The first 154 lines.
Pangeran?
Kok bisa wujudku kembali jadi duyung?
Apa katamu?
Ada satu orang melihatnya, tapi aku berhasil mengelabuhinya.
Selain itu, wujudku langsung kembali jadi manusia lagi.
Seperti apa orang yang melihatmu?
Orangnya seperti pangeran, ya?
Apa?
Cuma mirip sedikit, kok.
Intinya, kenapa wujudku bisa jadi duyung?
Mungkin karena hatimu mulai bergejolak kuat.
Sama seperti 200 tahun lalu.
Saat kamu dan pangeran hendak menjalin cinta.
Ini berbeda dari waktu itu!
Tentu mungkin juga karena kamu bimbang.
Benar...
Yang penting, pasti ada alasan kuat di balik ini.
Kemungkinan juga dia adalah cinta sejatimu.
Aku hanya takut karena teringat orang itu.
Bukan karena dia jodohku!
Anu...
Ini.
Baju gantiku...
Pada hari itu,
kamu lompat ke Danau Biwa
dan langsung pulang begitu saja.
Lompat ke Danau Biwa?
Siapa orang ini?
Ada pelanggan yang bertanya.
Terima kasih.
Aku Luca.
Aku Luca.
Siapa namamu?
Lara.
Apa mereka tahu kalau kamu duyung, Lara?
Jangan pernah sebarkan itu!
Tidak akan,
nanti aku dianggap gila.
Oh ya, beri tahu kontakmu.
Kontakku?
Aku tidak punya itu.
AKIZUKI LUCA
Ini kontakku.
Cobalah kamu hubungi.
Pria tampan yang aneh.
Mari... Bagaimana ini?
Pakai saja ini.
Itu ponsel tua milik ayahku.
Ada apa?
Duyung dan manusia tidak boleh saling mencintai.
Apa tidak masalah...
aku terus mencari pangeran?
Entah apa yang Lisa katakan kepadamu,
tapi kamu harus temukan cinta sejatimu
agar cahaya keluargamu dapat kembali.
Cinta dengan manusia.
SUDAH DIIKUTI LUCA
Tapi...
Mau coba kirim pesan padanya?
Tekan ini sambil bicara, nanti suaramu akan tertulis di sini.
Lara.
LARA
Muncul, muncul.
Selanjutnya bagaimana?
SELANJUTNYA BAGAIMANA?
Eh?
Perhatikan jarimu!
"Temui aku"?
Mungkin maksudnya berdua saja, ya.
Itu kencan!
ITU KENCAN
Cepat lepaskan jarimu!
Bagaimana ini?
Sini!
"Hari Sabtu pekan ini pukul 10 pagi di Teras Danau Biwa."
STASIUN SHIGA
Anu!
Selamat siang!
Kemarilah.
Kita mau ke mana?
STASIUN GONDOLA
Luar biasa!
Pemandangannya indah, ya.
TERAS BIWAKO
Kenapa kita pergi ke tempat setinggi ini?
Katanya hari ini cuacanya akan cerah.
Ayo ke atas lagi?
Apa dia baik-baik saja, ya?
Ayo kita mulai lagi.
- Iya! - Iya!
Jangan khawatir, sebentar lagi sampai.
Siapa kamu sebenarnya?
Anak kelas satu SMA.
Kalau di luar sekolah?
Macam-macam mungkin.
Macam-macam?
Gondolanya menyenangkan, ya.
Menyenangkan?
Kita mau ke mana?
Pemandangan di atas sana indah sekali.
Maksudnya kamu suka pemandangan yang indah?
Bisa dibilang begitu.
Aku suka sesuatu yang indah.
Sesuatu yang indah?
Dengan wujud mengerikanmu itu!
Meski kusebut hal indah,
tapi ada banyak macamnya.
Lain kali akan kuceritakan.
Sebentar lagi kita sampai.
Nantikan saja.
Ini beda dari ramalan cuaca.
Kamu masih sanggup makan?
- Maaf sudah menunggu. - Masih.
Apa benar kamu memesan dua roti kari?
Iya.
Apa kamu sungguh bukan orang itu?
Kamu baik-baik saja?
Syukurlah.
Rotinya tidak jatuh.
Perutku juga sudah lapar.
Dimakan sekaligus? Bukan buat aku satu?
- Tampaknya seperti ini namanya kencan. - Kamu mau makan semuanya sendiri? Hei!
Aku tidak begitu mengerti.
Entah kenapa sejak hari itu,
Luca jadi sering menghubungiku.
AKU SUDAH PULANG SEKOLAH
AKU SUDAH PULANG SEKOLAH KAMU SEDANG BEKERJA HARI INI?
BISA KETEMUAN?
AKU BARU SELESAI
AKU SEGERA DATANG
KEMARIN MENYENANGKAN
AKAN KUKIRIMKAN LAGI FOTO SAAT DI DANAU BIWA
TERIMA KASIH
KAMU SEDANG APA?
SEDANG CUCI BAJU
AKU BARU BELI KUDAPAN KYOTO
AKU TUNGGU DI DEKAT RUMAHMU
SELAMAT TIDUR, LARA
Apa dia tidak bisa tidur kalau tak mengatakannya?
Bagaimana Luca menurutmu, Lara?
LUCA
Awalnya, aku takut.
Tapi
orang yang dulu dan Luca
entah kenapa rasanya berbeda.
KAPAN-KAPAN AKU INGIN MENGAJAKMU KE SUATU TEMPAT
Kamu orang pertama yang aku ajak ke sini, Lara.
Bahkan teman-temanku tidak pernah ke sini.
Ini tempat rahasiaku.
Aku tunjukkan ini khusus untukmu, Lara.
Luar biasa!
Leo...
Sudah kubilang jangan ke sini.
Sudah kuduga cewek!
No comments yet. Be the first to leave one.