The first 200 lines.
"Suatu hari di bulan Juli, rumah Sae Ho"
Selamat datang.
- Ho Sae. - Ya.
Apa yang kita lakukan?
Ingat kamera estafet yang kita lakukan saat itu?
- Ya. - Kita akan menyaksikannya.
"Para anggota Kamera Estafet dari episode perkenalan"
- Mereka memperlihatkan ini? - Ya.
Kamu melihatnya?
"Para anggota aslinya berkumpul!"
"Mereka menyaksikan awal dari Kamera Estafet"
Rumahmu
menjadi lokasi syuting?
Entahlah.
Kenapa harus di sini?
"Kenapa harus rumah Sae Ho?"
Aku sungguh tidak tahu.
Ada banyak kamera hari ini.
Hari ini, mereka datang lebih awal untuk menyiapkan semua ini.
Bukankah kamu merasa nyaman di sini?
Kamu sering datang kemari.
Ini tidak asing.
"Gerakan tarian yang tidak asing"
"Mereka makan bersama"
"Dan bermain bersama di sini"
Kamu tidak keberatan? Ini tempat tinggalmu.
Aku tidak keberatan karena ini rumahku,
tapi aku akan menghargai
jika mereka membayarku sedikit karena menggunakan rumahku.
- Membayarmu? - Contohnya seperti itu.
Tapi lupakanlah. Kita sudah lama kenal.
Siapa yang akan datang hari ini?
Aku akan berterus terang.
"Sae Ho, kami akan meminjam rumahmu hari Kamis."
- Kusetujui hal itu dan ini terjadi. - Ayolah.
Kamu bisa saja menolak.
Bagaimana bisa kutolak jika kami sudah lama kenal?
Aku tidak bisa menolak.
Sekarang secara alami, setiap hari Kamis,
aku menyambut sekelompok tamu.
Siapa itu?
- Siapa itu? - Itu Hang Ho.
- Dia sering datang belakangan ini. - Hang Ho.
- Halo. - Kamu tidak bawa apa-apa hari ini?
Hai, Hang Ho.
Halo.
Kamu sering datang kemari.
Kamu tidak keluar tanpa riasan...
Siapa itu? Kenapa dia datang kemari?
- Siapa itu? - DinDin.
- Apa? - DinDin.
Kenapa dia kemari?
- Sungguh kelompok yang tidak biasa. - DinDin.
- Yun Ho! - Hai.
- Kalian datang bersama? - Halo.
Kenapa kamu memperlakukannya secara berbeda?
- Itu tidak benar. - Bagaimana kalian bertemu?
- Kami bertemu di bawah. - Apa maksudmu?
Kamu mengajak teman lamamu.
Kami ini satu tubuh dan semangat.
- Hei! - Ya? Kenapa?
Kamu datang sebagai anak buah Yun Ho?
Apa maksudmu?
Dia datang karena aku.
- Bagaimana bisa begitu? - Ayolah.
Jangan bicara seperti itu.
- Perkenalkanlah kami. - Hei.
Ini Hang Ho.
- Halo. - Halo.
"Hang Ho dan DinDin bertemu untuk kali pertama hari ini"
Aku diberi tahu kita akan syuting di sebuah studio hari ini.
- Aku tahu. - Benar.
Aku datang dengan berdandan rapi.
Kupikir kita akan syuting di MBC.
Kenapa DinDin ada di sini?
"Apa?"
Dia senang bertemu denganmu, dia hanya penasaran.
Itu benar. Baiklah, penjelasan yang bagus.
- Dia penerjemahnya. - Aku melewatkan penjelasannya.
Aku hampir merasa tersinggung.
Senang bertemu denganmu, DinDin,
tapi kenapa kamu ada di sini?
- Karena Kim Tae Ho meneleponku. - Kurasa...
Jujurlah. Kamu hanya mengikuti Yun Ho?
Tidak.
- Kamu... - Tae Ho meneleponmu?
Kami bertemu di tempat parkir tadi.
Mari kita duduk dahulu.
- Duduklah. - Duduklah.
- Kamu baru kali pertama datang. - Aku tahu.
- Rumahmu agak berlebihan. - Apa kamu bilang?
Ini agak berlebihan.
- Menurutku bajumu berlebihan. - Ya.
- Astaga. - Astaga.
Ini kemeja tropis.
- Hei, DinDin. - Astaga, DinDin.
- Ya? - Kamu sungguh ditelepon Tae Ho?
- Tae Ho tidak boleh menghubungiku? - Bukan begitu.
Dia hanya penasaran.
- Aku hanya penasaran. - Dia penasaran.
Cobalah untuk tidak memutar pertanyaannya.
Dia hanya bertanya kepadamu.
Maksudmu "salah paham", bukan memutar.
- Begitukah? - Ya, "salah paham".
- Maafkan aku. - Aku ingin mengatakan sesuatu.
