Rico, cukup menghirup udaranya.
Apa, lagi?
Nelson!
Dia ada di langkan, mencoba menggapai tangga darurat itu.
Kau tak bisa menggapainya, Rico.
Kau tak bisa menggapainya! Terlalu jauh!
Kau benar. Aku tak bisa menggapainya.
Aku pusing.
Aku mau kembali.
Pelan-pelan, Rico.
Jangan lihat ke bawah.
Tegakkan kepalamu ke tembok.
Ini.
Raih tanganku.
Ayo.
Pelan-pelan.
Sedikit lagi.
Sebentar. Cari pegangan yang kuat.
Bisa kami membawanya?
Ya.
Ini gila.
Kita sudah selesai.
Ini gila.
Kita bisa melindunginya dari apapun selain dirinya sendiri.
Perintahkan anak-anak kembali ke pos mereka masing-masing.
Nelson.
Kau bisa hadir di persidangan besok?
Tidak, pak.
Perkaraku di sini.
Kau tak bisa menghadapi persidangan hanya dengan satu saksi.
Harusnya kau tunggu.
Menunggu untuk apa?
Setiap hari Mendoza berkeliaran, orang-orang terbunuh.
No comments yet. Be the first to leave one.