- Apa itu? - Kalian harus tahu...
Alasan Yun Ho bisa menjadi bagian dari "How Do You Play"
adalah karena aku. Jangan lupakan itu.
- Bagaimana bisa? - Dia memberi kameranya kepadaku.
- Benarkah? - Ya.
Byung Jae memberikannya kepadaku,
tapi kupikir para perekam sebelumnya tidak cukup kuat.
Apa matamu memar?
- Di mana? - Matamu lebam.
- Mungkin aku lelah. - Coba kulihat.
- Apa itu bintil? - Di matanya?
Tunggu. Apa kamu memakai riasan?
Ini riasan.
Itu perona mata?
"Malu"
Ini riasan bertema gelap.
Apa maksudmu mataku lebam?
Maaf. Kupikir matamu memar.
Banyak selebritas datang ke salon tempatku dirias.
- Kamu tidak boleh bicara begitu. - Siapa?
- Siapa? - Siapa yang datang ke sana?
Baumu seperti soju. Kamu minum alkohol semalam?
Soju? Apa maksudmu?
- Kamu sangat menyukai dia. - Benar.
Aku sangat menyukainya.
Yun Ho sangat menyukainya.
"Orang ini merasa tidak nyaman"
- Aku tidak minum soju. - Bukankah ini soju?
- Hei. - Kenapa hidungmu merah?
Kenapa harus kutuang soju kemari di rumahku sendiri?
- Astaga. - Kenapa hidungmu merah?
- Hidungku selalu merah. - Hang Ho berpura-pura tertawa.
- Dia pura-pura tertawa. - Dia nyaman denganku,
tapi baru pertama bertemu DinDin, jadi, dia merasa malu.
Aku tahu.
Ini kali pertamamu bertemu DinDin?
Ya. Ini kali pertama.
Benarkah? Kamu terlihat sangat tidak nyaman.
Kamu terus menyentuh lututmu.
- Hang Ho sangat pemalu. - Begitu rupanya.
Ini kali ketigaku kemari, dan aku menyadari sesuatu.
Aku menyadari bahwa level reaksi Hang Ho
barometer bagus untuk melihat selucu apa situasinya.
"Level lucu rendah, dan durasi tawanya singkat"
"Level lucu menengah, dan desibelnya mulai naik"
"Level lucu tinggi, dan desibelnya mencapai titik tertinggi"
"Hati-hati dengan perilaku agresifnya"
- Dia punya tawa yang jujur. - Benar.
- Reaksinya tulus. - Benar.
Ya. Semacam itu.
Aku ingin menanyakan sesuatu. Kamu menemukan wanita itu?
- Siapa? - Tawamu.
Seorang wanita mengunggah di internet,
- bilang ini senyuman DinDin. - Senyuman ini.
Aku melihat unggahan itu. Astaga.
Aku merasa tiap kali kamu lakukan itu, kamu mengejekku.
Giginya tidak bagus.
Gigiku tidak rapi.
Yun Ho lebih sering tersenyum saat di dekat DinDin.
Yun Ho, kamu suka jika ada DinDin.
Aku merasa seperti punya bantuan terkuat.
Dia merasa lebih nyaman.
Tentu saja. Kami tidak terpisahkan.
Baiklah, kalau begitu, apa ini?
- Ini. - Apa ini?
- Astaga. - Ini posternya!
Ini posternya?
Kamu sungguh tahu struktur sebuah foto.
- Sae Ho tahu. - Benar, bukan?
Aku menempatkan Jae Seok di sini.
Dia menutupi lensa dengan jarinya.
Sekitar 40 gambar hasilnya seperti ini.
Foto yang kuambil tadi terlihat seperti ini.
Sudah lama aku tidak memakai kamera ini.
Itu lucu sekali.
- Tapi ini sangat bagus. - Tampak seperti bergaya retro.
- Apa foto ini direkayasa? - Lihat dia.
- Tunggu. - Lakukan gerakan mulut itu.
- Seperti ini? - Satu, dua, tiga.
- Fotolah giginya. - Bagus.
"Fotografer Cho hanya memotret dagu DinDin"
Lihat aku!
"Sekarang saatnya untuk Yun Ho dan Hang Ho"
- Bagus. - Hang Ho, wajahmu sangat besar.
"Hang Ho, wajahmu sangat besar"
Wajah Hang Ho terlihat sangat besar di foto itu.
Itu sebabnya para aktris menyukaiku.
Berdiri di sampingku, wajah mereka akan tampak sangat kecil.
Satu, dua, tiga.
"Karena Sae Ho mulai memotret, mereka hanya berfoto bersama"
Ini bagus.
Yun Ho hanya memakai kaus, tapi dia tetap tampak trendi.
- Aku terus memberitahumu. - DinDin.
Kupikir kita akan syuting di studio hari ini.
Apa yang melengkapi gaya seseorang?
No comments yet. Be the first to leave one.